Part 3 – My Dearest Mom [Sequel of My Sweetest One]

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl ♚

Main Cast :

– Kim Kibum

– Jessica Jung

– Kim Yoo Bin

– Jung Nicole

– Jinwoon

Support Cast : Find it by yourself ♡

Genre : Family, Life, Romance, Comedy ( Little ) ♫

Rating : R / PG 17 ♣

Type : ? ◊

Poster by Little Fairy

Disclaimer : Pemainnya milik Tuhan semata, author cuma pinjem doang, plotnya milik saya, cuma ada scene yang terinspirasi sama salah satu film India Kabhi Khusi Kabhi Gum, hihihi….;D

Selama perjalanan pulang ke rumah, Yoo Bin tidak bicara sedikitpun, dia lebih memilih untuk duduk di belakang dan memandang ke luar jendela. Nicole yang duduk di bangku depan, berkali-kali menyampingkan badannya dengan gusar untuk melihat ke belakang, namun Yoo Bin yang di lihatnya tidak melirik sedikitpun. Sesekali Nicole juga melirik ke arah Jinwoon, memberikan isyarat lewat matanya bagaimana-ini-anak-kecil-ini-marah-padaku? Tapi Jinwoon hanya tersenyum menanggapi isyarat dari Nicole itu sambil kembali menatap lurus ke depan jalan.

Jinwoon menghentikan mobilnya di depan rumah Key, tanpa menunggu perintah, Yoo Bin langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa pamit pada Jinwoon. Spontan Nicole pun langsung turun dari mobil dan berusaha mengejar langkah Yoo Bin, tapi Jinwoon menarik tangan Nicole saat dia juga sudah turun dari mobilnya.

“Kau jangan khawatir, anak-anak hanya akan marah sesaat, besok juga dia pasti akan baik-baik saja, besok aku akan bicara padanya” ucap Jinwoon melepaskan tangan Nicole.

“Tapi bagaimana kalau besok dia masih marah juga?? Besok aku sudah pindah dari rumah ini, aku tidak akan tenang jika Yoo Bin masih marah padaku?” Nicole benar-benar gusar.

“Sudah ku bilang, kau tidak usah khawatir, sudahlah malam ini kau jangan tanya dia dulu, besok saja. Sekarang kau bertanya apapun padanya juga tidak akan membuat suasana hatinya jadi lebih baik”

“Baiklah, aku mengerti”

“Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu. Hati-hati di rumah, yah” Jinwoon tersenyum.

“Sial, senyuman itu. Kenapa senyuman itu seolah menghipnotisku?? Nicole, sadarlah….” gumam Nicole menahan detak jantungnya yang mulai tidak normal.

Tin..Tin

“Aku pulang yah….” sahut Jinwoon membuyarkan lamunan Nicole.

“Ah, ye jaljayo…” Nicole melambai pada mobil Jinwoon yang sudah mulai menjauh.

“Huft…aku harus tenang, benar kata Jinwoon, aku tidak boleh bicara dulu pada Yoo Bin, percuma aku bicara sekarang padanya, lebih baik besok saja, ehm..” Nicole berbicara pada dirinya sendiri, menghembuskan nafas panjang dan mengangguk mantap.

Saat Nicole masuk ke dalam rumah, Yoo Bin ternyata sudah berada di balik pintu dan melipatkan kedua tangannya di dada dan menatap Nicole seperti menatap orang yang sudah melakukan dosa.

“Astaga,,,Yoo Bin-ah, sedang apa kau berdiri di situ?? Bibi kira hantu, Ya Tuhan…jantungku hampir saja copot” Nicole terperanjat melihat keberadaan Yoo Bin sambil mengelus dadanya.

“Ahjumma, apa kau menyukai Jinwoon ahjussi???” tanya Yoo Bin dingin dan berkacak pinggang.

“Ne…??? Yak, Yoo Bin-ah, apa yang kau bicarakan?? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu??” tanya Nicole kebingungan.

“Aku bertanya dan bibi hanya perlu menjawab pertanyaanku, apa bibi menyukai Jinwoon ahjussi??” tanya Yoo Bin lagi.

“Ehmm,,bibi..tentu saja bibi tidak menyukainya, bibi membencinya, lagipula bibi baru mengenalnya, bagaimana mungkin bibi menyukainya” jawab Nicole gelagapan.

“Benarkah??” tanya Yoo Bin masih dengan tatapan dingin.

“Ehm,,benar, wae??”

“Kalau begitu bibi bodoh….” ucap Yoo Bin sambil berlalu.

“Yak..Yoo Bin-ah, kau bilang bibi apa?? Tch, apa-apaan ini, omo..Jess kenapa kau mempunyai anak seperti itu, aiisshh..seumur-umur baru aku di perlakukan seperti ini oleh anak kecil, aarrgghh..aku bisa gila kalau begini terus, iisshh..” Nicole mengacak-ngacak rambutnya sendiri sambil menghentakkan kakinya ke lantai.

Dengan kesal Nicole membanting tas tangannya ke kasur dan merutuk.

“Aaarrgghh..Jinwoon, gara-gara kau, lihat anak kecil saja sampai membenciku, iisshhh..” Nicole menghentakkan lagi kakinya, saat dia akan membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia melihat sesuatu yang keluar dari tasnya.

