My Beloved Girl – Prologue

Author : r13eonni 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Genre : Romance, Friendship, Life, Angst

Rating : PG 17

Type : Chaptered

Cast : Secret???

Disclaimer : FF ini terinspirasi sama sebuah Novel, tapi jelas semua isinya beda…Cuma ada beberapa scene yang sama…Semua tempat, nama atau perusahaan mungkin tidak pada sebenarnya, ada yang menurut imajinasi sang author, hehe…;) oya mian yah covernya BIASA BANGET,,,soalnya author ga bisa bikin cover FF…T_____T itu cuma cover sementara ko, karna belom ada Cast nya, nanti kalo udah ada Cast nya, Cover nya pasti minta bikinin orang yang ahli bikin Cover, hehehehe…;)

Semua tentang dirimu…Tak bisa ku rangkai dalam sebuah kata, tak bisa ku tulis di atas secarik kertas putih, karna kau terlalu banyak memiliki semua yang aku inginkan, My Beloved Girl…

-=-=-=-=-=-=-=-=-

Sinar matahari pagi selalu menyinari wajahnya yang putih terang, matanya yang bulat akan menjadi menyipit ketika sinar itu menyorotnya dalam pejam dan hembusan angin yang menyibakkan gorden dari balik jendelanya, akan selalu membuat rambutnya tertiup pelan merubah posisi setiap helai rambutnya itu yang agak kemerahan. Gadis yang beberapa bulan lalu baru menginjak usia 24 tahun ini, asli dari Indonesia, tapi Ibunya asli dari Korea Selatan. Sang Ayah asli keturunan Indonesia, gadis ini lahir di Tanah Air Indonesia dan dia sangat mencintai tanah Kelahirannya itu. Karna Ayah dan Ibunya keturunan Asia, maka darah Asia dalam tubuhnya mengalir begitu kental. Kolaborasi antara wajah Indonesia dan Korea menyatu dalam dirinya. Kulitnya yang putih dan lembut seperti kapas, matanya yang bulat kecoklatan, rambutnya yang ikal sebahu dan kemerahan, tubuhnya yang tinggi dan ramping membuatnya selalu pantas menggunakan pakaian dalam bentuk apapun dan warna apapun. Dan semua itu membuatnya menjadi wanita yang sangat sempurna sebagai seorang wanita.

Sang gadis Asia ini dari kecil hingga usia 12 tahun, dia tinggal bersama orang tuanya di Indonesia. Dan pada saat usianya menginjak 13 tahun, mereka hijrah ke Korea Selatan. Dan 2 tahun yang lalu, Ayahnya di pindah tugaskan dari pekerjaannya ke Indonesia. Karna sang gadis sedang mengenyam ilmu di salah satu Perguruan Tinggi di Seoul dan hampir lulus, terpaksa dia tinggal sendirian di Korea. Tapi untungnya sang Ayah mempunyai sahabat yang memiliki seorang putra yang usianya 4 tahun di atasnya. Sejak mereka pindah ke Korea, sang gadis sudah sangat dekat dengan pria itu. Dan sampai sekarang pria itulah yang selalu menemaninya.

Kriiiiiinnnngggg…..Krriiinnggg…

Jam wekernya selalu menyala tepat pukul 07.00 AM waktu Korea. Tapi yang menyalakan jam weker itu masih bermain dengan alam mimpinya.

Kriiiinggg…Kriinnngggg…

Lagi-lagi weker itu tak hentinya membangunkan sang empunya jam. Hingga akhirnya deringan itu kini berhasil membuat tubuhnya mulai bergerak, meraba-raba ke semua sudut kasurnya dengan mata yang masih terpejam mencari sesuatu, sampai akhirnya yang dia cari itu tersentuh oleh tangannya, dia mengambilnya dan mencoba untuk membuka sebelah matanya dengan berat.

“HAH???? UDAH JAM 8 KURANG LAGI???? GILAAAAAAA….Lagi-lagi aku kesiangan, huh…ini pasti gara-gara semalem” akhirnya tubuh rampingnya itu mulai terperanjat dari tempat yang selalu membuatnya malas untuk terbangun dalam kelelahannya. Dengan membersihkan tubuh seadanya, dia keluar dari kamar mandinya yang bernuansa Pitch, mengambil baju secara acak dari lemari bajunya dan tidak lupa mengambil sesuatu yang tidak boleh dia tinggalkan sedetik pun, tas Louis Vuitton hadiah Ulang Tahun dari pria yang selama ini setia menemani hari2 nya sejak usianya berumur 13 tahun itu. Pria yang selalu membuatnya cemburu jika ada gadis lain berada di sampingnya. Dan pria yang akan selalu dia hubungi dalam keadaan apapun, jika pria itu tidak menurutinya, maka dia akan melakukan aksi mogok bicara selama seminggu. Itulah yang membuat pria itu tidak akan sanggup mencari satu alasan pun untuk menolak permintaan sang gadis Asia ini.

