[CHAPTERED] How Do I Live [ Sequel of When Regret Comes Over]- Part 4 ( END )

Author : cherry blossom a.k.a r13eonni a.k.a Pinky Girl

Main Cast :

– Choi Siwon

– r13eonni as Kang Hye Na

– Choi Yong Yi

Support Cast : Find urself…:)

Genre : Romance

Rating : PG 17

Type : Chaptered

Big Thanks to Altrisesilver to Beautiful Poster…;)

Happy Reading




Siwon terkejut saat Hye Na keluar dari rumahnya. Siwon terpesona dengan kecantikan Hye Na, dia memakai Dress putih dengan panjang di atas lututnya, memakai high heels dengan warna yang senada dengan Dress nya. Hye Na semakin mirip dengan Taeyeon.

“Jam 19.55 Aku tidak terlambat, kan??” ucap Siwon sambil melihat jam tangannya dan sekarang dia sudah sampai di rumah Hye Na.

“Tapi kau hampir terlambat 5 menit saja, Yong Yi appa…” goda Hye Na.

“Haha,,ia maaf, karna tadi aku pulang latihan agak sore. Baiklah ayo masuk” Siwon membukakan pintu mobilnya untuk Hye Na.

“Gomawoyo..” ucap Hye Na malu-malu.

“Kita mau makan di mana??”

“Rahasia, sebagai penumpang kau cukup diam saja dan lihat aku akan membawamu ke mana” Siwon tersenyum.

“Aegyo…ara…ara pak supir, aku akan diam dan menuruti perintahmu”

“Mwo?? Pak supir?? Sejak kapan aku jadi supirmu??”

“Haha..sejak sekarang, bukankah sekarang kau sedang menyupir untukku??” goda Hye Na lagi dan membuat Siwon tidak bisa mengelak.

“Baiklah aku menyerah..”

Entah kenapa saat itu suasana hati Siwon tiba-tiba menjadi tenang, melihat tawa Hye Na yang bisa mengingatkannya pada Taeyeon. Siwon merasa cukup senang dengan melihat tawa Hye Na bisa mengobati rasa rindunya pada tawa Taeyeon.

@Restaurant…

Sesampai di Restaurant itu Hye Na cukup kagum dan tidak menyangka, ternyata Siwon membawanya ke tempat semewah dan seromantis itu. Siwon menggeserkan kursi untuk Hye Na.

“Gomawo..”

“Silahkan ini menunya..” ucap sang pelayan yang tidak lama kemudian datang menghampiri mereka untuk memberikan menu.

“Kau mau pesan apa??” tanya Siwon.

“Ah,,aku tidak tau, aku terserah kau saja”

“Kau yakin??”

“Eoh…”

“Baiklah, kami pesan Menu Special hari ini saja”

“Baik Tuan, mohon di tunggu..”

“Ye,,kamshamnida…”

“Kau cantik malam ini..” ucap Siwon di sela-sela waktu mereka menunggu makanan tiba.

“Ah,,Yong Yi appa, kau membuat wajahku memerah sekarang” Hye Na memegang kedua pipi nya yang memang sudah memerah seperti udang rebus.

“Hahaha..apakah aku laki-laki pertama yang memujimu?? Sampai-sampai wajahmu merah meradang seperti itu??”

“Ah,,anhioo…Tentu saja sudah banyak laki-laki yang memujiku, haha…” Hye Na benar-benar merasa menjadi wanita bodoh saat itu di hadapan laki-laki setampan Siwon dengan sikapnya yang begitu salah tingkah.

“Makanannya sudah datang, Tuan, Nyonya selamat menikmati” ucap sang pelayan saat mengantarkan menu yang di pesan.

“Ne..kamshamnida..”

“Baiklah, ayo kita makan”

Dengan malu-malu Hye Na mulai melahap makanan itu, dan dalam suapan ke empat tiba-tiba Siwon tertawa.

“Yaak…Yong Yi appa wae guerae?? Kenapa kau tertawa?? Ada apa denganku?? Apakah ada sesuatu di wajahku??” Hye Na mulai salah tingkah lagi.

“Hahaha..itu di mulutmu” ucap Siwon sambil tertawa dan menunjuk ke wajah Hye Na.

“Mana..mana..” Hye Na mencoba membersihkan mulutnya.

“Sini biar aku yang bersihkan..” dan akhirnya Siwon yang membersihkan makanan di mulut Hye Na dengan tangannya.

“Ah..gomawoyo…” hidung Hye Na memerah.

Siwon teringat pada kebiasaan Taeyeon, jika dia sedang gugup atau salah tingkah, maka hidungnya akan memerah seperti itu *itu cuma khayalannya author az ko readers, klo aslinya ga tau deh, hehe..;p

“Hye Na-ssi, apa kau keberatan jika aku mengajakmu ke suatu tempat?” tanya Siwon saat mereka sudah selesai makan malam.

“Eodi??”

“Lihat saja nanti….” Siwon membukakan lagi pintu mobilnya untuk Hye Na dan Hye Na hanya menurut untuk naik ke mobil Siwon.

Di pantai…

“Yong Yi appa, kenapa kau membawaku ke sini??”