“Foto ini….Hihi..aku lucu sekali di foto ini, Yoo Bin juga sangat lucu, anak kecil sudah bisa bergaya seperti ini, ahahaha…Ehm…ternyata si bodoh Jinwoon itu tampan juga jika di lihat lebih dekat seperti ini, meski di dalam foto, hihi…” Nicole tersenyum-senyum sendiri memandang fotonya bersama Jinwoon dan Yoo Bin saat di kebun binatang tadi siang.

“Yak..Nicole-ah, apa yang barusan kau ucapkan?? Anhi..anhi…aku tidak pernah mengucapkan apapun, aaiissshhh..kenapa semenjak aku ke sini aku banyak mengalami hal yang aneh-aneh??? Ya Tuhaaaan, tolong aku….” Nicole menampar-nampar pipinya sendiri dan membantingkan tubuhnya dengan kasar ke kasur.

Tok…Tok..Tok…

Mendengar suara pintunya di ketuk, Nicole langsung beranjak “Duguya??” setelah membuka pintu, Nicole cukup kaget melihat ternyata Yoo Bin yang mengetuk pintunya “Ah,,ia aku lupa, di rumah ini kan hanya ada aku dan dia, kenapa aku malah bertanya siapa, hihi…” Nicole terkekeh sendiri mengingat kelakuannya sendiri.

“Yoo Bin-ah, waegurae??” tanya Nicole hati-hati.

“Ahjumma, bagaimana kalau kita bersaing saja untuk mendapatkan Jinwoon ahjussi??” tanya Yoo Bin sambil mendongak menatap Nicole.

“MWORAGO??? Bersaing?? Yak, Yoo Bin-ah, apakah kau serius dengan ucapanmu? Ehm,,maksudku kau serius menyukai ahjussi mu itu, huh??” Nicole terbelalak kaget mendengar ucapan keponakan kecilnya itu.

“Ehm,,gurae, kita main PS, siapa yang kalah maka dia harus mundur untuk mendekati Jinwoon ahjussi, otthae??”

“PS??? Memang di rumah ini ada PS??” Nicole melihat ke ruang tengah.

“Ehm,,appa punya PS di ruang tengah, kajja..Kita bersaing secara sehat” Yoo Bin menarik tangan Nicole dengan kuat sampai ke ruang tengah.

“Yak..yak..yak..Yoo Bin-ah, bibi belum menyetujui tantanganmu, kan??”

“Kau harus mau, kalau tidak kau keluar dari rumahku sekarang juga”

“Aigoo….Ya Tuhaaaann, kenapa ada malaikat kecil mengerikan seperti dia?? Jess, Key tolong aku, aku di siksa oleh anak kalian, huhu…” Nicole merengek dan meringsukkan kakinya.

“Sudah, jangan banyak bicara bibi, ayo kita mulai permainannya” Yoo Bin memberikan Stick PS pada Nicole.

“Kita mau bermain apa??”

“Main bola….”

“MWO?? Yoo Bin-ah, kau ini perempuan, kenapa kau menyukai permainan bola??”

“Bibi cerewet sekali sih, sudah cepat main, pijit saja asal….” sahut Yoo Bin dingin tanpa menoleh ke arah Nicole dan menatap layar dengan serius.

Akhirnya mau tidak mau Nicole mengikuti permintaan Yoo Bin untuk bermain bola di PS itu, dengan semangat yang menggebu, tapi sudah setengah jam berlangsung, skor yang di hasilkan Nicole masih 0 sedangkan Yoo Bin sudah 6. Padahal Yoo Bin bermain dengan santai.

“Gooooll…aku menang lagi ahjumma, bersiaplah menerima kekalahanmu” Yoo Bin mendelik dan Nicole sempat ketakutan melihat tatapan Yoo Bin itu.

“Asshh….AKU MENYERAH!! Yak, Yoo Bin-ah, baiklah bibi menyerah saja, kau boleh mendekati Jinwoon ahjussi semaumu, lagipula bukankah bibi sudah bilang padamu kalau bibi tidak suka padanya dan bibi sangat MEMBENCINYA…Kau tenang saja bibi tidak akan mendekat dia lagi, kau puas??” Nicole menggerutu pada Yoo Bin sambil berlalu “Ashh..lagipula kenapa aku harus mau mengikuti permintaannya untuk bersaing?? Arggh..lagi-lagi aku di permainkan oleh kebodohanku sendiri” Nicole masuk ke kamarnya dan membanting pintu cukup keras.

Tok….Tok..Tok…

“Apalagi??” terika Nicole ketus dari dalam kamarnya.

“Ahjumma….” sapa Yoo Bin membuka pintu kamar Nicole dan berdiri di sana.

“Wae??” tanya Nicole ketus dan menoleh ke arah Yoo Bin.

“Aku yang menyerah, jadi kau boleh dekat-dekat dengan Jinwoon ahjussi” Yoo Bin menutup pintunya

“Mwo?? Yoo Bin-ah, apa yang kau katakan???” teriak Nicole, namun tidak lama kemudian Yoo Bin membuka pintu lagi.

“Lagipula, aku tidak mungkin pacaran dengannya, dia terlalu tua untukku. Aku ingin mencari yang seumur denganku. Dan aku ingin memberitau satu hal padamu, Jinwoon ahjussi, menyukaimu” ucap Yoo Bin datar dan menutup kembali pintunya.

“Hei..Yoo Bin-ah, apa maksud ucapanmu?? Bibi benar-benar tidak mengerti” teriak Nicole masih di tempatnya namun Yoo Bin tidak tiba-tiba membuka pintunya lagi.

