[ONESHOOT] From Bali with Love

Author : Pinky Girl

Cast : Kang Hye Ra, Kang Min Hyuk

Genre : Romance

Rating : T

Type : One Shoot

Disclaimer : Ini FF yang di request Ririn di FB, moga suka yah..;)

Author POV

“Hye Raaa…bangun, nak….Hye Raaa…” Ibu Hye Ra mengetuk pintu kamar putri semata wayangnya ituberkali-kali, tapi tidak ada jawaban dari balik pintu itu.
“Hye Raaaa..katanya kau mau berlibur ke Bali hari ini, nanti kau terlambat penerbangannya, nak..” Ibu Hye Ra masih mengetuk-ngetuk pintu kamar putrinya.

Mendengar ucapan Ibunya yang terakhir, Hye Ra langsung terperanjat dari tidurnya dan sampai terjatuh.

“Arrgghhtt..pinggangku..” Hye Ra mengerang kesakitan.

“Hye Ra, kau sudah bangun, nak?” suara Ibunya dari balik pintu.

“Ne eomma…” Hye Ra langsung bangun dan pergi ke kamar mandi.

10 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan langsung mengganti pakaiannya.

“Astaga sudah jam 8, sedangkan jam terbangku kan jam 9, bagaimana ini perjalanan ke Bandara saja membutuhkan waktu sekitar 45 menit” Hye Ra melihat jam tangannya dan langsung menarik kopernya keluar.

“Eomma, appa aku pergi dulu yah, mwuach..mwuach…” Hye Ra mencium pipi eomma dan appa nya yang sedang sarapan dengan bergantian.

“Hye Ra, kau tidak sarapan dulu, nak?”

“Anhi, eomma, aku sarapan di pesawat saja” dalam beberapa detik Hye Ra menghilang dari balik pintu rumahnya.

Hye Ra menyetop taksi, dan saat taksi itu berhenti di hadapannya, Hye Ra langsung masuk ke dalam taksi itu.

“Hei..sedang apa kau di sini??” tanya seorang namja yang sekarang juga duduk di taksi itu.

“Hei..ini taksiku, jadi aku yang tanya sedang apa kau di sini??” balas Hye Ra.

“Apa? Taksimu?? Kapan kau membeli taksi ini??”

“Ah..maksudku, aku yang pertama memanggil taksi ini, jadi aku yang berhak ada di sini” Hye Ra memalingkan wajahnya dengan angkuh.

“Enak sajaa…aku yang pertama memanggil, jadi lebih baik kau turun sekarang juga sebelum aku paksa turun” namja itu memalingkan wajahnya juga.

“Enak saja, kenapa harus aku, kau saja yang turun, kan aku yang pertama memanggil taksi ini, ia kan pak supir??”

“Aku yang pertama, ia kan pak??”

“Aku…”

“Aku..”

“Aku..”

“Akuuuuuuuuu…”

“Diaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmm…..” suara supir taksi itu sontak membuat Hye Ra dan namja itu dalam sekejap terdiam dan melongo melihat supir taksi yang sekarang ini memasang wajah evil nya.

“Kalian pikir ini arena tinju, tempat kalain untuk bertengkar, hah? Ini taksi, tauuu..”

“Ya sudah, biar adil lebih baik kalian berdua turun dari taksi ku dan naik taksi lain saja, bbali…” supir taksi itu membentak.

“Shiro,,,pak aku sedang buru-buru, jadi tidak ada waktu lagi untukku menunggu taksi lain” Hye Ra memohon pada supir taksi itu dengan wajah memelas.

“Enak sajaa..memangnya hanya kau yang sedang buru-buru?? Aku juga….” namja itu tidak mau kalah.

“Memangnya kalian berdua mau ke mana???” tanya supir taksi itu melihat ke arah Hye Ra dan namja itu.

“Bandaraaaa…” jawab Hye Ra dan namja itu serentak lalu saling menatap.

“Baiklaah kalau begitu kita berangkaaaaattt..” ucap supir taksi itu langsung melajukan mobilnya.

“Eh tapi pak..” Hye Ra coba berbicara.