@Seoul FM

“Yaaakkk…eonni kenapa lagi?? Si Bos nyuruh kamu ngadep dia tuh” ucap gadis yang umurnya sekitar 22 tahun .

“Ia..ia nih, aku kesiangan lagi, maaf,,maaf. Aduuh, kira-kira si Bos kali ini ngasih aku SP 3 ga yah??” sang gadis merapihkan setiap helai rambutnya dengan jari-jarinya dengan cepat dan menghela nafas panjang sebelum dia masuk ke ruangan di mana hidup dan matinya sebagai seorang penyiar Radio berada di ruangan itu. Akhirnya setelah melihat dirinya sendiri dari atas hingga bawah sudah terlihat rapi, dengan tangan sedikit bergetar dia mengetuk daun pintu yang ada di hadapannya saat ini.

Tok…Tok…Tok…

“Siapa???” suara seseorang dari balik pintu.

“Ehm…akuuu….”

“Oh..kamu, masuk” belum dia menyebutkan namanya, seseorang dari dalam sudah menyuruhnya masuk.

Yah, Bos nya yang bernama Mr. Hong itu sudah sangat hafal suara renyah karyawannya yang satu itu. Makannya saat dulu sang gadis melamar pekerjaan di Kantor itu, Mr. Hong langsung tertarik untuk menerimanya dan menempatkannya sebagai Penyiar Radio di salah satu acara Radio yang sekarang ini sedang Tren di Korea.

Dengan langkah yang seolah terasa berat, akhirnya sang gadis ini berdiri di hadapan Bos nya yang sedang membelakanginya.

“Bos….tadi manggil aku??” detak jantungnya berdegup kencang seperti seseorang yang baru lari maraton jarak 1000 Km, apa yang akan terjadi dengan dirinya saat sang Bos membalikkan badannya nanti, apakah karier nya sebagai seorang Penyiar Radio akan berakhir begitu saja karna kebiasaan buruknya yang selalu bangun siang dan membuatnya selalu telat datang ke Kantor???

“Ah..ga..ga..itu ga boleh terjadi. Si Bos pasti ngasih aku kesempatan lagi buat memperbaiki kebiasaan buruk aku ini, masa cuma gara-gara kesiangan terus aku jadi di keluarin?? Alesan apa itu?? Huaaaa….Eomma, Appa, aku merindukan kalian” batinnya berceloteh tidak karuan.

Deg….

Tubuhnya sempat terhentak 1 cm ke belakang saat akhirnya si Bos memutar kursinya itu dan sekarang menatapnya dengan lekat.

“Miss Lee,,,kenapa mukamu tegang seperti itu??” itulah kalimat pertama yang di lontarkan sang Bos padanya.

Miss Lee adalah panggilan si Bos untuk si gadis itu, karna nama Korea Ayahnya adalah Lee Bung Man. Dan si Bos lebih suka memanggil karyawan kesangannya itu dengan Miss Lee.

“Ye….?? Ah..anhio, aku tidak tegang ko Bos, masa sih?? Hehe…” jantungnya berdegup lebih kencang 2x lipat dari sebelumnya, dan sekarang dia merasa wajahnya terasa panas karna sikapnya yang jadi salah tingkah.

“Baiklah kalau begitu, duduklah”

“Ah..ye….”

Dia menggeserkan kursinya dan dengan hati2 duduk di kursi itu.

“Kamu tau kenapa saya manggil kamu ke sini??” ucap si Bos sambil memutar-mutar Bolpoin kesayangannya di depan wajahnya.

“Ehmm..ga tau Bos” dia menggeleng pelan dan masih dengan suaranya yang gugup.

“Begini Miss Lee, saya punya Job baru buat kamu”

Mendengar ucapan si Bos, degup jantungnya perlahan mulai kembali normal, perasaan gugup itu pun dalam sekejap hilang, berubah menjadi perasaan tenang dan rasa penuh keakraban seperti biasanya. Dia mulai menangkap sisi positif dari tujuan si Bos memanggilnya ke ruangan itu dan bukan untuk mengakhiri hidupnya sebagai seorang Penyiar Radio ternama gara-gara kebiasaan buruknya yang belakangan ini semakin menjadi-jadi.