“Apa yang di katakannya barusan?? Dia menyerah dan, JINWOON MENYUKAIKU?? Haaahhh,,tidak mungkin, ucapan anak kecil kenapa aku harus mendengarnya?? Ah, sudahlah lebih baik aku tidur dari pada aku benar-benar gila memikirkannya” Nicole memeluk gulingnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

***

“Yoo Bin-ah, eomma pulang….” Jessica masuk ke rumahnya dan memanggil putri kesayangannya itu.

“Eomma….” Yoo Bin berlari dari arah kamarnya dan memeluk Jessica.

“Omo..kau sudah bangun lagi sayang?? Hmm..kau sudah wangi lagi, kau di mandikan oleh bibimu, eoh?? Mana dia sekarang??”

“Ehm..bibi Nicole yang memandikan aku, dia ada di kamarnya sedang membereskan barangnya” Yoo Bin menunjuk ke arah kamar Nicole.

“Yoo Bin-ah, sini peluk appa dulu sayang”

“Appa…” Yoo Bin berlari kecil menuju pelukan Key.

“Hmm..putri appa ternyata cantik sekali yah”

“Ehm….kalau aku tidak cantik, berarti aku bukan anak appa, hehe..”

“Haha..kau ini pintar sekali bicara…”

“Sayang, aku mau ke kamar Nicole dulu yah, aku mau melihat dia, mungkin ada yang bisa aku bantu untuk membereskan barangnya”

“Ehm,,baiklah, nanti aku menyusul”

@Kamar Nicole….

“Hai..Cole..”

“Hai, Jess, kau sudah pulang??”

“Ehm…kau sudah siap-siap lagi?? Kau benar-benar yakin tidak mau tinggal denganku??” tanya Jessica untuk yang ke sekian kalinya.

“Baiklah, baiklah, dari tatapanmu seperti itu aku sudah tau jawabannya, hehe..” jawab Jessica saat Nicole memandang Jessica dengan mata yang di sipitkan.

“Oya, jam berapa kau pergi?? Biar Key dan aku saja yang antar, eoh??”

“No Thanks, aku naik Taksi saja, aku sudah banyak merepotkanmu jadi aku tidak ingin membuatmu repot lagi” jawab Nicole sambil melipat baju terakhirnya ke dalam koper.

“Kau ini, aku tidak pernah merasa di repotkan olehmu, arasso???”

“Sudahlah, aku sudah selesai…Setengah jam lagi Taksiku datang”

“Baiklah, terserah kau saja”

“Oya, bagaimana perjalananmu kemarin, Jess??”

“Begitulah, tidak ada yang special ko”

“Kau yakin?? Yak, apa di sana kau membuat adik untuk Yoo Bin??” goda NIcole sambil menyikut lengan Jessica.

“Eis…pertanyaan macam apa itu”

“Sayaaaang, lihat siapa yang datang….” teriak Key tiba-tiba dari dalam ruang tengah.

“Siapa sayaang??” balas Jessica.

“Kalian ke sini saja” sahut Key lagi.

“Siapa sih memangnya yang datang pagi-pagi begini??” tanya Nicole.

“Entahlah…” jawab Jessica mengangkat bahunya.

“Annyeong Jessica-ssi, Nicole-ssi…” sapa Jinwoon yang sudah duduk di ruang tengah dengan Key dan Yoo Bin.

Dag..Dig..Dug…

“Yak, Nicole kenapa jantungmu berdegup kencang seperti ini saat bertemu matanya?? Jangan bilang kau terpengaruh oleh ucapan Yoo Bin tadi malam, anhi..anhi..andwae Nicole, andwae…..” batin Nicole menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.

“Cole, kenapa kau geleng-geleng kepala?? Kau pusing???” Jessica menyikut lengan Nicole yang masih berdiri di sampingnya.

“Ye…? Ah, anhi, aku….aku hanya pusing sedikit, hehe..” jawab Nicole gugup.

“Ya sudah, ayo kita duduk di sana” Jessica menarik tangan Nicole untuk duduk di kursi ruang tengah.

“Jinwoon-ssi, tumben pagi-pagi begini kau sudah ke sini, kau pasti mau melihat Nicole yah….Auwww..Cole sakit tau??” Jessica meringis karna Nicole langsung mencubit pahanya.

“Hehe…Aku ke sini hanya ingin melihat Yoo Bin”

“Yoo Bin?? Memang ada apa dengan Yoo Bin??” tanya Jessica bingung.

“Ne..?? Ah, tidak ada apa-apa, hanya ingin melihatnya saja, hehe…”

“Paman, aku sudah baik-baik saja, jadi paman jangan khawatir, aku minta maaf soal semalam, oya aku belum meminta maaf pada paman, maafkan aku paman dan terima kasih sudah mengajakku jalan-jalan kemarin…” ucap Yoo Bin membungkukkan badannya.

“Kemarin malam?? Ini sebenarnya ada masalah apa sih?? Yoo Bin-ah, kenapa kau meminta maaf pada ahjussi mu??” tanya Jessica semakin bingung dan Key pun ikut mengernyit bingung.

“Eomma, sudahlah lupakan saja, eomma tidak perlu tau masalah kami, ahjussi kau bawa apa di saku celanamu??” tanya Yoo Bin mengintip ke saku celana Jinwoon.

“Ne..?? Ah, ini….Oya paman bawakan permen lollipop ini untukmu, kau suka permen, kan??” ucap Jinwoon mengeluarkan lollipop rainbow dari saku celananya.