“Sudah diam dan duduk saja, bukankah tujuan kalian berdua sama, jadi itu lebih bagus, kalianbisa naik taksi ini sama-sama..” jawab supir taksi itu polos.

Mendengar ucapan supir taksi itu pun, Hye Ra dan namja itu hanya bisa terdiam dan duduk mengikuti perintah sang supir.

“Pak bisa tidak menjalankan mobilnya lebih cepat lagi, aku sudah terlambat nih..” Hye Ra berulang kali melihat jam tangannya.

“Benar pak, kecepatannya kalau bisa di tambah lagi..” namja itu ikut bersuara.

“Baiklah kalau begitu, pegangan yang erat dan siapkan diri kaliaaaaaannn….” supir itu dalam hitungan detik mempercepat laju mobilnya dan membuat Hye Ra dan namja itu sempat terpental ke belakang jok karna mereka tidak ada persiapan.

20 menit kemudian mereka sampai di Bandara. Turun dari taksi mereka langsung berlari ke arah yang berlawanan.

Di pesawat…

“Huaaahh..untung saja aku tidak terlambat..” Hye Ra merebahkan tubuhnya di tempat duduk dengan perasaan lega.

“Permisiii..” tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sebelah Hye Ra.

“Kau lagi???” Hye Ra langsung terperanjat kaget melihat yang duduk di sebelahnya itu adalah namja yang tadi naik taksi bersamanya.

“Hah..mimpi apa aku semalam, bisa terus bertemu dengan wanita cerewet seperti ini..” ucap namja itu memelas.

“Apa kau bilang?? Aku cerewet?? Enak saja kau, dasar laki-laki menyebalkan” Hye Ra menutup matanya dengan penutup mata dan mengerucutkan bibirnya.

“Dasar wanita aneh” ucap namja itu pelan dan menggelengkan kepalanya.

30 menit setelah pesawat take off, tiba-tiba Hye Ra merasa mual, dan karna tidak bisa menahan rasa mualnya, akhirnya dia mengeluarkan semua isi yang ada di dalam mulutnya dan mengenai baju namja yang ada di sebelahnya.

“Yaaa..apa yang kau lakukan?? Kau mengotori bajuku, ah siaal…” namja itu mengusap-ngusap bajunya yang kotor terkena muntah Hye Ra.

“Uoo…” Hye Ra tidak menjawab, dia masih merasakan mual di perutnya.

‘Hei..wanita aneh, kau baru pertama kali yah nai pesawat?? Makannya kau muntah?? Hah,,dasar kampungan”

“Yaaa….bicara seperti itu lagi, akan ku hajar kau” Hye Ra menatap sinis namja itu dan membentaknya.

Namja itu tidak menghiraukan Hye Ra, dia langsung pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya.

Pukul 11.00 WIB

Pesawat yang ditumpangi Hye Ra, mendarat dengan lancar di Bandara Ngurah Rai Bali.

“Huaaa…akhirnya aku menginjakkan kakiku juga di sini” ucap Hye Ra sambil merentangkan kedua tangannya.

“Tch…dasar kampungan…” ucap namja tadi saat turun dari pesawat.

“Apa kau liat2???” ucap Hye Ra sinis.

Namja itu langusng berlalu dan Hye Ra berjalan ke depan Bandara dan memanggil taksi.

Di Bungalow

Hye Ra check in di Bungalow nomor 201. Setelah mendapat kunci kamarnya, dia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya di kasur.

“Huaaaa..nyaman sekali di sini..”

Tiba2 Hp Hye Ra bunyi….

“Eomma….” Hye Ra girang mengangkat telfon dari eomma nya itu.

“Ya..aku sudah tiba di sini beberapa menit yang lalu”

“Ne…tempatnya indah sekali eomma, lain kali kita berlibur bersama ke sini yah dengan appa”

“Ye..aku pasti jaga dirikku baik-baik, jangan khawatir”

“Eoh..salam untuk appa yah, love you eomma, mwuah..” Hye Ra menutup telfonnya.

Setelah istirahat beberapa saat, Hye Ra langsung keluar untuk mencari udara segar, dia ingin menyaksikan SunSet untuk pertama kalinya selama dia di Bali. Saat Hye Ra mengunci pintu kamarnya, tiba-tiba seseorang dari sebelah kamar Hye Ra pun sedang mengunci pintu kamarnya, dan..