“Saya punya acara baru di Perusahaan ini, namanya “Tell Me Your Wish”. Jadi acara ini adalah sebuah acara radio di mana para pendengar setia Seoul FM, akan bercerita tentang pengalaman-pengalaman mereka tentang keluarga, sahabat, kehidupan mereka, carier ataupun cinta mereka. Dan mereka akan menulisnya di sebuah surat yang akan di kirim ke Kantor kita ini, di akhir cerita yang mereka tulis, nantinya mereka akan menuliskan harapan-harapan mereka dari cerita yang mereka alami itu. Acara ini akan di siarkan selama satu minggu 2x”

“Wow..kedengarannya sangat menarik Bos” ucap si gadis tersenyum ceria.

“Yap..maka dari itu saya akan percayakan proyek ini padamu” si Bos menatap lekat sang gadis seolah menunggu jawaban yang di inginkannya dari bibir tipis gadis itu.

“Apa?? Jadi Bos manggil aku ke sini, karna Bos mau ngasih aku proyek hebat ini??” tanya nya seolah tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar di telinganya.

“Betul….” si Bos mengangguk mantap.

“Whoaaaa..tentu saja aku mau Bos, mau banget malah. Acara ini pasti bakalan sukses lagi” si gadis menepukkan kedua tangannya dan tersenyum riang.

“Ia…makannya saya serahkan proyek ini padamu, karna saya percaya di tanganmu, proyek ini akan kemballi menjadi acara paling di nanti oleh para pendengar setia Seoul FM kita. Gimana kamu mau terima proyek ini??”

“Waaahh,,jangan di tanya Bos, aku mau banget” sekarang lesung pipi nya terlihat begitu dalam saat dia tersenyum lebar seperti itu.

“Ok….akan saya siapkan kontraknya. Sekarang kamu boleh kembali ke tempat kamu”

“Makasih ya Bos, makasih banget. Aku permisi” wajah tegang yang menyelimuti dirinya beberapa saat yang lalu saat dia akan masuk ke ruangan itu berubah 180 derajat menjadi wajah penuh keceriaan saat dia keluar dari ruangan. Dengan High Heels nya yang setinggi 10 cm itu, dia berlari ke tempat kerjanya.

“Yaakk…Eonni apa yang di omongin si Bos di dalem??” tanya gadis yang tadi di temuinya pertama kali saat dia tiba di Kantor dan sekaligus sahabat dekat sang gadis Asia itu yang sudah di anggapnya seperti adiknya sendiri.

“Coba tebak si Bos ngomong apa??” sambil mengayun-ngayunkan satu kakinya yang panjang itu, dia membuat sahabat yang ada di depannya itu menatap penuh rasa penasaran.

“Eonni, ayolaaah, jangan bikin aku mati di tempat karna penasaran, soalnya waktu tadi si Bos nyuruh aku manggil kamu, mukanya garang gitu, tapi aku aneh ko sekarang kamu malah senyum2 gitu sih?? Jadi sebenernya si Bos tadi ngomong apa?”

“Baiklah, baiklah, adikku yang manis, aku bakalan bilang apa yang di omongin si Bos tadi” dia menarik kursi kerjanya dan sekarang sahabatnya itu memasang wajah serius dan membuka telinga lebar-lebar untuk mendengarkan apa yang akan di ucapkan si gadis Asia ini.

“Kata si Bos, aku bakalan di percaya buat ngejalanin proyek baru Perusahaan, acara baru yang bakal di sirain 2 minggu sekali dan acaranya namanya “Tell Me Your Wish”

“MWO?? JINJAYO?? Kamu lagi ga becanda kan eonni???”

“Babo-ah, aku udah serius-esrius ngomong masa kamu bilang aku bercanda?” dia menoyor pelan kepala sahabatnya itu dan membalikkan badannya.

“Jadi, itu beneran?? Waaaahhhh..chukkae eonni-ah, aku seneng dengernya, lagi-lagi kamu di percaya buat ngejalanin acara hebat kaya gitu dan aku yakin acara itu bakalan sukses lagi deh, hehe….”

“Ehm…aku harap juga begitu, hehehehe..”

“Wah…sekali lagi selamat yah eonni..”

