[CHAPTERED] My Beloved Girl – Part 10

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl
Rating : R / PG-15
Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family
Lenght : Chaptered
Main Cast :
↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )
↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )
↔ Hangeng
Support Cast :
↔ Lee Hong Ki
↔ Ghun ( X-5 )
↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin )
↔ Stevanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )
↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )
↔ Jung Ilyeon ( OC )
↔ Jung Yeon Hee ( OC )
↔ Bae Eunsun ( OC )
↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Cameo : Choi Minho
Poster by Vania_AlmightyCharisma

“Jeong Hoon-ah, bisakah kita bicara sebentar?? Ada….yang ingin aku bicarakan padamu” ucap Vania gugup.

“Tentang apa?? Kau terlihat serius sekali, sayang??” Jeong Hoon mendekat.

“Bisa kita duduk di sana?” Vania menunjuk kursi yang ada di depan toilet.

“Baiklah…” Jeong Hoon mengikuti langkah Vania menuju kursi itu.

Vania menghela nafas panjang sebelum dia menceritakan semua yang sebenarnya terjadi dalam dirinya saat ini.

“Sayang, maaf karna ada sesuatu hal yang penting yang ingin aku bicarakan padamu, maaf juga karna aku tidak langsung memberitahumu, tadinya aku tidak akan membicarakannya, karna ku fikir ini bukan hal yang penting bagiku, tapi karna kau sekarang adalah bagian terpenting dalam hidupku, makannya aku perlu memberitahumu tentang apapun dalam diriku” ucap Vania panjang lebar dengan mata yang menatap sendu Jeong Hoon.

“Sayang, sebenarnya ada apa?? Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu??” Jeong Hoon menyisirkan poni Vania dengan jari-jarinya.

“Aku,,,kemarin ada yang mengirimku pesan” jawab Vania akhirnya. “Igo….” Vania menunjukkan ponselnya pada Jeong Hoon.

“Ini pesan dari siapa?” tanya Jeong Hoon setelah membaca pesan yang di tunjukkan Vania.

“Pria itu, namanya Choi Minho….” jawab Vania pelan.

“Lalu, dia siapamu? Ah,,maksudku apa hubunganmu dengannya?” tanya Jeong Hoon tenang.

“Dia laki-laki yang dulu mengejarku saat aku masih duduk di bangku SMA, dia berulang kali menyatakan cinta padaku, tapi aku selalu menolaknya karna saat itu aku sudah mencintai Gege. Tapi dia seolah tidak pernah mau menyerah untuk mengejarku dan mencintaiku, memang dia tidak pernah melakukan hal yang buruk untuk mengejarku, justru dia pernah rela mati untukku. Saat itu aku pernah akan tertabrak oleh mobil saat aku pulang sekolah dan akan menyebrang, aku tidak melihat ada mobil dari samping, tapi Minho tiba-tiba datang dan menyelamatkanku. Aku sangat merasa bersalah, terlebih lagi saat orang tuanya memutuskan untuk membawa dia pergi dari Korea, selama 2 minggu dia tidak sadarkan diri juga, akhirnya orang tuanya membawanya ke Amerika. Aku tidak pernah mendapat kabar lagi darinya, aku sempat sedih, mungkin karna aku belum sempat meminta maaf atau berterima kasih padanya. Dan saat kemarin dia menghubungiku lagi, aku benar-benar tidak tahu apa yang aku rasakan, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padanya. Dia bilang dia akan menemuiku, aku takut dia benar-benar datang menemuiku, aku memang ingin mengucapkan kata maaf yang belum sempat aku ucapkan padanya, tapi jika harus bertemu secepat ini, aku masih belum siap, aku takut kalau dia akan terluka lagi saat dia tahu sekarang aku sudah bersamamu” ucap Vania panjang lebar dengan nada yang sedikit berat dan bulir putih di sudut matanya menetes perlahan, Jeong Hoon memeluknya.

“Kau tidak usah takut, mungkin dia tidak akan bisa menemuimu, bukankah dia tidak tahu sekarang kau tinggal di mana??”