“Omo, ia paman aku suka, tapi sekarang aku sedang sakit gigi, jadi permennya aku kasih ke bibi Nicole saja yah?? Ahjumma, ini permennya untukmu saja” Yoo Bin menyerahkan lollipop itu pada Nicole.

“Ye…?? Yoo Bin-ah, kenapa kau tidak mau?? Kenapa kau memberikannya padaku??” tanya Nicole bingung.

“Sudahlah, terima saja, ayo cepat..” Yoo Bin menaruh paksa lollipop nya di tangan Nicole dan mengedipkan sebelah matanya.

Nicole masih bingung apa yang terjadi dengan Yoo Bin, tapi dengan terpaksa dia menerima lollipop itu.

“Ahjumma, cepat bilang terima kasih pada ahjussi” sahut Yoo Bin yang sudah duduk di samping Jinwoon lagi.

“Ne….?? Tapi…”

Jessica menyikut lengan Nicole lagi dan Nicole pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi ketika melihat Jessica dan Yoo Bin memandangnya penuh siasat (?)

“Ehm,,Jinwoon-ssi terima kasih lollipopnya” ucap Nicole ragu.

Jessica, Jinwoon, Yoo Bin dan Key pun langsung menahan tawa mereka karna geli mendengar ucapan Nicole dan Nicole hanya bisa menundukkan kepalanya karna menahan pipinya yang terasa panas karna malu.

“Yoo Bin-ah, sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan?? Semakin lama aku semakin tidak mengerti dengan keluarga ini, aarrgghtt….” rutuk Nicole meremas batang lollipopnya.

“Oya, ahjumma kau akan pindah hari ini, kan?? Ahjussi kebetulan kau datang, bagaimana kalau kau mengantar ahjumma ke apartemen barunya untuk pindahan??” tany Yoo Bin memiringkan kepalanya.

“Aha..Yoo Bin benar, Jinwoon-ssi, kau tidak keberatan kan kalau kau mengantar Nicole, eoh??” sambung Jessica menepuk tangannya semangat.

“Yakk, kalian berdua ini bicara apa sih?? Tidak usah, taksiku sebentar lagi juga datang ko, Jinwoon-ssi sebaiknya kau jangan dengar mereka, kau tidak perlu mengantarku, aku sudah pesan….”

Drrtt..ddrtt…

“Jamkkaman, aku ada telfon dulu” ucap Nicole mengangkat ponselnya yang tiba-tiba berdering.

“Yoboseyo…”

“Ne…ini aku Nicole yang memesan Taksi tadi..”

“MWO???? Tapi…kenapa bisa Taksinya tidak jadi datang??”

“Apa?? Kecelakaan?? Dan aku harus menunggu Taksinya 2 jam lagi???”

“Aiisshh…Baiklah, ara..ara….”

Nicole menutup telfonnya dengan kesal.

“Wae?? Taksinya tidak bisa datang dan kau harus menunggu lagi?? Aha…aku bilang juga apa, sudah lebih baik kau ikuti saja saran Yoo Bin tadi, Jinwoon-ssi, kau tidak keberatan, kan??” tanya Jessica penuh harap

“Aku tidak keberatan kalau Nicole mau di antar olehku”

“Tentu saja dia mau, haha..kau tenang saja, dia pasti mau ko, ia kan Nicole-ssi??” Jessica memeluk lengan Nicole dan mengedip-ngedipkan matanya.

Nicole hanya mampu tertunduk lesuh tanpa bisa menjawab appaun saat dia terpaksa mengangguk pelan untuk mengiyakan saran Yoo Bin tadi.

—————————–

“Baiklah, Cole, hati-hati yah, semoga kau betah di apartemen barumu. Jinwoon-ssi antarkan sahabat tercintaku sampai ke apartemennya dengan selamat yah, hehe…” Jessica melambai riang ke arah Jinwoon dan Nicole yang sudah berada di dalam mobil Jinwoon.

“Ne,,Jessica-ssi..” sahut Jinwoon.

“Woon-ah, jangan berbuat macam-macam yah, jangan mencari kesempatan di tengah kesempitan, ingat Nicole sahabatku dan istriku, kalau kau berbuat yang macam-macam padanya, kau pasti akan mati di tangan istriku” teriak Key.

“Ehm,,suamiku benar Jinwoon-ssi, kalau kau berbuat yang tidak-tidak kau akan mati di tanganku, hahahha…”

“Hei,,kalian ini, kalau kalain bicara terus kapan Jinwoon akan melajukan mobilnya?? sudahlah kalian tidak usah berlebihan seperti itu, dasar pasangan suami istri lebay. Jess, Key aku pergi dulu, sekali lagi terima kasih yah, maaf sudah merepotkan kalian. Yoo Bin-ah, jaga dirimu, bibi pergi yah” teriak Nicole sambil melambai ke arah Key, Jessica dan Yoo Bin.

“Ehm, Cole hati-hai..”

“Ne, ahjumma jaljayo, kapan-kapan aku akan main ke sana…”

“Baiklah, kami pergi yah..” sambung Jinwoon dan akhirnya melajukan mobilnya.

@Nicole’s Apartement

“Jadi ini apartemenmu???” tanya Jinwoon setelah mereka sampai di apartemen Nicole.

“Ehm,,begitulah…Maaf kalau belum ada apa-apanya”

“Gwaenchana, bukankah kau memang baru pindahan?? Baiklah, apa yang bisa ku bantu sekarang??”

