Part 2 – My Dearest Mom [Sequel of My Sweetest One]

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl ♚

Main Cast :

– Kim Kibum

– Jessica Jung

– Kim Yoo Bin

– Jung Nicole

– Jinwoon

Support Cast : Find it by yourself ♡

Genre : Family, Life, Romance, Comedy ( Little ) ♫

Rating : R / PG 17 ♣

Type : ? ◊

Poster by Little Fairy

Disclaimer : Pemainnya milik Tuhan semata, author cuma pinjem doang, plotnya milik saya, cuma ada scene yang terinspirasi sama salah satu film India Kabhi Khusi Kabhi Gum, hihihi….;D

WARNING YADONG


“Excuse me…Anybody home???” sapa seseorang dari luar rumah Jessica.

“Yes, i’m here…wait a minute….” balas Nicole dan membuka pintunya.

Seorang yang sepertinya sudah cukup berusia namun dandanannya masih terlihat sangat muda.

“Hello…apakah benar ini rumahnya Mrs. Kim??” tanya orang itu dengan bahasa Korea.

Yah, Nicole jelas tau orang yang ada di depannya itu adalah orang satu bangsanya, makannya Nicole cukup terkejut karna ternyata di London selain bisa bertemu dengan Jessica dan Key, dia bisa bertemu dengan orang yang ada di depannya sekarang yang sesama orang Korea.

Hello..apakah kau mendengarku??” orang itu mengibaskan tangannya di wajah Nicole.

“Ne…??? Mrs. Kim?? Maksudmu istri dari Kim Kibum??”

“Ah,,ya begitulah yang aku dengar” sahut orang itu menyibakkan kipas di tangannya dengan cepat.

“Astaga..kenapa sekarang aku harus bertemu orang aneh lagi di sini?? Begitu miris menerima kenyataan ternyata orang-orang aneh ini ternyata masih sebangsa denganku, huft…” gumam Nicole menghembuskan nafas panjang.

“Oya,,,dia ada di dalam, silahkan masuk” Nicole menyampingkan tubuhnya agar orang itu bisa masuk.

“Ayo sayang kita masuk…..” orang itu menggenggam tangan putranya yang sedari tadi tidak di sadari oleh Nicole keberadaannya (?).

“Ah…Mrs. Kim?? Apakah benar kau Mrs. Kim??” tanya orang itu setelah di persilahkan duduk oleh Nicole di ruang tengah dan Jessica menghampirinya.

“Ah, ne aku Mrs. Kim, maaf kau siapa??”

“Oh..aku tetangga barumu, aku baru pindah 2 hari yang lalu. Oya aku dengar katanya putrimu sekolah di Orleans Infant School, bukan begitu??” tanya orang itu menyilangkan kedua kakinya.

“Oh,,ia benar, putriku sekolah di sana, memangnya kenapa?? Oya apakah dia putramu?” Jessica menunjuk ke arah anak laki-laki yang umurnya sekitar 7 tahun.

“Ah,,,yeah, his my son…Mason beri salam pada ahjumma itu”

“Hello..my name is Mason, nice to meet you ahjumma….” anak kecil itu membungkuk memberi salam ala Korea dengan sangat baik.

“Omo…anakmu pintar sekali, dia juga sangat tampan. Hallo sayang, nama bibi Jessica dan ini teman bibi, namanya Nicole” Jessica mengarahkan Nicole untuk menyapa Mason.

Hello..Mason, how cute you areI’m Nicole, you can call me aunt Nicole, ok??” Nicole mendekat ke arah Mason yang duduk di sebelah ibunya.

Ok…nice to meet you aunt Nicole” Mason menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya.

“Eomma….let’s go now, i’m ready…” sahut Yoo Bin keluar dari kamarnya.

“Ah,,kau sudah siap sayang, oya lihat ada teman baru, namanya Mason. Yoo Bin beri salam pada ahjumma itu dan anaknya” perintah Jessica.

“Annyeong haseyo Yoo Bin imnida, manaseyo bangapseumnida….” Yoo Bin membungkuk dengan sopan.

“Omo,putrimu juga cantik Mrs. Kim. Annyeong Yoo Bin-ah…” sapa orang itu melambai cerah pada Yoo Bin.

Dan ternyata Mason diam-diam memperhatikan Yoo Bin tanpa berkedip.

“Oya, Mrs. Kim aku lupa memberitau tujuanku datang ke sini. Jadi begini, aku mau menitip putraku padamu, kebetulan putraku juga sudah di daftarkan sekolah di sana kemarin. Dan hari ini aku harus mengurus sesuatu jadi aku tidak bisa mengantarnya ke Sekolah, apakah kau keberatan jika aku meminta tolong padamu untuk mengajak putraku pergi bersamamu dan putrimu??”

“Ne?? Ah,,begitu. Ehmm..baiklah kalau begitu, kebetulan hari ini juga aku yang mengantar putriku, karna suamiku sedang ada urusan di kantornya. Jadi aku tidak akan keberatan jika sekalian mengantar putramu juga”

“Really?? Ah,,you’re very kind..Baiklah kalau begitu aku titip putraku padamu yah. Sayang, kau pergi bersama aunt Jess yah, nanti kau bisa belajar bersama putrinya, kau tidak apa-apa, kan??”

