[TWOSHOOT] My Sweetest One – Part 2

Author : r13eonnie 강 하이에나

Main Cast :

♥ Key Kibum

♥ Jessica Jung

♥ Nicole

Genre : Romance, Friendship

Rating : T

Type : Two Shoot

Poster by Vhii Kikey shawol

Disclaimer : Pemerannya milik Tuhan semata, plotnya milik saya, tapi ada scene yang terinspirasi sama scene di Drama God of Study..;D

A / N : Suka komentar, ga suka jangan BASHING….;D

Read, Like and Comment

WARNING TYPO AND YADONG

Jessica masuk ke salah satu kamar Rumah Sakit di mana eomma Nicole di rawat, setelah mendapat kabar dari Nicole lewat telfon. Dengan langkah yang berat menahan sakit karna ternyata Key sudah berada di sana lebih dulu.

“Nicole bagaimana eomma mu?” tanya Jessica menghampiri Nicole.

“Jess..?? Jess..mian tadi aku lupa meninggalkanmu di kampus, tadi aku benar-benar panik sampai-sampai aku lupa menunggumu” Nicole menangis dalam pelukan Jessica.

“Gwaenchana, aku menegrti. Lalu apa yang di bilang Dokter tentang eomma mu??”

“Dokter bilang eomma mengalami luka yang cukup serius di kakinya dan eomma mengalami patah tulang”

“Choengmalia? Nicole bersabarlah, kita berharap saja semoga eomma mu tidak apa-apa dan cepat sadarkan diri, eoh??” Jessica kembali memeluk Nicole, masih menahan rasa sakit karna kekecewaannya pada Key.

“Nicole kau mau makan? Biar aku belikan sesuatu untukmu yah??” tanya Jessica saat Nicole sudah mulai tenang.

“Anhi Jess, aku tidak lapar kau saja dan Key yang makan”

“Nicole, kalau kau tidak makan, nanti kau sakit, kalau kau sakit kau tidak akan bisa menjaga eomma mu, kau harus makan yah, aku belikan dulu makanan untukmu, eoh?”

“Kau benar Jess, baiklah aku mau makan”

“Biar aku saja yang belikan” sahut Key.

“Tidak usah, aku saja” jawab Jessica datar.

“Kalau begitu aku ikut”

Meskipun Jessica tidak menjawab, Key tetap mengikuti langkah Jessica yang keluar dari ruangan itu dan berjalan di koridor Rumah Sakit.

“Sica tunggu” KEy berusaha mengejar Jessica yang semakin mempercepat langkahnya.

“Sica maaf karna tadi aku meninggalkanmu di kampus”

“…..”

” Sica aku mohon bicaralah”

Jessica akhirnya menghentikkan langkahnya dan menatap Key tajam.

“Aku tau kau pasti marah karna aku sudah meninggalkanmu tadi, maaf karna tadi aku…”

“Cukup, kau tidak perlu menjelaskannya lagi padaku, aku mengerti” terdengar suara Jessica begitu berat, menahan sakit yang membuat dadanya terasa sesak dan seakan mencekiknya sehingga dia tidak bisa bernafas.

“Sebenarnya aku marah bukan karna kau meninggalkanku Key, tapi karna kau meninggalkan makanan yang ku buat untukmu. Lihat, bahkan sekarang saja kau melupakannya, Key Kibum kau berhasil membuatku gila” lirih Jessica dalam hati.

Selama 5 hari eomma Nicole di rawat di Rumah Sakit dan setelah sadarkan diri kesehatannya pun berangsur pulih. Jessica selalu setia menemani Nicole di rumah Sakit setelah mereka pulang kuliah dan sesekali Key juga ikut ke sana, meskipun sikap Jessica masih dingin pada Key dan Key merasa bersalah pada Jessica saat akhirnya dia ingat kalau hari itu dia meninggalkan makanan yang di buat Jessica untuknya, Key berkali-kali meminta maaf pada Jessica dan meskipun kata maaf sudah terucap dari mulutnya, Jessica masih belum bisa merubah sikap dinginnya menjadi sikap yang seperti biasanya dia lakukan pada Key.

Hari ini tepat satu minggu eomma Nicole di rawat dan besok sudah boleh di bawa pulang. Jessica yang tidak bisa menjenguk ke Rumah Sakit hari ini karna dia harus mencari Apartement baru, akhirnya menyempatkan diri untuk datang ke Rumah Sakita pada malam harinya. Dengan suasana hati yang sudah berangsur kembali ceria, membawa keranjang buah untuk di berikan pada eomma Nicole.

Di taman…

“Malam ini sepertinya akan turun hujan, tidak ada bintang dan langit sepertinya semakin gelap” ucap Key sambil memandang ke arah langit, pada Nicole yang duduk di sebelahnya saat mereka berdua duduk di kursi taman Rumah Sakit.

“Ehm,,aku rasa juga begitu ” ucap Nicole ikut memandang langit.

“Nicole bagaimana perasaanmu, sudah lega sekarang?”tanya Key menatap Nicole.

“Maksudmu??” Nicole membalas tatapan Key.

