[TWOSHOOT] My Sweetest One

Author : r13eonnie 강 하이에나

Main Cast :

♥ Key Kibum

♥ Jessica Jung

♥ Nicole

Genre : Romance, Friendship

Rating : T

Type : Two Shoot

Poster by Vhii Kikey shawol

Disclaimer : Pemerannya milik Tuhan semata, plotnya milik saya, tapi ada scene yang terinspirasi sama scene di Drama God of Study..;D

A / N : Suka komentar, ga suka jangan BASHING….;D

Read, Like and Comment

Author POV

“Sica…kau tau, sebenarnya selama ini aku menyimpan perasaan padamu. Maaf karna aku sering bersikap dingin padamu, aku juga selalu berbicara ketus, kasar dan seolah tidak menganggapmu, tapi asal kau tau itu aku lakukan karna aku sedang mengujimu, seberapa dalam kau mencintaiku dan seberapa jauh kau ingin mendapatkanku. Dan sekarang aku sudah -benar yakin kalau kau memang mencintaiku dengan tulus, kau wanita yang paling bertahan dengan sikapku yang selalu dingin. Sekarang aku ingin mengatakan sesuatu padamu, will you marry me???” Key berlutut di hadapan Jessica di sebuah taman indah yang di hiasi dengan bunga2 bermekaran, satu per satu ada daun berjatuhan dan mengenai mereka.

Jessica yang ada dalam posisi berdiri hanya mampu menatap takjub pria yang di cintainya selama beberapa tahun ini dan sekarang sedang berlutut dan mengungkapkan isi hatinya yang selama ini Jessica tunggu-tunggu. Jessica belum menjawab, mulutnya bergetar menahan air mata yang ingin jatuh di kedua sudut matanya. Merasakan haru yang begitu mendalam.

“Sica, apa kau mendengarku?? Apa perlu aku ulangi ucapanku?? Apakah kau mau menikah denganku??” ucap Key mengulang ucapannya.

Lagi-lagi Jessica hanya terpaku dan Key mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Jessica dan berkali-kali memanggil namanya.

“JESSICA JUUUUUUUUNNNGG” teriak seseorang memanggil nama Jessica.

“Ia,,Key aku mau menikah denganmu” teriak Jessica mantap dan terperanjat dari tempat duduknya.

Sontak ucapan Jessica barusan membuat seisi kelas tertawa terbahka-bahak dan Jessica yang baru terbangun dari tidurnya menatap bingung ke arah sekeliling yang sedang menertawakan puas dirinya. Dan di hadapannya sekarang sudah berdiri Dosen yang sedari tadi memanggil-manggil namanya.

“Jessica, ini sudah yang ke sekian kalinya kau tidur sewaktu mata kuliahku, sekarang kau maju ke depan” ucap sang Dosen dengan tatapan sinis dan sedikit hentakan di setiap ucapannya.

“Ehmm,,maaf Dosen Kim, tta..ppi untuk apa aku ke depan??” tanya Jessica polos dan gugup.

“Karna daritadi kau tidak menyimak pelajaranku dan malah asyik bermimpi, sekarang kau harus menjawab pertanyaan yang ada di depan” sang Dosen menunjuk ke arah Whiteboard yang ada di depan kelas.

“Na…???” Jessica menunjuk hidungnya sendiri.

“Iya kau, lalu kau pikir aku menyuruh siapa lagi???”

“Ehhm..tapi aku…Yaakk..Nicole-ah, bantu aku” bisik Jessica pada Nicole sahabat baiknya itu.

“Mian Jess aku tidak bisa membantumu kali ini, kau tau Dosen Kim itu seperti apa, lagipula kenapa kau suka sekali tidur setiap kali pelajarannya?? Tadi aku sudah membangunkanmu berkali-kali tapi kau tetap tidak mau bangun” bisik Nicole.

“Hei..tunggu apalagi??? Aku menyuruhmu ke depan mengerjakan pertanyaan di depan, bukan untuk berdiskusi dengan temanmu, cepat kau kerjakan atau kau keluar dari sini sekarang juga”

Jessica menahan air mata sekaligus rasa malu yang menyerang dirinya, sekarang semua orang mungkin sedang menatapnya, menunggu untuk bisa menertawakan dirinya lagi saat dia harus ke depan dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang ada di Whiteboard itu. Dengan ragu akhirnya Jessica berdiri dan dengan langkah yang berat dia mulai menghadap papan tulis, memegang spidol dengan tangan bergetar dan keringat dingin mulai menyerang sekujur tubuhnya. Suasana kelas mulai hening, seakan mereka semua sedang terfokus pada Jessica yang berada di depan kelas.

Setengah jam berlalu…

“Dosen Kim, kalau kita harus menunggunya menjawab pertanyaan itu, kapan aku bisa menulis lanjutan dari catatanku ini” ucap salah seorang mahasiswa sambil mengangkat tangannya.

Dosen itu menatap ke arahnya lalu melihat lagi ke arah punggung Jessica.