“Omo….kau?? Ya Tuhan, kenapa dia ini seperti hantu, selalu ada di manapun aku berada..” ucap namja itu terperanjat kaget melihat keberadaan Hye Ra yang juga ada di sana.

“Omo..omo…kau bilang aku hantu?? Kau yang hantu, hantu penguntit, kau mengikuti aku terus kan? Mulai dari naik taksi, duduk di pesawat, dan sekarang kau menginap di sebelah kamarku? Hei..jujur saja, sebenarnya apa yang kau inginkan dariku??” Hye Ra melangkah mundur menjauh dari namja itu.

“Tch…enak saja kau bilang aku penguntit, apa untungnya aku menguntitmu, huh?? Wanita aneh seperti kau apa yang bisa di andalkan” namja itu berlalu dari hadapan Hye Ra.

“Yaaa..kauuu…” saat Hye Ra akan mengejar namja itu, tiba-tiba dia terpeleset dan terjatuh

“Adduuhhh..pinggangku, ini sudah yang kedua kalianya aku terjatuh dan pinggangku, omoo..” Hye Ra mengerang kesakitan.

Namja tadi yang melihat Hye ra terjatuh, hanya tertawa terbahak-bahak, seolah dia puas melihat Hye Ra jatuh.

“Laki2 menyebalkan, awas kau puas menertawakan aku, akan ku kutuk suatu saat nanti kau akan menyukaikuuuuuuuu….” Hye Ra berteriak menyumpahi namja itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kesal.

Di pantai…

Memang tidak afdhol jika liburan ke Bali, tidak menikmati keindahan Pantai Kuta nya. Begitu yang di pikirkan Hye Ra, maka dari itu sebelum saat matahari terbenam, Hye Ra memeutuskan lebih awal datang ke Pantai untuk menikmati udara sore hari di sana.

“Huaaa..benar yah kata orang, memang Pantai Kuta menyimpan sejuta keindahannya, aku beruntung menjadi salah satu orang yang bisa menikmati keindahan Pantai ini.

Hye Ra membuka sendalnya dan menuju ke tepi pantai, dia memainkan kakinya di tengah ombak yang menghampirinya. Dia juga menuliskan namanya di pasir pantai itu. Dan tidak terasa waktu semakin petang, sinar matahari mulai membenamkan dirinya, saat yang di tunggu Hye Ra, menikmati keindahan matahari terbenam.

Di tempat lain namja yang sering di temui Hye Ra, sedang asyik mengabadikan setiap moment yang ada di pantai itu. Mulai dari memotret orang-orang yang ada di sekitar pantai, orang-orang yang sedang surfing, sedang berjemur atau sedang berlarian bermain ombak. Dan saat matahari terbenam, dia juga terus memotret keindahan dari sinar matahari yang semakin lama semakin tenggelam. Ada satu sosok yang membuat namja itu tertarik untuk mengabadikannya. Seorang yeoja yang duduk sambil menutup matanya, seolah dia benar-benar ikut tenggelam merasakan udara petang saat itu dan menghayati setiap suara yang ada di sekelilingnya. Namja itu tidak bisa melihat dengan jelas wajah yeoja itu, namun dia hanya bisa bergumam “Yeppeota..choengmal yeppeota…”

Setelah selesai menghabiskan waktunya di pantai, Hye Ra kembali ke kamarnya dan tidak lama dia keluar lagi untuk mencari makan. Hye Ra berjalan menyusuri jalan dan melihat ternyata saat malam hari pun orang masih banyak yang berlalu lalang di sana, Hye Ra memasuki toko baju satu per satu, dan jika melihat baju yang cocok, dia membelinya sebagai oleh-oleh untuk eomma dan appa nya atau untuk dirinya sendiri. Sekarang dia hampir lupa niat awalnya untuk mencari makan, karna terlalu asik melihat-lihat baju yang di jajakkan di setiap etalase toko. Sampai akhirnya dia sudah merasa lelah, Hye Ra langsung berniat untuk pulang, tapi sebelum itu dia ingin mencari makan. Karna senangnya, Hye Ra tidak sadar kalau saat ini dia berjalan di jalanan yang sepi. Dan saat dia tersadar, dia mulai merasakan ketakutan, dia agak mempercepat langkahnya sampai akhirnya ada sekelompok preman yang mencegatnya.

