[CHAPTERED] ( MBA ) My Beautiful Angel – Part 3

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Main Cast :

– Cho Kyuhyun

– Kwon Yuri

Support Cast :

– Super Junior

– SNSD

– Lee Hye Young as Kuyhyun’s mother

– Other Cast

Genre : Drama, Life, Romance

Rating : PG 15 / 17

Type : Series ( Chapter 3 of ?? )

Poster by Little Fairy

A/N : Suka komentar, kalo ga suka jangan BASHING…author selalu cinta damai…^.^v

 

Happy Reading

2 tahun kemudian…

2 tahun sudah berlalu, semenjak kejadian di taman malam itu, Yuri kembali bersikap dingin pada Kyuhyun. Dan selama 2 tahun itu juga semua orang menangkap sesuatu yang aneh dari mereka, sikap dingin Yuri kepada Kyuhyun jelas terlihat. Setiap kali di tanya Kyuhyun dan Yuri sama-sama menjawab bahwa mereka baik-baik saja. Kyuhyun semakin gamang, setiap kali dia berusaha untuk mendekati Yuri, lagi-lagi Yuri selalu menghindar. Kyuhyun bahkan sudah berkali-kali pula meminta maaf pada Yuri atas kejadian malam itu, mungkin tidak seharusnya dia lancang mengungkapkan isi hatinya pada Yuri, tapi saat itu Kyuhyun benar-banr tidak mempunyai pilihan di saat Yuri bertanya apa arti dari sikap-sikapnya selama ini pada Yuri.

“Yul, ada kiriman nih untukmu” Jessica menatap kotak yang baru dia terima dari kurir yang di tujukan untuk Yuri.

“Dari siapa eonni??” Yuri keluar dari kamarnya dan menghampiri Jessica.

“Entahlah, tidak ada namanya, mungkin dari SONE, ini bukalah”

“Ne, gomawoyo eonni, aku akan membukanya di kamar”

“Ne, choenmaneyo”

I have thousand reasons why I finally love you.
I have thousand excesses that can cover thousand of your weakness.
there are thousand ways i can do to get your heart.
but i know you are not that easy to give your heart to someone you even don’t know
what are his excesses.
so i realize, i can’t do anything to make you mine.
but one thing i can do for you is thousand ways to make you smile when you’re crying.

Yuri membaca kertas kecil yang ada dalam kotak itu, yah kotak itu hanya berisi surat kecil yang berisi puisi yang di tuliskan dalam bahasa Inggris. Yuri mengernyit, berfikir sebenarnya siapa pengirim dari puisi itu?? Apakah mungkin itu dari fansnya?? Tapi kenapa tidak ada namanya sama sekali? Dan jika itu dari fansnya, tidak mungkin isi dari puisi itu seolah orang itu sedang jatuh cinta padanya.

Deg…

“Apakah mungkin ini dari Kyuhyun???” entah datang darimana pikiran itu, tiba-tiba Yuri langsung teringat pada Kyuhyun.

Sebenarnya selama 2 tahun ini Yuri selalu merasakan hatinya yang galau, Yuri benar-benar tidak kuasa menahan rasa sakitnya setiap kali dia harus mengacuhkan Kyuhyun, padahal Kyuhyun sudah banyak memberikan dia perhatian. Terlebih lagi Kyuhyun selalu berusaha menghiburnya setiap kali Yuri sedang sedih. Namun lagi-lagi Yuri berusaha menghindarinya.

Tapi entah kenapa kali ini Yuri merasa bahwa pengirim surat itu adalah Kyuhyun?? Tanpa berfikir panjang Yuri mengambil ponselnya, berniat untuk menghubungi Kyuhyun, namun dia kembali menyimpan ponselnya itu, megurungkan niatnya.

“Selama 2 tahun ini aku sudah mengacuhkannya, jadi bagaimana mungkin aku menanyakan hal ini padanya?? Itu pasti akan terdengar aneh, di kira aku GR lagi, hah..andwae..andwae….” Yuri menggeleng cepat, memasukkan surat kecil itu, menutup kotaknya dan memasukannya ke dalam laci.

Malam harinya…

“Yul eonni…eonni….”

“Yaak…Yong-ah, waegurae?? Kenapa kau berlari seperti itu???”

“Eonni-ah, Kyuppa…Kyuppa…” sahut Seohyun dengan nafas terengah-engah dan menujuk ke arah luar.

“Ada apa dengan Kyuhyun Yong??” Yuri yang sedang membersihan mukanya langsung terperanjat dan panik.

“Sebaiknya kau cepat datang ke alamat ini, Kyuhyun oppa sedang ada dalam masalah” Seohyun dengan wajah panik memberikan kertas yang bertuliskan sebuah alamat.

Tanpa berfikir panjang lagi, Yuri mengambil kertas di tangan Seohyun dan pergi dari dorm. Di depan dorm yuri memanggil Taksi.

“Pak, tolong ke alamat ini yah, tolong cepat, pak. Ini darurat”

“Baik, nona…”

Yuri tidak henti-henti nya menggigit jarinya menahan panik, entah apa yang membuat dirinya begitu mencemaskan Kyuhyun sekarang, yang jelas saat ini Yuri ingin cepat-cepat sampai ke tempat itu dan melihat sebenarnya apa yang terjadi dengan Kyuhyun.