“Karna eomma mu sudah sembuh dan besok sudah di perbolehkan pulang??”

“Oh..itu, ia aku sudah sangat legaaaaaa sekali karna akhirnya besok eomma sudah boleh pulang” ucap Nicole menghela nafas panjang karna lega dan Key tersenyum melihat senyuman lagi dari wajah Nicole setelah beberapa hari ini dia selalu menangis melihat keadaan eommanya.

“Eomma adalah satu-satunya orang yang aku punya di dunia ini, meskipun eomma terkadang mengacuhkanku dan tidak peduli padaku, tapi aku tetap mencintainya, sangat mencintainya karna aku tau eomma bersikap seeprti itu karna eomma terluka di tinggal oleh appa yang pergi dengan wanita lain. Selama ini aku selalu berusaha untuk melakukan apapun yang bisa membuat eomma bangga padaku dan aku ingin appa melihatnya meskipun eomma hanya seorang diri mendidik dan merawatku, tapi eomma sudah berhasil membuatku menjadi anak yang berhasil. Dan aku tidak tau apa jadinya kalau ternyata kemarin saat eomma kecelakaan dan aku harus kehilangannya, mungkin aku akan hidup sebatang kara di dunia ini”

“Anhi, Nicole, kau tidak akan pernah hidup sebatang kara karna aku akan selalu ada untukmu, kau jangan pernah merasa sendirian, karna aku mencintaimu” tatapan Key beradu dengan tatapan Nicole, sampai2 Nicole tidak mampu menghindari pandangan Key.

Key semakin lama semakin mendekat, bibir Key hampir beradu dengan bibir Nicole, namun tiba-tiba hujan deras mengguyur mereka berdua. Spontan Key dan Nicole pun berlari meninggalkan taman.

Di tempat lain, Jessica yang tidak sengaja melintas di depan taman saat akan menjenguk eomma Nicole, masih terpaku di tempatnya meski hujan deras mengguyurnya, Jessica tidak sengaja menyaksikan saat Key akan mencium Nicole, hatinya bukan hanya hancur tapi rasa cintanya seolah berubah menjadi beku bersamaan dengan tubuhnya yang terasa beku karna terus di guyur hujan. Dengan spontan Jessica menjatuhkan keranjang buah yang dia pegang, berjalan dengan langkah yang gontai, tubuh menggigil dan bibir yang sudah muali keunguan menahan dingin.

“Key, kenapa kau menyiksa diriku seperti ini?? Sebenarnya apa salahku padamu??? Kenapa kau selalu tidak pernah mau memandangku?? Key, kau sendiri yang sudah membuatku mencintaimu, kau yang sudah membuatku gila padamu. Jika akhirnya ini yang kau berikan untukku, kenapa dulu kau menolongku?? Kenapa dulu tidak kau biarkan saja aku di nodai oleh namja2 itu dan aku akan mengakhiri hidupku, daripada sekarang aku harus merasakan sakit yang kau berikan padaku bertubi-tubi. Keeeeeyyy, aku hanya ingin kau bisa mengerti perasaanku, dengar aku Key, dengar aku” Jessica berteriak histeris hingga suaranya semakin melemah. Air mata yang jatuh dengan deras dari kedua matanya, seolah tercampur dengan air hujan yang membasahi sekujur tubuhnya. Jessica benar-benar tidak bisa berfikir apapun, dia tidak menyangka jika di saat hatinya yang sudah mulai membaik, dia harus menyaksikan lagi sesuatu yang membuatnya terjatuh dan terpuruk atas cinta yang dia rasakannya pada Key.

Keesokan harinya…

Nicole heran karna ternyata Jessica tiba-tiba tidak datang ke kampus hari ini, Nicole mencoba menghubungi Handphone Jessica puluhan kali, tapi tidak aktif-aktif, dia mendatangi Apartement nyatapi Nicole lupa karna kemarin Jessica sudah pindah Apartement dan dia belum sempat di beritau alamat baru Apartement Jessica.

3 hari Jessica tdaik masuk kuliah, membuat Nicole dan Key akhirnya khawatir.

“Jess kau kemana saja 3 hari ini?? Aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap Nicole cemas saat akhirnya dia bisa melihat lagi wajah sahabatnya itu.

“Mian sudah membuatmu khawatir” jawab Jessica dingin.

“Jess gwaenchana?? Ku dengar katanya kau sakit yah?? Mukamu masih pucat, Jess sebenarnya apa yang sudah terjadi?? Kenapa selama 3 hari ini juga kau susah di hubungi??”

“Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir”

“Jess, mengenalmu selama 4 tahun, aku tau jelas seperti apa dirimu, jadi tidak mungkin tidak ada apa-apa jika sikapmu tiba-tiba seperti ini”

“Nicole jika kau masih mau berteman denganku, aku mohon jangan pernah lagi memaksaku untuk mengatakan yang sebenarnya, arasso??” ucap Jessica menatap Nicole tajam.

“Jess…” tersirat rasa sedih yang mendalam dari raut wajah Nicole saat sahabatnya itu tiba-tiba bersikap dingin padanya.

