[CHAPTERED] When Regret Comes Over – Part 1

Author : Pinky Girl

Main Cast : Choi Siwon, Taeyeon

Support Cast : SNSD, Super Junior, Sm Entertainment Artist, Lee Ha Young, Im Ye Jin, Ahn Suk Hwan, Oh Kyung So

Genre : Sad Romance, Drama, Life

Rating : PG 17

Type : Chaptered

Jangan lupa Comment yah….

Jangan biarkan penyesalan merenggut kebahagiaanmu dan mengorbankan seseorang yang sangat mencintaimu…

Happy Reading..^^

Taeyeon POV

Hari ini pernikahanku berlangsung, dengan laki-laki yang aku cintai selama belasan tahun ini. Choi Siwon, namja tertampan di sekolah SMA ku dulu, banyak wanita yang memujanya karna selain wajahnya yang tampan, dia juga anak terkaya seantera sekolah, Ayahnya seorang President Direktur dari Group Shinhwa.

Tapi bukan karna itu aku mencintainya, tapi karna sejak kecil aku memang sudah menyukainya. Yah, kau mungkin tidak akan percaya, mana mungkin seorang bocah kecil sudah bisa mencintai lawan jenisnya. Tapi entahlah, karna memang itu yang aku rasakan.

Flashback….

Author POV

“Taeyeon-ah kau jangan ke mana-mana yah, Ibu mau mengambil belanjaan Ibu yang tertinggal di supermarket tadi, ingat kau jangan pergi ke manapun, kau harus tetap ada di sini sampai Ibu kembali, arasso?”

“Ne..Eomma”

Taeyeon kecil menunggu hampir 20 menit, karna dia merasa bosan akhirnya dia berjalan sendirian, sampai-sampai dia tidak tau berada di mana. Taeyeon kecil menangis.

“Hei..gadis kecil, kau kenapa menangis?” seorang anak laki-laki. menghampirinya.

“Aku kehilangan Ibuku…”

“Babo,,,tadi Ibumu di mana??”

“Aku tidak tau, aku lupa di mana Ibu ku”

Akhirnya anak laki-laki itu menuntun Taeyeon dan menyusuri jalan yang tadi Taeyeon lewati.

‘Taeyeon-ah, anakku, kau dari mana saja, nak?? Ibu khawatir sekali, Ibu kira kau hilang?” Ibu Taeyeon menangis dan memeluknya.

“Aku tadi bosan menunggu Ibu, jadi aku berjalan sendirian, dan oppa ini yang mengantarku”

“Omo…anak tampan terima kasih yah kau sudah menolong putriku, siapa namamu, nak?”

“Siwon imnida ahjumma”

“Omoo….namamu bagus sekali, kau dengan siapa?”

“Wonnie-ah, kau dari mana saja, Ibu mencarimu ke mana-mana, ternyata kau di sini. Omooo..Bukankah kau, Lee Ha Young??” Ibu dari anak laki-laki itu menghampirinya.

“No??Im Ye Jin kan??”

“Ye,,aku Im Ye Jin, Omoo kenapa kita bisa bertemu di sini..”

“Jadi anak laki-laki ini putramu?”

“Yah, dia putraku, apakah gadis cantik ini putrimu?”

“Ye..dia putriku satu-satunya”

“Taeyeon-ah beri salam pada ahjumma”

“Annyeong haseyo ahjumma”

“Omoo..kau cantik sekali. Wonnie-ah beri salam pada ahjumma,nak ”

“Annyeong Haseyo ahjumma..”

“Putramu tampan sekali”

Keesokan harinya…Ibu dari Taeyeon dan Siwon bertemu di rumah Taeyeon, Taeyeon kecil memandang terus Siwon yang sedari tadi mengacuhkannya. Ternyata Ayah Taeyeon dan Siwon adalah sahabat sejak kecil, dan mereka sudah tidak bertemu belasan tahun lamanya.

“Suk Hwan, aku senang sekali kita bisa bertemu lagi, aku tidak menyangka ternyata anak kita lah yang mempertemukan kita lagi”

“Ya,,kau benar, aku juga senang karna kita bisa bertemu lagi”

‘Suk Hwan, kalo begitu sepertinya anak kita berjodoh, bagaimana kalo kita jodohkan saja mereka kalo sudah besar nanti”

“Haha….idemu sungguh brilliant, baiklah kalo begitu aku akan menjaga putriku untuk tidak menjadi milik orang lain, hahaha….”