“Ehm,,ok mom” Mason mengangguk.

“Oya maaf, nama anda siapa kalau saya boleh tau??” tanya Jessica.

“Ahahaha..ia aku hampir lupa memperkenalkan diriku sendiri, namaku Lee Seo Jung, kau bisa memanggilku Mrs. Clare karna nama suamiku bernama Benny Clare dia asli Kanada” suara Mrs. Clare memekik.

“Oh,,Baik Mrs. Clare, senang berkenalan denganmu”

***

“Sayang…belajar yang baik yah supaya kau tumbuh menjadi anak yang pintar, araci??” Jessica mengusap pelan rambut Yoo Bin.

“Ne,,eomma”

“Yoo Bin-ah, fighting…” Nicole mengepal tangan dan mengangkatnya memberi semangat pada Yoo Bin.

“Ne, ahjumma gomawo sudah mengantarku”

“Oya, Mason, kau belajar yang baik dengan putri bibi yah, anak pintar” Jessica ikut mengusap rambut Mason.

“Thanks, aunt Jess…”

“Baiklah anak-anak, kami pulang dulu yah, nanti kami jemput lagi, annyeong….” sahut Jessica melambai pada dua anak kecil itu dan di ikuti Nicole.

“Annyeong….”

—————————-

“Cole, terima kasih yah kau mau mengantarku mengantar anak-anak itu” sahut Jessica saat dia mengemudi mobilnya sepulang mengantar Yoo Bin ke sekolahnya.

“Jess,,,sudahlah jangan berlebihan seperti itu, aku senang bisa mengantar mereka, mungkin suatu saat jika aku punya anak, aku juga pasti akan mengantar anakku ke Sekolah” sahut Nicole dan tiba-tiba tersenyum

“Hei..apa yang kau tertawakan??” Jessica menoleh sesaat ke arah Nicole yang duduk tepat di sebelahnya.

“Haha,,anhi, aku hanya teringat masa lalu kita saja. Aku masih ingat sekali kejadian saat kau menelfonku di acara Bakti Sosial waktu itu, kau menelfonku hanya karna kau tidak mau repot mengurusi anak kecil yang sedang poop”

“Aiisshh..otakmu itu benar-benar bekerja dengan baik sekali sih, kau masih mengingat kejadian 7 tahun lalu itu” Jessica mendengus.

“Hahaha..bagaimana aku bisa melupakan ekspresi wajahmu itu yang benar-benar sangat jijik, padahal suatu saat kau pasti akan melakukannya pada anakmu dan sekarang kau sudah punya anak, bagaimana rasanya menjadi eomma Jess?? Setelah menghilangkan ANTI pada anak kecil-mu itu??hihi…” Nicole terkekeh.

“Kau benar, Nicole. Kau juga tau bagaimana dulu aku sangat membenci anak kecil, aku tidak suka suara tangis anak kecil, tidak suka rengekannya, tidak suka semuanya tentang anak kecil. Tapi setelah aku melahirkan Yoo Bin, aku baru tau bagaimana rasa bahagianya menjadi seorang eomma, apalagi saat aku menyusuinya, aku bisa sambil menatap wajahnya dengan sangat dekat dan saat itulah aku merasa aku bangga sudah menjadi seorang Ibu” Jessica menyeka setitik bulir air mata yang menetes di pelipisnya.

“Yah, kau benar Jess, mungkin suatu saat aku juga akan merasakan hal yang sama denganmu, walaupun selama ini aku sangat mencintai anak kecil, tapi tetap saja jika aku mencintai anakku sendiri, rasanya bisa melebihi apapun di dunia ini”

“Ehm,,,dan aku harap kau bisa secepatnya menemukan seseorang yang bisa menjadikanmu seorang Ibu dan aku fikir Jinwoon tidak terlalu buruk untukmu, hehe….”

“Dia lagi, aku mohon Jess jangan menyinggung-nyinggung namanya di depanku lagi, kau bisa menghilanglan bood ku yang sedang bagus” Nicole mendengus, memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.

“Haha….aku hanya sekedar mengingatkanmu, jangan sampai kau terlalu membencinya, karna mungkin suatu saat kau akan sangat mencintainya” sahut Jessica datar.

“Aku tidak mau dengar, yang jelas aku sangat berharap ITU TIDAK AKAN MUNGKIN TERJADI”

“Baiklah..baiklah, terserah kau saja…”

“Oya,,jadi kapan kau akan mulai bekerja??”

“Atasanku bilang mulai minggu depan aku baru bisa masuk”

“Oh,,begitu. Oya, sebaiknya kau ikut saja saranku untuk tinggal di rumahku?? Supaya rumahku tidak sepi, kalau ada kau mungkin Yoo Bin juga bisa ada teman baru”

“Bukannya aku tidak mau menemnai Yoo Bin, Jess. Tapi aku benar-benar tidak mau merepotkanmu, kau tiap pagi saja sudah di buat repot oleh setan-setan-mu itu, hehe….”