“Waahhh..ada wanita asing nih..” ucap salah satu preman yang berjenggot dan berkumis tebal dan wajah yang sangat menyeramkan.

Jantung Hye Ra berdegup kencang, dia melangkah mundur mencoba menjauh dari preman-preman itu, tapi preman-preman itu semakin mendekat dan mencoba merebut barang belanjaan yang dia bawa. Hye Ra mencoba mempertahankannya, sampai salah satu preman itu mendorong Hye Ra sampai Hye Ra tersungkur dan mau memukulnya dengan balok kayu, Hye Ra memejamkan matanya dan berteriak minta tolong.

“Tolooooooooonnngggg…”

Tiba-tiba ada seseorang yang menahan kayu yang akan di pukulkan ke Hye Ra, seorang namja tiba-tiba muncul dan langsung meluluh lantahkan satu per satu preman-preman itu.

“Gwaeanchana???” namja itu membantu Hye Ra bangun.

“No..??”

“Sudahlah jangan banyak bicara dulu, ayo kita pergi dari sini, sebelum preman-preman itu bangun.

Namja itu membawa Hye Ra ke bungalow tempat mereka menginap. Namja itu membawa Hye Ra ke kamarnya dan membawa kotak obat dari kopernya.

“Auuwww,,sakiit…” Hye Ra mengerang kesakitan saat namaj itu menyentuh luka di kakinya dengan kapas dan alkohol.

“Diam, kakimu terluka, kalau tidak cepat di bersihkan kakimu bisa infeksi” namja itu memersihkan luka Hye Ra dengan serius.

“Kau seorang Dokter yah??” ucap Hye Ra sambil menahan rasa sakitnya.

“Anhi…”

“Lalu?? Kau mempersiapkan kotak obat di kopermu??”

“Memangnya jika aku mempersiapkan kotak obat di koperku, aku seorang Dokter? Bab-ah…”

“Tch..kenapa pria suka sekali bilang babo pada wanita” Hye Ra mengerucutkan bibirnya.

“Sudah selesai, coba sekarang kau berdiri” perintah namja itu pada Hye Ra.

Hye Ra menuruti perintahnya, dan saat dia mencoba berdiri pelan2, dia tidak kuat menahan rasa sakitnya dan dia hampir terjatuh, dengan sigap namja itu menangkap tubuh Hye Ra. Sekarang mereka saling menatap, wajah mereka hanya berjarak 5cm.

“Ah..lepaskan aku, aku sudah tidak apa-apa″ Hye Ra mencoba melepaskan tangan namja itu yang melingkar di pinggangnya. Namun lagi-lagi Hye Ra hampir terjatuh.

“Babo….” akhirnya namja itu mengangkat tubuh Hye Ra dan membawa Hye Ra ke kamarnya.

“Cepat buka pintunya, tanganku mulai kaku mengangkat tubuhmu yang berat ini”

Hye Ra mengeluarkan kunci kamarnya dari saku dan membuka pintunya. Namja itu membaringkan Hye Ra di kasur.

“Ah…tanganku, besok pasti tidak bisa di gerakkan karna kaku menahan badanmu yang berlebih itu”

“Apa? Kau bilang badanku berlebih?? Huh,,siapa suruh mengangkat aku??”

“Hah.sudahlah, aku tidak ingin bertengkar denganmu, aku pergi”

“Ah..jamkkanmanyo…”

“Mwo???” namja itu menoleh ke arah Hye Ra.

“Gamshamnida, sudah menolongku daaaan sudah menggendongku ke sini” ucap Hye Ra dengan lembut dan menundukkan kepalanya.

“Choenmaneyo…..dan cepat tidur” namja itu berlalu.

Dan sekarang Hye Ra tersenyum-senyum sendiri di kamarnya, dia menyelimuti tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya, namun tidak bisa.

“Ternyata namja itu baik juga, dan saat tadi wajahnya berdekatan denganku, ternyata dia tampan daaan, ah..apa yang ku pikirkan, Hye Ra, babo-ah, jangan sampai kau menyukainya..” Hye Ra membenamkan tubuhnya dalam selimut.