“Yayaya..kau benar, dan aku juga tidak akan membirakan putraku mencintai wanita lain”

End of Flashback…

Taeyeon POV

Sejak kecil aku mencintainya, dan sejak kecil aku dan dia di jodohkan, kami selalu bersekolah di sekolah yang sama, tapi selama itu dia tidak pernah mau melihatku sebagai seorang wanita. Hingga hari ini kami akan menikah pun, dia belum mau melihatku. Awalnya dia menolak keras tentang perjodohan ini, tapi karna Ayahnya yang sedang sakit keras, dia akhirnya terpaksa mau menikah denganku.

Semua orang yang akan menikah pasti merasakan kebahagiaan yang tidak dapat di utarakan dengan kata-kata, tapi lain denganku, di hari pernikahanku aku bahkan tidak merasakan kebahagiaan sama sekali. Ayah dan Ibuku tidak bisa menjadi pendamping di hari bahagiaku karna mereka sudah meninggalkanku untuk selamanya beberapa tahun yang lalu. Aku memang menikah dengan orang yang sangat aku cintai, tapi bukan dengan orang yang mencintaiku.

“Eonni-ah…Chukkae, akhirnya kau menikah juga dengan laki-laki yang kau cintai” para member SNSD berhamburan masuk ke ruanganku, ruang tunggu pengantin wanita.

“Ne..gomawo…” aku mencoba untuk tersenyum bahagia di depan mereka.

“Bagaimana persaanmu eonni??” Seohyun memelukku.

“Babo..tentu saja dia bahagia, wanita mana yang tidak akan bahagia menikah dengan laki-laki yang belasan tahun dicintainya” Tiffany menoyor kepala Seohyun dan si maknae itu hanya tersenyum.

Yah…Tiffany benar, seharusnya aku memang bahagia, tapi seandainya mereka tau, kalo ternyata saat ini yang aku rasakan bukan seperti itu. Tapi aku tidak peduli, walopun Siwon hanya terpakasa menikahiku, tapi aku siap menerima konsekuensi apapun nantinya karna walo bagaimana pun, ini adalah amanat dari Ayahku, kalo aku harus menikah dengan Siwon. Dan Ayah sampai menyuruhku mengikuti trainee di Management nya Siwon saat dia resmi memulai debutnya sebagai member Super Junior. Ayahku dan Ayah Siwon, ingin kami ada di satu Management yang sama agar kami makin sering bertemu dan lebih dekat. Tapi apakah usaha mereka berhasil?? Belum…

“Mempelai pria telah datang, silahkan mempelai wanita untuk segera memasuki altar”

“Eonni mereka sudah memanggilmu, ayo cepat keluar”

“Eonni Hwaiting” aku beruntung memiliki mereka, sahabat-sahabatku di SNSD selalu memberi aku support dan di saat seperti ini, aku bahagia karna mereka ada di sampingku.

***

Janji suci di depan altar sudah berlangsung, aku dan Siwon kini resmi menjadi sepasang suami istri.

“Eonnie-ah Chukkae, omoo..aku tidak rela melepaskanmu menikah dulu, karna nanti kita pasti jarang bertemu” Sunny merengek dan memelukku.

“Hei….kau ini aneh, harusnya kau bahagia, karna uri eonnie akhirnya menemukan kebahagiaannya, lagipula dia menikah dengan laki-laki yang di cintainya, jadi Siwon oppa pasti akan menjaganya dengan baik, iya kan oppa?”

“Ye..?? Ne..” aku memandang ke arah Siwon dan dia hanya menjawab singkat pertanyaan dari Yoona tadi.

“Hei..bocah nakal, akhirnya kau mendahuluiku, huh?? Kau harus membayar mahal karna kau sudah melangkahiku” Leeteuk oppa menggoda Siwon dan Siwon hanya membalas dengan tawa kecil.

“Hyung selamat yah, wah tidak menyangka laki-laki player sepertimu akhirnya bisa takluk juga dengan wanita seperti Taeyeon, hahaha..”

“Yaa….tutup mulutmu, jangan sembarangan bicara, mau ku bunuh kau, huh??” Siwon mencekik pelan leher Kyuhyun yang menggodanya.

“Wonnie, berjuang yah untuk nanti malam, siapkan dirimu, jangan sampai kau mempermalukan kami sebagai pria, kau harus berhasil meluluh lantahkan lawanmu, haha..” Heechul oppa berbisik pada telinga Wonnie, tapi karna aku ada di sampingnya, aku cukup mendengar apa yang dia ucapkan.

“Hei..Hyung kau ini bicara apa sih? Sudah ah, aku lelah, aku ingin cepat-cepat pulang, pernikahan ini membuatku lelah” Siwon memeluk teman-teman Super Juniornya satu per satu dan masuk ke dalam mobil pengantin kami yang sudah di siapkan.