“Kau ini, aku sudah biasa di repotkan oleh mereka, jadi kalau ada kau mungkin aku juga jadi ada teman mengobrol jika Key sedang kerja dan Yoo Bin sedang sekolah”

“Mungkin lain kali saja, jess. Anyway, terima kasih untuk tawarnmu”

***

“Sayang, kau sudah mengantar Yoo Bin tadi pagi??” Key berbicara pada Jessica lewat telfon.

“Ehm,,tadi Nicole juga ikut mengantarku ke sekolah Yoo Bin, bagaimana urusanmu sayang?? Sudah selesai?” Jessica mengapit ponselnya di pundaknya sambil membuat makan siang.

“Sudah, oya kau masak apa hari ini?? Aku berencana mengajak Jinwoon makan malam di rumah kita nanti, kau tidak keberatan, kan??”

“Benarkah?? Hmm,,baiklah aku sama sekali tidak keberatan”

“Thanks, honey. Baiklah kalau begitu sampai nanti yah sayang aku masih ada kerjaan, Love you honey, mwuah”

Love you too, mwuah..mwuah..mwuah…”

“Aiisshh,,kau membuatku rindu ciumanmu, hihi…”

“Benarkah?? Kalau begitu cepat pulang, aku akan memberikanmu special Kiss” goda Jessica dengan suara yang di buat selembut mungkin.

“Aaiissshh..Jess, kau tetap tidak berubah selalu menggoda suamimu ini dengan nada suaramu yang membuatku sesak itu, sudah ah, aku sedang bekarja, aku tidak mau harus langsung pulang hanya untuk mendapatkan special Kiss-mu itu. Bye sayang…” Key memutuskan telfonnya dan Jessica tertawa puas berhasil menggoda suaminya lagi.

“Jess…ada yang bisa ku bantu??” Nicole menghampiri Jessica di dapur.

“Ah, Cole….Tidak usah aku bisa sendiri, oya Nicole barusan Key menelfonku katanya dia mau mengajak Jinwoon makan malam di sini, jadi sepertinya aku harus memasak lebih banyak lagi. Sebentar lagi Yoo Bin pulang, apa kau mau menjemputnya??”

“Jinwoon?? Mau makan malam di sini??? Ah,,lagi-lagi harus bertemu pria aneh itu” Nicole menggigit kasar wortel di depannya.

“Haha…benar, Jinwoon pria aneh yang kau benci itu, hihi…”

“Sudah ah, daripada kau harus menceramahiku tentang dia lagi, lebih baik aku siap-siap untuk menjemput Yoo Bin” ucap Nicole masih mengunyah wortelnya dan berlalu.

Thanks, Cole…”

You’re Welcome Jess…”

***

“Hai….” sapa Jinwoon pada Nicole yang membukakan pintu untuknya.

“Hmm…” jawab Nicole datar.

Hello my uncle” sapa Yoo Bin berlari kecil menghampiri Jinwoon di depan pintu.

Hello…Yoo Bin-ah….” Jinwoon seperti biasa mengusap pelan rambut Yoo Bin.

“Ayo masuk paman, eomma dan appa sudah menunggumu di dalam”

“Benarkah?? Baiklah, kajja…..”

Nicole mengikuti langkah Yoo Bin dan Jinwoon dari belakang sambil mengerucutkan bibirnya.

“Jinwoon-ah…..akhirnya kau datang juga” sahut Key menyambut Jinwoon di ruang tengah.

“Ehm,,maaf aku agak terlambat”

“Tidak apa-apa, lagipula ini bukan acara penting, kan?? Oya bagaimana kalau kita langsung makan saja, aku sudah lapar” tangan kanan Key merangkul Jinwoon dan tangan kirinya mengusap perutnya.

“Ah,,baiklah….”

“Woon-ah, bagaimana proyekmu??” tanya Key di sela-sela makan malam mereka.

“Aku baru memulainya tadi, tapi sejauh ini semuanya berjalan lancar”

“Oh, baguslah kalau begitu. Semoga proyekmu selalu berjalan lancar”

“Ehm..aku harap begitu. Oya Nicole-ssi, kau kerja di mana sekarang?? Bukankah kau ke sini untuk bekerja??” tanya Jinwoon tiba-tiba.

“Apa??” sahut Nicole dingin.

Jessica yang duduk di sebelah Nicole saat itu langsung menyenggol kaki Nicole.

“Ehm,,aku, iya aku ke sini untuk bekerja, tapi bagaimana kau tau??”

“Aku hanya menebak, lalu kau kerja di mana??”

“Aku kerja di Louis Vuitton

“Wow…kau pasti akan punya masa depan yang cerah bekerja di sana”

“Hm,,aku harap begitu”

“Ehhmm….dari tadi kepiting ini terus memandangiku minta di makan, sepertinya enak” Jinwoon menyondongkan tangannya untuk mengambil kepiting yang ada di meja makan, di saat itu juga Nicole akan mengambilnya alhasil tangan mereka pun bersentuhan.

“Kau saja yang duluan” sahut Jinwoon.

“Anhi, kau saja…” sambung Nicole.

“Tanganmu yang sampai duluan, jadi kau saja yang ambil duluan”

“Baiklah..” Nicole mengambil daging kepiting itu dengan garpunya.