Nicole benar-benar tidak tau apa yang sudah terjadi dengan Jessica, dia jadi berfikir sendiri, apakah dia sudah melakukan kesalahan pada Jessica, tapi seingatnya sebelum dia tidak masuk kuliah selama 3 hari ini, hubungan mereka masih baik-baik saja. Dan Nicole benar-benar terluka, ini pertama kalinya Jessica bersikap dingin padanya.

“Sica tunggu” Key mengejar Jessica saat dia lebih dulu keluar dari kelas setelah mata kuliah pertama berakhir, namun Jessica tidak menghentikan langkahnya.

“Sica…Jessica..” teriak Key memanggil nama Jessica.

Jessica menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Key dingin.

“Wae??”

“Selama 3 hari ini kau kemana?? Ku dengar kau sakit yah?? Kau sakit apa?? Lalu kenapa Hp mu tidak di aktifkan?? Aku dan Nicole mengkhawatirkanmu”

Sakit, itu yang di rasakan lagi oleh Jessica saat Key menyebutkan nama Nicole di depannya, bahkan ucapan Key dan Nicole pun hampir serupa, Jessica semakin berfikir, apakah mungkin Key memang bukan untuknya tapi untuk Nicole???

“Key mian jika selama ini aku sering membuatmu kesal, marah dan risih oleh sikapku dan tingkah-tingkahku yang konyol. Tapi kau jangan khawatir, mulai sekarang kau akan terbebas dari semua itu, mulai detik ini aku tidak akan pernah memanggilmu yobo lagi dan aku juga tidak akan pernah tiba-tiba muncul di hadapanmu lagi. Sekali lagi minta maaf” Jessica membungkukkan badannya dan berlalu meninggalkan Key yang mematung tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun melihat punggung Jessica yang semakin menghilang dari padangannya.

Key tidak tau, kenapa Jessica yang dia lihat sekarang benar-benar berbeda dengan Jessica yang biasanya. Dan entah kenapa, tanpa Key sadari hatinya terasa sakit saat Jessica mengucapkan semua itu. Apakah Jessica serius dengan ucapannya?? Apakah Jessica akhirnya memutuskan untuk menyerah mencintai Key yang selalu mengacuhkannya??

“Sica, kenapa hatiku sakit karna tidak bisa melihat senyuman ceriamu lagi?? Dan rangkulanmu di lenganku??” gumam Key.

***

“Jessica..panggil seseorang paruh baya saat Jessica berada di halte Bis.

“Eommanim..” Jessica beranjak dari tempat duduknya, matanya mulai berkaca-kaca saat melihat orang itu menghampirinya yang ternyata itu adalah eomma Key.

“Jessica sayang kau ke mana saja?? Eomma sangat merindukanmu, nak… Eomma dengar dari Key katanya kemarin-kemarin kau sakit yah?? Kau sakit apa?? Apa sekarang masih sakit??” tanya eomma Key cemas sambil memandang wajah Jessica lekat.

“Eommanim, aku sudah tidak apa-apa, kemarin mungkin aku hanya kelelahan saja. Mianhamnida eommanim karna aku jarang ke rumahmu lagi, tapi mungkin aku memang tidak akan pernah ke sana-sana lagi” ucap Jessica menunduk.

“Ommo…Jessica apa maksud ucapanmu ??”

“eommanim mianhaeyo jika selama ini aku sering merepotkanmu, aku juga minta maaf karna aku sering menyusahkan putramu, tapi selama ini aku melakukan semua itu karna aku sangat mencintai putramu, aku juga mencintaimu seperti eomma ku sendiri. Karna selama ini aku tidak pernah merasakan kehangatan dan kasih sayang seorang eomma, meskipun aku punya orang tua tapi mereka tinggal di luar Negeri dan tidak pernah sekalipun kesini melihatku atau bahkan menghubungiku untuk sekedar menanyakan keadaanku. Tapi kau, meskipun kau bukan eomma kandungku, tapi aku sudah menganggpmu seperti eomma ku sendiri. Aku benar-benar bahagia karna kau selalu menyambut hangat kedatanganku setiap kali aku ke rumah dan kau juga selalu menganggapku seperti anakmu sendiri, gomawo eommanim untuk semuanya dan maafkan aku jika aku tidak akan pernah bisa menemuimu lagi, joseonghaeyo eommanim, joseonghaeyo…” Jessica memeluk eomma Key erat sebelum akhirnya dia naik Bis yang berhenti di depannya dan meninggalkan eomma Key yang sedang menangis dan berusaha mengejar Jessica.

“Jess…Jessica…Jessica tunggu…” teriak eomma Key berusaha mengejar Bis yang di naiki Jessica.

“Mianhaeyo eommanim, minaheyo…” air mata Jessica kembali tertumpah saat melihat ke belakang dan melihat eomma Key sudah tersungkur jatuh dan menangis.

@Key’s House…

“Eomma waegurae?? Kenapa eomma menangis??” tanya Key cemas melihat eommanya yang pulang dengan keadaan wajah yang kusut.

“Kibum-ah, apa yang sudah kalu lakukan padanya??”

“Eomma, apa maksudmu??”