“Eonnie, peluk aku dulu, omoo aku pasti akan sangat merindukanmu”

“Hei..Seohyun, kau ini tidak usah berlebihan sepert itu, memangnya kita tidak akan pernah bertemu Taeyeon eonni lagi?? Dia hanya berpisah tempat tinggal saja dengan kita, lagipula dia tetap seorang leader dari SNSD jadi kita akan tetap bertemu dengannya”

Mereka juga memelukku bergantian, entah kenapa aku merasa aku akan sangat kehilangan mereka, aku tidak bisa merasakan lagi kehangatan dan kebersamaan kami tinggal di dorm.

Selama perjalanan menuju Apartement, aku dan Siwon tidak bicara sepatah katapun. Aku hanya terpaku memandang ke jendela dan dia fokus menyetir.

“Aku ngantuk, aku mau tidur. Oya jam 7 bangunkan aku, dan siapkan aku air panas dan makan malam, arasso?” itulah ucapan pertama yang dia ucapkan saat kami sampai di Apartement.

Aku hanya mengangguk pada diriku sendiri, karna Siwon tidak membiarkanku menjawab ucapannya dan langsung masuk ke kamarnya. Oya, kau tau, ada sesuatu yang mungkin tidak orang lain tau, sebelum Siwon setuju menikah denganku, dia mengajukan beberapa persyaratan padaku, di antaranya setelah kami tinggal bersama, dia tidak mau tidur sekamar denganku, dan jika di depan orang lain, aku tidak boleh memberitaukan hal itu, aku harus selalu bilang pada semua orang kalo aku bahagia menikah dengannya dan dia memperlakukan aku dengan baik, dan dia akan melakukan malam pertama kami jika ada keadaan yang mendesak. Apakah itu logis?? Jika kalian menjadi aku, apa yang akan kalian lakukan?? Aku tidak punya pilihan, demi memenuhi amanat terakhir dari Ayahku, aku setuju dengan semua persyaratan yang di ajukannya meskipun itu sangat menyakitkanku.

“Oppa,,bangun, ini sudah jam tujuh, bukankah kau menyuruhku membangunkanmu”

“Ehmm…” Siwon tetap meutup rapat matanya dan hanya berpindah posisi tidur.

Sejenak aku memandang ke sekeliling ruangan itu, sangat rapi dan elegant dengan semua isi yang benuansa hitam putih. Terpampang beberapa foto di meja kecil sebelah kasurnya. Foto dia saat masih kecil, foto dia saat TK bersama Ayah dan Ibunya. Aku tersenyum, anak kecil yang ada di foto itulah yang dulu mampu membuatku terpana karna kelembutannya, tapi kenapa saat dia besar, aku tidak merasakan kelembutan itu lagi pada dirinya.

“Kau..?? Sedang apa kau??” aku tersentak karna dia tiba-tiba bangun dan aku langsung meletakkan foto itu ke posisi semula.

“Ah,,mian oppa, aku hanya melihat fotomu, maaf kalo aku lancang. Oya aku sudah menyiapkan air panas untukmu dan juga makan malam di meja, aku permisi dulu”

“Jamkkanman…Sebagai seorang wanita, apakah kau mengharapkan malam pertamamu??”

“Ye..?? Ehm..akuuu..”

“Ah..sudahlah, lupakan saja, lagipula jangan pernah berharap hal itu akan terjadi, ya sudah sana keluar, aku mau mandi dulu”

Aku melangkah dengan berat keluar dari kamarnya dan langsung masuk ke kamarku. Aku memandang sekeliling kamarku yang sudah di hiasi dengan bunga, yang seharusnya itu menjadi kamar pengantin dan kamar untuk melakukan malam pertamaku dengan Siwon oppa, tapi semua itu hanya harapan yang tinggal asa karna aku tau itu tidak akan pernah terjadi.

“Masakanmu enak juga, lain kali buatkan aku yang lebih enak dari ini yah” dia melahap habis makanan yang aku buatkan.

“Oppa, kau mau ke mana??” selesai makan dia beranjak dan mengambil kunci mobilnya.

“Aku keluar sebentar, jangan menungguku pulang, kalo kau sudah ngantuk, tidur saja”

Aku hanya terpaku melihat sosoknya yang dalam seketika menghilang dari balik pintu. Ya Tuhan, apakah ini yang di sebut sebagai pernikahan?? Kenapa aku tidak bahagia dengan pernikahanku sendiri?? Padahal aku menikah dengan orang yang sangat aku cintai. Kuatkan aku Ya Tuhan, agar aku sanggup meluluhkan hatinya suatu saat nanti.

Karna lelah di hari pernikahanku tadi, aku sampai tertidur di kursi ruang TV sambil menunggu suamiku pulang, aku terperanjat dan melihat jam dinding menujukkan pukul 1 malam dan aku langsung melihat ke kamarnya, dia tidak ada di sana. Aku menngambil Hp ku, mencoba untuk menghubunginya, namun kurungkan niatku, karna aku tidak ingin membuatnya marah.