Jessica memandang Nicole dan Jinwoon bergantian melihat pemandangan yang menarik perhatiannya itu.

“Ahjussi,,,apakah kau sudah punya pacar??” tanya Yoo Bin memiringkan kepalanya.

“Ne…??? Haha..Yoo Bin-ah siapa yang mengajarimu bertanya sepeti itu?? Omo Key, nampaknya anakmu sudah dewasa sebelum waktunya, hehe…”

“Entahlah, dia terlalu banyak menuruni sifat eomma nya” Key terkekeh.

Jessica mendelik “Yaak,,lagi-lagi kau menyalahkan aku, setiap sifat buruk Yoo Bin kau bilang menurun dariku, lalu giliran sifat baiknya dengan bangga kau bilang itu menurun darimu, cih…menyebalkan” Jessica menghentakkan garpu ke piringnya.

“Hehe..aku bercanda sayang”

“Ahjussi, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku??” tanya Yoo Bin sekali lagi.

“Ah,,,ehm..belum sayang, paman belum punya pacar. Wae?? Kau mau menjadi pacar paman kah??? Hehe….”

“Ehmm…aku mau” sahut Yoo Bin polos.

“Uhuk..uhuk….” Nicole tiba-tiba tersedak mendengar ucapan Yoo Bin.

“Cole, gwaenchana??” Jessica menepuk punggung Nicole.

“Ehm..gwaenchana..” jawab Nicole meneguk air putihnya.

“Baiklah Yoo Bin-ah, kau boleh menjadi pacar paman, tapi kalau nanti kau sudah besar saja yah?? Sekarang kau harus belajar dan menjadi anak yang pintar, biar nanti paman mau menjadi pacarmu, arasso??”

“Ehm,,paman, aku akan belajar dengan baik agar aku cepat besar dan aku akan segera menjadi pacar paman” jawab Yoo Bin menggoyangkan kakinya.

***

“Jinwoon-ssi, kau yakin tidak mau menginap di sini??” goda Jessica saat mereka mengantar Jinwoon sampai depan pintu.

“Ehm…karna aku tidak mau mengganggu kalian, hehe…”

“Haha..kau tidak akan mengganggu kami, kalau kau bosan kau bisa lho, sharing dengan Nicole” Nicole dengan cepat menyikut lengan Jessica dan Nicole memberi isyarat dengan matanya yang seolah mengatakan jangan-main-main-kau-Jess.

“Hm..lain kali saja” jawab Jinwoon singkat.

“Kalau lain kali Nicole mungkin sudah pindah ke apartemennnya, tapi mungkin kau bisa kapan-kapan berkunjung ke apartemennya” sambung Jessica lagi.

“Benarkah?? Aku kira dia akan terus tinggal di sini, hehe..Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu, oya Jessica-ssi terima kasih untuk jamuan makan malamnya, aku tidak menyangka Key mempunyai istri sehebat kau”

“Makannya cepat cari istri, supaya kau bisa sering di buatkan masakan oleh istrimu, ia kan sayang?” Key memeluk pinggang Jessica.

“Ehm,,suamiku benar, oya wanita di sebelahku juga sedang jomblo, lho. Auww….Cole, sakiiit..” Jessica mengerang kesakitan saat Nicole mencubit lengannya.

“Hehe..Ya sudah aku pergi dulu, selamat malam semuanya” Jinwoon membungkuk.

“Ehm..selama malam, jaljayo Woon-ah”

“Ne, Key gomawo….”

———————————

“Sayang…Jinwoon itu bagaimana sih orangnya??” tanya Jessica menghampiri Key yang sudah menyender di kepala kasur saat mereka sudah berganti pakaian tidur.

“Jinwoon?? Kenapa kautiba-tiba bertanya tentang dia??” Key memeluk Jessica yang tidur di dadanya.

“Ehmm,,,aku hanya ingin lebih tau saja tentang dia. Oya sayang, menurutmu, dia cocok tidak dengan Nicole?” Jessica mendongak.

“Nicole?? Ehmm,,bagaimana yah, aku fikir sih cocok-cocok saja, karna mereka sepertinya punya sifat yang sama”

“Sifat yang sama?? Apa??” tanya Jessica merubah posisinya menjadi duduk.

“Mereka sama-sama menyukai anak kecil”

“Benarkah??”

“Ehm…memangnya kenapa??” tanya Key penasaran.

“Sayang, kalau begitu bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka, eoh??”

“Jodohkan??” Key mengangkat alis.

“Ehm…” Jessica mengangguk berkali-kali.

“Ide yang bagus” Key tersenyum.

“Bagus…kalau begitu aku akan memikirkan rencana untuk bisa menyatukan mereka, hihi…” Jessica terkekeh.

“Oya sayang, kalau begitu aku akan menagih janjimu” Key memandang Jessica lekat.

“Janji??? Janji apa??”

“Janjimu tadi siang di telfon”

Jessica mengangkat alisnya “Ah..itu?? Hmm,,baiklah, karna suasana hatiku sedang bagus, jadi aku akan menepati janjiku”

“Bagus….Lakukan dengan baik yah” Key terkekeh.