“Kibum-ah. eomma sangat menyayanginya, eomma sangat menyukainya, dia anak yang baik, meskipun dia sangat manja dan kadang kekanak-kanakan, tapi eomma sangat menyayanginya seperti eomma menyayangimu” eomma Key kembali menangis.

“Eomma..sebenarnya apa maksudmu dan siapa orang yang sedang kau bicarakan??”

“Kibum-ah kau tau, tadi eomma bertemu dengan Jessica dan dia bilang pada eomma kalau dia tidak bisa menemui eomma lagi, kau tau Kibum dia itu sangat kesepian, dia bilang dia itu sangat kesepian, dia juga bilang pada eomma meskipun dia punya orang tua tapi dia tidak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya. Kibum-ah, eomma rela jika eomma menjadi eomma baginya. Kibum-ah, eomma mohon bawa dia kembali ke sini” ucap eomma Key berlutut di depan anaknya itu .
“eomma, apa yang kau lakukan, ayo cepat bangun” Key membantu eomma nya untuk berdiri namun dengan cepat eommanya menepis tangan Key.

“Anhi Kibum, demi eomma, eomma mohon kau harus membawa dia kembali ke sini”

“Eomma..” Key tidak bisa lagi menahan air matanya, melihat eommanya mampu melakukan hal yang tidak pernah dia duga, ternyata kehadiran Jessica begitu berarti bagi eommanya.

Keesokan harinya…

Key pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan kue untuk eommanya, karna hari ini hari libur, Key jadi bisa pergi ke sana. Tidak sengaja dia bertemu dengan Nicole.

“Kibum-ah..” sapa Nicole saat Key baru masuk ke Supermarket.

“Hei..Nicole-ah”

“Kau mau belanja juga??”

“Eoh…kau??”

“Aku juga…”

“Oh, baiklah kalau begitu kita belanja sama-sama saja” ajak Key.

“Ehm…”

Setelah hampir 2 jam mereka berbelanja, akhirnya Key mengajak Nicole untuk minum sore di salah satu foodcourt yang berada di area parkir.

“Kau mau pesan apa??” tanya Key saat mereka sudah duduk di salah satu meja.

“Aku pesan Mocca float saja”

“Oh,,baiklah..biar aku pesankan dulu” Key pergi menuju salah satu tempat yang menjual khusus minuman-minuman segar.

“Kau sudah bertemu dengan Jessica lagi??” tanya Nicole memulai pembicaraan saat Key sudah kembali duduk.

“Belum,,belakangan ini dia juga tidak pernah menghubungiku lagi, padahal biasanya dia bisa mengirimku pesan 20 kali dalam sehari dan menelfonku 15 kali sehari”

“Benarkah?? Apa kau merindukan Jessica yang dulu??” tanya Nicole menatap ke arah Key.

“Benar, pertanyaan Nicole barusan, seolah menggambarkan isi hatiku sekarang. Kenapa aku justru berharap Jessica mengirmku pesan lagi dan menelfonku hanya untuk menanyakan aku sedang apa, sudah makan atau belum, sudah mandi atau belum. Tapi beberapa hari ini, Hp ku justru sepi, sepi dari pesan2 nya dan deringan telfon darinya. Ya Tuhan, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan hatiku??” Key menatap Handphonenya tanpa berkedip.

“Kenapa kau diam??” Nicole membuyarkan lamunan Key.

“Ye…?? Anhi..Entahlah apa aku memang merindukannya atau tidak, yang jelas aku sedih sikapnya sekarang berubah padaku”

“Kibum-ah, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”

“Bicaralah…”

“Soal ucapanmu malam itu di taman Rumah Sakit, aku akan menganggapnya kau tidak pernah mengucapkan itu, karna aku tidak mau terjebak dengan perasaanmu. Seperti apapun perasaanmu padaku, aku…selamanya tidak akan pernah bisa membalasnya karna kau tau sendiri, Jessica sangat mencintaimu dan selama 4 tahun ini dia sudah banyak melakukan pengorbanan untukmu, jadi sebelum akhirnya Jessica salah paham pada kita, aku akan mengaskan padamu, kalau aku selamanya hanya akan menganggapmu sebatas teman saja dan tidak lebih, aku harap kau bisa mengerti”

“Yah, Nicole, aku bisa mengerti. Semua ucapanmu benar, sekalipun aku mencintaimu, mungkin aku tidak akan bisa menjadikanmu milikku, karna ada Jessica yang sudah sangat setia mencintaiku selama 4 tahun ini dan aku juga tau, kau dan dia bersahabat baik, jadi aku juga tidak ingin merusak hubungan baik kalian berdua. Aku tidak ingin menjadi manusia teregois di dunia”

“Ehm…karna aku sangat menyayangi Jessica, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri”

“Ne,,arasso…..”

Tidak terasa obrolan Key dan Nicole sore itu berakhir sampai petang menjelang. Akhirnya Key dan Nicole pulang bersama, karna memang rumah mereka satu arah. Setelah Nicole pulang lebih dulu ke rumahnya dan Key masih harus berjalan, saat dia mendekat ke rumahnya, ada seseorang yang sepertinya sedang mengintip dan memperhatikan ke arah rumahnya. Dan sepetinya Key kenal dengan sosok itu, meskipun di tutup dengan Jaketnya dan orang itu membelakangi Key, Key bisa melihat kalau orang itu adalah Jessica.