“Kau sudah mengantarku ke sini, kau tidak perlu ikut membantuku lagi, jadi…”

“Kau tidak usah sungkan, aku senang membantumu…” sahut Jinwoon.

Akhirnya siang itu Jinwoon ikut membantu Nicole yang merapihkan apartemennya. Jinwoon membantu memasangkan korden dan segala perabotan lainnya. Sesekali Nicole mamandang Jinwoon yang sedang serius memasang perabotan dan saat Jinwoon tidak sengaja melihatnya, Nicole cepa-cepat memalingkan wajahnya dengan gugup dan Jinwoon hanya tersenyum melihat tingkah Nicole.

Malam harinya…

“Nicole-ssi…”

“Ehmm..??”

“Maaf karna saat pertama kali kita bertemu, aku memberikan kesan yang buruk, aku sudah membuatmu jengkel setengah mati selama perjalanan dari London ke Korea” ucap Jinwoon menatap langit dan memegang cangkir teh hangat yang di buat Nicole saat mereka duduk santai di balkon.

“Jinwoon-ssi….” Nicole menyesap tehnya sedikit dan menaruhnya di atas meja.

“Tapi memang seperti itulah diriku yang asli, menyebalkan, seenaknya, jorok dan selalu membuat masalah. Menurutmu, apa aku ini seperti mempunyai kepribadian ganda?? Karna yang kau lihat belakangan ini mungkin bukan diriku yang kau lihat saat di pesawat?”

“Jujur saja, aku sempat berfikir seperti itu, karna aku benar-benar kaget melihat sikapmu yang sekarang, sedangkan saat di pesawat sikapmu benar-benar membuatku hampir bunuh diri ingin terjun dari pesawat, huh” umpat Nicole.

“Benarkah?? Kau sampai ingin terjun dari pesawat?? Separah itukah??”

“Ye…?? Hahaha,,tapi tenang saja aku tidak sampai hati melakukannya ko, buktinya aku ada di depanmu sekarang, ia kan?? Hehe….” Nicole mengambil gelasnya dan menyesap tehnya lagi dengan gugup.

“Lalu…kalau aku boleh bertanya, kau menyukai diriku yang mana??”

“Uhuk..uhukk….” Nicole tiba-tiba tersedak mendengar pertanyaan Jinwoon barusan.

“Nicole-ssi, gwaenchana?” Jinwoon menepuk pundak Nicole pelan.

“Ehm….Uhuk…” Nicole menggangguk mengiyakan.

“Mian, mungkin pertanyaanku terlalu lancang sampai membuatmu kaget seperti itu”

“Gwaenchana, kau tidak usah minta maaf seperti itu”

“Baiklah, kalau begitu kita ganti topik saja. Oya Nicole-ssi, kau sudah berteman dengan Jessica dan Key berapa lama??”

“Hmm..entahlah, mungkin sudah hampir 11 tahun, wae??’

“Tidak apa-apa, aku hanya bertanya saja dan aku merasa sepertinya mereka sangat menyayangimu”

“Kenapa kau beranggapan seperti itu??”

“Tadi saat mereka mengancamku, kalau aku berbuat yang macam-macam padamu, maka aku akan mati di tangan istri Key, hehe…”

“Haha,,kau mengganggap ucapan mereka serius?? Hmm..tapi kau benar, mereka memang sangat menyayangiku dan aku juga sangat menyanyangi mereka. Aku sudah menganggap mereka seperti keluargaku sendiri. Terlebih lagi Jessica, dulu aku menganggapnya seperti adikku karna sifat manjanya, sifat kekanak-kanakkannya. Tapi justru sekarang aku merasa dia yang seperti kakakku, karna semenjak dia menikah, dia semakin dewasa, meskipun terkadang sifat manja dan kekanakannya masih suka kumat, hehe….”

“Yah, aku tau, kalian sebelas tahun mengenal pasti sudah saling mengerti satu sama lain dan aku berharap aku bisa seperti mereka, yang bisa memahamimu” ucap Jinwoon menatap langit dan Nicole hanya mampu menatap wajah Jinwoon tanpa berani bertanya apa maksud dari ucapan Jinwoon itu.

“Oya, sudah malam, kalau begitu aku pulang dulu yah. Kalau ada apa-apa, kau boleh menghubungiku” Jinwoon beranjak dari tempat duduknya.

“Ehm….terima kasih banyak sebelumnya Jinwoon-ssi, sekali lagi maaf aku sudah merepotkanmu”

“Ne, choenmaneyo. Kau hati-hati yah, jangan lupa kunci semua pintu. aku pulang dulu, annyeong” Jinwoon melangkah menuju pintu.

“Ne..annyeong Jinwoon-ssi, jaljayo” jawab Nicole melihat punngung Jinwoon yang berjalan di koridor apartemennya.

“Jinwoon-ssi, apa yang harus aku jawab??? Apakah aku menyukai dirimu yang seperti ini??” batin Nicole dan menutup pintu apartemennya saat Jinwoon sudah menghilang dari pandangannya.

***

2 minggu setelah kepindahan Nicole ke apartemennya dan memulai pekerjaannya di London, ternyata membuat Nicole semakin dekat dengan Jinwoon. Tidak jarang Jinwoon menawarkan diri untuk menjemput Nicole jika dia pulang kerja, dan tidak jarang juga Jinwoon selalu mengajak Nicole makan siang bersama saat mereka istirahat karna kantor Jinwoon tidak begitu jauh dari tempat kerja Nicole.