“Kibum kau benar, kalau kita harus menunggunya menjawab pertanyaan di depan, sampai tahun berganti pun dia tidak akan mampu menjawabnya. Baiklah, Jessica kau boleh kembali ke tempat dudukmu, kali ini kau selamat dari hukumanku” ucap Dosen Kim sinis.

Jessica berbalik, tubuhnya masih bergetar. Dia tak mampu mengangkat kepalanya untuk menatap semua orang yang sedang memandang ke arahnya sekarang ini. Terlebih lagi, dia tidak mampu memandang wajah Key yang sudah menyelamatkannya dari hukuman sang Dosen.

“Jess, gwaenchana??” tanya Nicole cemas melihat wajah Jessica yang berubah jadi pucat pasi.

“….” Jessica tidak menjawab, setetes air mata singgah di ujung sudut matanya.

“Hei..sudah jangan menangis, harusnya kau senang karna Key sudah menyelamatkanmu lagi” Nicole mengusap punggung Jessica memberinya kekuatan.

“Ne,,tapi aku benar-benar malu, lagi-lagi aku bertindak bodoh di depannya” Jessica tertunduk dalam.

“Sudahlah, yang jelas sekarang yang harus kau rubah, jangan pernah lagi tertidur saat mata kuliah berlangsung, arasso??”

“Ehmm..Nicole gomawo, kau memang sahabatku yang paling baik”

“Itulah gunanya seorang sahabat” Nicole tersenyum lebar dan membuat Jessica pun ikut tersenyum.

***

“Key jamkkaman…” Jessica berlari mengejar langkah Key yang lebih dulu keluar dari kelas.

“Hari ini kau ada acara tidak??”

“Hari ini aku sedang ingin di rumah” jawab Key datar.

“Kalau begitu aku main ke rumahmu yah” rajuk Jessica manja.

“Mau apa sih, yang ada kau membuatku tidak bisa istirahat”

“Ayolah, aku bosan diam di apartement terus sendirian, lagipula aku merindukan eomma mu, sudah lama aku tidak ke rumahmu, eoh??” Jessica merangkul lengan Key.

“Terserah kau saja”

“Yes,,gomawo suamiku, kau memang paling baik, hehe…”

@Key’s House

“Annyeong eomma aku pulang…”

“Ah..Kibum-ah, kau sudah pulang, nak…” jawab eomma Key dari dapur karna rumahnya yang kecil jadi tidak ada sekat yang memisahkan setiap ruangan di rumah itu.

“Annyeong eommanim….” sapa Jessica sumringah.

“Ah..annyeong Sica-ah”

“Omoo..sudah lama sekali kau tidak ke sini sayang” eomma Key mencium kedua pipi Jessica.

“Ne…mianhaeyo eommanim, belakangan ini sibuk dengan tugas-tugas kuliah, hehe..Eommanim, kau sedang apa??”

“Ehm..eomma sedang membuat pesanan kue sayang..”

“Eommanim, boleh aku bantu??”

“Ye..? Tapi nanti bajumu kotor, andwae bajumu itu pasti mahal, kan sayang kalau kotor?”

“Ah..eommanim, itu tidak masalah, aku kan bisa pake ini, eotthae??” Jessica mengambil satu celemek yang berada di meja.

“Kau yakin??”

“Eoh,,,ayo apa yang harus aku lakukan sekarang??” tanya Jessica antusias.

2 jam kemudian…

“Eomma..aku lap…..” ucap Key saat dia bangun dari tidurnya dan tidak sempat meneruskan kata-katanya karna dia melihat pemandangan yang membuatnya tersenyum sendiri.

Key melihat Jessica tertawa lepas dengan eomma nya saat membuat kue bersama. Tampak keakraban di antara mereka berdua yang begitu lekat. Jessica, gadis cantik, kaya, manja, dan sensitif itu mencintai Key selama 4 tahun belakangan ini, di saat mereka pertama kali masuk Universitas. Jessica selalu memperlihatkan perhatiannya yang begitu dalam pada Key, bahkan dia selalu menginginkan Key bisa menjadi suaminya kelak. Namun Key yang cenderung acuh dan dingin itu, seolah tidak pernah menganggap apa yang di lakukan Jessica padanya. Dia kadang merasa risih jika Jessica selalu bersikap manja padanya, dan Key selalu menjuluki Jessica sebagai “Ghost woman” karna Jessica selalu tiba-tiba muncul di hadapan Key di manapun dia berada.

“Kibum-ah, kau sudah bangun??” lamunan Key buyar saat eommanya menghampirinya.

“Ah,, ne eomma”

“Yoboooo..kau sudah bangun, eoh??” Jessica menghampiri Key dan merangkul tangan Key manja namun Key cepat-cepat menepisnya dan membuat Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Eomma hari ini kau masak apa?? Aku lapar…” Key mengelus perutnya yang mulai keroncongan.

“Omo..Kibum-ah, mian karna hari ini eomma sibuk membuat kue, jadi eomma belum sempat masak, kau beli saja di luar yah”

“Lagi??” tanya Key lemas.

“Yobo,,bagaimana kalau kita makan di luar saja, eoh??”