“Nona, sudah sampai”

“Baiklah, pak ini uangnya, kembaliannya ambil saja”

Setengah jam waktu yang di tempuh Yuri untuk sampai ke tempat itu, namun saat dia turun, dia baru menyadari sesuatu.

“Ini kan tempat Ice Skating?? Kenapa Seohyun menyuruhku ke sini?? Sebenarnya apa yang terjadi?? Lalu di mana Kyuhyunnya??” dengan langkah hati-hati, Yuri masuk ke tempat itu. Sepi, gelap dan tidak ada satu orang pun yang ada di sana. Yuri mulai ketakutan, karna dia tidak begitu suka kegelapan, tapi kali ini rasa cemasnya pada Kyuhyun mampu melawan rasa ketakutannya itu.

“Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saengil chukka uri Yul-ah, saengil chukka hamnida” Kyuhyun tiba-tiba keluar dari balik pintu masuk membawa Kue tart yang di pasangkan beberapa lilin kecil yang menyala dan siap di tiup.

“Kyu-ah…” Yuri terhentak, perasaannya bercampur aduk saat ini, kesal karna ternyata sudah di bohongi, terharu karna dia tidak menyangka bahwa Kyuhyun ternyata memberikannya kejutan di detik-detik usianya yang menginjak 22 tahun, dan adarasa terpesona melihat wajah Kyuhyun yang terlihat sangat tampan malam itu.

“Yul, tiuplah lilinnya, mereka sudah menunggu ingin di tiup olehmu. Eits, sebelum itu make a wish dulu” Kyuhyun menyodorkan kue nya pada Yuri dan Yuri menuruti perintah Kyuhyun, memejamkan matanya dan berdo’a dalam hatinya.

“Fuhh…”

“Saengil chukkae Yul…..” Kyuhyun tersenyum saat yuri meniup lilinnya.

“Kyu…apa kau yang menyuruh teman-temanku untuk membohongiku??”

“Mian Yul, aku terpaksa melakukan itu, aku yang meminta Yong untuk memberikanmu alamat itu, awalnya aku kira kau tidak akan datang, karna aku tau kau mungkin tidak akan pernah peduli padaku, tapi aku senang saat tadi aku melihatmu akhirnya datang juga, gomawo Yul itu berarti kau mencemaskanku”

“Yakk,,nappeun namja. Sudah ah aku mau pulang”

“Yul, jamkkaman..” Kyuhyun menarik tangan Yuri dengan cepat.

Deg…deg..deg….

“Omo..omo..apa yang terjadi denganku sekarang?? Kenapa hatiku berdegup kencang seperti ini?? Yak,,Yul, ayolah jangan bilang kau senang di pegang olehnya” gumam Yuri pada hatinya.

“Mwo??” Yuri menepiskan genggaman Kyuhyun.

“Aku sengaja membawamu ke sini karna aku ingin bermain ice skating bersamamu, kau mau kan????”

“Tapi aku….”

“Tapi apa?? Aku tidak keberatan bermain ice skating denganmu meskipun kau sudah memakai pakaian tidur seperti itu”

“Omo,,,,aarrgghh..ini gara-gara kau, gara Yong tadi memberitauku tentangmu saat aku sudah bersiap untuk tidur, shiro, aku pulang saja aku tidak mau menurunkan harga diriku di ejek olehmu” Yuri memeluk tubuhnya, wajahnya merah padam menahan malu dan melangkah meninggalkan Kyuhyun.

“Yul….bagiku kau tetap terlihat cantik memakai baju tidur seperti itu” Yuri menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun.

“Jangan banyak bicara lagi, malam ini aku ingin mengajakmu bersenang-senang, bukankah hari ini ulang tahunmu??? Kajja…” Kyuhyun meggenggam tangan Yuri, dan entah kenapa Yuri merasakan tubuhnya yang mulai kedinginan terasa hangat saat Kyuhyun menggenggam tangannya seperti itu.

“Ayo, pakai ini…” Kyuhyun membantu memakaikan peralatan ice skating pada Yuri.

“Kyu,,tapi aku tidak begitu bisa bermain ice skating”

“Tenanglah, ada aku di sini, aku paling ahli bermain ice skating jadi kau jangan khawatir saat bermain dengan ahlinya”

“Cih,,,sombong sekali kau”

Yuri melangkahkan kakinya perlahan saat kedua kakinya sudah menginjak lantai es itu. Kyuhyun menggengam tangan Yuri erat sambil menarik pelan tangannya agar tubuhnya itu sedikit terdorong ke depan. Semakin lama Kyuhyun semakin mepercepat gerakannya untuk berkelok-kelok (?) di lantai es dan Yuri juga semakin bisa menyeimbangkan tubuhnya yang mulai bisa bergerak dengan baik di atas lantai es itu.

“Kau suka Yul??”

“Eoh….Huaaa….Kyu ini pertama kalinya aku bermain ice skating lagi, terakhir mungkin saat aku kecil, hehe….”

“Sepertinya kau sudah semakin mahir, aku lepaskan tanganmu yah” tanpa menunggu jawaban dari Yuri, Kyuhyun melepaskan tangannya dari Yuri.

“Yaak, Kyu aku takut…..” Yuri sempat berhenti dan tidak bergerak karna takut.

“Ayo,,maju lagi, kau pasti bisa…”

Perlahan Yuri meluncurkan kakinya lagi sampai dia benar-benar bisa melakukannya dengan baik.

“Kyu….lihat aku bisa melakukannya” teriak Yuri girang.