“Pantai ini, awalnya aku ingin mengajak Taeyeon ke pantai ini saat dia masih hidup. Aku tau dia sangat suka sekali dengan pantai, makannya selama 7 tahun ini jika aku merindukannya aku pasti akan datang ke sini atau ke makamnya”

“Selama kami menikah, aku belum pernah membuatnya bahagia sebagai seorang istri, aku belum pernah membuatnya tersenyum, aku juga belum pernah mengucapkan “Aku Cinta Padamu” padanya sekalipun. Selama aku satu tahun menikah dengannya, aku hanya menyentuhnya 1 kali, itu pun dalam keadaan mabuk, mungkin jika kau jadi dia, kau juga pasti akan sakit dan marah kan?? Tapi aku kagum padanya, dia tidak pernah marah padaku, dia tidak pernah balik membentakku di saat aku membentaknya, dia tidak pernah mengeluh, dia istri yang begitu penurut, dia juga tidak pernah lelah untuk mencintaiku meskipun aku memperlakukannya dengan sangat tidak baik”

“Sekarang aku membawamu ke sini, hanya karna kau mirip dengannya dan aku ingin kau seolah adalah dirinya, agar aku bisa tenang karna sudah pernah membawanya ke sini, walaupun aku tau kau dan dia tetap saja berbeda”

“Yong Yi appa, aku yakin saat ini istrimu di sana juga pasti senang melihat perubahanmu seperti ini, kau pasti sudah cukup menderita juga menerima hukuman dari kesalahanmu terhadapnya. Ya, aku sekarang ada di sini, dan jika aku jadi dia, aku pasti akan menjadi wanita yang sangat bahagia memiliki suami yang tegar dan bertanggung jawab sepertimu” Hye Na mengusap-ngusap punggung Siwon dan tanpa di sadarinya Siwon menyender di pundak Hye Na.

***

Siwon datang ke kantor SM Entertainment seperti biasanya dan dia langsung di sambut oleh teman-temanya dengan sebuah surat kabar.

Choi Siwon yang menduda selama 7 tahun, sudah menemukan pengganti Taeyeon??? Tapi kenapa wanita itu mirip dengan Taeyeon?? Apakah sebenarnya selama ini Taeyeon masih hidup?? Atau itu kembaran Taeyeon??

“Wonnie-ah, aku tidak akan banyak bertanya, aku hanya ingin mendengar penjelasan dari mu saja” ucap Manager Suju di ruang Meeting.

Siwon cukup terkejut dengan foto yang ada di surat kabar itu, fotonya saat menyender di pundak Hye Na di pantai. Dia kira di pantai yang sepi saat malam itu, tidak akan ada orang yang melihatnya tapi ternyata ada juga yang berhasil mengabadikan moment itu dan sekarang sudah menjadi sebuah berita besar lagi.

“Mianhae…”

“Hanya itu yang ingin kau ucapkan??”

“Yah, di foto itu memang benar aku, dan wanita itu adalah guru Yong Yi. Malam itu aku mengajaknya makan malam di sebuah Restaurant dan setelah itu aku mengajak dia ke pantai”

“Lalu, kenapa bisa dalam foto ini kau menyender di bahunya??”

“Saat itu, aku sedang bercerita padanya tentang Taeyeon, karna aku terlalu terbawa suasana akhirnya aku tidak sadar menyender di bahunya”

“Lalu apa yang akan kau lakukan dengan berita ini??”

“Aku hanya akan mengatakan yang sebenarnya, aku dan dia memang tidak ada apa2″

“Kau yakin??” Heechul meyakinkan Siwon.

“Ne..dan kalian jangan khawatirkan masalah ini lagi, aku akan mengurusnya”

Hp Siwon berbunyi tanda telfon masuk….Hye Seonsangnim…

“Permisi aku keluar dulu” ucap Siwon pamitan pada orang-orang di ruangan itu.

“Yoboseyo…”

“Yong Yi appa kau sudah melihat surat kabar hari ini?? Otteokhae?? Di sekolah begitu ribut membicarakannya, aku lebih mengkhawatirkan keadaan Yong Yi”

“Ne..aku sudah melihatnya, kau tenang saja aku akan segera menyelesaikan masalah ini, sebelumnya aku minta maaf karna kau jadi terbawa masalah karnaku”

“Anhioo….aku tidak peduli dengan apa yang akan di bicarakan orang-orang, yang aku khawatirkan hanya keadaan Yong Yi, aku jadi merasa bersalah padanya”

“Kau tidak perlu khawatir, biar Yong Yi aku yang urus, nanti aku yang akan menjelaskan padanya. Bagaimana keadaan Yong Yi sekarang?”

“Dia hanya terdiam dan teman-temannya terus menggodanya”

“Baiklah saat pulang nanti aku akan menjemputnya, aku titip Yong Yi padamu”

“Ye,,baiklah aku akan menjaga Yong Yi dengan baik di sini”

“Gomawoyo..”

***

“Appa…aku percaya padamu kau tidak akan melakukan hal yang buruk, tapi apakah kau sudah mulai berkencan dengan seonsangnim??” tanya Yong Yi di mobil dalam perjalanan pulang sekolah.