“Dia bisa melakukan apapun untuk bisa menemuiku”

“Kalau begitu kau tidak usah khawatir, kau hadapi saja dia, ucapkan apa yang ingin kau ucapkan padanya, sepertinya dia juga akan mengerti, karena sebuah perasaan itu tidak bisa di paksakan”

“Aku tahu, aku tahu dia pasti akan mengerti, tapi entah kenapa aku merasa sangat bersalah lagi padanya jika aku harus melukai hatinya lagi, padahal jelas karnanya aku bisa selamat dari kecelakaan itu” Vania mulai terisak.

“Sudahlah, kau jangan sedih, kita tunggu saja sampai dia datang, dan kita katakan apa yang seharusnya dia tahu, eoh??”

“Jeong Hoon-ah, mian karna aku baru mengatakannya padamu, aku tidak jujur tentang semua masa laluku, padahal waktu itu kau menceritakan tentang masa lalumu, mian ini aku lakukan karna ku fikir aku sudah tidak ingin mengingatnya lagi, karna kenyataannya aku juga sudah tidak pernah tahu lagi tentang keadaannya”

“Sudahlah, kau tidak perlu minta maaf, lagipula itu hakmu, hakmu untuk menceritakan apa yang ingin kau ceritakan dan tidak menceritakan apa yang tidak ingin kau ceritakan, ehm??” Jeong Hoon menyeka air mata Vania di kedua pipinya.

“Ehm,,gomawo Jeong Hoon-ah, kau benar-benar sangat mengerti aku”

“Itulah alasannya aku mencintaimu” Jeong Hoon tersenyum dan mencium kening Vania lembut.

***

“Baiklah, malam ini adalah malam terakhir kita di sini, karna besok kita harus sudah pulang lagi ke Seoul. Paman akan mengadakan acara games untuk menguji seberapa jauh kekompakan kalian dengan pasangan kalian. Permainannya adalah Best Couple of The Night. Semua pasangan akan mengikuti beberapa permainan dan pemenangnya akan menjadi pasangan terbaik untuk malam ini. Akan ada 3 permainan nantinya” ucap paman Hwan dengan penuh semangat saat para penghuni flat berkumpul di taman penginapan.

“Permainannya apa saja paman??” tanya Kwangmin penasaran.

“Permainannya adalah ‘Pepero Bite’ , ‘Ballons Dance’ dan ‘Guess Who’…” jelas paman Hwan.

“Guess Who?? Maksudnya bagaimana paman??” Youngmin terlihat bingung.

“Tenang, paman akan menjelaskan dulu bagaimana aturan mainnya dan seperti apa permainannya” paman Hwan mengeluarkan barang-barang yang akan di gunakan dalam permainan. “Jadi begini, dalam permainan ‘Pepero Bite’ setiap pasangan akan memakan Pepero di kedua ujungnya, dan siapa yang menyisakan Pepero paling sedikit, maka dia pemenangnya dan akan mendapat nilai 100” terang paman Hwan.

“Wow…ini permainan yang aku tunggu, haha…” ucap Kwangmin polos.

“Dan untuk permainan ‘Ballons Dance’ , setiap pasangan akan memecahkan balon sambil menari dan siapa yang memecahkan balon paling banyak dalam waktu satu menit, maka dia yang akan menang dan mendapat nilai 200”

“Dance nya lagu dangdut yah paman?? Hehehe…” celetuk Jeong Hoon dan langsung mendapatkan tatapan sinis dari Vania.

“Nah..kalau untuk permainan ‘Guess Who’, perempuan akan di tutup matanya dan dia akan menyentuh tangan para pria dan dia harus bisa menebak mana tangan pasangannya”

“Aku yakin kau pasti bisa menebak tanganku sayang, iya kan??” goda Jeong Hoon pada Vania.

“We will see…” jawab Vania datar.

“Dan pemenangnya akan mendapat point 300. Dan semua nilai yang di dapatkan oleh setiap pasangan dari setiap permainannya akan di akumulasikan. Dan siapa yang paling banyak mendapat point, pasangan itulah pemenangnya”

“Chagi…kita harus menang, eoh??” ucap Hangeng pada Hyun Won.

