Hadiah Terakhir Untuk Mitha

Natasha dan Nicko pacaran sudah 7 tahun, mereka merayakan hari jadi mereka can the light dinner di pinggir pantai. Nicko sudah mempersiapkan semuanya dengan “Sempurna” karena Nicko memang tipe laki-laki yang romantis. Di tengah acara mereka, Nicko melamar Natasha.
“Sayang, kita sudah pacaran 7 tahun, sekarang aku sudah yakinkan hatiku untuk menjadikanmu pedamping terakhir hidupku..Maukah kau menerimaku apa adanya sebagai suamimu kelak?” ucap Nicko sambil membuka kotak cincin untuk Natasha.Natasha diam sejenak, ia sangat terharu akan lamaran Nicko.
“Wanita mana yang sanggup menolak pria terbaik sepertimu,sayang”

Nicko tersenyum bahagia karena tahu isyarat dari kata-kata Natasha bahwa ia menerima lamarannya.

Beberapa hari kemudian, mereka sudah mulai mempersiapkan kebutuhan untuk acara pernikahan mereka. Mereka akan menikah pada tanggal 09-09-09, tanggal yang bagus karena tepat hari Ulang tahun Natasha. Menjelang hari pernikahan mereka, beberapa hari sebelumnya mereka melakukan pemotretan untuk foto Pra Wedding mereka. Dua hari kemudian, foto itu sudah selesai. Natasha ingin memajang foto itu di kamar pengantin mereka nanti. Nicko memajangnya, namun..”Prang”…foto itu tiba-tiba jatuh dan Natasha terkena pecahan kacanya.
“Sayang,kamu tidak apa-apa?” tanya Nicko cemas
“Aku ga apa-apa, hanya luka robek sedikit di kakiku” jawab Natasha sambil menahan sakit.
“Ini bukan luka kecil sayang, aku akan bawa kamu ke Rumah Sakit”

Segera Nicko membawa Natasha ke rumah sakit. Di perjalanan mereka saling menatap, terlintas rasa ketakutan apakah itu “Pertanda Buruk?”

Natasha hanya terluka di kaki kanannya dan suster telah selesai mengobati lukanya dan dia pun sudah diperbolehkan di bawa pulang. Tapi di lobi Rumah Sakit, ketika mereka berjalan tiba-tiba Nicko tidak sengaja menabrak tubuh seorang wanita, sangat cantik. Namun, wajahnya tidak asing bagi Nicko. Sejenak ia menatap wanita itu kaget dan tentu wanita itu lebih tidak menyangka bahwa yang ia lihat saat itu adalah Nicko.

Namun Nicko tersadar dari lamunannya saat Natasha bertanya padanya.
“Kamu kenal dia, sayang?”
“Apa?ah..tidak, aku tidak mengenal dia sedikitpun”

Mitha terdiam, ia sedih mendengar Nicko berkata seperti itu. Padahal Nicko sangat mengenal dia. Dalam hati Nicko berkata “Maaf sayang, sebenarnya aku mengenal dia, dia adalah….” Nicko tidak meneruskan ucapannya dalam hatinya, ia seperti tidak ingin mengingat siapa Mitha.

Yah, Mitha…wanita yang sebenarnya pernah mengisi hari-hari Nicko selama 3 tahun, mereka pacaran karena mereka teman satu kuliah dulu. Tapi selama 3 tahun mereka pacaran Nicko justru tidak pernah benar-benar serius menyayangi Mitha. Padahal Mitha sudah sangat baik padanya dan sabar menghadapi sikap Nicko yang terkadang selalu acuh padanya. Mereka putus, karena waktu itu Nicko bertemu lagi dengan Natasha, sebenarnya Natasha adalah teman kecil Nicko, mereka terpisah saat usia mereka 11 tahun, karena saat itu Natasha ikut ayahnya ke luar negeri. Dan saat ia kembali ke Indonesia, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Nicko. Nicko memutuskan Mitha dan menjalin hubungan dengan Natasha. Pukulan berat bagi Mitha..

Ketika Nicko berlalu meninggalkan Mitha di rumah sakit, dan melihat ternyata Nicko telah memiliki wanita lain, dalam hati Mitha berkata “Tuhan, aku berharap di hari-hari terakhir hidupku, aku bisa merasakan kebahagiaan melewati hariku bersamanya, itulah permintaan terakhirku Tuhan, dengar pintaku…”

Hari pernikahan Natasha dan Nicko tiba, Nicko melaju mobilnya sendiri menuju tempat pernikahan. Mimpi buruk, tiba-tiba ia mengalami kecelakaan saat ia akan menghindari penyebrang jalan yang tiba-tiba muncul di depan mobilnya. Nicko dilarikan ke Rumah Sakit. Di tempat pernikahan Natasha gelisah karena Nicko tidak kunjung datang, perasaannya sudah mulai tidak enak dan tiba-tiba dia mendapat teelfon dari keluarganya yang melihat mobil Nicko di jalan dan mengalami kecelakaan. Spontan Natasha shock dan hampir pingsan, tapi sayang keluarganya itu tidak tahu Nicko di bawa ke Rumah Sakit mana, karena Nicko dilarikan ke Rumah Sakit oleh seorang warga namun bukan penduduk setempat.