Keesokan harinya…

“Annyeong….” Hye Ra keluar dari kamar dengan langkah yang masih terpingkal-pingkal.

“Annyeong..bagaimana dengan kakimu??”

“Ye..?? Ah,,kakiku masih agak sakit,tapi tidak terlalu sakit di banding tadi malam” Hye Ra tersenyum dan mulai salah tingkah.

“Oh..baguslah..” ucap namaj itu datar dan berlalu meninggalkan Hye Ra sendirian yang memasang wajah kesalnya.

“Huh…namja bodoh, kenapa dia pergi meninggalkanku begitu saja?? Aku kira dia mau mengajakku sarapan atau apa begitu, huh..menyebalkan..Auuww..auww..kakiku…” karna kesal dia menghentakkan kakinya dan tidak sadar kakinya sedang terluka.

Hye Ra berniat untuk kembali ke pantai, meskipun kakinya yang masih sakit. Dia berjalan menelusuri pantai yang sudah di penuhi dengan orang-orang dari berbagai macam negara, banyak wisatawan asing di sana. Hye Ra mendekat ke tepi pantai, dan memainkan kakinya dengan air ombak, karna rasa bahagianya menikmati deburan ombak yang menyentuh kakinya, dia seolah tidak merasakan lagi sakit di kakinya. Dan tanpa dia sadari juga, sekarang dia sudah semakin ke tengah pantai, dan tiba-tiba tubuhnya terhuyung ombak dan memabwa tubuhnya sampai ke tengah laut. Hye Ra berteriak meminta tolong.

Namja yang sedang asyik memotret keindahan laut, melihat dengan kameranya ada seseorang di tengah laut yang sedang meminta tolong. Dengan sigap dia menaruh kamera kesayangannya di pasir, dan membuka bajunya dan berlari ke tengah laut mencoba menyelamatkan orang itu.

Dia membawa orang itu ke tepi pantai, dan keadaan orang itu sudah pingsan. Namja itu memberinya nafas buatan, berkali-kali sampai akhirnya orang itu bangun dan mengelurakan air laut yang terminum dari mulutnya.

“Ohok..ohok…”

“Gwaenchana???” namja itu membantunya bangun.

“Kau lagi??”

“Hei..kau ini sebenarnya bodoh atau apa?? Kakimu itu kan masih sakit, kenapa kau malah bermain di tepi pantai seperti tadi?? Untung aku melihatmu saat aku sedang meotret, kalau tidak, mungkin orang2 sudah menemukan mayatmu di tengah laut sana”

“….” Hye Ra tidak menjawab dan dia malah menangis.

“Ya..kenapa kau menangis??? Apa aku sudah salah bicara??” namja itu mulai merasa bersalah.

“Huhu…eomma, appa, aku takut di sini sendirian, semalam aku hampir di rampok orang dan sekarang aku hampir mati tenggelam, aku ingin pulaaaang..” Hye Ra mulai merengek dan tangisnya mulai mengencang.

“Yaaa…jangan menangis lagi, nanti di lihat orang, mereka kira aku menjahatimu, sudah jangan menangis lagi” namja itu berusaha menghentikan tangis Hye Ra.

“Ayo..aku bantu kau bangun, kita kembali ke bungalow dan ganti pakaianmu, nanti kau sakit”

“Kau mau ke mana???”

“Tunggu sebentar di situ, aku mau mengambil kameraku dulu” *wah,,untung aja kameranya ga ada yang ngambil, padahal tu kamera bermerek and harganya aja setinggi langit, haha…author lebay dot com

Di bungalow…

“Sekarang kau masuk kamarmu, mandi dan cepat ganti pakaianmu, nanti kau masuk angin” namaj itu mengantarkan Hye Ra samapi depan pintu kamarnya.

“Ne…sekali lagi kamshamnida, kau sudah menolongku lagi….”

“Choenmaneyo…..bukankah kita satu negara, jadi sudah kewajibanku menolong orang yang satu bangsa denganku” ucap namja itu sambil tersenyum.