“Ne…” Hyun Won mengangguk mantap.

“Baiklah kalau begitu kita mulai permainannya dari sekarang…..” teriak paman Hwan meniupkan peluit.

“Chamkkamanyo…” sela Yeon Hee.

“Yeon Hee-ah, waegurae??” tanya bibi Hwa.

“Lalu yang jadi pasanganku siapa?? Kalau mereka semua sudah memiliki pasangan?? Jangan bilang kalau kalian akan memasangkan aku dengan…..” ucap Yeon Hee dingin dan menatap Kwangmin sakratis.

“Geuromyeon…kau akan di pasangkan denganku chagi-ah, lalu dengan siapa lagi??” jawab Kwangmin polos.

“Aaaaahhh….shireyo…kalau begitu aku tidak mau ikut permainan konyol ini, lebih baik aku masuk dan nonton TV” jawab Yeon Hee ketus dan berlalu, namun segera di tahan oleh Ilyeon.

“Kau tidak boleh pergi ke manapun bodoh, mau tidak mau kau harus ikut permainan ini. Tidak peduli kau suka atau tidak pada Kwangmin, kalian tetap harus mengikuti permainan ini, arasso??” ucap Ilyeon tegas.

“Yak…eonni-ah, kenapa kau seolah menjerumuskan adikmu ini untuk dekat dengan pria menyebalkan ini, huh??” amarah Yeon Hee terpancing.

“Yeon Hee-ah….sebegitu bencinya kau padaku, sampai-sampai kau jijik untuk dekat-dekat denganku???” tanya Kwangmin lirih dan spontan membuat semua mata memandang Kwangmin simpati.

“Kalau kau bersi keras tidak ingin mengikuti permainan ini karna aku, baiklah aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya denganku. Sebaiknya aku juga pergi saja dari sini” mata Kwangmin terlihat sendu dan dia beranjak dari sana untuk meninggalkan mereka.

“Baiklah…baiklah…aku ikut permainan ini” ucap Yeon Hee ketus “Jadi kau boleh tidak memasang ekspresimu seperti itu lagi, benar-benar tidak enak di pandang” sambungnya sambil berlalu melewati Kwangmin.

Kwangmin terkekeh, menahan tawa kegembiraannya karna akhirnya Yeon Hee mau ikut permainan itu bersamanya.

“Kau hebat, caramu berhasil membuat Yeon Hee akhirnya mau ikut permainan ini” bisik Youngmin pada Kwangmin.

“Makannya kau harus banyak belajar dariku cara meluluhkan hati wanita, hihi…” jawab Kwangmin pelan.

“Baiklah, semua orang sudah mendapatkan pasangannya masing-masing jadi kita akan mulai permainannya sekarang” ucap paman Hwan penuh semangat.

Malam itu semua pasangan benar-benar berusaha sekuat tenaga ( ? ) mereka untuk menjadi pemenang. Dalam permainan Pepero Bite pemenangnya adalah pasangan Hangeng dan Hyun Won di mana mereka hanya menyisakan 0,5 cm Pepero nya. Dan semua orang berteriak histeris saat melihat aksi kedua insan itu, Hangeng secara tidak langsung menyentuh bibir Hyun Won dan itulah pertama kalinya mereka melakukan adegan kiss di saat mereka sudah benar-benar menjadi pasangan kekasih. Lain halnya dengan pasangan Kwangmin dan Yeon Hee, karna Kwangmin terlihat lebih antusias untuk bisa menyentuh bibir Yeon Hee daripada untuk menjadi pemenang dalam lomba itu. Dan tentu saja Yeon Hee tidak akan membiarkan Kwangmin mendapatkan kesempatan itu, sebelum akhirnya Kwangmin melaksanakan pikiran kotornya, Yeon Hee sudah lebih dulu menyelesaikan pertandingan itu dengan menggigit Peperonya yang masih lumayan panjang. Sontak para pasangan yang lain yang melihat tingkah dua insan itu, tidak bisa menahan tawa mereka melihat ekspresi kecewa dari wajah Kwangmin dan ekspresi kepuasan dari wajah Yeon Hee. Pasangan Jeong Hoon dan Vania menyisakan 1 cm Peperonya, karna Vania tiba-tiba tertawa saat melihat mata Jeong Hoon dalam jarak sedekat itu dan akhirnya dia menggigit Peperonya sebelum benar-benar habis. Dan pasangan Ilyeon dan Gun menyisakan Peperonya sepanjang 2 cm, karna Ilyeon tidak tahan mendengar ejekan dari Yeon Hee dan membuatnya tidak bisa menahan tawa. Sedangkan Chaeri dan Youngmin menyisakan Peperonya sepanjang 1,5 cm karna Chaeri juga tidak bisa menahan tawa saat Vania menggodanya.