“Hash….biar aku makan sendiri saja” Key mengambil jaketnya dan keluar dari rumah.

“Yobo,,tunggu…” Jessica berlari tergopoh-gopoh (?) sambil membenarkan High Heelsnya yang masih belum menempel (?) sepenuhnya di kakinya.

“Yobo,,kau mau makan di mana??”

“…..”

“Yobo…..aku sedang bertanya padamu kenapa kau tidak menjawab???”

“Sudah berisik, cerewet sekali” jawab Key lalu duduk di tempat makan di pinggiran jalan yang tidak jauh dari rumahnya.

Belum lama mereka berdua duduk, datang Nicole yang juga akan makan di tempat itu.

“Nicole..” Jessica melambai ke arah Nicole dan Nicole membalas lambaian Jessica.

“Sini….”

Nicole akhirnya menghampiri Jessica dan Key, duduk di bangku di hadapan Jessica.

Key terdiam, dan hanya memberikan senyum tipis ke arah Nicole.

“Kau mau makan juga di sini???” tanya Jessica.

“Eoh,,tadi eommaku tidak sempat masak jadi aku di suruh makan di luar” Nicole memasang wajah kecut.

“Wah,,kau dan Key ko bisa sama yah, tadi juga eomma Key tidak sempat masak karna harus membuat pesanan kue jadi di suruh makan di luar, makannya kami mau makan di sini, hehe…”

“Oh..jadi tadi kau di rumahnya yah??” tanya Nicole tanpa menoleh ke arah Key.

“Eoh,,tadi pulang dari kampus aku di ajak main ke rumahnya, lalu aku membantu eommanya membuat kue, hehe..”

“Kau yang mau ke rumahku bukan di ajak olehku. Sudah jangan bicara lagi, aku sudah lapar berat, awas aku mau pesan makannya dulu, kau pesan saja sendiri” jawab Key ketus dan menghampiri si bibi penjual makanannya.

Setelah selama hampir satu jam mereka berada di sana, Key langsung beranjak dan pamit pada Nicole. Jessica yang juga pamit pada Nicole langsung mengekori Key.

“Key, antar aku pulang ya, ini kan sudah mulai petang” rajuk Jessica.

“Aku kan tidak menyuruhmu main ke rumahku, kau yang mau kan, jadi kau pulang saja sendiri” Key tetap melangkah tanpa menoleh Jessica.

“Yobooo…”

“Sudah aku bilang berkali-kali jangan panggil aku seperti itu, aku ini bukan suamimu, arasso??” bentak Key.

“Tapi aku suka memanggilmu seperti itu, kau mau apa??”

“Dasar wanita aneh”

“Yah, aku memang aneh dan aku mungkin juga gila, tapi aku aneh dan gila juga karna dirimu, PUAS?? Baiklah aku pulang sendiri, aku tidak butuh di antar olehmu” Jessica membalikkan badannya kasar dan memanggil taksi, menutup pintu Taksi dengan keras, Key hanya menggeleng dan melanjutkan lagi langkahnya.

Keesokan harinya…

“Jess,,ada apa denganmu??? Kenapa mukamu di tekuk begitu??” tanya Nicole saat Jessica sampai di kelas dan duduk di sebelah Nicole.

“Moodku sedang tidak bagus, jadi lebih baik kau jangan banyak bertanya padaku hari ini kalau kau tidak mau kena marah olehku” Jessica memajukan bibirnya.

“Ckckck..ne, ara..ara…aku tidak akan mengganggumu”

Key melewati tempat duduk Jessica dan Nicole, namun reaksi Jessica tidak seperti biasanya, dia memalingkan wajahnya saat Key tepat melintas di sampingnya. Dan Nicole hanya menggeleng karna dia sudah bisa menebak kalau sahabatnya itu pasti sedang marah pada Key makannya tadi dia bilang moodnya sedang tidak baik.

“Annyeong semuanya…” sapa Dosen Hye saat masuk ke kelas.

“Annyeong Dosen Hye….”

“Oya,,hari ini saya akan memberikan pengumuman, kalau pekan ini kampus kita akan mengadakan bakti sosial di salah satu panti asuhan di Seoul. Jadi diharapkan di setiap kelas memberikan perwakilannya. Nah,,untuk itu saya akan memilih beberapa mahasiswa untuk mengikuti kegiatan itu. Di tangan saya ini sudah ada beberapa nama yang saya pilih, saya harap kalian tidak ada yang menolaknya atau beralasan untuk tidak mau mengikutinya, arasso??”

“Ne….algeseumnida…”

“Suzy, Minho, Sulli, Taemin, Nicole, Kibum, Lee Jinki, dan….Eunjung” *semua nama itu cuma support cast aja yah, jadi ga ada dialognya, hehe…

“Bu apa saya boleh mengajukan diri untuk ikut??” Jessica mengacungkan tangannya.

“Jess, kau yakin ingin ikut??”