“Yong Yi-ah, kau tidak marah pada appa kan tentang Foto di surat kabar itu??”

“Anhioo,kenapa aku harus marah? Bukankah aku yang menyuruhmu untuk berkencan dengannya? Appa, apakah kau benar-benar sudah berkencan dengan seonsangnim??” Yong Yi menggoda apaa nya itu.

“Yaak…bocah nakal, kenapa kau selalu bilang seperti tiitu, kau tau apa tentang berkencan,hah??” Siwon menggelitiki tubuh Yong Yi.

“Appa..ampun, aku geli. Hentikan appa, kau sedang menyetir”

“Baiklah…baiklah appa ampuni kau sekarang, tapi lihat nanti di rumah, huh??”

***

Setelah beberapa hari lalu Siwon mengadakan Jumpa Pers untuk mengklarifikasi foto nya dengan Hye Na, akhirnya berita itu mulai mereda dengan sendirinya.

“Tuan, tadi aku menemukan ini di tumpukkan baju Nyonya, saat aku merapihkan baju-bajunya” ucap Baby Sitter Yong Yi menyerahkan sesuatu pada Siwon yang saat itu baru pulang dari acara KBS Night.

“Diary..?” ucap Siwon heran sambil memandangi diary itu.

“Baiklah gomawoyo ahjumma, kau tidurlah”

“Ne..aku permisi dulu tuan”

“Ye..”

Siwon masuk ke kamarnya dan karna penasaran dengan isi diary itu, Siwon langsung membukanya.

8 Februari 2011

Beberapa hari lagi aku akan menikah, menikah dengan laki-laki yang aku cintai sejak kecil. Aku benar-benar gugup, apakah pernikahanku nanti akan berjalan dengan lancar?? Mengingat calon suamiku itu, menikahiku hanya karna terpaksa. Dia memang laki-laki yang aku cintai tapi dia bukan laki-laki yang mencintaiku..Ya Tuhan, seperti apapun keadaannya, aku mohon semoga nanti hari pernikahanku akan berjalan lancar…

12 Februari 2011

Hari ini adalah hari pernikahanku dan malam pertamaku, tapi aku tidak merasakan kebahagiaan layaknya orang-orang yang menikah dengan penuh kebahagiaan. Malam pertama dengan laki-laki yang aku cintai tidak terwujud, bahkan sekarang aku tidak tau di mana suamiku, dia meninggalkanku di malam pertama kami. Dan aku menunggunya semalaman, tapi dia tidak pulang-pulang juga…;(

15 Februari 2011

Ayah mertuaku meminta cucu dari kami dan semalam kami akhirnya melakukan malam pertama kami, tapi aku sedih karna dia melakukannya dalam keadaan mabuk dan dia bilang dia terpaksa melakukan itu karna ayahnya yang menginginkan seorang cucu, karna dia hanya ingin melakukan itu dengan wanita yang dia cintai. Yah, seharusnya dari awal aku sudah tau itu, aku bukanlah wanita yang dia cintai. Tapi apakah salah jika aku tetap mencintainya??

22 Februari 2011

Aku kesepian, aku ingin sekali mengunjungi teman-temanku di dorm. Aku merindukan mereka, aku merindukan kebersamaanku bersama mereka. Tapi aku tau aku tidak mungkin bisa sembarangan pergi ke manapun tanpa ijin suamiku. Tapi tadi aku pergi ke pantai sebentar, sepulang pemotretan untuk CF ku, aku sangat menyukai pantai itu. Entahlah di sana aku bisa merasakan ketenangan, dengan suara deburan ombaknya. Rasanya aku ingin diam berlama-lama di sana.

10 Maret 2011

Hari ini adalah hari Ulang Tahunku, aku datang ke dorm SNSD dan ternyata teman-temanku memberiku kejutan, aku bahagia di tengah-tengah mereka, walaupun di sisi lain aku sangat sedih, karna suamiku sendiri tidak ingat Hari Ulang Tahunku..T_T Padahal aku sangat berharap setidaknya dia mengucapkan Selamat Ulang Tahun padaku, itu sudah membuatku bahagia…Tapi mungkin aku terlalu banyak berharap…;/

12 Maret 2011

Aku memeriksakan diriku ke Dokter, dan ternyata aku mendapat kabar gembira, aku positif hamil. Mwo??? Aku hamil??? Aku mengandung anak dari suamiku??? Aku bahagia, tapi apakah suamiku juga akan bahagia mendengar berita ini?? Entahlah…x_x Tapi walau bagaimana pun aku akan tetap memberitaunya tentang kehamilanku ini…

13 Maret 2011

Bukan..bukan ini yang ingin aku dengar, di saat aku akan memberitaukan kabar kehamilanku, aku malah di suguhkan dengan berita bahwa suamiku selingkuh..T_T Ya Tuhan, apakah suamiku setega itu?? Anhia,, aku akan percaya pada suamiku, aku yakin dia tidak melakukan hal yang sangat Engkau larang itu, aku sedang mengandung anaknya, biarkan aku menjaga dengan baik kehamilanku ini.