Dalam permainan ‘Ballons Dance’, pemenangnya adalah Yeon Hee dan Kwangmin. Kwangmin terlihat benar-benar bahagia saat dia dan Yeon Hee saling berpelukan untuk memecahkan balonnya dan pasangan itu berhasil memecahkan balon sebanyak 15 balon dalam satu menit. Urutan kedua, pasangan Jeong Hoon dan Vania yang memecahkan balon sebanyak 11 balon, pasangan Hangeng dan Hyun Won 9 balon, Ilyeon dan Gun 9 balon, Youngmin dan Chaeri 8 balon. Dan dalam pertandingan terakhir ‘Guess Who’ lagi-lagi di menangkan oleh pasangan Kwangmin dan Yeon Hee. Semua orang tampak terkejut saat Yeon Hee berhasil menebak tangan Kwangmin dengan benar. Mereka semua jelas tahu kalau Yeon Hee terlihat seperti membenci Kwangmin, tapi pada kenyataannya bagaimana dia bisa tahu mana tangan Kwangmin di antara para pria lainnya malam itu. Dan mereka semua tampak mendapatkan hiburan baru untuk menggoda Yeon Hee yang mereka curigai sepertinya menaruh perhatian diam-diam pada Kwangmin.

Dan akhirnya setelah pertandingan malam itu berakhir dengan keceriaan di antara mereka, pemanangnya sudah di tentukan, yaitu pasangan Kwangmin dan Yeon Hee yang mendapat total point sebanyak 500.

“Wooo….sepertinya pertandingan ini akan membawa cerita baru untuk pasangan yang satu ini” celetuk Youngmin saat Kwangmin dan Yeon Hee mendapatkan hadiah dari pertandingan itu.

“Yah..kau benar Youngmin, sepertinya tidak lama lagi kita akan menjadi saudara, kau akan menjadi adik iparku karna saudaramu akan menikah dengan adik dari kekasihku, hahaha…” sambung Gun terbahak-bahak.

Kwangmin jelas bahagia menjadi pemenangnya, karna dia juga mendapatkan kesempatan untuk bisa lebih dekat lagi dengan Yeon Hee. Tapi entah apa yang terjadi dengan Yeon Hee malam itu, saat mereka semua menggodanya, dia tidak marah seperti sebelumnya, justru dia terlihat tersipu malu dan bersembunyi di balik punggung kakaknya. Apakah mungkin benar-benar akan ada cerita baru tentang Kwangmin dan Yeon Hee??

***

Seminggu berlalu setelah liburan yang paling berkesan bagi para penghuni flat saat ke Pulau Jeju. Dan berita bahagia datang dari Eunsun yang minggu ini akan melangsungkan pernikahannya dengan Lee Hong Ki yang tak lain adalah atasannya sendiri dan juga Boss dari Vania. Hubungan mereka memang baru berjalan beberapa bulan, tapi nampaknya Hong Ki tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mempersunting Eunsun. Vania adalah sahabat terdekat Eunsun dan Eunsun memilih Vania sebagai Bridesmaidnya pada saat hari pernikahannya nanti dan tentunya Jeong Hoon yang akan menjadi Best man untuk Hong Ki.

“Eunsun-ah, kau jahat yah mendahului eonnimu ini, huh??” goda Vania saat menemani Eunsun untuk mencoba pakaian pengantin.