Deg..deg….deg…

Hye Ra tiba2 merasakan degup jantungnya tidak terkontrol, saat melihat senyum yang manis dari namja itu.

“Oya….dari pertama kali kita bertemu, kita belum kenalan, kenalkan namaku Kang Min Hyuk” namja itu memberikan tangannya untuk mengajak Hye Ra berkenalan.

“Ah..ye, kenalkan namaku Hye Ra, Kang Hye Ra…” Hye Ra menyambut tangan Min Hyuk.

“Ya sudah, cepat kau masuk, tanganmu sudah dingin dan badanmu mulai menggigil”

“Ne..?? Ah,,ye, baiklah aku masuk dulu”

Pukul 19.30 WIB

“Hye Ra-ssi….apa kau di dalam?” Min Hyuk mengetuk pintu kamar Hye Ra.

“….” tidak ada jawaban dari dalam kamar Hye Ra.

“Hye Ra-ssi….” Min Hyuk terus menerus mengetuk pintu kamar Hye Ra, setelah 5 menit dia berdiri di depan kamar Hye Ra dan tidak ada jawaban, akhirnya dia mulai panik dan berusaha mendatangi Receptionist dan meminta kunci duplicate kamar Hye Ra, karna mendengar alasan Min Hyuk yang khawatir akan keadaan Hye Ra di dalam kamar, akhirnya Receptionist itu mau memberikan kunci kamar Hye Ra.

Min Hyuk langsung berlari dan membuka pintu kamar Hye Ra, setelah pintu itu terbuka, Min Hyuk mendapati Hye Ra yang sedang tersungkur di lantai dan masih memakai Kimono nya. Min Hyuk langsung memanggil Receptionist untuk memanggil Ambulance, dan Hye Ra akhirnya di bawa ke Rumah Sakit terdekat.

Di Rumah Sakit

“Dokter bagaimana keadaanya??” Min Hyuk bertanya pada Dokter yang baru selesai memeriksa keadaan Hye Ra dengan bahasa Inggris.

“Dia sudah baik-baik saja, mungkin karna terlalu lelah atau tertekan makannya kondisinya menjadi lemah seperti ini, dia harus banyak istirahat” Dokter itu menjawab dengan bahasa Inggris dan langsung keluar dari kamar itu.

“Ahh..kepalaku” tidak lama kemudian Hye Ra tersadar, dia berusaha untuk bangun tapi tidak bisa.

“Hye Ra-ssi, kau jangan bangun dulu, kau masih lemas”

“Min Hyuk-ssi, aku di mana??” ucap Hye Ra sambil memegang kepalanya.

“Kau di Rumah Sakit, tadinya aku mau mengajakmu makan, tapi saat aku mengetuk pintu kamarmu dan tidak ada jawaban, aku langsung meminta kunci duplicate kamarmu ke Receptionist, dan aku melihatmu jatuh pingsan di lantai, karna khawatir aku langsung membawamu ke sini”

“Ah…kalau begitu terima kasih untuk ke sekian kalinya kau sudah menyelamatkan nyawaku, aku berhutang budi padamu”

“Kalau begitu kau harus membayar hutangmu” ucap Min Hyuk bergurau.

“Ne..?? Lalu kau ingin aku membayarnya dengan apa?” ucap Hye Ra membalas gurauan Min Hyuk.

“Dengan hatimu…” ucap Min Hyuk dengan wajah serius lalu tersenyum.

“Yeeee…????” Hye Ra kaget mendengar ucapan Min Hyuk dan langsung salah tingkah.

“Jamkkanmanyo…Seingatku, saat aku jatuh pingsan, aku baru selesai mandi, daaan, dan aku masih memakai kimono, terus yang mengganti pakaianku siapa??? Apa….” Hye Ra menutupi dadanya dengan selimut dan menatap aneh pada Min Hyuk.

“Mau bagaimana lagi, karna aku takut kau tiba-tiba mati jika aku tidak cepat menolongmu, ya sudah aku terpaksa mengganti pakaianmu dengan yang ada di lemarimu” ucap Min Hyuk polos.

“Yaaaaa…..jadi kau melihat semuanya??? Andwae…andwae….aku hanya akan memperlihatakn semuanya pada suamiku nanti, bukan padamu…” Hye Ra memukul-mukul badan Min Hyuk dengan bantalnya dan sekarang wajahnya memerah seperti udang rebus.