15 Maret 2011

Suamiku tidak percaya dengan kehamilanku….-____- Dia mengira aku hanya berpura-pura hamil untuk menolongnya dari amukan ayahnya. Anhia oppa, aku benar-benar sedang mengandung anakmu sekarang, aku tidak pura-pura. Bahkan kau tidak mencoba untuk menyentuh perutku untuk memastikannya, rasakanlah ada getaran di dalam perutku sekarang, dia janin yang akan tumbuh dan hidup, dia anakmu oppa…T_T

20 September 2011

Usia kandungaku sekarang sudah menginjak usia 7 bulan, aku sudah mulai merasakan tendangan-tendangan kecil dari bayiku. Ya Tuhan ternyata indah sekali menjadi seorang Ibu, aku sudah tidak sabar ingin segera melahirkan bayiku, aku janji akan selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang..^^

Tadi aku memeriksakan kandunganku, hasil USG ku adalah bahwa bayiku seorang namja. Omoo..semoga kelak dia akan setampan ayahnya. Tapiii entah kenapa aku masih khawatir, apakah kelak suamiku akan menerima bayi ini, akan menyayangi bayi ini?? Karna dia lahir dari wanita yang tidak dia cintai..T_T Oppa, tidak apa-apa kau tidak pernah mencintaiku, tapi aku mohon cintailah anak ini nantinya, karna dia makhluk yang tidak berdosa.

23 September 2011

Jessica, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, YonnA dan Seohyun antusias mengantarku membeli perlengkapan bayi. Mereka ikut memilihkan baju-baju untuk bayiku. Bahkan Seohyun memaksa ingin memilihkan baju warna-warna Pink untuk bayiku, tapi member yang lain memarahinya karna mereka bilang bayiku seorang namja, jadi tidak boleh di beri nuansa Pink. Hahaha..aku bahagia melihat antusias mereka, dan aku juga bahagia karna anakku nantinya akan memiliki ahjumma yang baik seperti mereka. Terima kasih teman-teman, aku sangat mencintai kalian…^.^

Aku berharap sampai akhirnya aku melahirkan bayi ini, anakku akan lahir dengan selamat…;)

Siwon menutup Diary itu, meneteskan air mata di tiap lembar yang dia buka. Hatinya sesak, seolah dia tidak bisa lagi untuk bernafas. Dia beranjak, keluar dari kamarnya dan dari Apartementnya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal. Menelusuri jalanan yang sudah mulai sepi, sampai akhirnya dia menepikan mobilnya di sebuah jembatan besar.

Siwon turun dari mobil dan dia berdiri di depan jembatan itu. Siwon mulai menaikkan kakinya perlahan ke pembatas jalan itu sambil menatap ke bawah aliran sungai yang mengalir dengan cukup deras.

“Tuhaaaaaannn,,kenapa kau terus hukum aku seperti ini??? Aku sudah sangat menderita, aku akui aku salah, aku mahkluk berdosa. Tapi aku mohon jangan kau hukum aku seperti ini, ampuni aku Tuhan, biarkan aku hidup tenang bersama anakku sekarang. Aku berjanji aku akan membahagiakannya, untuk menebus dosa-dosa ku pada istriku dulu. Aku mohon hentikan hukuman ini, aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi. Jika terus seperti ini, lebih baik aku mati, agar aku bisa membayar dosaku padaku istriku dengan nyawaku. Ambil aku Tuhan, ambil aku jika itu bisa membuatmu puas menghukumku” Siwon berteriak kencang menatap ke arah langit yang sudah gelap di tengah suara aliran sungai yang deras, dan hembusan angin malam yang sangat dingin menusuk ke tulang. Tanpa dia sadari, dia mulai menaikkan lagi kakinya ke atas pembatas jalan itu dan akan menjatuhkan dirinya ke bawah sungai.

“Wonnie-aaaahh..” tiba-tiba Leeteuk datang menarik tubuh Siwon.

“Babo-ah, apa yang sedang kau lakukan, hah??” Leeteuk memukul kepala Siwon.

“Lepaskan aku Hyung, biarkan aku mati saja, aku sudah tidak sanggup lagi menanggung semuanya, aku lelah. Aku tidak pantas hidup Hyung, setelah aku menghilangkan nayawa Istriku sendiri dan membuat anakku hidup tanpa seorang Ibu” Siwon menghempaskan tangan Leeteuk yang menahannya dan kembali mendekati pembatas jalan itu.

“Yaaak…baiklah, sana kau ceburkan dirimu ke sungai itu, kau mati saja. Tapi apakah kau tidak ingat pada anakmu, hah?? Kau pikir dengan kau mati dosamu akan terbayar?? Kau pikir Taeyeon akan senang melihatmu seperti ini?? Ingat Yong Yi anakmu, jika kau mati kau bukan hanya akan membuat dia hidup tanpa seorang Ibu, tapi juga hidup tanpa seorang ayah, apa kau tega melakukannya, hah?? Yong Yi butuh kau, dia butuh seorang ayah yang kuat, bukan ayah yang pengecut seperti ini”

Siwon menunduk, menjatuhkan tubuhnya ke jalan dan menangis.