Nicko 2 hari tidak sadarkan diri, dan saat ia terbangun ia merasa pusing dan sakit di kepalanya. Dokter menanyakan siapa namanya dan siapa keluarga yang harus di hubungi, tapi Nicko tidak ingat siapa namanya sendiri dan ia hanya ingat satu nama dan nomor telefon “Mitha”. Suster pun segera menghubungi Mitha. Mitha datang ke Rumah Sakit, ia kaget karena melihat laki-laki yang sedang terbaring itu adalah Nicko. Dokter menjelaskan pada Mitha bahwa Nicko hilang ingatan tapi anehnya yang dia ingat hanya Mitha. Jelas Mitha pun tidak menyangka bisa seperti itu. Beberapa hari kemudian Nicko boleh di bawa pulang, Mitha membawanya pulang ke rumahnya, karena ia tidak tahu dimana rumah Nicko sekarang, karena Nicko sudah pindah rumah, Mitha pun tidak bisa menghubungi keluarganya karena saat kecelakaan Nicko tidak membawa Handphone nya.

Satu minggu kemudian Nicko berangsur pulih, Mitha merawatnya dengan penuh kesabaran. Mitha duduk di ruang tamu, duduk santai karena saat itu Nicko sedang tidur. Mitha melihat koran, ada berita tentang pencarian org hilang dan ia lebih kaget ternyata yg di cari adalah Nicko. Mitha bimbang, di satu sisi ia bahagia karena sekarang ia bisa bersama Nicko di sisinya tapi di sisi lain, dia tidak mau egois karena ia tahu, ibu Nicko dan keluarganya pasti mengkhawatirkan keadaan Nicko sekarang. Akhirnya Mitha menghubungi nomor telefon yang tertera di koran, ternyata ia tertuju pada Natasha, calon istri Nicko. Mitha mengajak Natasha bertemu, Mitha menceritakan semua kejadian sebenarnya pada Natasha bahwa dulu dia dan Nicko pernah menjalin hubungan dan menceritakan saat ini Nicko hilang ingatan tapi yang dia ingat hanya Mitha. Natasha sangat sedih dan terpukul.
“Sha, sebenarnya aku sedang sakit, aku menderita penyakit serius dan hidupku tidak akan lama lagi, aku punya permintaan terakhir, aku hanya ingin di saat terakhirku, Nicko ada di sisiku”
“Apa?kamu sudah gila?Aku tidak percaya apa yang kamu katakan, Nicko adalah calon suamiku, katakan padaku dimana dia sekarang?”
“Aku tidak berbohong Sha, aku serius, aku mohon?”

Natasha tetap tidak percaya, Natasha memaksa Mitha mengatakan dimana Nicko, dan dia tidak sengaja mendorong Mitha. Mitha pingsan, Natasha kaget dan ia segera membawa Mitha ke Rumah Sakit. Dokter yg menangani Mitha mengatakan yang sebenarnya pada Natasha, bahwa Mitha mengalami penyakit Leukeumia sudah 2 tahun dan dia sudah di vonis, hidupnya hanya untuk beberapa minggu ke depan. Natasha tidak percaya, ternyata apa yang diucapkan Mitha itu semua benar. Natasha merenung dan berfikir, akhirnya ia memutuskan untuk merelakan Nicko merawat Mitha.

Setiap harinya Nicko merawat Mitha di rumah Mitha, karena Mitha yang minta ingin dirawat di rumah. Natasha ikut merawat Mitha, ia sering menangis karena melihat Nicko, laki-laki yg sangat ia cintai bahkan akan menjadi suaminya, sekarang ini justru tidak ingat padanya. Tapi Natasha selalu mencoba menyembunyikan kesedihannya di depan Mitha. Ia sadar bahwa Mitha juga wanita yang sangat mencintai Nicko bahkan ia tahu hidup Mitha tidak lama lagi.