“Haha..kalau begitu jadikan aku suamimu….” ucap Min Hyuk menggoda Hye Ra sambil menahan tubuhnya dari pukulan Hye Ra.

“Shiroo..aku tidak mau mempunyai suami menyebalkan sepertimuuuu..” Hye Ra tidak melepaskan pukulannya ke badan Min Hyuk.

2 hari kemudian…

Hye Ra sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter, dia senang akhirnya dia sudah bisa kembali ke penginapan, dan dia berencana besok akan pulang ke Korea. Eomma dan appa nya sudah mulai mengkhawatirkannya, tapi Hye Ra tidak menceritakan semua yang di alaminya selama di Bali, saat dia di rampok, hampir tenggelam dan di rawat di Rumah Sakit, karna dia tidak ingin membuat eomma dan appa nya itu semakin mengkhawatirkannya.

Saat Hye Ra tiba di Bungalow, dia menoleh ke arah kamar Min Hyuk.

“Kenapa sepi sekali??? Apa dia ada di dalam??” gumam Hye Ra.

Hye Ra berniat untuk mengetuk pintu kamar Min Hyuk, tapi dia mengurungkan niatnya. Dan akhirnya dia masuk ke kamarnya untuk istirahat. 20 menit kemudian ada seseorang mengetuk pintu kamarnya.

“Pasti dia yang datang…” ucap Hye Ra girang dan langsung membuka pintu kamarnya.

Hye Ra langsung memasang wajah kecewanya karna ternyata yang datang bukan yang dia harapkan, tapi salah seorang pelayan namja.

“Ini ada titipan untukmu” ucap pelayan itu dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Ne..?? Ah,,,ya terima kasih” jawab Hye Ra.

Hye Ra langsung membuka kotak yang di berikan pelayan tadi. Dia membaca surat yang terselip dalam kotak itu.

Dear : Hye Ra si gadis ceroboh…;p

Hye Ra-ssi, maaf aku tidak bisa menjemputmu hari ini ke Rumah Sakit, tapi aku tau kau sudah besar, jadi kau pasti sudah bisa pulang sendiri kan?? Oh ya, aku pulang duluan ke Korea, naik pesawat penerbangan jam 11.00 hari ini, tiba-tiba ada keperluan mendadak yang tidak bisa aku tinggalkan, kau pulang hati2 nanti yah.

Oya maafkan aku juga, kalau selama ini aku sering membuatmu marah dan kesal, mulai dari kita bertemu di Taksi, duduk di pesawat bersama, saat kau mengotori bajuku dengan muntahmu itu, dan semua hal-hal yang terjadi antara kita selama di Bali beberapa hari ini, akan aku ingat sepanjang hidupku. Awalnya aku kesal karna bertemu dengan wanita cerewet, keras kepala dan ceroboh seperti kau, tapi sekarang aku merubah pikiranku, ternyata kau gadis yang ceria, menyengangkan dan juga lembut.

Hye Ra-ssi, maaf karna aku pernah mengambil fotomu secara diam-diam, sebenarnya aku tidak tau kalau yang aku foto saat itu adalah kau, aku sangat menyukai photographer, dan tujuanku ke Bali pun karna aku ingin mengabadikan keindahan dan setiap sudut Bali, dan saat itu, aku pernah melihatmu sedang duduk di tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam dengan menutup matamu, aku langsung mengabadikannya dengan kameraku. Dan saat aku cetak dan lihat hasilnya, ternyata itu kau, karna aku kenal caramu menutup mata, waktu aku menolongmu saat kau tenggelam dan aku akan memberimu nafas buatan, aku sempat melihat matamu yang tertutup, dan aku yakin kau adalah wanita yang ada di fotoku itu.