“Ehm,,,sudah ku bilang kau pasti bisa Yul”

Hampir satu jam mereka meluncur di atas lantai ice skating, Yuri terlihat sangat bahagia dan kyuhyun benar-benar lega bisa melihat Yuri tertawa ceria seperti itu lagi, setelah 2 tahun Yuri mengacuhkan dirinya.

BRUK….

“Ahh..Kyu, pan*atku…”

“Yul, gwaenchana??” Kyuhyun menghampiri Yuri yang sudah terjatuh dan mengusap-ngusap pan*atnya.

“Ahh…sakiiiit Kyu….”

“Ayo biar aku bantu kau bangun” Kyuhyun menuntun Yuri untuk menepi.

“Bagaimana masih sakit??”

“Sedikit, ah…sial kenapa aku bisa tidak hati-hati”

“Sudahlah, wajar kalau kau jatuh, ini minumlah dulu” Kyuhyun memberikan minuman kaleng pada Yuri.

“Gomawo…”

“Yul,,,apa kau sudah membaca pusinya???”

“Puisi????” Yuri mengernyit, mencerna ucapan Kyuhyun, apakah maksud Kyuhyun puisi yang di maksudnya adalah puisi yang tadi pagi dia terima??

“Ne….apakah tadi pagi ada kurir yang mengantar sebuah kotak padamu??”

“Omo..jadi benar dugaanku, yang memberi puisi itu dia, hihi…Omo…omo…apa yang terjadi denganku sekarang??? Kenapa aku malah senang kalau ternyata benar dia yang mengirimnya??”

“Yul, gwaenchana????”

“Ne…?? Ah, ye aku sudah membaca puisinya. Oh, jadi puisi itu darimu” sahut Yuri datar.

“Ehmm,,itu puisi dariku, apakah sebelumnya kau sempat berfikir puisi itu memang dariku???”

“Mwo?? Hahaha..kau ini bicara apa, aku malah mengira tadi dari penggemarku, haha…ternyata itu dari kau” Yuri meneguk gugup minumannya.

“Benarkah?? Lalu bagaimana??”

“Bagaimana apanya??”

“Yul….aku benar-benar minta maaf atas ucapanku 2 tahun yang lalu tentang perasaanku padamu sampai-sampai membuatmu menghindar lagi dariku. Tapi, aku hanya ingin kau tau Yul, aku serius dengan ucapanku saat itu, aku menyukaimu dan bahkan sekarang aku mencintaimu. Aku tidak akan memaksamu untuk membalas perasaanku, tapi aku mohon ijinkan aku untuk terus mencintaimu dan jangan lagi mencoba menghindar dariku, karna jujur hatiku benar-benar sakit setiap kali kau menghindar dariku, Yul”

“Kyu,,apakah kau tau, sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan itu padamu, tapi aku benar-benar takut, aku takut kejadian 4 tahun lalu akan terulang lagi padaku, di saat aku mencintaimu aku justru harus kehilanganmu, aku tidak ingin itu terjadi Kyu. Mungkin lebih baik seperti ini saja, aku cukup tau kau mencintaiku dan aku juga akan mencintaimu”

“Yul, bicaralah jangan diam seperti itu”

“Kyu, mian…untuk saat ini aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, terima kasih kau sudah mencintaiku selama 4 tahun ini, tapi aku mohon kau bisa mengerti keadaanku, aku belum bisa memberikanmu jawaban apa-apa sekarang ini”

“Ne,,Yul, aku bisa mengerti. Sudah ku bilang aku tidak akan memkasamu untuk membalas perasaanku, dan aku hanya meminta satu hal, jangan pernah brsikap dingin padaku lagi”

“Ne….akan aku usahakan….”

“Gomawo….Baiklah kalau begitu ayo kita pulang, sudah malam”

“Ne….”