“Sica….” teriak Key berusaha menghampiri Jessica, namun Jessica yang sadar ternyata Key sudah berada di belakangnya dan berlari ke arahnya, langsung melarikan diri (?).

“Sica tunggu….” Key berusaha mengejar Jessica dengan belanjaan yang dia bawa, namun Jessica mempercepat larinya.

Jessica berlari sekencang mungkin dan melihat terus ke belakang, ke arah Key sampai-sampai dia tidak melihat ke depan dan menubruk tubuh seseorang di jalanan yang agak sepi.

“Aigo…lihat siapa wanita ini” ucap seseorang yang di tabrak Jessica tadi.

Jessica tersungkur dan menengadah melihat siapa orang yang di tabraknya. Mata Jessica terbelalak kaget dan ketakutan menyerang dirinya, saat melihat sudah ada beberapa orang namja berwajah seram di depannya. Jessica jelas masih ingat wajah-wajah namja itu, namja yang 4 tahun lalu hampir menodainya.

“Hei..gadis cantik, ternyata kita bertemu lagi, hehe..” ucap salah seorang namja itu memegang dagu Jessica.

“Hei…lepaskan dia” Key yang tiba-tib-namja datang langsung menyimpan belanjaannya dan menghampiri namja-namja yang sudah mengitari Jessica.

“Pria itu, aaahhh..kebetulan sekali kau juga ada di sini bocah tengik. Dulu kau menghajar kami habis-habisan, sekarang waktunya kami membalas perbuatanmu dulu, hahahahaha….” pekik salah seorang namja sambil menarik tubuh Jessica, memutar tangan Jessica dan melipatnya di belakang.

“Jangan mendekat atau selamanya kau tidak akan pernah melihat lagi gadismu ini” namja itu mengarahkan pisau ke leher Jessica dan membuat Jessica ketakutan.

Sontak Key pun menghentikan langkahnya. “Apa mau kalian??” tanya KEy menantang.

“Hahahaha..mau kami apa?? Mau kami adalah membalaskan perbuatanmu dulu pada kami” jawab namja itu lantang.

“Cuih…dasar pengecut, kalau kalian mau, lawan aku satu-satu jangan main keroyokan, bagaimana??”

“Apa kau bilang pengecut?? Kau ingin gadismu ini mati di tangan kami yah??’ namja itu semakin mngarahkan pisaunya ke leher Jessica dan Jessica sempat mengernyit karna ujung pisau itu sedikit menusuk lehernya.

“Jika kau mau gadismu ini selamat, kau cukup terima apa yang kami lakukan padamu, arasso??”

“….” Key tidak menjawab.

“Hei..bocah tengik, apa kau dengar kami??”

“Baiklah, kalau itu mau kalain,lakukan apa yang ingin kalian padaku, tapi jangan pernah menyentuh gadisku sedikitpun, kalau kalain samapi menyakitinya, aku tidak akan segan membunuh kalian, arasso???” ucap Key lantang.

“Haha..hajar dia…” perintah namja itu pada teman-temannya yang lain yang berjumlah hampir 7 orang.

Mereka menghujam Key dengan beberapa pukulan di semua bagian tubuh Key, menendangnya, menonjok wajah Key dan sesekali memukul kakinya dan kepalanya dengan kayu. Key sempat terjatuh namun dia berusaha untuk berdiri lagi, meskipun tubuhnya sudah lebam dan darah berlumuran.

“Hanya seperti inikah kemampuan kalian untuk memukul orang?? Cuih….kalian benar-benar pengecut” ucap Key sambil membuang ludahnya ke arah namja-namja itu.

Karna merasa marah dan tertantang dengan ucapan Key, namja yang mengarahkan pisau ke leher Jessica, berubah menjadi garang dan berlari mengarahkan pisaunya ke arah Key.

“ANDWAEEEEEEEE…..eu..eu……” Jessica yang melihat namja itu berusaha menusuk Key, langsung berlari sekencang-kencangnya dan menghalangi tubuh Key dan ternyata pisau yang akan di tujukan pada Key, tepat mengenai bagian samping perut Jessica.

“Kkk…ey…”Jessica memanggil nama Key lirih dan akhirnya memejamkan matanya.

“Sica-ah…Sica-ah….bangun Sica..Sica-ah, Jessicaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….” Key memangku tubuh Jessica yang sudah berlumuran darah, menggoyang-goyangkan tubuh Jessica berteriak memanggil namanya namun Jessica tetap tidak bangun.

@Seoul Hospital

“Sica-ah, Sica-ah…” Key memanggil-manggil nama Jessica meski matanya terpejam dan akhirnya sadar setelah dia jatuh pingsan dan di bawa ke Rumah Sakit oleh seorang warga sekitar yang melihat Key dan Jessica tergeletak di jalan.

“Kibum-ah, kau sudah bangun, nak??” tanya eomma Key yang berada di sampingnya.