“Kau benar Hyung, Yong Yi butuh aku, jika aku mati bagaimana dengan hidupnya?? Dia tidak boleh menjadi anak yatim piatu, dia pasti akan di kucilkan oleh teman-temannya. Aku tidak boleh membuat Yong Yi menderita”

“Yah, kau benar, kau tidak boleh membuat Yong Yi menderita, dia masih sangat kecil, dia tidak boleh ikut merasakan hukuman dari kesalahanmu. Dia anak baik, dia pantas untuk bahagia” Leeteuk memeluk Siwon dan ikut menangis.

“Hyung, bagaimana kau tau aku ada di sini?” tanya Siwon saat dia dan Leeteuk ada di dalam mobil untuk menenangkan diri.

“Entahlah, mungkin memang ini jalan Tuhan, dia menuntunku untuk melewati jalan ini saat tadi aku akan keluar”

“Benar, untung kau datang Hyung, kalau tidak mungkin aku sudah menjadi laki-laki paling bodoh sedunia karna sudah mengakhiri hidupku dengan cara seperti ini sementara masih ada anakku yang sangat membutuhkanku”

“Ya,,itulah kuasa Tuhan, mungkin melalui aku, dia ingin menolongmu, ingin memberimu kesempatan untuk menebus kesalahan-kesalahanmu dan bukan mengakhiri hidupmu seperti pecundang”

“Ne..gomawoyo Hyung..”

Tiba-tiba Hp Siwon berbunyi tanda telfon masuk..Hye Seonsangnim…

“Ne..Seonsangnim” ucap Siwon dengan suaranya yang sudah melemah.

“Yong Yi appa, bisakah kau ke Rumah Sakit sekarang?? Yong Yi-ah..” ucap Hye Na dengan cemas di seberang sana.

“Waegeurae?? Apa yang terjadi dengan Yong Yi?” Siwon mulai panik.

“Sudahlah, kau datang saja ke sini, nanti aku ceritakan. Aku di Rumah Sakit Seoul”

“Baiklah, aku akan segera ke sana, tunggu aku” Siwon menutup telfonnya.

“Waeyo??”

“Hyung, cepat naik mobilmu, kita ke Rumah Sakit Seoul sekarang, terjadi sesuatu dengan Yong Yi?”

“Mwo?? Ah, ye baiklah, kau pergi duluan, aku menyusul”

“Ye…” Siwon melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi yang di susul dengan mobil Leeteuk di belakangnya.

Di Rumah Sakit…

“Hye Na-ssi, ada apa dengan Yong Yi?” tanya Siwon pada Hye Na sesampainya dia di depan Ruang ICU.

“Yong Yi appa, tadi aku ke Apartement mu untuk mengembalikan buku PR Yong Yi yang tertinggal di sekolah, tapi tiba-tiba Baby Sitter Yong Yi membukakan pintu dengan sangat panik, saat aku tanya dia menemukan Yong Yi terjatuh di kamar mandi, aku langsung membawanya ke sini dan sekarang Dokter sedang memeriksanya di dalam” Hye Na menjelaskan dengan sangat cemas.

Siwon tidak berkata, tubuhnya sudah semakin lemas mendengarnya dan dia hampir jatuh pingsan, dengan sidap Leeteuk menahan tubuhnya.

“Wonnie-ah, gwaenchana??” Leeteuk menyenderkan Siwon di kursi.

“Hyung, waegurae?? Ada apa dengan Yong Yi??” Heechul, Donghae dan semua member Super Junior yang lainnya akhirnya datang ke sana setelah di beritau oleh Leeteuk.

“Oppa,,,bagaimana keadaan Yong Yi??” tanya Jessica yang datang bersama para member SNSD yang lain yang juga ikut ke sana karna melihat para member Super Junior pergi dengan tergesa-gesa.

“Kita juga belum tau keadaan Yong Yi, Dokter masih memeriksanya di dalam, kita berharap saja semoga tidak terjadi hal yang buruk pada Yong Yi” ucap Leeteuk menenangkan semuanya.

“Omo..pangeran kecil kita, kasian sekali dia, semoga dia baik-baik saja” Tiffany menangis dan menyender di pundak Yuri.

“Ya,,kasian sekali dia masih sangat kecil, semoga Dokter cepat-cepat memberi kabar baik pada kita” para member SNSD saling berpelukan dan menangis.

Satu jam kemudian…

“Dokter bagaimana keadaan anakku??” Siwon langsung terperanjat dan menghampiri Dokter yang baru keluar dari ruang ICU.

“Dia kehilangan cukup banyak darah, untung Ibunya cepat-cepat mengantar anak anda ke sini. Dan untuk sekarang ini kami belum bisa memberikan hasil yang akurat, tapi setelah di CT Scan, tidak ada gumpalan atau apapun dalam otak anak anda, tapi kita lihta saja nanti perkembangannya setelah anak anda sadar karna sekarang dia masih belum sadarkan diri. Kalian sudah boleh masuk untuk menjenguknya tapi jangan terlalu banyak, bergantian saja. Baiklah kalau begitu aku permisi”

“Baik Dokter terima kasih” ucap Siwon lemas dan buru-buru masuk ke ruangan itu dengan memakai pakaian pelindung dan masker dari Rumah Sakit.