***

Malam semakin larut, fikiran Yuri mulai dilanda rasa kegelisahan. Perasaan rindu, dilemma dan perasaan ingin agar lebih bisa mencintai pun bercampur aduk.
“ Yoong, kau sudah tidur “ yuri menyentuh tangan Yoona
“ Aku tidak pernah bisa tidur cepat, Unnie. Meskipun aku harus tetap memejamkan mataku “
“ Hmmm, Yoong. Aku rasa, saat aku pertama kali melihatnya biasa saja. Tapi, ketika dia selalu ada untukku, selalu menghiburku. Entah kenapa perasaanku terenyuh. Perasaan yang sangat membingungkan, Yoong “
“ Kau mencintainya, Unnie? “
I think so, what should I do? “
“ Malhaebwa. Jujur katakan apa yang kau rasakan saat ini “
“ Bagaimana mungkin? Aku saja sudah berkali-kali mungkin menolaknya. Bagaimana mungkin aku jujur dengan perasaanku “
Let it better, Unnie. Aku yakin kok, kau dan Kyuppa sudah sama-sama dewasa, dan kalian bisa saling mengisi satu sama lain. Satu hal lagi Unnie, perjuangkanlah cinta kalian berdua. Meskipun, aral dan badai merintang di hadapan kalian. Aku yakin, karna kalian adalah pasangan yang serasi “ Yoona tersenyum dan bangkit dari tidurnya, lalu mengelus punggung Yuri.
“ Temui dia besok. Aku mulai mengantuk, jaljayo Unnie “ Yuri hanya bisa tersenyum dan sesungguhnya Yuri sudah tau apa yang harus dia jawab untuk keesokan harinya demi kelangsungan hubungannya dan Kyuhyun.
“Maafkan, aku,Kyu. Selama ini, aku selalu mengacuhkanmu dan mulai sekarang mungkin aku akan berusaha membuka hatiku untukmu, apakah menurutmu itu yang terbaik???” gumam Yuri membaringkan tubuhnya dan menutupnya dengan bantal.
***
Pagi-pagi sekali, Yuri sudah melihat Kyu sedang bercanda tawa dengan Hyungdeulnya.
“Mungkin nanti saja aku fikirkan, apa yang ingin aku katakan. Dan sekarang, aku harus prepare. Karena, jum’at ini SNSD akan perform di Mubank (Music Bank)” pikir Yuri.
“ Pagi, Unnie. Tumben sekali bangun pagi “ Yuri hanya tersenyum mendengar celotehan Seohyun
“ Unnie, ada yang mencarimu diluar “ tegur Taeng.
“ Siapa? “
“ Entahlah, yang pasti mencari kau. Aku sedang sibuk, bisakah kau temui seseorang itu diluar? “
“ Baiklah “ kemudian Yuri pun keluar dari dorm dan menatap seseorang yang sudah berdiri tegak diluar. Seorang namja, memakai topi, sepertinya dia kurir hanya saja badannya terlalu bagus untuk menjadi kurir mungkin sebaiknya dia menjadi model.
“Aigo, apa yang kau fikirkan Yul”.
“ Benar anda yang bernama Kwon Yuri “
“ Iya, ada apa ya Pak? “
“Ini ada kiriman dari seseorang, bisa tolong tanda tangan disini “ secepat kilat namja itu menyerahkan lembaran kertas dan Yuri menyodorkan kembali kertas yang sudah di tanda tangani itu dan laki-laki itu pun pergi meninggalkan Yuri. Yuri membuka kertas itu dan sebouquet bunga mawar kuning sudah terpampang jelas di tangannya. Yoona dan Seohyun sudah berdiri menatap Yuri.
“ Dari siapa Unnie?“ tanya Yoong dan Seobaby kompak
Entahlah. Tadi kurir yang mengantarkannya“
“Coba baca, siapa tau penting“ ucap Yoong
Hai, Dear..
Sejak pertama melihatmu, aku merasakan perbedaan. Kau sangat berbeda dengan gadis lainnya. Aku sangat menyukai dirimu yang apa adanya. Oh, iya. Aku bukan fanboymu, melainkan secret admirer yang selalu ada untukmu. Aku akan selalu jadi pengagum rahasiamu, dan sampai kapanpun aku tak dapat melupakanmu. Kwon Yuri, Saranghae SC “
“Wowww, Unnie!? so cool. He’s Secret Admirer?? “ Yoona dan Seohyun terpesona dengan isi surat itu, padahal menurut Yuri biasa aja.
“Apanya yang keren? Tidak sama sekali “
“Unnie, kau sungguh beruntung. Nah, aku dan Seo? Dapet apa? Tidak ada kan?? “
“ Iya, Unnie bener tuh kata Yoong “ Seohyun ikut menimpali omongan Yoona
“ Kalian ini!? Sudah sana mandi! “ Yuri berusaha menahan kesabarannya. Orang yang mengirim surat ini sudah sangat menyebalkan. Apa orang ini Kyuhyun?? Tapi, bagaimana si evil magnae itu berusaha merayuku dengan surat gombal seperti ini!!babo!!!!
***
Saat acara Music Bank, dibelakang stage sebelum SNSD tampil. Yuri mondar mandir dan beberapa orang berlalu lalang, dia tidak juga melihat Kyuhyun. Sedang apa dia?? Lama sekali sih?
“ Kau kenapa Yul? “ tanya Fany.
“ Gwaenchana “ Yuri masih sibuk mondar mandir dan membuat semua member geleng-geleng kepala kecuali Yoona.
“ Yul?! “ Yuri menolah ke belakang, namja yang di tunggu-tunggunya sudah datang.
“ Kyu!! Omona!! Apa yang lakukan! Lama sekali!! “ Yuri memukul-mukul dada Kyuhyun dan menyebabkan dia memegang erat tangan Yuri
“ Mianhe, tadi aku sedang ada urusan “
“ Urusan apa? Aku mau bicara denganmu “
“ Disini saja”
“Mwo!! Andwae!! “ Yuri menarik lengan Kyuhyun, dan Kyuhyun pun pasrah mengikuti langkah Yuri.
“ Sebenarnya kau mau membawaku ke mana? “
“ Ini?? kau mengirimkan surat ini untukku?? “ Kyu melongok ke asal benda yang dipegang Yuri
“ Mengirim?? Mengirim apa?? “
“ Me..ya mengirim surat gombal untukku “
“ Bwuahahahaha, pede sekali kau ini?! Tidak mungkin seorang Kyuhyun mengirim surat “
“ Bagaimana tidak? Yang kemarin siapa yang mengirim surat padaku?? “
“ Lah, itu kan beda. Lagipula ini bukan gaya ku menulis. Terlalu gombal, aku kan tidak lebay “
“ Huh! Namja ini, sangat lebay “
“ Ya..Ya..Ya..biarpun lebay kau tetap suka kan padaku “
“ Yaaa!! Tidak mungkin “
“ Eh, Yul..Yul..kau mau kemana?? Heyy, Heyyy!! “ Kyuhyun pun memanggil tapi tak digubris Yuri sekalipun. Kyuhyun berusaha mengejar Yuri dan tanpa lelah membuat Yuri menghentikan langkahnya.
“ Kau ini kenapa sih?? “
“ Marah! Puas! “
“ Yaa, Yuri-ah. Kau ini seperti anak kecil. Aku lelah mengejarmu “ protes Kyu
“ Siapa yang menyuruhmu mengejarku “ protes Yuri tidak mau kalah
“ Kau ini, sebentar lagi kamu perform kan di mubank. Aku berlari mengejarmu karna, kau ini susah sekali diaturnya. Kajja, kita kembali ke belakang stage. Semua member pasti khawatir padamu “ Kyu menarik tangan Yuri, selama dalam genggaman Kyuhyun. Yuri pun diam, pasrah dan dia merasa nyaman disamping Kyu. Tak terasa, Yuri menatap Kyu sampai terpesona.
“ Heii, kau jangan melihatku seperti itu. Aku memang terlahir sebagai namja yang paling tampan, hahaha “
“ Huh!! Kepedean!! “
“ Lah, kok kepedean. Buktinya kau saja, sampai terpesona begitu. Sudahlah akui saja Kwon Yuri. Kau naksir kan padaku “
“ Hahaha, pede sekali kamu, Nak “
“ Yaaa!! Kau mengcopy kata-kataku “
“ Biarin, weeekkk “ Yuri menjulurkan lidahnya dan berusaha lari dari kejaran Kyuhyun
“ Yaaa! Awas ya kau, Yuri-ah!!! “ dibalik romantisme kejar-kejaran antara Yuri dan Kyuhyun. Ada seseorang yang memperhatikan gerak gerik mereka. Tapi, Kyuhyun maupun Yuri tidak menyadarinya. Seseorang itu meremas benda yang ada ditangannya hingga tak terbentuk.
***