“Gomawo…” sekarang 2 sahabat itu saling berjingkrak-jingkrak riang.

***

“Hei….Pak Direktur, aku di sini” dia melambai ke arah seseorang yang bertubuh tinggi sekitar 185 cm dan sangat berisi, memakai Kacamata bening yang membuatnya terlihat semakin dewasa dan berwibawa. Seorang pria yang mampu membuat hati si gadis Asia itu selalu merasakan rindu yang meradang jika mereka tidak bertemu walau hanya satu hari saja. Pria itu menghampiri si gadis yang sudah duduk di salah satu sudut Cafe yang biasa mereka datangi.

“Maaf aku terlambat” sang pria mencium kedua pipi sang gadis yang tak hentinya menebarkan senyuman manis.

“Kali ini kau sedang beruntung tidak kena marah olehku, karna hari ini aku sedang bahagiaaaaaaaa sekali, hehe…” sang gadis merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan kedua matanya untuk mengekspresikan rasa bahagianya itu.

“Benarkah? Pantas saja kau menghubungi aku duluan dan mengajak bertemu, bukannya kemarin kau sedang mogok bicara padaku yah???” goda sang pria yang membuat sang gadis sekarang mengerucutkan bibirnya.

“Haha..baiklah maaf, maaf. Ayo teruskan, kenapa kau bisa sebahagia itu??” pria itu mulai memasang wajah seriusnya untuk mendengar apa yang sebenarnya membuat gadis yang sangat di sayanginya itu bisa sangat bahagia bahkan melupakan kemarahannya gara-gara masalah yang terjadi kemarin di antara mereka.

“Dengar baik-baik yah. Tadi pagi aku mendapatkan job baru dari Bos ku”

“Jinja?? Job apa?”

“Perusahaan akan mengadakan acara Baru yaitu “Tell Me Your Wish” di mana para pendengar setia Seoul FM akan mengirimkan surat ke kita dan menceritakan tentang pengalaman pribadi mereka dan nanti di akhir tulisannya, mereka akan menulis apa harapan mereka dari cerita yang mereka alami itu. Dan si Bos mempercayakan Job itu padaku” si gadis menggenggam kedua tangan pria di hadapannya sekarang yang usianya 4 tahun di atasnya dengan penuh keriangan.

“Jinja?? Waaaahhh….kau hebat, ternyata tidak sia-sia yah menjadi karyawan kesayangan Bos mu itu, selalu membuatmu di percaya untuk melakukan ide-ide Brilliant perusahaannya. Dan kau selalu berhasil membuat acara yang kau jalani itu menjadi acara yang sukses di Korea”

“Ehmm….dan aku berharap acara ini benar-benar akan lebih sukses dari acara yang aku jalani sekarang”

“Yah..aku yakin itu pasti akan terjadi”

“Hehe…gomawo. Oya, bukankah tadi kau bilang di SMS, kau akan bertemu temanmu yang dari Jepang itu di sini yah?? Mana dia sekarang??” tanya si gadis sambil sesekali menyeruput Jus Strawberry yang sudah di pesannya.

“Iya..tadi dia bilang dia akan sampai sekitar 15 menitan lagi, aku rasa dia sebentar lagi akan datang karna sekarang sudah 15 menit berlalu” pria itu melirik jam tangannya sambil melihat ke arah pintu masuk Cafe.

“Ah..itu dia” si pria melambai pada sosok pria yang mengenakan pakaian rapi, bertubuh tinggi seperti dirinya tapi badannya agak lebih kurus.

“Kau sudah datang?? Lama tidak bertemu denganmu” mereka berdua saling berpelukan penuh kehangatan.

“Yah….ternyata kau semakin terlihat dewasa saja” ucap si pria yang baru datang tadi.

“Haha..dan kau terlihat semakin tampan”

“Pria ituuu…kenapa wajahnya tidak asing bagiku yah?? Sepertinya aku pernah melihat laki-laki dengan ciri-ciri seperti itu?? Tapi di mana yah?? Aku tidak ingat, dan suaranya, aku juga sepertinya pernah mendengar suara seperti itu walaupun samar2-samar. Apakah aku pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya???” sang gadis memutar otaknya lebih keras dari pada saat dia menghitung perkalian dalam angka ribuan ketika melihat sosok pria yang baru datang itu dan dia yakin pada hati nuraninya kalau sepertinya dia benar-benar pernah melihat pria itu, tapi dia benar-benar tidak ingat di mana dan kapannya.

~ TBC ~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s