“Huhu…mianhaeyo eonni, aku juga tidak tahu akan secepat ini. Tapi tenang saja, aku pasti mendo’akanmu agar kau dan Jeong Hoon oppa bisa secepatnya menyusulku, eoh?? hehe….”

“Hei..kalian sedang membicarakan aku yah??” ucap Jeong Hoon menghampiri Eunsun dan Vania yang berdiri di depan fitting room..

“Oppa, kapan kau akan segera melamar Vania eonni? Dia cemburu tuh melihat aku menikah lebih dulu, hihi..” Eunsun terkekeh.

“Secepatnya” jawab Jeong Hoon singkat dan tersenyum manis ke arah Vania yang membuat gadis itu tersipu.

“Sayang, bagaimana kau sudah mencoba bajunya??” tanya Hong Ki yang tiba-tiba menghampiri mereka.

“Ah..belum sayang, ini baru mau aku coba” jawab Eunsun langsung masuk ke ruang ganti di temani Vania.

Tidak lama kemudian Vania keluar lebih dulu, Jeong Hoon sedang membantu Hong Ki membetulkan jas pengantinnya.

“Pengantin wanitanya sudah selesai” ucap Vania semangat, Hong Ki dan Jeong Hoon menoleh bersamaan.

Setelah mendapat aba-aba dari sang Bridesmaid, Eunsun akhirnya keluar. Hong Ki tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya melihat sesosok wanita yang menjelma menjadi seorang Princess yang ada di depannya saat itu. Eunsun benar-benar terlihat sangat cantik menggunakan gaun pengantinnya, benar-benar seperti seorang Princess.

“Kau sangat cantik sayang, tidak salah aku sudah memilihmu” itulah kata pertama yang keluar dari mulut Hong Ki setelah sebelumnya dia terpuka dengan kecantikan Eunsun.

“Terima kasih sayang” jawab Eunsun merona.

Vania ikut senang melihat sahabatnya itu akhirnya akan menempuh sebuah kehidupan baru yang bahagia dengan orang yang di cintainya dan Vania percaya Hong Ki adalah pria terbaik untuk Eunsun.

“Sayang, kenapa kau tidak mencoba satu gaun itu saja??” ucap Jeong Hoon tiba-tiba pada Vania dan menunjuk satu gaun pengantin yang terpampang rapi di tempatnya.

“Mwo??? Tapi kan aku bukan pengantinnya sayang”

“Kau juga akan menjadi pengantinku tidak lama lagi sayang”

“Uuuhhh..so sweet” Eunsun terkekeh mendengar ucapan Jeong Hoon. “Benar eonni, cepat kau coba salah satu baju itu, siapa tahu tidak lama lagi kau bisa cepat-cepat menjadi pengantin betulan, hehe…”

Vania menatap Jeong Hoon sesaat dan akhirnya dia melangkah mendekati satu gaun pengantin yang memang sedari tadi menarik perhatiannya. Vania mengambil gaun itu ragu dan akhirnya dia benar-benar mencobanya. 10 menit kemudian Vania keluar, Jeong Hoon menunggu dengan tidak sabar dan saat Vania keluar dari ruang ganti, tubuhnya seolah menjadi beku dalam sesaat. Matanya tidak berkedip, dia kehilangan kata-katanya karna Vania terlau cantik bahkan sangat cantik dengan gaun itu.

“Sayang, bagaimana??” tanya Vania akhirnya.

“Oppa….” Eunsun menyikut lengan Jeong Hoon.

“Ne….??” Jeong Hoon tersadar dari lamunannya.

“Kau sangat…CANTIK”

Vania tersipu, Eunsun tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Jeong Hoon.

“Eonni, kau benar-benar sangat cantik, kau benar-benar seperti pengantin”

“Gomawo Eunsun-ah”

“Hoon-ah, sepertinya kau harus cepat-cepat melamarnya kalau kau tidak ingin pacarmu ini di ambil orang, haha..” goda Hong Ki.

“Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil wanita ini dariku” ucap Jeong Hoon yakin.

“Kau tenang saja, aku tidak akan memilih pria manapun lagi selain kau sayang, hehe…”

“Benarkah?? Kau janji??”