“Kyu, sepertinya hubunganmu dengan Yuri sudah kembali baik??” Yesung mengotak-atik netbooknya.

“Ehm, hyung…hubunganku dengan dia sekarang sudah membaik, dia tidak berusaha untuk menghindar dariku lagi. Oya hyung, tapi ada satu hal yang membuatku aneh”

“Aneh?? Aneh kenapa??” Yesung menoleh melihat Kyuhyun yang meletakkan game nya begitu saja.

“Tadi Yuri bertanya padaku, apakah aku mengiriminya surat. Padahal aku baru sekali pernah mengirimnya surat, itupun sebuah puisi. Tapi tadi aku melihat isi surat itu sepertinya dia penggemar rahasia Yuri, hyung apakah menurutmu ada seseorang yang sedang mengintai Yuri sekarang?? Jika kita sudah mendapatkan penggemar rahasia seperti itu, bukankah biasanya ujung-ujungnya dia akan melakukan sesuatu yang nekat?? Aigo..kenapa aku baru menyadarinya sekarang, hyung aku mulai khawatir, aku takut nanti orang itu akan mencelakai Yuri” Kyuhyun berkali-kali merubah posisinya, duduk di kasur, berdiri dan berkacak pinggang lalu duduk di sebelah Yesung dan berdiri lagi.

“Hei..kau tenanglah dulu, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak. Mungkin saja penggemar rahasianya itu memang tulus menyukai Yuri”

“Anhi hyung, aku bisa membaca dari tulisannya itu sepertinya dia tipe orang yang akan-melakukan-apapun-untuk-mendapatkan-apa-yang-aku-inginkan”

“Sudahlah, jangan cemas, berharap saja orang itu tidak akan mencelakai Yuri, bukankah seorang penggemar tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa idolanya?? Sudah, aku mau tidur dulu, besok kita masih harus mengadakan pemotretan untuk majalah SPAO dengan SNSD, kan?? Tidurlah, tenangkan pikiranmu” Yesung meremas pundak Kyuhyun dan tidur di atas kasurnya.

“Ehmm,,hyung benar, mungkin seharusnya aku berfikir positif saja, semoga orang itu memang tidak akan berniat macam-macam pada Yuri. Hah,,aku tidak sabar untuk besok, aku akan bertemu lagi dengannya, Yul….aku merindukanmu, hihi….” Kyuhyun membantingkan tubuhnya ke atas kasur sambil tersenyum girang memeluk bantalnya.

—————————–

Semua member SNSD dan Super Junior sudah bersiap untuk pengambilan gambar mereka untuk SPAO, bergantian mereka di ambil gambar, berpasangan, beberapa orang dan terakhir all member. Kyuhyun tetap melakukannya secara profesional jika dia sedang menjadi partner dengan SNSD, terutama Yuri. Sayang waktu itu Kyuhyun tidak di pasangkan dengan Yuri saat pengambilan gambar berpasangan.

Selesai pemotretan mereka semua kembali melakukan jadwal masing-masing, SNSD masih harus melakukan pemotretan untuk CF mereka dan member Super Junior Leeteuk dan Enhyuk harus ke Kiss Radio dan Shindong ke acara radio Shim Shimtapa. Member Suju yang lainnya yang tidak memiliki jadwal, kembali ke dorm mereka dan ada yang mempunyai urusan lain, seperti Kyuhyun dia memilih mengikuti jadwal SNSD untuk pemotretan CF mereka, yah tentunya itu karna Kyuhyun ingin melihat Yuri dan menjaganya.