Tanpa menunggu perintah lagi, Key mendekatkan wajahnya ke arah Jessica, mengecup pelan bibir istrinya itu sebelum akhirnya Jessica membalas dengan ciuman yang mulai membangkitkan gairah Key untuk melakukan hal yang lebih dari itu.

“Sayang, aku merindukan tubuhmu, apa kau keberatan jika aku bermain dengan milikmu??” tanya Key menghentikan ciuman Jessica.

Not at all, honey….i’m yours….” entah karna nafsu Jessica yang sudah ikut terpancing, saat itu dia bisa mengucapkan kata-kata dengan bahasa Inggris padahal notebene nya Bahasa Inggris Jessica SANGAT BURUK.

Key dan Jessica memulai aksinya, mungkin mereka berencana membuat adik untuk Yoo Bin.

***

“Jess, terima kasih yah kau sudah mengantarku mencari apartemen hari ini” ucap Nicole setelah mereka selesai mencari apartemen dan sekarang makan siang di sebuah Cafe.

“Ehmm..sama-sama. Oya, Nicole kau pindah hari minggunya, kan???”

“Ehm,,wae???” sahut Nicole memasukkan chocolate ice cream ke dalam mulutnya.

“Begini, aku sudah janji pada Yoo Bin hari sabtu ini aku dan Key akan mengajaknya jalan-jalan, tapi sepertinya aku tidak bisa, karna aku harus mengantar Key ke luar kota untuk urusan pekerjaannya, kau bisa menggantikanku untuk mengajak Yoo Bin ke sana, kan?? Jebal….” ucap Jessica memohon.

“Memang berapa hari kau ke luar Kotanya?? Bukankah hari minggu aku sudah pindah, nanti Yoo Bin dengan siapa?”

“Aku pergi sabtu pagi-pagi sekali dan pulang minggu pagi lagi, jadi kau tidak usah khawatir, saat kau akan pindah aku dan Key pasti sudah pulang lagi, eoh??”

“Hmm,,apa Yoo Bin sudah tau tentang hal ini??”

“Belum, nanti saat menjemputnya aku akan bilang padanya, otthae??”

“Ehmm….baiklah, kalau Yoo Bin mau aku antar aku mau”

“Whoaaaa..Nicole-ah, kau memang sahabatku yang paling baik, gomawo, eoh??” Jessica duduk di sebelah Nicole dan memeluknya.

“Sudahlah kau jangan berlebihan seperti itu. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan sebagai sahabatmu, eoh?”

“Ehm..hehe…”

—————————

“Sayang, aku sudah berhasil membujuk Nicole untuk mau membawa Yoo Bin jalan-jalan hari sabtu ini, apa kau sudah menghubungi Jinwoon juga??”

“Belum, mungkin besok. Lalu apakah kau bilang pada Nicole kalau Jinwoon akan ikut??”

“Tentu saja tidak sayang, kalau dia tau pasti dia langsung menolak MENTAH-MENTAH, hehe….”

“Ah..ia kau benar, baiklah besok aku akan membujuk Jinwoon supaya dia bisa meluangkan waktunya pergi dengan Yoo Bin dan semoga rencanamu itu berhasil membuat mereka bisa saling menyukai”

“Ehm..aku harap juga begitu, hihi..Ah,,,aku jadi tidak sabar ingin melihat mereka saling jatuh cinta, aku tidak bisa membayangkan Nicole yang akan menyesali sumpahnya sendiri kalau dia tidak ingin mempunyai namjachingu seperti Jinwoon, hihi…”

“Kau ini, memangnya kau tidak tega mengerjai sahabatmu sendiri??”

“Aku tidak bermaksud mengerjainya, aku hanya ingin membantunya untuk mendapatkan cinta sejatinya saja, kalaupun Jinwoon bukan cinta sejatinya, tapi setidaknya dia bisa membuka hatinya untuk seorang pria”

“Hmm..kau benar, lagipula selama ini Nicole seperti sibuk dengan dunia kerjanya, sampai-sampai dia hampir tidak memikirkan urusan pribadinya sendiri”

“Ehm….itulah maksud tujuanku”

“Ternyata semakin ke sini, istriku makin pintar, tidak salah selama ini aku mengajarimu, hehe…” Key mengacak-ngacak rambut Jessica.

“Haha..kalau masalah yang satu ini, aku pintar sudah dari sananya, bukankah dulu aku juga sampai berhasil membuatmu mencintaiku, huh??” Jessica mendelik menggoda.

“Hahaha..baiklah, baiklah aku menyerah. Ya sudah, ayo kita tidur sepertinya mahkluk hidup di rumah ini yang belum tidur hanya kita, hehe…” Key mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur.

“Ne,,aku juga sudah ngantuk” Jessica menarik selimutnya.

“Good night, honey…” Key mengecup puncak kepala Jessica

“Good night sweety…” Jessica memeluk tubuh Key dan tidur di atas dadanya.

***

“Yoo Bin-ah, kau sudah siap??” tanya Nicole pada Yoo Bin saat mereka akan pergi jalan-jalan pagi ini.

“Ehmm,,i’m ready…” Yoo Bin mengangguk sambil menggendong tas gendongnya.

“Baiklah ayo kita pergi….” Nicole menggenggam tangan Yoo Bin melangkah menuju mobil.