“Ne…lagipula saya belum pernah mengikuti kegiatan seperti itu”

“Baiklah, kalau begitu kau boleh ikut. Baik, jadi perwakilan dari kelas ini ada 9 orang, saya harap nama yang saya sebutkan tadi akan benar-benar hadir di hari H nya nanti, arasso?? Sekarang kita mulai pelajaran kita…”

***

“Jess,,kau yakin ingin ikut kegiatan itu??” tanya Nicole saat mereka berdua istirahat di kantin kampus.

“Wae?? Apa kau ragu aku mau mengikutinya??”

“Bukannya begitu, tapi biasanya kan kau paling malas untuk mengikuti acar-acar seperti itu?? Kau tau, kita akan menemui banyak anak2 kecil di sana, dan kau kan tidak suka anak kecil, kau yakin kau bisa tahan??”

“Eoh…kau tidak usah khawatir, justru aku ingin mencobanya, kau tenang saja aku pasti bisa”

“Kau mau mengikutinya karna Key juga ikut, kan??”

“Mwo?? Haha..kau ini sok tau, sudah ah ayo kita pesan makan aku sudah lapar”

3 hari kemudian…

Para mahasiswa Konguk University yang mewakilkan diri dari tiap jurusan, sudah hadir di salah satu Panti asuhan terbesar di Korea Selatan. Membawa pakaian, makanan pokok, perlengkapan tidur dan juga nasi bungkus. *ni mau nyumbang ke panti asuhan atau korban bencana??hihi..;D skip

Pihak kepala Panti Asuhan menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan antusias. Apalagi beberapa anak kecil terlihat sumringah karna mereka tau para eonni, noona, hyung dan oppa itu akan memberikan bantuan untuk mereka. Selain memberikan bantuan, pihak kampus juga memberikan sedikit hiburan untuk para anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan itu, membawakan beberapa lagu dan juga Dance ala Kpop. Semua anak-anak itu tertawa lepas dan tampak senyum kebahagiaan di raut wajah mereka.

Key, yang juga ikut hadir di sana tidak henti-hentinya menatap Nicole yang begitu akrab dengan beberapa anak Panti yang mengitarinya. Nicole duduk di tengah-tengah mereka, mendudukan salah satu anak kecil di pangkuannya, menggengam tangan anak itu untuk bertepuk tangan dan sambil ikut menyanyi. Key juga melihat senyum tulus di wajah Nicole, saat bersama anak-anak itu Nicole tampak benar-benar tulus menghibur mereka. Dan anak-anak itu juga terlihat nyaman berada di dekat Nicole. Di sisi lain, Jessica yang selalu mengekori Key mulai memasang wajah kecutnya karna Key tetap mengacuhkannya dan seolah tidak menganggapnya ada di sana. Padahal Jessica sudah berusaha untuk ikut berbaur dengan beberapa anak kecil di sana, namun dia tidak bisa menahan emosinya yang notebane nya tidak menyukai anak kecil, karna baginya anak kecil itu sangat berisik dan merepotkan.

“Eonni…eonni…aku mau kencing” ucap salah seorang anak perempuan yang kira2 umurnya baru 3 tahun dengan kata-kata yang masih cadel dan menarik-narik baju Jessica.

“Mwo??? Ehm,,tapi…aku…”

“Eonni…aku ingin kencing” ucapnya lagi sambil menggoyangkan kakinya yang menahan kencing.

“Asshh..ara…ara..kajja kita ke toilet” mau tidak mau Jessica menuntun anak kecil itu ke toilet.

Jessica menutup idungnya rapat saat anak perempuan itu ternyata bukan hanya buang air kecil tapi juga buang air besar. Jessica benar-benar kesal dan akhirnya menelfon seseorang.

“Nicole, kau di mana?? Kau bisa ke sini tidak?? Cepat tolong aku” ucap Jessica dengan suara yang mempat karna hidungnya masih di tutup.

“Memang kau di mana??”

“Aku di toilet, cepat kau ke sini”

“Ne..arasso, aku segera ke sana tunggu aku”

Tidak lama kemudian Nicole menghampiri Jessica di toilet.

“Jess,,waegurae??”

“Nicole,,untung kau cepat datang, lihat bocah ini tadi minta tolong padaku ingin kencing, taunya sampai sini dia malah buang hajat, uooo..aku tidak kuat mencium baunya, aku mau pergi kau saja yang cebok dia” Jessica dengan kilat pergi dari sana.

“Annyeong adik kecil, apa kau sudah selesai buang airnya??” tanya Nicole lembut.

“Ehm….” anak kecil itu mengangguk dan tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu eonni siram yah dan mencuci pantatmu, hehe…”

Key yang ternyata tidak sengaja lewat toilet itu, lagi-lagi melihat kelembutan yang diberikan Nicole. Key bersembunyi di balik tembok, dia menatap ke arah Nicole dan tersenyum sendiri.

“Nicole, kau memang seperti malaikat” gumam Key.