Menjelang petang pemotretan pun selesai di lakukan, member SNSD sudah bersiap untuk pulang. “Yul, kita makan malam dulu yah” Kyuhyun mengikuti langkah Yuri yang baru keluar dari ruang ganti. “Kita makan di Cafe dekat sini, bagaimana??” sambung Kyuhyun dan tiba-tiba member SNSD yang lain ikut keluar.

“Yul, ayo kita pulang” ajak Hyoyeon, Yuri menoleh ke arah Kyuhyun.

“Teman-teman, sepertinya malam ini aku mau makan malam dulu dengan Kyu, kalian pulang saja duluan, aku tidak akan pulang malam ko, eoh??”

“Baiklah kalau begitu hati-hati ya Yul, oppa tolong jaga saengi ku yah” Hyoyeon melambai pada Kyuhyun.

“Ehmm,,kalian jangan khawatir, aku akan membawanya pulang dengan selamat”

“Oya Unnie, kalau kau mau pulang malam-malam juga tidak apa-apa, ko…Jangan lupa cepat katakan isi hatimu, eoh?? Fighting…” Yoona berbisik di telinga Yuri sambil mengangkat tangannya memberi semangta pada Yuri.

“Hei, Yoong cepat pulang, lihat tuh muka Kyuppa sudah tidak sabar sepertinya ingin cepat membawa Yuri makan malam, kekeke….” Taeng merangkul Yoona menjauh dari Yuri dan terkekeh sambil lalu.

***

“Kau mau pesan apa, Yul??”Kyuhyun duduk di hadapan Yuri di salah satu sudut Cafe yang mulai sepi.

“Aku tidak mau makan, aku pesan moccacino saja” Yuri menyodorkan buku Menu pada Kyuhyun.

“Ah, aku tau, kau takut gemuk yah makan malam-malam??” Kyuhyun terkekeh, Yuri melemparkan tissue yang tersisa satu di meja ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun memanggil pelayan untuk memesan. Beberapa menit berlalu.

“Oya Yul, apa orang yang mengirimmu surat itu masih mengirimmu surat lagi??” Kyuhyun selesai memesan dan menyenderkan punggungnya ke kursi.

“Ehmm,,,belum. Hari ini tidak ada yang mengirimku surat lagi, wae??”

“Anhi, aku hanya ikut penasaran saja sebenarnya siapa penggemar rahasiamu itu??” sahut Kyuhyun dingin.

“Aisshh..apakah sekarang kau sedang cemburu pada pengirim surat itu??” goda Yuri dan langsung di jawab oleh Kyuhyun tanpa cela “Ia…aku cemburu”

“Yul, babo-ah kau bertanya sesuatu yang kau sudah tau jawabannya, sekarang karna pertanyaan bodohmu itu membuat kau malu sendiri, kan?? Aaassshh…”

“Aku cemburu dan aku juga sedikti khawatir” sambung Kyuhyun serius.

“Khawatir?? Khawatir kenapa??” Yuri menyondongkan tubuhnya.

“Maaf pesanannya sudah datang, Silahkan…selamat menikmati” sang pelayan menaruh satu gelas moccacino dan cappucino lalu membungkuk sebelum dia pergi.

“Aku takut kalau yang mengirim surat padamu itu bukan benar-benar penggemarmu, tapi orang yang mempunyai niat buruk padamu”

“Kenapa kau mempunyai pikiran seperti itu??” Yuri menyesap sedikit moccacino nya dan sesekali meniupnya.

“Entahlah, tapi aku takut saja karna biasanya orang-orang seperti itu akan melakukan hal yang nekat, dia mempunyai maksud terselubung atau apa saja. Makannya aku akan meminta pada Managermu untuk menyiapkan bodyguard yang akan selalu ada di sisi kalian. Aku tidak mau di saat aku tidak ada di sisimu, terjadi hal yang tidak-tidak padamu”

“Terima kasih Kyu kau sudah mengkhawatirkanku, padahal aku saja tidak sampai berfikir ke sana, tapi sebaiknya kau tidak perlu repot-repot meminta Managerku untuk menyiapkan bodyguard lagi, karna yang menjaga kami selama ini pun sudah cukup banyak dan aku tidak mau membuat lebih banyak orang lagi kerepotan menjaga kami”

“Aku fikir mereka tidak akan merasa di repotkan karna itulah tugas mereka”

“Anhi Kyu, aku tetap tidak mau kau melakukannya, aku akan jaga diri, aku janji aku tidak akan apa-apa, eoh??”

“Aku harap begitu”

“Ya sudah cepat minum Cappucino mu, dari tadi kau hanya mengaduknya saja dengan sendokmu tanpa menyesapnya sedikitpun” Yuri menunjuk Cappucino Kyuhyun dengan pandangan matanya dan menyesap lebih lama Moccacino nya.

“Hei…apa yang kau tertawakan??” Yuri mengangkat alisnya menatap aneh Kyuhyun yang tiba-tiba terkekeh melihat Yuri.

Kyuhyun tidak menjawab, dia malah beranjak dari tempat duduknya dan menyondongkan tubuhnya ke arah Yuri. “Hei,,,apa yang akan kau lakukan???” Yuri memundurkan tubuhnya, Kyu menarik dagu Yuri “Kyu, kalau kau mendekat lagi ku hajar…”

Kyuhyun melumat bibir Yuri beberapa detik, menyeka moccacino yang menempel di sekitar bibir Yuri. “Tidak ada tissue, jadi ku pikir ini cara terakhir yang bisa kulakukan” ucap Kyuhyun datar dan kembali ke tempat duduknya dengan santai.