“Janji….” Vania melingkarkan jari kelingkingnya dengan kelingking Jeong Hoon.

***

Hari bahagia Eunsun dan Hong Ki akhirnya tiba, semua orang sudah duduk rapi di tempatnya masing-masing di dalam gereja. Hong Ki sudah berdiri tegap di depan altar menunggu sang pengantin wanita masuk di antar oleh sang Bridesmaidnya. Setelah sang MC memanggil masuk sang pengantin wanita, akhirnya Eunsun melangkah perlahan masuk ke dalam gereja di ikuti Vania yang melangkah di depannya dan menebar bunga. Semua orang serempak menoleh pada dua wanita cantik itu, pengantin wanita dan bridesmaidnya benar-benar terlihat sangat anggun dengan gaunnya. Hong Ki terkagum melihat kecantikan pengantinnya dan di sudut lain Jeong Hoon tidak melepaskan pandangannya melihat sang bridesmaid yang tak lain adalah kekasihnya.

Eunsun sudah berdiri berdampingan dengan Hong Ki dan akhirnya acara pun di mulai. Hanya berlangsung selama 20 menit untuk ucap janji suci mereka dan penyematan cincin pada sang pengantin. Kini Hong Ki dan Eunsun sudah resmi menjadi suami istri. Suasana tiba-tiba menjadi riuh saat mereka meneriakkan pada sang pengantin untuk saling berciuman. Dengan malu-malu Eunsun tertunduk dan menutup wajahnya, tapi akhirnya Hong Ki mengangkat wajah istrinya itu dan mengecup singkat bibir Eunsun. Tepuk tangan para tamu undangan pun terdengar semangat. Selesai acara semua orang mulai mencicipi hidangan yang di sediakan, Vania dan penghuni flat yang juga di undang ke acara itu duduk dalam satu meja khusus.

“Sayang, aku ke toilet dulu sebentar” ucap Vania pada Jeong Hoon.

“Baiklah, apa perlu aku antar??”

“Tidak usah, aku sendiri saja”

Belum sampai Vania di depan toilet, dia tidak sengaja menabrak seseorang.

“Ah..maaf, maaf aku tidak sengaja” ucap Vania gugup dan membungkuk berkali-kali.

Namun orang yang di tabrak Vania tidak berkata apa-apa, Vania merasakan ada tangan seseorang menyentuh dagunya dan mengangkat kepalanya perlahan. Mata Vania membulat, degup jantungnya berpacu hebat, aliran darahnya terasa menyengat sampai ujung kepalanya saat melihat siapa orang yang ada di hadapannya saat itu. Mata Vania mulai memanas dan ia hanya bisa terpaku di tempatnya.

Siapa kira-kira orang yang di lihat Vania saat itu??? Mungkinkah masa lalu Vania yang ia ceritakan pada Jeong Hoon saat di Pulau Jeju?? Ataukah seseorang yang juga pernah menjadi bagian dari masa lalu Vania namun belum pernah Vania ceritakan pada siapapun??? Tunggu jawabannya di MBG Chapter 11…

To be Continue…..

Annyeong…annyeong…..YA AMPUUUUUN, sebelumnya author mau bungkuk 90 derajat dulu sama para READER karna harus nunggu lama ni FF keluar lagi….bener2 MAAF, karna author vakumnya lama banget, sebenernya dari waktu itu part ini udah selesai setengahnya, tapi baru bisa di selesain skr….di tambah keyboard pc authornya rusak udah 1 bln ini, ini juga pinjem lappy kaka ipar *maaf yah curcol dikit, lol…..

Gimana part ini?? Mian yah kalo ada typo atau ceritanya kurang bagus atau apalah, masih ga tau MBG ini ampe part brpa tapi mudah2 an kalian ga bosen, buat yang masih mau baca author ucapin makasih, tapi kalo yg uda bosen ya udah ga apa2 asal jgn di BASH yah, huhu….mudah2 an part selanjutnya bisa cepet dan ga molor kya part ini, hehe…sekali lagi MAAF YAH…selamat membaca…^^

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s