Setelah hari mulai petang, akhirnya semua Mahasiswa itu pamit pada pihak Panti Asuhan dan juga anak-anak kecil di sana. Ada beberapa anak kecil yang sedih dan menangis, ada juga satu anak kecil yang menahan Nicole untuk tidak pulang dan membuat semua orang menatap kagum pada Nicole karna mereka tau anak itu pasti sudah merasa nyaman di dekat Nicole meskipun baru bertemu beberapa jam yang lalu. Setelah di bujuk, akhirnya anak itu mau melepaskan Nicole walaupun sambil menangis kencang.

Sepulang dari Panti Asuhan , mereka berkumpul di Kampus dulu untuk mengurus sesuatu. Setelah selesai mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing. Nicole berjalan sendirian keluar dari kampus, Key yang melihatnya langsung berlari mengejarnya.

“Hei…” sapa Key saat langkahnya sudah beriringan dengan Nicole.

“Hei…” Nicole menoleh pada Key.

“Aku boleh berjalan bersamamu kan?? Bukankah rumah kita searah??”

“Ye..?? Ah,,ne…”

“Oya…apa kau memang menyukai anak kecil??” tanya Key.

“Ne..??”

“Ehmm,,tadi aku melihatmu di Panti Asuhan, sepertinya kau sangat dekat dengan mereka dan mereka juga tampaknya sangat nyaman berada di dekatmu, buktinya tadi ada anak kecil yang menahanmu untuk tidak pulang”

“Oh..itu, iya aku memang menyukai anak kecil, sangat menyukai mereka malah, hehe…Karna dulu aku punya adik perempuan yang masih berumur 3 tahun, tapi dia meninggal karna sakit. Jadi, sejak saat itu aku sangat menyukai anak kecil, karna dengan begitu aku seperti melihat sosok adikku”

“Oh..maaf kalau pertanyaanku membuatmu teringat adikmu”

“Gwaenchana…” jawab Nicole tersenyum.

“Entah kenapa aku selalu senang melihat senyumannya seperti itu, membuatku merasa nyaman dan tenang. Aku juga selalu merasakan degup jantungku yang tidak normal setiap kali melihatnya, apakah aku sedang jatuh cinta padanya??” gumam Key pada hatinya sambil menatap terus Nicole.

@Jessica’s apartement…

“Key,,kenapa kau tadi terlihat antusias mengejar Nicole? Kau mau jalan pulang bersamanya, tapi denganku??? Selalu aku yang mengejarmu dan malah kau selalu menyuruhku jangan mengikutimu. Key kau sedang tidak jatuh cinta dengannya kan??” ucap Jessica sambil memandangi foto Key yang dia simpan rapi di frame fotonya.

Drrtt..ddrrttt….

“Hei..Jess, kau sedang apa??”

Jessica menatap layar Hp nya, pesan dari Nicole.

“Aku sedang tiduran, baru sampai apartement, kau??”

“Aku juga sedang tiduran, baru selesai mandi. Oya kau sudah mandi belum?? Cepat mandi, tidak biasanya kau tidak langsung mandi?? Hehe…Oya bagaimana acara kegiatan sosial tadi?? Menyengangkan bukan?? Hehehe…^^”

“Anhi…aku benar-benar kesal malah, anak kecil tadi membuatku mual sampai sekarang…>.< “

“Hahaha….hei Jess, kau harus belajar menyukai anak kecil, bagaimana kau mau menikah dengan Key?? Nanti kalau kau punya anak dengannya, bagaimana kau bisa mengurusnya??? Hehe….”

“Lebih baik aku menyewa baby sitter saja, aku tidak mau cape…”

“Hahaha..kau ini, ya sudah sana cepat mandi lalu istirahat. Selamat malam sahabatku..saranghae…<3 “

“Nado saranghae chingu ya….”

Jessica termenung, melihat perhatian yang di berikan Nicole padanya. Ada perasaan takut menghinggapinya, seandainya ketakutannya tentang Key menyukai Nicole itu benar-benar terjadi, apa yang akan dia lakukan?? Di satu sisi Nicole sahabat baiknya sejak pertama kali dia masuk kuliah. Nicole lah yang pertama mengajaknya kenalan dan mau duduk dengannya. Tapi di sisi lain, Key adalah laki-laki yang sangat dia cintai sejak pertama masuk kuliah juga. JEesica benar-benar tidak bisa berfikir jika ketakutannya itu suatu saat akan menjadi sebuah kenyataan dan mimpi buruk baginya.

Hari-hari berlalu, Jessica sering menangkap basah Key yang memandang lekat Nicole jika sedang di kelas, di kantin atau di manapun. Key jadi sering mengajak Nicole pulang bersama, sesekali Key juga menanyakan beberapa mata kuliah yang tidak dia mengerti pada Nicole karna memang Nicole terbilang mahasiswi yang pintar dan teladan di kampus. Jessica yang duduk di sebelah Nicole hanya mampu menahan dirinya untuk tidak memperlihatkan rasa cemburunya, justru Jessica masih bersikap seperti biasanya, yang selalu bersikap manja pada Key.

“Annyeong semuanya…” sapa Dosen Kim.

“Annyeong….”