“Oppa,,sebenarnya kau kemana??” aku hanya bisa bicara pada batinku sendiri.

Keesokan harinya….

Aku tidak tidur lagi semalaman karna menunggu suamiku pulang, namun ternyata dia tidak pulang.

Terenet…

Pintu terbuka dan seseorang masuk, aku tau itu dia.

“Oppa, kau baru pulang?”

“Hmm…”

“Mau ku siapkan sarapan??”

“Berikan aku jeruk hangat”

“Oppa, apakah kau semalam mabuk?”

“Sudahlah jangan banyak bicara, lakukan saja apa yang aku suruh, wanita benar-benar cerewet sekali” dia menutup pintu kamarnya dengan keras.

Aku tersentak dan mengelus dadaku, Ya Tuhan semoga aku bisa terus bersabar dan bertahan, ini baru permulaan. Aku tau akhirnya dia akan memandangku kan??

Aku mengetuk pintu kamarnya sambil membawa segelas jeruk hangat.

“Oppa…ini jeruk hangatnya”

Dia tidak menjawab, ternyata dia sudah tertidur lelap. Aku mencium aroma arak dari badannya. Apakah semalam dia benar-benar mabuk?

Aku melepaskan sepatunya, dan membenarkan posisi tidurnya dan memberi dia selimut. Sejenak aku memandang wajahnya lebih dekat.

“Apakah benar dia suamiku?? Dia memang sangat tampan dan aku bersyukur bisa menjadi istrinya, tapi apakah dia menganggapku sebagai seorang istri??” batinku mengeluh.

Dua hari kemudian….

“Eonnie,,aku sangat merindukanmu selama kau cuti 3 hari ini, mwuah” Sunny mendaratkan ciuman di kedua pipiku dan memlukku.

“Benar, aku senang bisa melihatmu lagi eonnie. Oya bagaimana malam pertamamu?? Pasti sangat menyenangkan bukan?” Sooyoung menggodaku dan aku hanya tersenyum menggantung pertanyaannya.

“Eonnie,,ko mukamu tidak terlihat bahagia sih??”

Astaga apakah Yuri bisa menangkap apa yang aku rasakan??

“Anhi,,tentu aku sangat bahagia bodoh, aku menikah dengan laki-laki pujaanku, haha…” aku berharap mereka tidak merasa kalo aku tertawa karna terpaksa.

“Taeyeon-ah,,,ini Hp mu tertinggal” tiba-tiba Siwon menghampiriku di ruang make up artist SNSD.

“Oh..so sweet, Oppa kau begitu perhatian yah pada istrimu, sampai-sampai kau menyempatkan untuk masuk ke ruangan ini hanya untuk memberikan Hp istrimu” sontak ucapan Jessica barusan membuat semua member SNSD yang lain ikut menggoda aku dan Siwon.

Hari ini acara Music Bank, dan aku akan sepanggung dengan suamiku untuk melakukan Dance Couple. Ini pertama kalinya saat aku debut, aku melakukan Dance Couple dengannya dan posisi dia sudah menjadi suamiku sekarang.

“Lakukan dengan profesional, dan jangan sampai mempermalukanku, arasso??” dia memberiku peringatan saat lampu-lampu stage mulai di padamkan dan kami bersiap untuk masuk ke panggung.

Dan 20 menit berlalu, aku lega akhirnya aku benar-benar bisa melakukan Dance Couple itu dengan sempurna dan membuat para ELF dan Sone bertepuk meriah.

“Eonnie-ah..sungguh mengagumkan, aku tadi sampai merinding melihat penampilan kalian berdua, benar-benar membuatku iri jadi ingin punya suami juga, hahaha”

“Kau masih terlalu kecil, urus saja sekolahmu dulu baru memikirkan pernikahan” Yoona mencubit pipi Seohyun dan dia mengerang kesakitan.

“Cepat ikut aku” tiba-tiba Siwon masuk ke ruangan SNSD dan menarik tanganku keluar dari ruangan itu.

Aku melihat teman-temanku menatapku heran dan cemas, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku pasrah Siwon menarik tanganku dan tidak membiarkan aku pamit dengan teman-temanku dulu.

“Oppa, kita mau ke mana??”

“Sudah jangan banyak bicara, diam dan duduklah. Nanti kau akan tau kita kemana” dia terlihat serius dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Aku tidak berani lagi bertanya padanya, aku tidak tau sebenarnya dia akan membawaku ke mana sampai-sampai dia tidak membiarkanku untuk sekedar mengganti pakaianku.

To be Continue….

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s