Jessica, Key dan Yoo Bin juga sesekali berkunjung ke apartemen Nicole dan hari ini karna mereka semua sedang libur, mereka akan makan malam di apartemen Nicole untuk pertama kalinya. Jinwoon sudah berada di apartemen Nicole dari pagi hari karna mengantar Nicole membeli bahan-bahan untuk masak. Yah, walaupun Nicole tidak begitu pintar memasak, tapi untung Jinwoon mempunyai kelebihan yang tidak di ketahui Nicole, Jinwoon sangat pandai memasak. Dan hal itu membuat Nicole tanpa sadar semakin ingin tahu apalagi sifat Jinwoon yang belum dia ketahui.

“Selesaiii….Nicole-ssi, akhirnya kita berhasil juga membuat semua ini, hehe..” Jinwoon berkacak pinggang sambil menatap masakannya yang sudah di hidangkan di atas meja.

“Ehm…tapi masakan ini hampir semuanya buatanmu, aku hanya membantu memotong sayuran saja, haha…” jawab Nicole terkekeh.

“Anhi,,masakanku adalah masaknmu juga” Jinwoon tersenyum tipis dan membuat Nicole kebingungan atas ucapannya itu.

Nicole baru akan membuka mulutnya untuk bertanya apa maksud ucapan Jinwoon, namun akhirnya dia hanya bisa mengatupkan mulutnya pasrah karna Jinwoon tiba-tiba menerima telfon.

“Ehm…Key” ucap Jinwoon saat mengangkat telfonnya.

“Kami on the way, apa makan malam kita sudah siap?? Aku sampai sana sudah harus siap yah, aku sengaja tidak makan sore supaya aku bisa makan masakanmu sampai 3 kali, haha…” ucap Key di seberang sana.

“Semuanya sudah siap dan kau bisa memakannya sepuas hatimu, bro..”

“Haha,,baiklah kalau begitu, tunggu kami yah, 15 menit lagi kami sampai, ok??”

“Ok…”

“Siapa?? Key??” tanya Nicole setelah Jinwoon menutup telfonnya.

“Ehm…mereka sebentar lagi sampai”

“Oya tunggu sebentar aku lupa mematikan komporku, tadi aku sedang memasak air” Nicole berlari menuju dapurnya.

“Auww…..” teriak Nicole meringis dan meniup jari-jarinya yang kepanasan.

“Nicole-ssi, kau kenapa??” Jinwoon menghampiri Nicole di dapur.

“Gwaenchana, aku tidak sengaja memegang badan pancinya, auuw..tapi ini perih sekali” Nicole meringis lagi.

“Tunggu sebentar aku bawa pasta gigi dulu” Jinwoon masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil pasta gigi.

“Berikan tanganmu” Jinwoon menarik tangan Nicole dan mengoleskan sedikit pasta gigi itu ke jari-jari Nicole.

“Ssshh…periih…Jinwoon” lagi-lagi Nicole meringis.

“Tahan sedikit, begini akan membuat jari-jarimu lebih baik” Jinwoon kembali mengoleskan pasta gigi di jari Nicole dengan sangat hati-hati dan tanpa sadar Nicole tidak merasakan lagi jarinya yang perih karna dia hanya menatap wajah Jinwoon yang sangat serius mengobati lukanya.

“Jinwoon-ssi, ternyata aku baru sadar, kalau kau sangat tampan jika di lihat sedekat ini” batin Nicole dan membuatnya terkekeh sendiri.

“Selesai..Otthae??”

“Ye….??? Ah, sudah tidak perih lagi, hehe..Gomawo Jinwoon-ssi” Nicole menarik tangannya dengan gugup.

Ting Nong..Ting Nong….

“Ah, mungkin itu mereka sudah datang” ucap Nicole berniat untuk membuka pintu namun Jinwoon menahannya.

“Biar aku yang buka, tanganmu sedang sakit”

Nicole akhirnya hanya mengekori Jinwoon yang melangkah menuju pintu dan menyambut kedatangan keluarga kecil Key.

“Annyeong..kami datang…” ucap Key dan Jessica serempak saat Jinwoon membukakan pintu untuk mereka.

“Annyeong…..ayo cepat kalian masuk” sahut Nicole yang mengangkat tangannya sambil melebarkan kelima jari kanannya yang agak terasa kaku karna kepanasan tadi.

“Cole, tanganmu kenapa?? Ko putih-putih gitu??” tanya Jessica mengamati tangan Nicole.

“Ah,,tidak apa-apa, tadi kecelakaan kecil saat di dapur”

“Omo….kau harus terluka karna menyiapkan makan malam untuk kami?? Aigo..aku jadi tidak enak padamu, Cole” Jessica memeluk pinggang Nicole.

“Yak, Jess kau tidak perlu bicara sepetri itu, ini hanya kecelakaan kecil, lagipula Jinwoon sudah mengobatinya jadi aku pasti tidak akan apa-apa. Dan oya lagipula aku tidak repot, semua masakan ini Jinwoon yang masak. Ayo cepat duduk”

“Benarkah?? Omo….Jinwoon-ssi, ternyata kau pandai memasak juga yah???” tanya Jessica kagum saat dia tidak hentinya mengamati hasil masakan Jinwoon setelah mereka duduk di meja makan.