“Ibunya?? Bukankah..” tanya Sunny heran.

“Yang di maksud Dokter itu adalah aku..” jawab Hye Na.

“Ah…bukankah kau gurunya Yong Yi?”

“Ne..annyeong haseyo,,”

“Ah,,ne Annyeong haseyo seonsangnim, terima kasih sudah membawa Yong Yi ke sini” ucap para member SNSD.

“Ye…choenmaneyo, sudah sepatutnya aku menolongnya”

Di ruang ICU…

Yang mendapat giliran pertama untuk masuk menjenguk Yong Yi adalah Siwon, Leeteuk, Heechul, Jessica dan Hyoyeon. Siwon menghampiri anaknya yang sedang terbaring tidak sadarkan diri dan ada selang infus di hidungnya yang kecil.

“Yong Yi-ah, kenapa jadi seperti ini?? Maafkan appa, nak tadi appa pergi keluar meninggalkanmu. Seandainya appa tidak keluar tadi, mungkin kau tidak akan seperti ini. Maafkan appa…Bangun Yong Yi-ah, bangun appa mohon jangan tinggalkan appa sendirian, appa tidak akan bisa hidup tanpamu. Appa menyayangimu, appa janji appa akan membahagiakanmu, appa akan menuruti semua yang kau minta, asal kau sekarang bangun Yong Yi-ah, bangun, appa mohon..” suara Siwon sudah semakin parau, badannya benar-benar lemas dan tidak bertenaga, hatinya sesak, air matanya seolah kering, dan sekarang bukan hanya matanya yang menangis melainkan hatinya juga seolah ikut menangis.

Siwon menggoyang-goyangkan tubuh mungil malaikat kecilnya itu, tapi dia tidak memberikan respon apapun, matanya tetap terpejam, tubuhnya tidak bergerak dan nafasnya seolah terdengar sangat berat. Mereka yang ada di ruangan itu merasakan keheningan, hanya isak tangis mereka yang terdengar yang sedang berharap semoga malaikat kecil itu hanya tertidur dan akan segera kembali terbangun.

“Kalian semua lebih baik pulang saja, aku ingin sendirian menjaga Yong Yi malam ini”

“Kau yakin??” tanya Heechul

“Ne Hyung aku yakin..”

“Baiklah kalau begitu kami pulang dulu, kalau ada apa-apa kau cepat hubungi kami, eoh??” ucap Leeteuk sambil menepuk-nepuk pundak Siwon.

“Wonnie-ah, kami pulang dulu yah”

“Oppa kami pulang….”

“Ne..gomawoyo..”

Karna terlalu lelah, Siwon akhirnya tertidur di samping Yong Yi sambil menggenggam tangan putranya itu.

“Oppa…”

“Taeyeon-ah…”

“Ne…ini aku”

“Oppa, lihat anak kita, dia sedang tertidur pulas” ucap Taeyeon mengelus-ngelus rambut Siwon yang tidur di pangkuannya di sebuah kursi taman.

“Ne,,Taeyeon-ah, tapi aku sangat takut kehilangannya”

“Anhi,,oppa, dia tidak akan pergi ke manapun, dia tidak akan pergi meninggalkanmu, karna dia sangat menyayangimu, dia tidak akan mungkin meninggalkan appa nya hidup sendirian”

“Jinja..?”

“Ehm…” Taeyeon mengangguk.

“Oppa…”

“Eoh..” ucap Siwon memejamkan matanya karna dia benar-benar merasakan ketenangan ada dalam pangkuan Taeyeon.

“Menikahlah dengan Hye Na…”

“Taeyeon-ah” Siwon langsung terbangun dan menatap lekat Taeyeon.

“Oppa…anak kita butuh sosok seorang Ibu, meskipun aku tau kau sangat menyayangi dan menjaga dengan baik anak kita, tapi tetap saja berbeda, ada saatnya Yong Yi anak kita akan membutuhkan kasih sayang seorang Ibu. Meskipun Hye Na bukan Ibu kandungnya tapi aku percaya dia akan menjadi Ibu yang baik untuk anak kita, dia akan menyayangi anak kita”

“Keundae…”

“Oppa….bukankah dulu aku juga memohon hal ini padamu?? Aku mohon penuhilah permintaanku ini, agar aku benar-benar bisa meninggalkan Yong Yi dengan tenang di sini”

“…..” Siwon tidak menjawab, dia kembali tidur di pangkuan Taeyeon dan menggenggam tangan Taeyeon.

Siowon terbangun karna cahaya matahari menyinari kedua matanya. Dia melihat Yong Yi yang semalam tidak sadarkan diri masih belum juga membuka matanya.

***

1 minggu berlalu dari peristiwa mengerikan dalam hidup Siwon, anaknya terjatuh di kamar mandi membuat putra sematang wayangnya itu tidak sadarkan diri selama satu minggu ini. Setelah selesai mengisi acara di Talk Show di SBS Strong Heart untuk yang kedua kalinya, Siwon, para member Super Junior dan SNSD, menyempatkan diri untuk datang menjenguk Yong Yi lagi. Mereka sangat berharap semoga hari ini Yong Yi benar-benar sadarkan diri.