“Morning…..” sapa Jinwoon baru turun dari mobilnya menghampiri Nicole dan Yoo Bin di garasi.

“Jinwoon??? Mau apa kau ke sini?? Jessica dan Key sedang pergi ke luar kota, jadi kalau kau mencari Key, besok lagi saja, besok juga mereka akan pulang” sahut Nicole dingin.

“Aku datang ke sini bukan untuk mencari mereka, aku ke sini untuk mengajak Yoo Bin jalan-jalan, benar kan Yoo Bin??” Jinwoon mencubit pipi Chubby Yoo Bin.

“Ehm…paman Jinwoon benar, ahjumma, ayo kita pergi sekarang” Yoo Bin menarik-narik tangan Nicole.

“MWO??? Tapi Jessica yang menyuruhku untuk mengajak Yoo Bin pergi hari ini”

“Yah, kau benar, tapi apa mereka tidak bilang padamu kalau aku juga akan ikut??”

“Sial, ternyata keluarga kecil Jessica bersekongkol untuk menjebakku?? Awas kau Jess….” rutuk Nicole dalam hatinya.

“Kau mau berdiri di situ saja??” lamunan Nicole buyar, Yoo Bin sudah duduk di dalam mobil Jinwoon dan Jinwoon menunggu Nicole di dekat pintu mobil kemudinya.

“Ahjumma, kajja…..” sahut Yoo Bin membuka kaca jendela.

“Ne…?? Ehmm,,baiklah..” jawab Nicole pasrah.

———————-

Tempat yang di kunjungi mereka pertama kali adalah kebun binatang ZSL London. Yoo Bin sangat menyukai binatang, jadi Jinwoon mengajaknya ke sana. Yoo Bin tampak terlihat senang saat ikut memberikan makan pada binatang-bintang yang ada di sana secara langsung. Sesekali Jinwoon menggendong Yoo Bin di pundaknya dan Nicole berjalan di sampingnya, mungkin orang yang melihat mereka akan menganggap bahwa Nicole dan Jinwoon adalah appa dan eomma Yoo Bin.

“Ahjussi…perutku sakit” ucap Yoo Bin tiba-tiba memegang perutnya.

“Yoo Bin-ah, waegurae?? Ah…sepertinya kau ingin buang air yah?? Baiklah kalau begitu paman antar kau yah, kajja….” Jinwoon menggendong Yoo Bin dan membawanya ke toilet.

Sesampai di toilet, Nicole menawarkan diri untuk menangani Yoo Bin di toilet tapi Jinwoon menolaknya, akhirnya Nicole menunggu di depan toilet.

“Yoo Bin-ah, bagaimana apa sekarang kau sudah lega??” tanya Nicole saat Jinwoon membawa Yoo Bin keluar dari toilet.

“Ehm,,,sekarang aku bisa bermain dengan lega, hehe…Ahjussi, ahjumma kajja kita lanjutkan jalan-jalannya” Yoo Bin menggenggam tangan Jinwoon dan Nicole.

Nicole sempat merasa kaku, namun lama-lama dia merasa nyaman di genggam tangan oleh Yoo Bin seperti itu, dia jadi membayangkan seandainya kelak dia dan anaknya bisa seperti ini, dan tentunya dengan suaminya nanti yang dia cintai, bukan dengan Jinwoon yang ada di sampingnya saat ini, pikir Nicole.

“Ahjussi ayo kita berfoto bersama….” ajak Yoo Bin menarik tangan Jinwoon.

“Ne…??”

“Itu, bukankah ada orang yang bisa memfoto kita??? Ahjussi itu, kita minta di foto olehnya” Yoo Bin menunjuk ke arah seorang pria yang sedikit berumur sedang membawa camera polaroid dan mengambil gambar para pengunjung di sana untuk di berikan pada mereka.

“Ah,,baiklah kajja…”

“Sorry, can you take our picture??” pinta Jinwoon pada pria itu dan menunjuk pada Yoo Bin dan Nicole.

“Yeah, sure…” sahut orang itu meng-On kan cameranya.

“Ahjumma, ayo cepat sini, kita foto bertiga” Yoo Bin menarik tangan Nicole untuk mendekat ke arahnya dan Jinwoon

“Ok,,one…two…three…Chees…

Finished….” ucap pria itu mengipas-ngipaskan fotonya dan menyerahkan pada Jinwoon.

Beautiful..Thank you…” ucap Jinwoon membungkuk dan pria itu membalasnya.

“Ini, untukmu saja” Jinwoon memberikan foto tadi pada Nicole, dan dengan bingung Nicole menerimanya lalu memasukkannya pada tas tangannya.

Selesai puas bermain di taman binatang, Yoo Bin meminta Jinwoon membawanya untuk menaiki London Eye yang paling terkenal di London. Nicole mati-matian menolak ajakan Yoo Bin itu, karna satu hal yang paling dia takutkan di dunia ini adalah ketinggian, yah Nicole phobia ketinggian. Tapi karna Yoo Bin terus mengajaknya, mau tidak mau Nicole menerima ajakn Yoo Bin.