Hye Ra-ssi, maaf karna aku pernah berbohong padamu, sebenarnya saat kau di bawa ke Rumah Sakit, yang mengganti pakaianmu bukan aku, tapi pelayan wanita yang aku panggil untuk membantumu mengganti pakaianmu. Aku sebagai laki-laki tidak akan mungkin bertindak tidak sopan seperti itu, jadi kau tenang saja, kau masih perawan, kok, hehehe…:)

Oya Hye Ra-ssi, boleh aku bicara jujur padamu?? Saat aku menemukanmu jatuh pingsan di kamarmu kemarin-kemarin, aku sangat mengkhawatirkanmu, entah kenapa saat itu aku benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi padamu, makannya aku langsung membawamu ke Rumah Sakit. Tapi aku lega karna Dokter bilang kau baik-baik saja dan hanya butuh istirahat yang banyak. Sekarang aku harus pergi, tapi entah kenapa aku seakan tidak ingin meninggalkanmu sendirian di sini. Tapi aku harap kita bisa bertemu lagi di Korea, seluas apapun Korea, jika kita memang berjodoh, aku yakin kita pasti akan bertemu lagi, ia kan???Jaga dirimu Hye Ra-ssi,,,,akuuuuu…..menyukaimu…..;p

Kang Min Hyuk

Hye Ra meneteskan air matanya dan langsung mengambil foto yang sudah di beri frame. Hye Ra melihat dirinya dalam foto itu. Air matanya langsung mengalir lebih deras lagi, dan…

“Omo…dia bilang penerbangannya jam 11.00? Dan sekarang masih jam 10.30, masih ada waktu untuk aku menyusulnya ke Bandara” Hye Ra langsung berlari dan memanggil Taksi.

“Pak, tolong ke Bandara, lebih cepat yah, Pak” ucap Hye Ra pada supir Taksi itu dengan cemas.

“Ya Tuhaaan, semoga aku masih bisa menemuinya di sana” gumam Hye Ra.

Di Bandara Ngurah Rai Bali…

Hye Ra langsung turun dari taksi dengan tergesa-gesa, dan dia langsung berlari masuk ke Bandara, mencoba mencari sosok Min Hyuk di sana. Dan akhirnya dia melihat sosok Min Hyuk.

“Min Hyuk-ssi…..” Hye Ra berteriak dan menghampiri Min Hyuk.

Min Hyuk kaget karna Hye Ra langsung memeluknya.

“Babo-ah…kau laki2 atau bukan? Kenapa kau begitu pengecut seperti ini?” Hye Ra melepaskan pelukannya dan memaki Min Hyuk.

“Apa maksudmu??” tanya Min Hyuk heran.

“Kalau kau menyukaiku, kenapa kau pergi meninggalkanku seperti ini? Bagaimana kalau kita tidak bertemu lagi di Korea nanti?? Dan..sejak kapan aku mengijinkanmu mengambil gambarku secara diam2?? Lalu kau sudah menciumku diam-diam dengan alasan memberiku nafas buatan, kau juga berbohong padaku kalau kau sebenarnya tidak mengganti pakaianku saat itu, daaann…” Hye Ra mulai menetskan air matanya lagi sehingga dia tidak mmapu untuk berbicara lagi.

“Daaan apa???”

“Aku menyukaimu laki-laki usil….” Hye Ra kembali memeluk Min Hyuk.

Min Hyuk tersenyum dan dia membalas pelukan Hye Ra dengan erat.

“Walaupun usil, tapi kau suka kan??” Min Hyuk menggoda Hye Ra dan membuat wajah Hye Ra memerah.

***

Setelah moment di bandara hari itu, Min Hyuk kembali ke Korea sendirian dan Hye Ra menyusul keesokan harinya. Setelah sampai di Korea, mereka janjian untuk bertemu lagi. Min Hyuk mengunjungi Hye Ra di rumahnya. Dia di sambut senang oleh orang tua Hye Ra. Hye Ra dan Min Hyuk menceritakan pengalaman mereka selama bertemu di Bali yang akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta.

Hye Ra dan Min Hyuk benar-benar merasa bahagia, karna kedatangan mereka ke Bali, akhirnya mereka bisa bertemu, dan bagi mereka Bali bukan hanya menyimpan sejuta keindahan karna pesona alamnya, tapi juga menyimpan sejuta kenangan tentang mereka berdua.

“Terima kasih Bali….” ucap Hye Ra saat kencan dengan Min Hyuk dalam kereta gantung dan Min Hyuk menciumnya.

~ The End ~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s