Mereka masuk ke kamar Yong Yi yang sengaja di pesan oleh Siwon agar di design senyaman mungkin. Walaupun anaknya tidak sadarkan diri, dia tetap ingin anaknya itu merasakan kenyamanan di sana.

Hye Na yang sedang duduk menatap Yong Yi, memotong kuku Yong Yi yang sudah mulai panjang dengan penuh kelembutan. Selama satu minggu ini, Hye Na selalu datang menjenguk Yong Yi, bahkan menginap di sana meskipun dia harus pergi mengajar dari Rumah Sakit. Siwon benar-benar merasakan kasih sayang Hye Na kepada anaknya itu sangat tulus, bahkan Siwon merasa bahwa dia adalah benar-benar Taeyeon yang hidup kembali untuk menjaga Yong Yi. Siwon teringat ucapan Taeyeon dalam mimpinya beberapa hari lalu, yang menyuruhnya untuk menikah dengan Hye Na. Batinnya berkata apakah dia memang harus menikahi Hye Na demi Yong Yi??

“Hye Na-ssi, bagaimana keadaan Yong Yi?”

“Ah,,kalian sudah datang. Belum ada perubahan Yong Yi appa, aku memotong kukunya saja, dia tidak memberikan respon apapun” ucap Hye Na langsung beranjak dari duduknya dan membiarkan Siwon yang duduk di sana.

Siwon hanya tertunduk, menggenggam tangan anaknya itu yang sedikit bengkak karna di pasang selang infus.

“Eom..ma..eom..ma…” terdengar Yong Yi memanggil eomma nya dan mulai menggerakan tangannya.

“Astaga, Hyung Yong Yi sudah sadar, tangannya bergerak” ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah tangan Yong Yi.

“Benar oppa, Yong Yi sudah sadar, tangannya bergerak..”

“Ya Tuhan terima kasih kau sudah kembalikan malaikat kecil kami” ucap Hye Na bersyukur.

“Yong Yi-ah, ini appa sayang, ini appa. Bangunlah, nak”

Dengan perlahan Yong Yi mulai membuka matanya dan yang pertama kali dia lihat adalah appa tersayangnya itu.

“Ap..pa…”

“Ne Yong Yi-ah, ini appa. Ya Tuhan terima kasih kau kabulkan permohonanku” Siwon memeluk tubuh kecil putranya itu dengan tangis bahagia.

“Yong Yi-ah, ini kami, para ahjussi dan ahjumma mu, syukurlah kau sudah sadar, kami sangat mengkhawatirkanmu sayang” para member Suju dan SNSD itu tidak bisa menyembunyikan tangis bahagia mereka.

“Seonsangnim, kau ada di sini juga??” tanya Yong Yi dengan suaranya yang masih sangat lemah.

“Ne..Yong Yi-ah, seonsangnim di sini” Hye Na menitikan air matanya.

“Dia menjagamu sepanjang malam sayang” sambung Siwon.

“Ne appa, aku tau karna selama aku tertidur, aku bisa merasakan kehadiran kalian semua di sini”

“Yong Yi-ah, appa mohon jangan tinggalkan appa, eoh?? Appa tidak akan sanggup hidup tanpamu”

“Anhi..appa, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, saranghae appa”

“Nado Yong Yi-ah, nado saranghae” Siwon mencium kening Yong Yi.

Beberapa bulan kemudian…

Hari pernikahan Siwon dan Hye Na menarik perhatian banyak orang yang sekaligus di ikuti dengan berita Siwon yang pensiun menjadi member Super Junior, menjadikan kedua berita itu menjadi berita besar di tahun ini di Korea.

Semua orang hadir merayakan kebahagiaan kedua insan itu. Janji suci telah di ucapkan. Siwon dan Hye Na resmi menjadi suami istri.

“Woaaa..Wonnie-ah, kami saja belum pernah menikah sekalipun, tapi kau sudah menikah 2 kali, hah??” ucap Heechul menggoda Siwon yang baru keluar dari gereja.

“Benar Wonnie-ah, aku saja yang usianya lebih tua darimu masih membujang” Leeteuk memasang wajah sedihnya.

“Haha..makannya kalian cepat menikah, bagaimana kalau nanti tidak ada yang mau dengan laki-laki tua seperti kalian??” Siwon menyindir para Hyungnya itu.

“MWO??? KAU BILANG KAMI LAKI2 TUA??” para Hyungnya itu membekap kepala Siwon ke ketiak mereka.

“Hye Na-ah, tolong suamimu ini..” Siwon meminta tolong pada Hye Na yang baru saja dia nikahi dan Hye Na hanya tersenyum sambil memegang bunganya.

“Hye Na-ah, selamat yah, semoga kau bahagia bersama Siwon oppa” para member SNSD itu rela memberikan bekas suami Leadernya itu pada Hye Na.

“Ne..gomawoyo..”

“Eonnie….ayo lemparkan bungamu pada kami..” para member SNSD tidak sabar untuk menunggu moment pelemparan bunga pengantin.