“Hari ini Ibu akan memberikan tugas kelompok pada kalian yah, dan satu kelompok akan terdiri dari 3 orang. Kalian boleh memilih sendiri orang-orangnya, baiklah mulai dari sekarang pilih siapa orang yang akan kalian ajak jadi kelompok kalian” perintah Dosen Kim.

Semua mahasiswa berlalu lalang, duduk dengan orang yang mereka pilih, ada juga yang berlari karna takut orang yang di pilihnya itu di ambil orang. Jessica yang memang duduk si sebelah Nicole, tidak bergerak dan masih duduk di tempat mereka sampai ada satu orang yang akan menawarkan diri untuk bergabung dengan mereka dan ternyata itu adalah Key.

“Boleh aku bergabung dengan kalian??” tanya Key dan spontan Jessica dan Nicole pun menoleh.

“Omo..yobo, kau mau gabung denganku?? Huaaa..senangnya ternyata kau menawarkan diri untuk mau gabung denganku, hihi..” Jessica sumringah dan melompat-lompat riang sambil memeluk lengan Key, Key hanya pasrah tangannya di peluk Jessica seperti itu dan Nicole hanya tersenyum simpul menyambut Key.

“Oya…bagaimana kalau kita mengerjakan tugasnya di rumahmu saja Nicole, eotthae??” tanya Jessica antusias.

“Tapi….”

“Ayoolaaah, eoh??” rayu Jessica dan akhirnya Nicole pun mengangguk tanda setuju.

@Nicole’s House…

“Annyeong Nicole, kami datang…” sapa Jessica riang saat sampai di rumah Nicole bersama Key.

“Annyeong Jess, oya ayo masuk…” suruh Nicole pada Jessica dan Key.

“Maaf yah, kalau rumahku jelek”

“Yaakk…kau ini bilang apa sih, aku benci kau bicara seperti itu” ucap Jessica yang masih melingkarkan tangannya di lengan Key.

“Eomma mu mana??” tanya Key.

“Ehmm,,eomma….”

“Annyeong Nicole, eomma pergi dulu yah” ucap eomma Nicole yang tibat-tiba keluar dari kamarnya dengan dandanan yang super nyentrik (?)

“Annyeong ahjumma..” sapa Jessica.

“Omo…ternyata ada temannya Nicole yah, hello Jess apa kabarmu sayang” ucap eomma Nicole sambil mencium pipi Jessica.

“Kabarku baik ahjumma, bagaimana denganmu??”

“Ah..bibi juga baik, oya ini siapa??” tanya eomma Nicole menunjuk ke arah Key.

“Ah..annyeong ahjumma, Kibum imnida, aku teman sejurusannya Nicole dan juga Jessica” ucap Key membungkukkan badannya.

“Omo…Nicole-ah, temanmu ini tampan sekali, sayang yah eomma sudah tidak muda lagi, kalau eomma masih muda pasti eomma mau punya pacar seperti dia, hehe..” ucap eomma Nicole sambil memandang Key dari atas sampai bawah dan tersenyum genit.

“Eomma….” bentak Nicole.

“Ah…sayang, kau jangan marah seperti itu, eomma hanya bercanda ko, hehe..Baiklah kalau begitu eomma pergi dulu yah, eomma masih banyak urusan, oya Jess, Kibum, bibi tinggal dulu yah, annyeong..”

“Ne..annyeong ahjumma..” jawab Jessica dan Key serempak.

Setelah eomma Nicole pergi, akhirnya Jessica dan Key pun memulai kegiatan mereka untuk mengerjakan tugas yang di berikan Dosen Kim.

“Oya, apa kalian lapar???” tanya Nicole di tengah-tengah aktifitas mereka.

“Eoh,,Nicole-ah, aku sangat lapar, apa kau punya makanan??” ucap Jessica manja dan mengelus perutnya.

“Hmm..tunggu sebentar yah, aku buatkan kalian makanan” Nicole beranjak ke dapurnya.

Key masih tampak serius mengerjakan tugasnya dan Jessica tidak henti-hentinya memandang wajah Key yang terlihat sangat semakin tampan jika sedang serius seperti itu.

“Sampai kapan kau akan terus memandangku seperti itu??” tanya Key masih tetap menulis dan menyadari kalau Jessica terus memandanginya.

“Eoh..?? Ah,,,ketauan deh aku sedang mamandangmu, hehe..” jawab Jessica polos.

“Aku mau ke toilet dulu” Key menghentikan aktifitasnya dan beranjak dari tempat duduknya.

“Kau mau ikut aku ke toilet??” ucap Key sinis karna Jessica ternyata juga ikut berdiri.

“Ne..?? Ah, anhi, hehe…”

Saat Key akan ke toilet, dia tidak sengaja mendengar jeritan kecil dari arah dapur, spontan dia lari ke arah dapur dan melihat Nicole yang sedang kesakitan dan ada darah di salah satu jarinya.

“Nicole, gwaenchana??” Key dengan sigap menarik tangan Nicole dan menghisap jari Nicole yang mengeluarkan darah.

“Auw…” Nicole mengernyit karna merasakan perih saat Key menghisap jarinya.