“Ehm..sayang, satu kelebihan Jinwoon lagi, dia sangat pintar memasak dan masakannya selalu enak” sambung Key.

“Jinjayo??”

“Tapi masakanku tidak seenak masakan istrimu, Key. Istrimu lebih pintar memasak di banding aku, hehe…”

“Aigo….kenapa sekarang kita jadi membicarakan hal ini, kalian mau saling memuji atau mau makan malam??” umpat Nicole yang tidak tahan mendengar Jinwoon memuji Jessica yang lebih pintar memasak darinya karna Nicole sadar dirinya tidak terlalu pintar memasak seperti Jessica.

“Aigo, Cole kau cemburu yah Jinwoon memujiku?? Ckckckck..” Jessica terkekeh.

“Yak, siapa yang cemburu??? Sudah ayo makan, nanti makanannya keburu dingin”

“Ehm..baiklah, ayo kita makaaaann….” ucap Jessica riang.

“Yoo Bin-ah, makan yang banyak yah, ini masakan ahjussi mu, lho” Jessica mengambilkan nasi dan lauk pauk ke piring Yoo Bin.

“Ehm…eomma, gomapseumnida ”

“Hei, Cole kenapa kau hanya memandangi piringmu?? Kenapa kau tidak mulai makan?? Ehm..masakan Jinwoon benar-benar enak sayang, Yoo Bin-ah ayo cepat makannya, supaya nanti kau bisa nambah, hihi…” ucap Jessica heboh.

Dan Nicole hanya memandangi piringnya yang masih kosong sementara yang lain sudah mulai melahap makan malam mereka. Jinwoon yang tau kenapa Nicole hanya memandangi piringnya itu, langsung mengambil piring Nicole dan menaruh nasi di piring Nicole.

“Kau mau makan dengan apa??” tanya Jinwoon.

“Ne?? Aku…terserah kau saja” jawab Nicole singkat.

“Baiklah…Ayo cepat buka mulutmu” ucap Jinwoon menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi dan lauk pauk ke arah mulut Nicole.

“Kau mau apa??” tanya Nicole bingung.

“Tentu saja aku mau menyuapimu, bukankah jari-jarimu itu masih sakit?? Apa kau mau makan pakai tangan kiri?? Sudah jangan banyak bicara lagi, cepat buka mulutmu, aaa…” Jinwoon makin mendekatkan sendok itu ke mulut Nicole dan akhirnya dengan ragu Nicole pun membuka mulutnya dan menerima suapan Jinwoon.

“Makan yang banyak, kau akan rugi kalau tidak makan masakanku yang enak ini” ucap Jinwoon datar sambil menyiukkan lagi nasi dan lauk pauk di sendok.

Jessica dan Key yang melihat pemandangan indah itu hanya mampu menahan tawa mereka.

“Ahjumma, bagaimana perasaanmu?? Apakah kau masih tidak menyukai Jinwoon ahjussi setelah dia sudah melakukan banyak hal padamu belakangan ini??” tanya Yoo Bin polos dan membuat Nicole tiba-tiab tersedak.

“Uhuk..uhuuuuk…uhuk…”

“Nicole-ssi, gwaenchana?? Minumlah ini” Jinwoon menyodorkan gelas dan membantu Nicole untuk minum.

“Yak..Yoo Bin-ah, jangan membuat ahjumma mu mati karna kaget mendengar pertanyaanmu, sayang” ucap Jessica membelai rambut Yoo Bin.

“Wae eomma?? Aku bertanya sesuai kenyataan. Ahjumma, kalau kau masih tidak bisa menyukai Jinwoon ahjussi juga, aku akan merebutnya dari tanganmu” tantang Yoo Bin mendelik ke arah Nicole.

“Yoo Bin-ah, bukankah kau sudah ada Mason?? Kenapa kau masih mau mendapatkan Jinwwon ahjussi juga, huh??” bentak Nicole tanpa sadar dan membuat semua orang saat ini memandang ke arahnya.

“Ehmmmm….maksudku, kalau kau sudah punya Mason, biarkan ahjussi mu itu mendapatkan wanita yang dia cintai, jangan mau kau ambil juga, begitu….” jawab Nicole segugup-gugupnya.

“Kau payah ahjumma…” ucap Yoo Bin datar dan melanjutkan lagi makannya.

“Aaiiisshh…” umpat Nicole.

——————————-

Acara makan malam pun selesai. Setelah perasaan Nicole memanas dengan ucapan Yoo Bin, tapi akhirnya perasaannya meleleh lagi saat Jinwoon menyuapinya terus sampai makanannya habis. Entah kenapa Nicole merasa kecelakaan kecil yang di alaminya tadi, membuatnya bersyukur karna tangannya yang terluka seperti itu, Jinwoon jadi menyuapinya.

“Baiklah, Nicole kami pulang dulu yah. Terima kasih untuk makan malamnya, kapan-kapan kau dan Jinwoon yang makan malam lagi di rumah kami, eoh?” ucap Key saat mereka berjalan menuju pintu untuk pamit.

“Ehm, Cole, Jinwoon-ssi terima kasih untuk makan malam duet kalian, makanannya benar-benar enak, aku sampai nambah 2 kali dan sekarang perutku benar-benar kenyang, hehe…” ucap Jessica mengelus perutnya yang sudah buncit.

“Isshh..Jess, sejak kapan kau bisa nambah makan?? Setauku seenak apapun makanannya kau tidak akan pernah sampai nambah” kata Nicole mengerucutkan bibirnya.