Yuri masih melongo tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, sampai akhirnya kesadarannya kembali saat Kyuhyun bicara padanya “Hei…kenapa kau berekspresi seperti itu?? Yak, jangan-jangan kau menikmatinya, yah??” goda Kyuhyun dan Yuri langsung melemparnya dengan apapun yang ada di atas meja. “Kau..??? Berani sekali kau mengambil first kiss ku, yaaakk…cepat kembalikan, aku tidak mau kau merebutnya…”

“Omo,,jadi itu first kiss mu yah?? Pantas kau sampai melongo seperti tadi, hei..memang dulu kau tidak melakukannya dengan tunanganmu yah??? Hihi….”

“CHO KYUHYUUUUUNN…..”

***

“Yul, ada surat lagi nih untukmu, hmm…kenapa belakangan ini kau sering mendapatkan surat??” Taeyeon menyerahkan sepucuk surat dengan amplop berwarna merah muda dengan pita kecil di sudutnya dan sangat wangi.

“Surat dari siapa lagi Unnie??” Yuri menghampiri Taeyeon selesai merias dirinya dengan polesan bedak tipis untuk bersiap-siap menghadiri acara salah satu TV Show hari ini.

“Entahlah tidak ada namanya…kau buka saja, aku mau ke kamar dulu yah, sebentar lagi kita akan berangkat yang lain sudah menunggu di bawah” taeyeon berlalu dan masuk ke kamarnya.

Yuri duduk di kursi ruang tengah dan membuka amplop berisi surat itu.

Hei…Yul

Aku tunggu kau malam ini di taman dekat dorm mu yah, jam 8 malam, jangan terlambat dan jangan beritau siapapun, ara??

saranghae…CK….

“CK…?? apakah maksudnya Cho Kyuhyun?? Tapi jika pengirim surat ini benar dia, kenapa dia ingin mengajakku bertemu?? Apakah dia ingin memberiku kejutan?? Ahh..Yul, ada apa dengan dirimu kenapa mukamu sekarang memerah, dan senang mendapatkan surat darinya?? Aishh..” Yuri memegang kedua pipinya yang merona.

“Yul, ayo kita berangkat sekarang” Taeyeon keluar dari kamarnya.

“Ah, ne Unnie kajja…”

—————————————-

Sesuai dengan pesan dari isi surat tadi pagi, Yuri berusaha untuk datang lebih awal dan tidak terlambat, dengan memakai pakaian yang lebih feminim dari biasanya, Yuri sudah tiba di taman itu. Yuri juga tentu mencari alasan yang tepat agar teman-temannya di dorm tidak mengkhawatirkannya pergi tengah malam seperti itu dan dengan dandanan yang bisa-di-bilang-tidak-seperti-biasa.

Yuri melirik jam tangannya, masih menunjukkan pukul 8 kurang 15 menit. Dia duduk di kursi taman dengan sangat anggun, sesekali merapihkan rambutnya yang dia biarkan tergerai dengan jari-jarinya. Tiba-tiba tangan seseorang menutup matanya dari belakang. “Kyu, kau kah itu?? ayolah jangan bercanda, aku tau itu pasti kau, kan?? cepat lepaskan aku tidak bisa melihat nih” ucap Yuri tanpa henti.

Dan akhirnya orang itu melepaskan tangannya, Yuri menoleh ke belakang. “Kau??? Siapa kau?? Kau bukan Kyuhyun..” Yuri langsung beranjak dan melangkah menjauh dari pria itu dengan rasa takut yang mulai menyerang dirinya.

“Tunggu, aku memang bukan Kyuhyun, tapi biarkan malam ini aku bermain denganmu, aku sudah menunggu saat-saat seperti ini, saat-saat aku bisa melihatmu lebih dekat lagi” namja yang sangat asing bagi Yuri itu, menghalangi langkah Yuri dari depan.

“Mau apa kau?? Jangan dekat-dekat atau aku akan….” belum Yuri menyelesaikan ucapannya pria itu sudah membungkam mulut Yuri dengan sapu tangan yang membuatnya langsung jatuh pingsan seketika.

Setelah Yuri tidak sadarkan diri, pria itu membawanya ke mobil yang dia parkir di sekitar taman.

3 hari kemudian….

“Unnie,,lihat ini, ada foto-fotomu beredar luas di internet bersama seorang pria??” Sooyoung menunjukkan jarinya ke arah netbook yang sedang di buka di kantor SM bersama member SNSD, Super Junior dan f (x) yang baru pulang dari acara KBS Night, karna malam itu sedang hujan deras jadi mereka terjebak di sana dan belum bisa pulang ke dorm mereka masing-masing.

“Astaga Unnie, siapa yang melakukan itu semua?? Sepertinya orang itu hanya ingin menjatuhkan popularitasmu” sambung Krystal.

“Tunggu, tapi sepertinya aku kenal dengan pria itu??? Tapi di mana yah?? Astaga aku benar-benar tidak ingat di mana tapi benar, pria itu tidak asing bagiku” Yoona memukul kepalanya untuk berusaha mengingat di mana dia pernah melihat pria yang ada di dalam foto bersama Yuri itu.

“Apa yang sedang kalian lihat??” Kyuhyun baru tiba di ruangan itu.