“Darahnya sudah ku buang, apa masih sakit??” tanya Key cemas.

“Anhi..sudah tidak sakit, gomawo” jawab Nicole gugup dan memalingkan pandangan dari tatapan Key yang begitu dalam.

“Key….jika jariku yang terluka seperti itu, apa kau juga akan melakukan hal itu padaku??? Kenapa harus Nicole yang kau beri perhatian?? Padahal selama ini aku yang selalu memberi perhatian padamu, tapi justru kau tidak pernah merasakannya” ucap Jessica lirih dalam hatinya saat tidak sengaja menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya sakit.

“Nicole, apa yang terjadi??” tanya Jessica yang membuat Nicole terhentak kaget dan gugup.

“Ah..Jess, aku….”

“Gwaenchana…oya mian sepertinya aku tidak bisa meneruskan tugasnya hari ini, aku sangat lelah, aku mau pulang dulu” ucap Jessica lalu mengambil tasnya dan pergi.

“Jess tunggu…” Nicole berusaha mengejar, namun akhirnya dia menyuruh Key mengejar Jessica.

“Kibum, cepat kejar dia”

“Na..?? Kenapa harus aku???”

“Jebal..” Nicole memohon dengan tatapan memelas.

“Baiklah, kalau begitu aku juga sekalian pulang” Key membereskan buku-buku nya dan mengambil tas dan mengejar Jessica.

“Sica, tunggu…” Key berusaha menyusul langkah Jessica.

“Sica, maaf soal tadi…”

“Kau tidak perlu minta maaf Key, itu hak mu…Lagipula apa hak nya aku marah padamu” ucap Jessica datar dan tidak menghentikan langkahnya.

“Lalu kenapa kau tiba-tiba ingin pulang??”

“Seperti yang tadi aku bilang, aku lelah dan aku ingin istirahat” ucap Jessica menghentikan langkahnya saat dia sudah berada di jalan raya dan memanggil Taksi.

“Jamkkaman..” Key menarik tangan Jessica sebelum dia masuk ke dalam Taksi.

“Aku mohon jangan marah…” ucap Key menatap Jessica lekat.

Jessica tidak menjawab, dia melepaskan genggaman Key dan langsung naik ke dalam Taksi.

Keesokan harinya….

“Yoboooo….” Jessica memanggil Key yang sedang berjalan sendirian menuju kelas.

“Sica…” Key menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Jessica yang sedang berlari ke arahnya.

“Yoboo…maafkan aku karna kemarin aku bersikap dingin padamu, tidak seharusnya aku seperti itu, hehe..Oya sebagai permintaan maafku, aku membuatkan ini untukmu” Jessica memberikan tupperware kecil pada Key.

“Igo mwoya??”

“Bukalah..” ucap Jessica sumringah.

“Ini…kau yang membuatnya??” tanya Key kaget saat membuka tupperware itu berisi nasi yang di hiasi beberapa lauk pauk yang di bentuk menyerupai wajanya.

“Eoh,,aku sengaja bangun pagi-pagi hanya untuk membuat bekal ini untukmu, kau suka??”

“Ehmm…bagus, gomawo Sica” Key menutup kembali tupperwarenya.

“Kalau begitu, nanti saat istirahat kau harus memakannya, eoh??”

“Ne….”

“Kalau begitu kita masuk kelas bersama, kajja….” Jessica merangkul lengan Key manja.

Saat mata kulaih pertama berakhir, Jessica mengajak Key untuk ke kantin bersama dan Jessica juga tidak lupa mengajak sahabat baiknya, Nicole.

“Yobo, aku ke toilet dulu yah” ucap Jessica saat mereka bertiga sudah duduk di kantin.

Key mengeluarkan makanan yang di beri Jessica di depan Nicole.

“Wow…tumben kau bawa bekal” tanya Nicole kaget.

“Tadi, Jessica yang membuatkannya untuku”

“Oh…pantas saja nasinya di bentuk dengan indah, aku salut padanya, dia benar-benar tidak pernah menyerah untuk menarik perhatianmu”

“Tapi sampai detik ini aku hanya menganggapnya sebagai teman dan tidak lebih” ucap Key datar.

“Benarkah??? Tapi aku yakin suatu saat kau pasti akan mencintainya dan menyadari semua yang di lakukannya selama ini padamu”

“Nicole, asal kau tau saja, sebenarnya aku menyukaimu bahkan sangat menyukaimu. Aku menyukai kesederhanaanmu, aku menyukai kelembutanmu, aku menyukai ketulusanmu dan aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Tapi apakah mungkin kau memiliki rasa yang sama denganku??” ucap Key dalam hati.

“Yoboseyo…” ucap Nicole saat dia mengangkat telfon dari seseorang.

“MWO????” Nicole tiba-tiba terkejut ketika mendengar ucapan dari seseorang di sebarang sana.

“Ne..aku akan segera ke sana” Nicole menutup telfonnya dan beranjak dengan panik.

“Nicole, waegurae??” tanya Key cemas.

“Kibum-ah, eomma ku…” mata Nicole mulai berkaca-kaca.