“Eomma..mana Jessica?? Aku mau menemuinya, aarrggh…” Key mencoba untuk bangun, namun kepalanya tiba2 sakit.

“Kibum-ah, kau tenanglah, lukamu cukup serius, kau tidak usah khawatir, Jessica ada di kamar sebelah dan Nicole ada di sana menemaninya” ucap eomma Key menitikan air matanya.

“Eomma…tapi aku tidak bisa diam di sini terus, aku ingin menemuinya”

“Ia Kibum-ah, kau boleh menemuinya tapi nanti, jika luka-lukamu sudah agak pulih”

“Anhi, eomma..aku tidak peduli dengan luka-lukaku, pokonya aku ingin melihat Jessica” Key mengambil infusannya dan mendorongnya, dengan langkah yang masih tertaih-tatih, dia keluar dari kamarnya dan menuju kamar sebelah di mana Jessica di rawat.

Tit…tit..tit..tit….

Nicole menggenggam tangan Jessica erat, menangis di samping tubuh Jessica yang terbaring tak berdaya dan belum sadarkan diri juga. Hanya ada suara dari monitor detak jantung Jessica yang bergerak sangat lambat. Key masuk ke ruangan itu, melihat Jessica yang masih menutup matanya.

“Kibum-ah” sapa Nicole yang sadar akan kehadiran Key di sana sambil membawa selang infus di tangannya.

“Nicole, bagaimana keadaannya??”

“Dia masih belum sadarkan diri juga, Dokter bilang dia terlalu kehilangan banyak darah, makannya masih belum sadarkan diri” ucap Nicole dengan terisak.

“Sica-ah, mianhaeyo, karna demi menyelamatkanku kau jadi seperti ini, mianhaeyo Sica-ah, aku memang laki-laki yang tidak berguna” Key memukul-mukul kepalanya sendiri yang di sudah di perban, namun eomma Key dengan cepat menahannya dan memeluk Key yang sudah menjatuhkan dirinya ke lantai.

“Kibum-ah, jangan seperti ini, nak. Kau tidak salah, semua ini di luar kehendak kita. Kau jangan menyalahkan dirimu seperti itu. Kita berdo’a saja semoga Jessica tidak apa-apa dan bisa segera sadarkan diri, eoh??” tangis eomma Key pun meledak, melihat keadaan putranya yang seperti itu dan melihat Jessica yang sedang terbaring lemah tak berdaya. Nicole pun tidak bisa menahan air matanya lagi.

***

1 minggu sudah Jessica di rawat di Rumah Sakit, dan 1 minggu itu pula dia masih belum juga sadarkan diri. Luka-luka di tubuh Key berangsur mengering dan membaik, meskipun begitu dia masih tetap harus di rawat inap. Key setiap hari mengunjungi Jessica yang masih belum sadarkan diri di kamarnya, Key sesekali mengelap wajah Jessica jika sedang di mandikan oleh Suster, dan jika Suster sudah akan memandikan Jessica di baru keluar lalu keluar lagi. Key juga memotong kuku Jessica yang sudah panjang dengan telaten dan penuh kelembutan karna Key tidak mau jika Jessica merasakan kesakitan.

“Sica-ah, kau bisa mendengarku sekarang?? Hatiku benar-benar sakit waktu kau bilang kau tidak akan pernah menggangguku lagi, waktu kau bilang kau tidak akan memanggilku ‘Yobo’ lagi, aku juga sangat mencemaskanmu waktu kau tiba-tiba tidak masuk kuliah selama 3 hari, aku merindukanmu Sica, aku merindukan sikap manjamu, aku merindukan kau yang selalu merangkul lenganku dengan manja, aku rindu kau memanggilku ‘Yobo’ , aku rindu saat kau bertindak konyol di depanku dan aku rindu melihat senyumanmu saat kau berada di dekat eomma ku. Sica-ah, maafkan aku karna selama 4 tahun ini aku sudah banyak membuatmu terluka, aku sudah menjadi pria paling BODOH dan TIDAK BERGUNA karna sudah menelantarkan perasaanmu, Sica-ah, jika nanti kau membuka matamu, aku rela, aku rela memberikan hidupku untuk menebus penderitaanmu selama ini karnaku, dengan kebahagiaan yang memang pantas kau dapatkan. Aku mohon Sica-ah, bangunlah, karna aku tidak kuat melihatmu seperti ini, aku mohon…aku mohon….” Key membenamkan wajahnya di lengan Jessica yang dia genggam, air matanya membasahi punggung lengan Jessica, sambil menangis terisak. Tanpa Key sadari, ternyata dari ujung sudut mata Jessica pun mengalir setetes air matanya.

Keesokan harinya…

“Kkk..eeyy…” Jessica memanggil nama Key dengan suaranya yang lemah.

Key yang ternyata semalam tertidur di samping Jessica, langsung terhentak saat dia merasakan lengan Jssica yang semalaman dia genggam, mulai bergerak.

“Sica-ah, kau sudah bangun???” Key terperanjat dan menatap Jessica yang sudah membuka kedua matanya.