Semua orang di dalam sana menoleh ke arah Kyuhyun kecuali Yuri. Yuri masih terpaku melihat foto yang ada di dalam layar netbook itu, matanya memerah, tubuhnya terasa panas, emosi di hatinya membuncah dan siap untuk di ledakkan, namun dia hanya mampu menahannya dan meremas kuat-kuat tangannya.

“Apa-apaan ini” suara Kyuhyun menggelegar semua orang mulai merasakan ketegangan di ruangan itu.

“Kyu, tenanglah…” Leeteuk meremas pundak Kyuhyun mencoba untuk menenangkan, namun Kyuhyun menepisnya dengan kasar.

“Yul…” Kyuhyun memegang bahu Yuri yang menegang.

Yuri tiba-tiba berbalik dan pergi dari ruangan itu. “Yul, kau mau ke mana??”

“Yul eonni kau mau ke mana di luar sedang hujan deras??”

Semua orang berusaha mengejar Yuri namun Kyuhyun menahan mereka “Biar aku yang mengejarnya, kalian tunggu saja di sini” ucap Kyuhyun ikut keluar dari ruangan itu.

“Kyuppa jamkkaman, ini payung untuk kalian, di luar hujan deras” Sunny memberikan payung besar pada Kyuhyun.

“Thanks Sunny….”

Kyuhyun keluar dari gedung SM mengejar Yuri, Yuri berlari cukup kencang juga sehingga Kyuhyun tidak bisa mencegah Yuri saat mereka masih di dalam gedung.

“Yul tunggu…..Yul, kita bisa jelaskan semuanya pada mereka baik-baik” Kyuhyun mempercepat larinya sambil memegang payung besar di tangannya. Karna hujan begitu deras, payung yang di pegang Kyuhyun akhirnya terjatuh, Kyuhyun tidak berusaha mengambilnya dia ikut membiarkan tubuhnya kehujanan seperti Yuri.

“Yul…..sudah jangan menghindar lagi” Kyuhyun berhasil menarik tangan Yuri.

“Lepaskan aku Kyu, lepaskan, biarkan aku mati saja. Aku benar-benar tidak ada muka lagi untuk bertemu dengan orang-orang, bertemu dengan teman-temanku dan bertemu denganmu. Kau tau Kyu aku mungkin sudah ternoda, jadi kau tidak perlu membelaku lagi, kau tidak usah mencintaiku lagi, karna kau pasti tidak akan sudi mencintai wanita yang sudah tidak suci lagi, lepaskan aku, biarkan aku matiiiiiii…..” Yuri memekik di tengah suara hujan yang cukup deras, tapi Kyuhyun tetap bisa mendengarnya dengan jelas.

“Yul, apa hakmu melarangku mencintaimu?? Apa hakmu menyuruhku untuk berhenti mencintaimu?? Dan siapa bilang karna keadaanmu sekarang aku tidak akan mau lagi mencintaimu?? Aku mencintaimu, Yul. Aku benar-benar mencintaimu, bukan hanya mencintai dirimu, tapi juga semua yang ada pada dirimu, kelebihanmu, kekuranganmu, aku mencintai semuanya, kau tau??” teriak Kyuhyun memegang kedua pipi Yuri.

“Tapi aku tidak mau membuatmu menderita lagi karna aku Kyu, kau sudah banyak melakukan pengorbanan untukku selama ini, tapi apa yang aku berikan untukmu?? Aku selalu membuatmu susah, aku selalu menyakiti hatimu, aku selalu….” Kyuhyun mengunci mulut Yuri dengan sentuhan dari bibirnya, melumat bibir Yuri lembut agar wanita yang ada di hadapannya itu menghentikan ucapan-ucapan bodohnya.

“Tuhan, entah setan apa yang merasukiku saat ini untuk membiarkan dia melakukan ini padaku, entah setan apa yang sudah merasukiki sekarang untuk tidak melepaskan ciuman ini, entah setan apa yang telah merasuki tubuhku sehingga membuatku menikmati ciuman ini dan membalasnya, ciuman Kyuhyun mampu membuatku tenang. Cho Kyuhyun kau benar-benar sudah berhasil membuatku tidak bisa hidup tanpamu…”

“Aku mencintaimu dan aku akan selalu percaya padamu, apakah itu sudah cukup membuatmu tenang??” tanya Kyuhyun melepaskan ciumannya dan mendekatkan keningnya ke kening Yuri. Yuri mengangguk dan tersenyum tipis.

Kyuhyun memeluk tubuh gadis yang sudah mulai menggigil itu dengan erat.”Kau sudah kedinginan”

“Tapi dengan kau memelukku aku malah merasakan kehangatan” Yuri membalas pelukan Kyuhyun.

Di tengah hujan yang masih deras mengguyur tubuh mereka dengan tiada ampun, Kyuhyun dan Yuri seolah tenggelam dalam rasa cinta mereka yang mungkin baru akan di mulai ceritanya.

~ TBC ~

Yay..akhirnya di post juga yah Part 3 nya, hehe..Mian yah kalo agak molor lagi waktu postnya, jujur kemarin sempet ke pending dulu pas baru di bikin seperampatnya, tapi makasih banyak buat de icha yang uda mau bantu buat ngembaliin semangat aku dan support nya yang akhirnya aku bisa nyelesein part 3 ini, hehe….Dan jujur de icha juga ikut bantu ngasih idenya di part ini, hehehe….xoxo icha saeng….^^

Contact Me at :

Facebook

Twitter

WordPress

Email : missfanfiction@yahoo.co.id

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s