“Ada apa dengan eomma mu??”

“Eomma mengalami kecelakaan”

“Mwo?? Ya sudah kalau begitu cepat kita ke sana”

Jessica yang baru tiba dari toilet, menahan tangisnya menatap makanan yang susah payah dia buat untuk Key, tapi ternyata di tinggalkan Key begitu saja di meja. Entah apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai Nicole dan Key pergi meninggalkannya dengan panik. Jessica tidak dapat berfikir, hatinya terasa sesak dan tubuhnya beku tidak dapat bergerak, memandangi nasi yang dia buat penuh dengan cinta itu ternyata tidak di sentuh sedikitpun oleh Key.

“Key,,sebegitu tidak berartinya kah aku bagimu?? Sampai kau tidak mau menyentuh sedikitpun makanan yang susah payah aku buat untukmu?? Kau tau, seumur hidupku aku tidak pernah melakukan hal ini pada siapapun, kau orang pertama yang mampu membuatku melakukan semuanya, tapi kenapa sampai detik ini kau masih tidak memandangku, kau masih tidak menganggapku?? Apa aku salah sudah mencintaimu Key??? Tapi harus kau tau, kaulah yang sudah membuatku jatuh cinta padamu, kau yang sudah membuatku mencintaimu sejauh ini Key” air mata Jessica akhirnya tertumpah.

Flashback…

4 years ago….

“Hallo…gadis cantik, kau sendirian saja, hah??” tanya sekelompok orang menghampiri Jessica yang sedang berjalan sendirian menyusuri jalan yang sudah sepi dan tidak ada orang satupun.

Jessica terhentak dan ketakutan saat orang-orang yang tak lain adalah 4 orang namja yang sedang mabuk itu berusaha mendekatinya. Jessica berusaha lari namun ternyata salah satu namja itu berhasil menarik tangannya. Spontan Jessica semakin ketakutan, dia ingin berteriak namun belum sempat dia melakukannya, mulutnya sudah di bekam, 4 namja itu membawa Jessica ke tempat yang lebih sepi dengan paksa. Jessica berusaha untuk menolak, namun tidak banyak yang bisa dia lakukan, kekuatan para namja itu lebih besar daripada kekuatannya untuk menolak. Tubuh Jessica jatuh tersungkur saat salah satu namja itu mendorongnya ke rumput, Jessica semakin ketakutan dan hanya mampu menangis, para namja itu semakin mendekatinya dan berusaha untuk membuka paksa baju Jessica, tapi belum sempat para namja itu melakukannya, tiba-tiba seseorang datang dan menarik tubuh mereka dari Jessica dan memukul mereka satu per satu. Jessica masih menangis, tangisannya semakin kencang. Setelah orang itu yang tak lain adalah seorang namja menghajar para namja-namja yang mabuk tadi dan membuat mereka tersungkur lemas ke tanah, namja itu menghampiri Jessica.

“Gwaenchana?? Ayo kita pergi dari sini” ucap namja itu mengulurkan tangannya, tapi karna melihat luka di lutut Jessica dan tubuhnya bergetar, namja itu akhirnya memberikan punggungnya.

“Ayo cepat naik ke punggungku” meskipun Jessica belum tau siapa namja itu, tapi akhirnya dia mau menuruti perintah namja itu untuk naik ke punggungnya.

“Gomawo…” ucap Jessica masih terisak.

“Sebenarnya kau ini bodoh atau apa, malam-malam begini pulang sendrian, kau tidak tau kalau sekarang ini sedang marak pemerkosaan??” ucap namja itu ketus.

“Aku tidak tau kalau aku hampir mengalaminya, tadi aku pulang dari rumah temanku, mana aku tau akan bertemu dengan pria-pria mabuk itu”

“Sudahlah, lain kali jangan pernah pulang sendirian lagi malam-malam seperti ini. Rumahmu di mana??” ucap Key dengan nafas yang sedikit terengah karna menahan beratnya menggendong tubuh Jessica.

“Aku tinggal sendirian di apartement di depan sana”

“Baiklah sudah sampai” namja itu menurunkan Jessica saat akhirnya sampai di depan Apartement Jessica.

“Gomawoyo…”

“Eoh…baiklah kalau begitu aku pulang dulu”

“Jamkkaman…”

“Wae…??”

“Sepertinya kau mahasiswa di kampusku juga, siapa namamu??”

“Namaku Key,,Key Kibum” jawab namja yang ternyata bernama Key itu sambil berlalu.

“Ya Tuhaan, siapa namja itu?? Dia tampan sekali, aku baru melihat pria setampan itu, hihi…..Tuhan, apakah dia malaikat yang kau kirim untukku??? Dia bukan hanya malaikat di mataku, tapi dia juga dewa penyelamatku. Dia sudah menolongku dari namja-namja tadi, Ya Tuhan ijinkan aku untuk membalas jasanya, aku akan berusaha untuk mencintainya, boleh kan?? Pasti boleh, hehe…” Jessica tersipu dan menutup wajahnya.

End of Flashback….

~ TBC ~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s