Sore hari Mitha tiba-tiba ingin pergi ke pantai menyaksikan Sunset bersama Nicko. Dengan duduk di kursi roda, Mitha menikmati indahnya matahari terbenam. Ia memegang tangan Nicko dan berkata
“Nicko…ini saatnya aku pergi, aku akan kembalikan kamu pada Natasha, wanita yang paling pantas memilikimu. Kamu tahu apa permintaan terakhir sebelum aku akan pergi? Aku ingin ada kamu disampingku yang merawatku. Dan permintaan terakhirku itu sudah terkabul sekarang, aku sangat bahagia Nicko. Berjanjilah untuk selalu membahagiakan Natasha, jangan pernah menyakiti hatinya sedikitpun dan jangan pernah membuat dia menangis setetespun karenamu”
“Kamu bilang apa sayang? Aku bahkan tidak mengenal siapa dia? kamu tidak akan pergi kemana-mana, aku akan selalu disisi kamu selamanya, kamu akan baik-baik saja” jawab Nicko sambil memeluk Mitha dan heran mengapa tiba-tiba Mitha berkata seperti itu.

Mitha tersenyum menatap Nicko sejenak, senyuman terakhir Mitha. Sampai akhirnya Mitha menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Nicko.

Di acara pemakaman Mitha, Nicko menangis, menjerit histeris karena tidak menyangka Mitha telah pergi. Dan pukulan berat bagi Natasha, ia sedih Mitha telah tiada dan ia sedih apakah Nicko akan kembali ingat padanya. Nicko tiba-tiba pingsan, segera ia dibawa ke Rumah Sakit, semalaman ia tidak sadarkan diri. Dokter memeriksa Nicko sambil memberikan surat pada Natasha yang sudah semalaman menunggu Nicko. Sebelum Mitha meninggal, dia menitipkan surat untuk Natasha pada dokter yang menangani ia selama ini yang juga menangani Nicko saat itu.
“Dear, Natasha….

Aku sangat bahagia, disaat terakhir hidupku, Nicko ada disampingku dan aku bisa mengenal wanita berhati mulia sepertimu. Sebelumnya aku minta maaf karena aku seperti merebut Nicko darimu selama 1 bulan ini. Tapi aku yakin, setelah itu Nicko pasti akan kembali ke sisimu dan akan menjadi milikmu selamanya. Terima kasih untuk hadiah yang berharga ini, mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah hidup tenang di alamku. Aku ucapkan turut bahagia untuk kalian berdua, semoga bisa menjadi suami istri yang bahagia dan memilki anak-anak yang tampan dan cantik seperti kalian. Berjanjilah kelak jika kalian memiliki anak perempuan, berikan ia namaku, maka rasakanlah aku akan ada di dekat kalian…”

Love….

Mitha…;)

Natasha meneteskan air mata membaca petikan surat dari Mitha, dan air matanya menetes di tangan Nicko yang sedang terbaring. Nicko terbangun, ia melihat wanita di depannya dan berkata.
“Natasha….”

Spontan Natasha kaget mendengar Nicko memanggil namanya.
“Kamu sudah ingat aku sayang?” ucap Natasha terharu bahagia sambil memeluk Nicko.

Dia segera memanggil Dokter, akhirnya Dokter memeriksa Nicko dan Dokter mengatakan ingatan Nicko sudah kembali. Natasha bahagia, ia bersyukur akhirnya Nicko bisa mengingatnya lagi.

Hari pernikahan Nicko dan Natasha akhirnya berlangsung, tapi mereka ingin mengenang Mitha dan akhirnya akad nikah dilakukan di depan makam Mitha.
3 tahun kemudian, Natasha melahirkan anak keduanya dengan Nicko. Setelah anak pertama mereka laki-laki yang sudah berumur 2 tahun bernama Muhammad Eizhar Rayyan Putra Nisha. Dan kali ini anak kedua mereka seorang bayi cantik, di beri nama Mitha Almahira Putri Nisha, sesuai pesan Mitha di surat terakhirnya untuk Natasha agar membrikan namanya untuk putri mereka. Dan ternyata, setelah tumbuh dewasa Mitha kecil wajahnya memang mirip dengan Mitha, cantik, putih, bersih dan lembut. Mereka merasa Mitha memang hadir kembali di tengah mereka tiap kali melihat Mitha kecil.

Keluarga sempurna, Natasha dan Nicko hidup bahagia dengan dikaruniai dua anak yang tampan dan cantik dan mendapatkan pengalaman berharga dari Mitha. Sekarang Nicko sadar, tidak akan menyia-nyiakan wanita yang sangat mecintainya & wanita yang begitu ikhlas hatinya terluka demi membahagiakan orang lain karena Nicko takut menyesal karena kehilngannya….

The End….

Tolong kasih komentar kalian yach,buat jadi masukan,hehe..;)

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s