“Haha,,entahlak Cole, tapi belakangan ini aku jadi banyak makan, hehehe…” Jessica terkekeh memeluk lengan Key.

“Ahjumma, ingat ucapanku tadi yah, aku serius, lho. Kalau kau masih tidak bisa menyukai Jinwoon ahjussi juga, maka aku akan merebutnya darimu” Yoo Bin mendongak menatap Nicole.

“Aisshh..bocah ini” umpat Nicole lagi.

“Sudah..sudah, sayang ayo pamit pada bibi dan pamanmu” perintah Key.

“Baiklah ahjumma, ahjussi terima kasih untuk makan malamnya, aku pulang dulu. Anyyeong….” Yoo Bin membungkukkan badannya.

“Ne, Yoo Bin-ah sama-sama, hati-hati pulangnya yah” Jinwoon mengusap pelan rambut Yoo Bin.

“Baiklah, kami pulang yah” ucap Jessica dan Key serempak.

“Ne, jaljayo…” Jinwoon dan Nicole melambai ke arah Jessica, Key dan Yoo Bin.

“Ehm…baiklah, aku akan membantumu membersihkan piring-piring setelah itu aku pulang, kajja kita masuk” ucap Jinwoon menatap Nicole dan melangkah ke dalam apartemen lagi.

Nicole hanya terdiam melihat Jinwoon yang membantunya membereskan piring-piring bekas makan malam mereka, bahkan Jinwoon sampai mencucinya. Nicole sempat mencegahnya, tapi Jinwoon tetap ngotot untuk melakukannya.

Setengah jam kemudian, Jinwoon selesai membereskannya dan dia pamit pada Nicole untuk pulang.

“Aku sudah selesai, sekarang aku pulang yah” pamit Jinwoon.

“Jinwoon-ssi jamkkaman..” Nicole menahan tangan Jinwoon yang akan melangkah ke pintu.

“Ada apa??” tanya Jinwoon tanpa melepaskan tangan Nicole yang masih melingkar di lengannya.

“Ehm…aku…aku mau mengatakan sesuatu padamu” ucap Nicole ragu dan melepaskan tangannya yang menggenggam Jinwoon.

“Katakan apa?? Ya sudah katakan saja” jawab Jinwoon.

“Kau…beberapa waktu lalu pernah bertanya padaku, aku menyukai dirimu yang mana, kan??” tanya Nicole memiringkan kepalanya.

“Oh, itu. Iya aku ingat pernah menanyakannya, tapi waktu itu kau tidak menjawabnya” jawab Jinwoon sambil tersenyum tipis.

“Sekarang aku mau menjawabnya” sambung Nicole cepat.

“Benarkah?? Lalu jawabanmu apa?”

“Aku…aku….aku menyukai dirimu yang seperti ini. Lembut, perhatian, selalu tersenyum dan….” Nicole menghentikkan ucapannya.

“Dan apa??” tanya Jinwoon penasaran.

“Dan aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik padaku, perhatian padaku dan selalu membantuku selama ini, apakah itu karna….kau menyukaiku??” tanya Nicole hati-hati.

“Menurutmu??” tanya Jinwoon balik.

“Kau ini, kenapa kau bertanya padaku??? Bukankah aku sedang bertanya padamu?? Jadi tentu saja kau yang tahu jawabannya” ucap Nicole gugup dan saat ini Nicole sudah merasa wajahnya sudah mulai memanas.

“Nicole-ssi, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu sebelum aku menjawab pertanyaanmu??” tanya Jinwoon mendekat pada Nicole.

“Kau mau bertanya apa??”

“Apakah kau menyukai diriku yang seperti ini, itu karna kau benar-benar mulai menyukaiku sepenuhnya??”

“Ne…??? Aku…molla, aku benar-benar tidak tau tentang itu, aku masih belum tau” jawab Nicole menggeleng kepalanya.

“Lalu apakah kau ingin tau apa jawaban sebenarnya dan pertanyaan kita masing-masing???”

“Mwo??? Bagaimana caranya kita tau???”tanya Nicole polos.

Jinwoon melangkah mendekati Nicole dan Nicole tidak melangkar mundur selangkah pun, dia masih berada di tempatnya saat Jinwoon melingkarkan lengannya di pinggang Nicole, mendekatkan tubuh Nicole ke tubuh Jinwoon dan mulai menyentuh bibirnya dengan sangat lembut.

Nicole tersentak, matanya terbuka lebar, bibirnya tidak berkutik, membiarkan Jinwoon yang terus melumat bibirnya semakin lembut dan lengan Jinwoon yang di biarkan memeluk pinggangnya.

“Sekarang, apa yang kau rasakan setelah aku melakukan ini padamu??” tanya Jinwoon setelah melepaskan bibirnya dan menyeka bibir Nicole.

“Aku….aku…..” jawab Nicole gugup.

~ TBC ~

Annyeong……mianhae, choengmal mianhae,,karna lanjutannya bener-bener molor banget…..Huah, tapi akhirnya lega juga bsia nerusin part 3 ini dan bener2 bakal berakhir di Part 4 kayanya, hehe..Moga endingnya bisa cepet dan ga molor lagi waktunya kaya Part 3 ini, hehe..tapi moga kalian tetep sabar nunggu yah, dan moga suka sama part 3 nya, hehe..Jangan lupa RCL nya, WAJIB, hihii…^^

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s