Mereka sampai di tempat di mana London Eye itu menjulang tinggi seperti hampir meyentuh langit. Masih berada di bawahnya saja tubuh Nicole sudah gemetaran hebat dan berkeringat dingin. Nicole berkali-kali memaju mundurkan langkahnya, namun Yoo Bin menarik tangannya. Pintu kapsul yang akan mereka naiki terbuka, semua orang yang sudah menunggu berlarian kecil masuk ke kapsul yang bisa memuat sekitar 15 sampai 20 orang itu. Nicole sempat menahan tubuhnya di pintu kapsul, namun tangannya di genggam erat oleh Jinwoon. “Jangan takut, kau tidak akan mati jika menaiki ini….” Jinwoon melebarkan senyum manisnya dan entah kenapa senyuman itu akhirnya membuat tubuh Nicole yang menegang berubah menjadi sedikit rileks dan akhirnya mau masuk ke dalam kapsul itu.

“Whoaaa….pemandangannya indah sekali, ahjussi lihat, apakah sekarang kita sudah berada dekat dengan langit???” Yoo Bin berteriak histeris menghampiri kaca sudut kapsul itu, Yoo Bin mendongak manatap langit yang terlihat lebih dekat dari pandangannya. “Ahjumma, sini lihat ke bawah sana, pemandangannya indah sekali” Yoo Bin menarik tangan Nicole yang sedari tadi berdiri dengan tegang dan menutup matanya.

“Yak..Yoo Bin-ah shiro, ahjumma tidak mau melihat ke bawah, ahjumma takut” Nicole melepaskan tangan Yoo Bin dan sesekali melirik ke kaca sambil menutup matanya lagi.

Jinwoon hanya tersenyum melihat tingkah Nicole, tidak di sangka Nicole yang kelihatannya dewasa iut bisa berubah seperti anak kecil, padahal Yoo Bin yang benar-benar masih kecil saja tidak takut. Nicole melihat semua orang yang ada di sekelilingnya terlihat ceria menatap keindahan London dari jarak 170 m dari permukaan . Akhirnya sesekali Nicole berani membuka matanya dan melihat lebih lama ke kaca ke sudut di mana setiap sudut dari kota London bisa di lihatnya untuk pertama kali.

Setelah 30 menit kapsul itu berputar, Jinwoon, Nicole dan Yoo Bin keluar dengan perasaan lega dan puas.

“Yoo Bin-ah, sekarang kau mau ke mana lagi???” tanya Jinwoon menggenggam tangan Yoo Bin.

“Ehhmm..aku ingin ke Shakespeare’s Globe Theatre, aku sering melihatnya di TV, aku sudah lama ingin ke sana, apakah kau keberatan mengajakku ke sana??” pinta Yoo Bin.

Not all, dear….kajja….” Jinwoon menggenggam tangan Yoo Bin, Yoo Bin melirik ke belakang melihat Nicole yang wajahnya sudah lesu.

“Ahjumma, kajja….” Yoo Bin menebar senyum menggenggam tangan Nicole.

Dalam seketika perasaan lelah dan lesu yang bersarang di tubuh Nicole seolah kembali segar melihat senyum manis dari Yoo Bin dan genggaman di tangannya.

Jinwoon melajukan mobilnya pelan sampai sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Shakespeare’s Globe theatre adalah sebuah taman bermain anak yang terbuka di mana penulis drama, Shakespeare, banyak menulis drama terbesarnya di sana.

Jinwoon, Yoo Bin dan Nicole melangkah menuju pintu masuk dan sudah ada ratusan orang yang sudah duduk di kursi theatre itu. Mereka duduk di barsian tengah dan siap menyaksikan drama yang akan di mainkan di sana. Sekitar satu jam, drama pun selesai. Mereka bertiga tampak puas melihat drama spektakuler untuk pertama kalinya. Wajah mereka masih semangat jika harus mendatangi suatu tempat lagi, tapi hari sudah mulai petang dan Jinwoon tidak ingin Yoo Bin juga terlalu lelah. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam di Restaurant setelah itu pulang.

“Yoo Bin kau mau pesan apa??” tanya Jinwoon pada Yoo Bin saat mereka sampai di sebuah Retaurant.

“Aku mau pesan salad kentang saja dan satu ham, minumnya lemon tea, cukup paman” sahut Yoo Bin tanpa melihat buku Menunya.

“Baiklah kalau begitu, Nicole-ssi kau mau pesan apa??” tanya Jinwoon pada Nicole yang sedang membaca buku Menu.

“Ehm..aku tidak akan makan, aku ingin coffee espresso saja satu”

Jinwoon memesan makanan mereka pada sang pelayan, malam itu Jinwoon juga tidak ingin makan, hanya memesan satu coffee late saja.

“Nicole-ssi, kapan kau pindah ke apartemen??” tanya Jinwoon di sela waktu menunggu pesanan mereka datang.

“Rencananya besok siang, aku menunggu Key dan Jessica pulang”

“Oh,,begitu…”

“Oya, aku ke toilet dulu sebentar. Permisi…Yoo Bin-ah ahjumma ke toilet dulu yah”

“Ehm…” Yoo Bin mengangguk.

“Ahjussi…” Yoo Bin memanggil Jinwoon setelah Nicole pergi ke toilet.

“Ehm..??” Jinwoon menoleh.