“Baiklah, kalian berkumpul di sana yah, dan aku akan melemparkan bunga ini”

Semua para artis SM Entertainment yang hadir di sana juga para tamu undangan lain, langsung berkerumun dan mempersiapkan diri mereka untuk menangkap bunga pengantin yang akan di lemparkan Hye Na.

1…..2….3…

“Aku yang dapat bunganya, yeeee…” teriak Leeteuk dengan girangnya.

“Hahaha….semoga kau cepat menikah Hyung, jangan sampai kau jadi bujang lapuk terus” Siwon terus menggoda Hyungnya itu.

“Yaaaahhh..padahal tadi aku hampir mendapatkannya” keluh Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Kalau begitu kalian menikah saja, hahaha….” Kyuhyun mendorong tubuh Jessica ke arah Leeteuk.

“Andwae, Sicca milikku” Donghae menarik tubuh Jessica dan memeluk pundaknya.

“Hyung, masa kau mengacuhkan istrimu itu. Ayo cium dia di depan kami” kini giliran Ryeowook menggoda Siwon.

“Yaaakk,,,di sini ada anak kecil” jawab Siwon malu-malu sambil memeluk kepala Yong Yi.

“Waeyo?? Yong Yi juga pasti maklum kan, kalau dia melihat eomma dan appa nya berciuman, ia kan Yong Yi??” tanya Enhyuk menarik Yong Yi dari Siwon.

“Ne..appa, cepat cium eomma..”

“Yong Yi-ah..” Hye Na tersipu malu.

“Kisseu-hae, Kisseu-hae…” semua orang di sana memaksa Siwon untuk mencium Hye Na.

Akhirnya perlahan Siwon mendekati bibir Hye Na yang sudah mulai menutup matanya dan tiba-tiba saja hidung Hye Na memerah, Siwon tersenyum.

“Waeyo??” tanya Hye Na membuka matanya.

“Hidungmu memerah, aku tau kau setiap kali hidungmu memerah tandanya kau sedang gugup”

“Bagaimana kau tau??”

“Rahasia…” ucap Siwon sambil mengecup lembut kening Hye Na.

“Yaaaaahhh,,kenapa hanya mencium kening?? Tidak seru aaahhhh..” para penonton (?) pun kecewa.

***

“Wonnie-ah, apa kau yakin kau akan pensiun dari Super Junior?” tanya Leeteuk untuk yang ke sekian kalinya.

“Ne Hyung, aku yakin, dan kau juga, aku sarankan kau sebaiknya cepat-cepat pensiun atau kau cepat-cepat memikirkan kehidupan pribadimu, kau harus menikah, kau juga punya hak untuk menjalani kehidupan pribadimu, kau sudah tua lho Hyung, haha..”

“Yaakk,,aku juga ingin menikah, aku juga ingin menjadi seorang appa sepertimu, tapi kenyataannya waktu belum memihak padaku” Leeteuk mengeluh.

“Baiklah, aku doakan kau cepat menemukan pendampingmu, eoh??”

“Ne..gomawoyo dan mungkin aku akan segera menyusulmu untuk pensiun..”

“Baiklah, sukses selalu untuk kalian yah, aku pergi dulu” Siwon memeluk satu per satu teman-teman seperjuangannya itu di kantor SM Entertainment.

“Selamat tinggal Hyung, sampai jumpa lagi yah, huhu..” Kyuhyun memeluk Siwon dengan manja.

“Jaga Hyung-hyungmu itu dengan baik, yah??”

“Anhi,,mereka yang harusnya menjagaku dengan baik” keluh Kyuhyun.

“Yaaakk..memangnya selama ini kami tidak menjagamu dengan baik, hah??” protes para member Suju mengejar Kyu.

“Ampuunn, Hyung…”

Di makam…

‘Taeyeon-ah, aku sudah memenuhi permintaanmu untuk menikahi Hye Na dan menjadikan dia eomma yang baik untuk Yong Yi. Tapi walaupun aku menikahi wanita yang sangat mirip denganmu, tapi tetap saja dia bukan kau. Aku tidak yakin bisa mencintai dia sepenuh hatiku karna kau sudah terkunci di dalam hatiku. Tapi aku akan berjanji satu hal, kalau aku akan memperlakukannnya dengan baik, aku tidak akan pernah membuatnya menangis, karna aku tidak ingin mengulang kesalahanku dulu padamu. Apa kau sudah bisa bahagia sekarang??” ucap Siwon di depan makam Taeyeon.

Tiba-tiba ada hembusan angin yang melintas, dan Siwon merasakan kehadiran Taeyeon di sana, Siwon memejamkan matanya.

“Aku bahagia oppa, sangat bahagia. Gomawo kau sudah mengabulkan permintaanku. Saranghae…” Taeyeon berbisik di telinga Siwon dan mencium pipi Siwon dengan lembut.

Siwon membuka matanya, dia melihat sosok Taeyeon yang melangkah pergi sambil menoleh ke arahnya dengan tersenyum bahagia.

“Nado Saranghae Taeyeon-ah..Nado…” Siwon pun mebalas senyuman Taeyeon.

~ The End ~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s