“Ehm…” jawab Jessica lirih di ikuti anggukannya pelan.

“Syukurlah kau sudah bangun Sica, aku sangat mengkhawatirkanmu” Key menitikan lagi air matanya, tapi kali ini air mata kelegaan karna akhirnya Jessica sudah sadar.

“Tunggu sebentar aku akan memanggil Dokter” Key memncet tombol di samping kasur Jessica untuk memanggil Dokter dan Suter. Dan tidak lama kemudian, Dokter dan para suster pun tiba di kamar Jessica.

“Syukurlah, nona ini sudah berhasil melewati masa kritisnya” ucap Dokter itu setelah memeriksa keadaan Jessica.

“Benarkah Dokter?? Jadi maksudnya, dia sudah lolos dari komanya?” tanya KEy tidak percaya.

“Ne…tuan, tolong tetap jaga kesehatan nona ini, karna dia masih harus banyak istirahat untuk memulihkan keadaannya”

“Ne..Dokter, aku akan menjaganya dan merawatnya sampai dia benar2 sembuh, terima kasih Dokter”

“Ne…kalau begitu kami permisi dulu”

3 hari kemudian….

“Sica-ah, aku benar-benar senang akhirnya aku bisa melihat senyumanmu lagi” ucap Key menyisirkan poni yang menutupi kening Jessica yang masih terbaring di kasurnya.

“Ehm..aku juga senang bisa melihat wajah tampanmu lagi, hehe..”

“Sica-ah, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu” Key menggenggam tangan Jessica.

“Mwo??”

“Sica, mau kah kau menjadi eomma dari anak-anakku nanti?” tanya Key manatap Jessica lekat.

“Key…”

“Sica, jadilah pendamping seumur hidupku, karna aku yakin hanya kau yang mmapu mencintaiku sedalam ini dan hanya kau yang mampu membuat eomma ku mencintaimu. Mau kah kau mencintaiku untuk seumur hidupmu?? Menjalani suka duka bersamaku??”

“Key…apa kau serius dengan ucapanmu??”

“Eoh,,,aku sangat yakin dengan ucapanku Sica”

“Key, tapi aku tidak pintar”

“Aku bisa mengajarimu untuk menjadi pintar”

“Aku tidak pandai masak”

“Eomma ku bisa mengajarimu untuk masak”

“Tapi aku manja dan kekanank-kanakan”

“Sikap manjamu sudah menjadi candu bagiku”

“Aku tidak suka anak kecil”

“Jika kau melahirkan anak kita, naluri keibuanmu akan muncul dengan sendirinya”

“Aku juga tidak…”

“Ssssttt…” Key menyentuh bibir Jessica dengan ujung jari telunjuknya.

Apapun kekurangan yang kau miliki, akan ku jadikan pelengkap dari kelebihan yang aku punya dan aku akan menerimamu apa adanya dirimu. Sica, will you marry me??

Jessica terdiam, dia mengingat mimpinya beberapa minggu lalu saat dia tertidur di kelas. Dia memimpikan Key yang melamarnya di sebuah taman, Jessica seolah tidak percaya jika mimpinya itu ternyata menjadi sebuah kenyataan.

“Sica, kenapa kau malah tersenyum??”

“Hehe..anhi. Key, kau ingat saat aku pernah tertidur di dalam kelas waktu mata kulaih Dosen Kim dan aku di hukum ke depan untuk mengerjakan soalnya??”

“Ah, itu iya aku ingat wae??”

“Kau tau saat itu aku sedang bermimpi sesuatu, kau tau aku mimpi apa??”

“Anhi, mwo??”

“Aku bermimpi kau melamarku di sebuah taman yang sangat indaaaaah sekali dan aku tadi tersenyum karna aku seperti tidak percaya jika mimpiku itu sekarang menjadi kenyataan, Key apakah sekarang aku sedang bermimpi lagi? Auuww…” Jessica mengerang kesakitan saat Key mencubit hidungnya.

“Key,,sakit..”

“Sakit kan?? Berarti kau sedang tidak bermimpi, saat ini aku benar-benar sedang melamarmu”

“Hehe..ia, aku senang karna ini bukan mimpi”

“Lalu, apakah kau mau menikah denganku Jessica Jung??” tanya Key lagi.

“Hmm….tidak ada alasan bagiku untuk menolak pria tampan sepertimu Key Kibum” jawab Jessica sambil mengedipkan sebelah matanya dengan nakal ke arah Key dan Key langsung memeluk Jessica.

“Gomawo Sica-ah, gomawo..” Key memperat pelukannya.

“Ehem..ehem…omo Nicole, sepertinya kita sudah masuk di saat yang tidak tepat yah, sebaiknya ayo kita keluar saja” ucap eomma Key yang tiba-tiba masuk bersama Nicole dan berniat untuk keluar lagi dari ruangan itu.

“Eomma jamkkaman..” ucap Key menghentikan langkah eomma nya.

“Eomma..maukah kau merestui pernikahanku dengan Jessica??”

“Ne..?? Omo.Kibum-ah, kau??”