“Menuturmu tante Nicole itu bagaimana??”

“Yoo Bin-ah, kenapa kau bertanya seperti itu??”

“Anhi, aku hanya bertanya saja…Bagaimana??” Yoo Bin mengulang pertanyaannya.

“Ehhmmmm…menurut paman dia cantik, menarik dan….lucu, hehe…Kalau menurutmu???” Jinwoon memiringkan kepalanya ke arah Yoo Bin.

“Kau benar, dia memang cantik, tapi aku tidak mau kalau kau sampai pacaran dengannya” ucap Yoo Bin polos dan membuat Jinwoon terbahak.

“Ahahaha..Yoo Bin-ah, kenapa kau bicara seperti itu?? kau cemburu yah jika paman pacaran dengannya??”

“Ehm….aku cemburu…” Yoo Bin mendengus.

“Hahaha..kau ini lucu sekali sih…” Jinwoon mengacak rambut Yoo Bin.

“Hei..apa yang kalian bicarakan sampai kau tetawa terbahak seperti itu?” tanya Nicole saat dia kembali ke tempat duduknya di sebelah Jinwoon.

Karna hari ini Nicole memakai high heels dengan tinggi 7 cm dan Nicole tidak sengaja menginjak sesuatu di lantai, kakinya tiba-tiba terkilir dan hampir jatuh, spontan Jinwoon yang berada di dekatnya langsung menangkap tubuh Nicole. Alhasil wajah mereka bertemu, Nicole bisa melihat jelas wajah Jinwoon dari jarak sedekat itu.

Dag..dig..dug..

Nicole merasakan wajahnya yang memanas dan jantungnya yang berdegup hebat, tangan Jinwoon melingkar erat di pinggulnya.

“Gwaenchana??” tanya Jinwoon tiba-tiba membuat Nicole kembali pada kesadarannya.

“Ye…??? ah, ye gwaenchana..gomawo…” Nicole mengembalikan posisinya menjadi berdiri tegap namun tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh lagi karna dia merasakan sakit pada kakinya.

“Ehm..Nicole-ssi, kau duduklah biar ku bantu meregangkan kakimu” Jinwoon mendudukkan Nicole di kursi, meregangkan salah satu kakinya dan melakukan sedikit pijatan di kakinya yang terkilir.

“Bagaimana? Masih sakit??” tanya Jinwoon mendongak.

Nicole menggerak-gerakkan kakinya. “Sepertinya sudah tidak sakit, kamshamnida…” Nicole menunduk pelan.

“Choenmaneyo…” Jinwoon kembali ke tempat duduknya.

Nicole seolah menyadari ada seseorang yang meilirik ke arahnya dengan tajam, Yoo Bin sedang memandangnya sinis dan melipatkan tangannya di dadanya.

“Astaga, aku lupa kalau peri kecil ini menyukai Jinwoon, mati aku…” gumam Nicole dengan perasaan sedikit panik melihat wajah Yoo Bin yang semakin garang itu.

***

“Sayang, kira-kira sekarang mereka sedang apa yah??” tanya Jessica memeluk leher Key yang sedang duduk di sofa kamar hotel dan membaca sebuah buku.

“Entahlah, mungkin sedang makan malam” sahut Key melepaskan kacamatnya.

“Aku jadi ingin cepat-cepat bertanya pada Yoo Bin, hehe…Oya aku tidak bisa membayangkan besok Nicole pasti marah-marah padaku karna sudah mengerjainya, hihi…”

“Haha.aku benar, kalau begitu siap-siap saja kau menerima ocehannya”

“Aku tidak takut, karna aku yakin dengan apa yang aku lakukan ini adalah yang terbaik untuknya, hehe…”

“Yayaya….aku harap juga begitu, baiklah sayang, karna sekarang kita sudah berada di hote, bagaimana kalau kita melakukan special kiss-mu itu??? Anggap saja kita sedang berbulan madu, eoh??” Key membalik dan memeluk pinggang Jessica.

“Sayang, bukankah 3 hari yang lalu kita baru melakukannya?? Aku tidak mau ah, aku lelah…” Jessica melepaskan pelukan Key dan berjalan menuju kasur.

“Hmm,,,baiklah kalau begitu, beri aku ciumanmu sebentar saja, eoh??” Key menarik tangan Jessica dan mendekatkan tubuhnya ke arahnya.

“Baiklah, hanya ciuman, oke??” Jessica memeluk leher Key.

Key mulai mendekatkan wajahnya dan menyentuh bibir merah Jessica, namun baru mereka berciuman 10 detik, tiba-tiba Jessica melepaskan ciumannya.

“Arrgghh..kepalaku…” Jessica memegang kepalanya dan meringis.

“Sayang kau kenapa?? Kau baik-baik saja??” tanya Key panik.

“Entahlah, kepalaku tiba-tiba pusing” Jessica masih memegang kepalanya.

“Ya sudah, kalau begitu kita tidur saja, aku tida mau membuatmu sakit” Key membaringkan tubuh Jessica di atas kasur.

“Eoh,,sayang maafkan aku”

“Gwaenchana, sekarang tidurlah” Key memeluk Jessica.

~ TBC ~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s