“Ne..eomma, aku sudah memilih Jessica untuk menjadi menantu eomma” ucap Key menggenggam tangan Jessica dan menaruhnya di dadanya yang bidang itu.

“Guraeyo?? Sica-ah, apakah yang di katakan Kibum itu benar??” eomma Key melangkah menghampiri Jessica dan Key.

“Ehm..eommanim, apakah kau mau menerimaku sebagai menantumu??”

“Omo..tentu saja sayang, dengan senang hati” eomma Key memeluk Jessica dengan senyum bahagia.

“Jess, benarkah itu?? Aigo..akhirnya perjuanganmu selama 4 tahun ini tidak sia-sia Jess, kau berhasil mendapatkan pangeran impianmu” ucap Nicole bahagia.

“Eoh, Nicole-ah..”
“Aku turut bahagia untukmu jEss” giliran Nicole memeluk Jessica riang.

“Ehm.gomawo, aku juga akan mendo’akanmu semoga kau cepat mendapatkan seseorang yang terbaik untukmu, eoh?”

“Ne….hehe..”

Mereka semua tersenyum bahagia…..

1 tahun kemudian….

“Keeeeyyy, aku sudah tidak kuat lagi” teriak Jessica meremas tangan Key erat saat dia sudah berada di ruang bersalin.

“Chagi-ah, bertahanlah…” ucap Key menahan sakit karna Jessica meremas tangannya dan sedikit mencakarnya.

“Keey,,lihatlah hasil perbuatanmu ini, kau membuatku kesakitan dan mulas seperti ini, eeuuhhh..” Jessica mempererat remasannya di tangan Key.

“Ia aku tau, tapi bukanka sekarang aku sedang bertanggung jawab atas perbuatanku itu?? Makannya aku menemanimu di sini, bertahanlah chagia, sebentar lagi Dokternya datang”

“Ah..nona biar saya lihat” ucap sang Dokter yang akhirnya masuk ke ruangan bersalin dan melihat miss V Jessica.

“Nona, tarik nafasmu dan atur, kepala bayimu sudah terlihat”

“Dokter cepat keluarkan bayinya, aku sudah tidak kuat lagi”

“Nona, anda yang mengandungnya jadi anda yang harus mengeluarkannya, maka dari itu tarik nafas anda, dan saya akan membantu bayi anda keluar”

“Euu…euu…”

“Ayo..lagi nona, sedikit lagi…

“Keeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeyyyyyyyyyy…..”

“oaa…oaa..oaa…”

“Huft…” Jessica menghela nafas panjang karna lega.

“Tuan, selamat putri nada sudah lahir dengan selamat” ucap Dokter itu memberikan bayi yang baru di lahirkan Jessica pada Key.

“Ya Tuhan, chagia, lihatlah dia putri kita, dia sangat cantik sepetrimu” ucap Key memandangi bayi mungil yang ada di pelukannya.

Dan setelah berada di gendongan Key sang appa, bayi itu tiba-tiba berhenti menangis, mencoba untuk membuka matanya sedikit demi sedikit dan mengedip ke arah Key.

“Yaakk,,,chagia, lihat, putri kita mengedip padaku?? Omo..putriku, jangan sampai kau menuruni sifat genit eomma mu, nak”

“Yaaakk..Key Kibum, kau sudah bosan hidup yah??”

“Hehe..chagia, ini cepat susui dia” Key menyerahkan bayi nya pada Jessica.

“Key,,bagaimana cara menyusuinya??”

“Tempelkan bibirnya di nipple mu”

“Auww..sakit Key”

“Bertahanlah demi bayi kita, bukankah aku juga sering melakukannya padamu, tapi kau malah kenikmatan”

“Yaaaakkk..KEY KIBUUUUUUMMM”

JEDUUKKK…

Key tersungkur jatuh ke lantai karna Jessica masih sempat menendang Key dengan kakinya.

2 hari kemudian….

Setelah berada di Rumah Sakit selama 2 hari, akhirnya Jessica dan bayinya sudah di perbolehkan pulang. Eomma Key menyambut gembira kehadiran cucu pertamanya itu, begitu juga dengan Nicole yang menyambut bayi mungil itu yang tak lain adalah keponakannya sendir dari sahabat baiknay Jessica dan juga Key.

“Putriku, tumbuhlah menjadi anak yang pintar dan berbakti pada eomma dan appa mu ini, eoh??” ucap Key sambil mengelus lembut pipi putrinya itu yang tidur di tengah-tengah dirinya dan Jessica.

“Eoh.putri eomma, kelak kau harus mendapatkan pria yang setampan appa mu, eoh? Eomma mencintaimu sayang” Jessica mencium pipi putrinya, di ikuti oleh Key.

“Chagi-ah, terima kasih untuk kebahagiaan terindah yang kau berikan padaku sekarang ini. Aku benar-benar bahagia, saranghae chagia-ah, nomu saranghae…” Key mencium kening Jessica.

“Choenmaneyo yobo, aku juga benar-benar bahagia memilki keluarga kecil bersamamu, nado saranghae yobo….” Jessica tersenyum manis pada Key, lalu mereka berdua sama-sama memeluk bayi mereka.

~ HAPPY ENDING ~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s