I Remember You ( Paris I’m in Love ) – Chapter 1


Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : All Member Super Junior
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Lenght : 6473 Words
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”..Ini FF perdana author tentang KyuMi ( Kyuhyun & Naomi )
– Credit Poster @Yeonnia

Orang bilang cinta itu indah
Orang bilang cinta itu menyenangkan
Dan orang bilang cinta itu akan selalu membuat kita bahagia
Tapi sepertinya aku tidak sependapat dengan orang-orang
Karena bagiku cinta itu sungguh sangat menyakitkan
Cinta itu menyiksa, cinta itu membuatku lemah dan tak berdaya
Tapi aku juga tidak bisa memungkiri satu kenyataan
Bahwa memang cinta juga memberi kita banyak pelajaran….

~=~=~=~=~=~=~=~=~=~

~ Paris 2010 ~

“Wah…akhirnya cita-citaku bisa keliling dunia bisa terwujud juga” Kyuhyun berjalan menyusuri jalanan Kota Paris yang terlihat sangat indah saat fajar berganti menjadi malam.

Selama tiga hari semua group yang tergabung dalam sebuah Management terbesar di Korea, yaitu SM Entertainment mengadakan konser pertama mereka di salah satu kota di Paris. Konser itu berlangsung sukses dan di padati oleh ribuan penggemar dari berbagai kalangan. Dan setelah menggelar konser selama tiga hari berturut-turut, hari ini semua para idol itu kembali ke Negara mereka, Korea. Tapi tidak dengan Kyuhyun, dia lebih memilih untuk tetap tinggal di sana selama dua hari karena dari pihak Management mereka memberikan libur selama dua hari untuk mereka bebas dari jadwal-jadwalnya. Kyuhyun ingin menikmati liburannya sendirian di sana bahkan tanpa di temani Managernya. Meskipun ia tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, tapi dia cukup yakin bisa tinggal di sana selama dua hari dengan baik.

Malam ini Kyuhyun memutuskan untuk menikmati kota Paris saat malam hari. Dan benar saja, Paris terlihat jauh lebih indah jika malam telah tiba. Lampu-lampu indah menyinari setiap sudut kota Paris. Banyak toko-toko yang menjajar di sepanjang pusat kota itu.

“Aigo…aku hampir lupa kalau aku belum mengisi perutku lagi setelah makan tadi siang” Kyuhyun memegang perutnya yang mulai keroncongan. “Hmm…enaknya aku makan apa yah malam ini?” Kyuhyun melanjutkan langkahnya sambil melihat toko makanan yang bisa menarik perhatiannya.

Akhirnya dia menemukan Restaurant sederhana namun memiliki design yang cukup unik. Dengan langkah semangat, ia pun masuk ke Restaurant itu. Kyuhyun duduk di salah satu sudut yang bisa melihat ke arah jendela kaca dan mulai memesan makanan khas Restaurant itu dengan porsi besar. Kyuhyun hanya perlu menunggu 20 menit sampai semua makanan yang ia pesan datang dan akhirnya tanpa menunggu komando lagi, ia pun mulai melahap makanannya.

Saat ia asyik menyantap makanan yang ada di depannya, tiba-tiba matanya melihat sosok yang bisa membuat matanya tak berkedip dalam beberapa menit. Sosok gadis yang membuka pintu Restaurant dan melangkah menuju meja kasir dan sepertinya memesan beberapa makanan. Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya sampai akhirnya matanya bertemu dengan mata indah gadis itu dan membuat Kyuhyun jadi salah tingkah dan melanjutkan makannya dengan gugup. Saat ia berusaha untuk melihat lagi ke arah gadis itu, ternyata gadis itu sudah tidak ada di sana. Kyuhyun berusaha untuk mengedarkan pandangannya ke setiap sudut Restaurant itu, namun ia tidak bisa menemukan lagi sosok gadis itu.

“Pabo..kenapa aku harus kecewa karna tidak menemukan gadis itu?” Kyuhyun memukul pelan kepalanya.

Selesai makan, akhirnya Kyuhyun kembali menyusuri jalan kota Paris yang ternyata masih di padati banyak pejalan kaki yang berlalu lalang meskipun malam sudah semakin larut.

“Setelah ini aku ke mana lagi yah?” Kyuhyun berfikir.”Ah..menara Eiffel, kurang lengkap rasanya kalau jauh-jauh ke sini tapi tidak melihat menara besar itu secara langsung” Kyuhun mengangguk mantap.

Kyuhyun sampai di Menara Eiffel yang paling terkenal di kota itu dan sudah mendunia. Tidak lupa ia pun mengabadikan gambar dirinya di depan Menara itu dengan ponselnya.

Ini aku dan Menara Eiffel”

Kyuhyun mengupload salah satu fotonya ke akun Twitternya. Dan tidak lama kemudian, Kyuhyun terkekeh melihat layar ponselnya yang tiba-tiba berdering dan ia melihat nama “Teuki Hyung” di sana.

“Kyuuuuuuuu……” belum Kyuhyun mengucapkan sepatah katapun saat ia menerima panggilan dari hyungnya itu, ia sudah di buat kesal dengan hyung-hyungnya yang berteriak di telefon.

“Yaakk….bisa tidak kalian tidak berteriak seperti itu?” ucap Kyuhyun dengan nada membentak.

“Kami sudah melihat fotomu di Twittermu” suara Donghae terdengar berbicara di belakang.

“Kau sedang di Menara Eiffel?” tanya Leeteuk.

“Ehm…kau tahu hyung, Eiffel ternyata sangat indah jika di lihat dari dekat. Sayang kalian tidak ada sini, ckckck…” ucap Kyuhyun sedikit memanas-manasi para hyungnya.

“Lain kali kami juga akan ke sana, kau tenang saja, huh. Kapan kau pulang?”

“Sepertinya jika di sini lebih membuatku tenang, aku akan mempertimbangkan untuk tinggal di sini lebih lama lagi, hehe..”

“Yak…kau cari mati huh bocah tengik?” ancam sang Leader.

“Sini biar giliranku yang bicara” terdengar suara Eunhyuk mencoba untuk mengambil alih telefonnya.

“Hei..gaemgyu, bagaimana? Kau bertemu dengan wanita cantik tidak di sana? Kalau kau bertemu dengan wanita cantik, jangan lupa kau ajak kenalan yah dan nanti kau kenalkan padaku, eoh?”

“Ish…sudah aku duga kau pasti akan bicara seperti itu. Yayaya…kalau nanti aku bertemu dengan wanita aku akan mengenalkannya padamu, tapi seorang janda, kau mau?”

“MWOOO??”

Belum Kyuhyun mengakhiri pembicaraan dengan hyung-hyungnya di telefon, ada seseorang yang membekam mulutnya dari belakang dan berusaha untuk mengambil ponsel yang ada di tangannya. Kyuhyun melihat ada dua pria bertubuh cukup kekar di depannya, dan satu orang lagi masih membekam mulutnya dengan kuat. Dua orang itu berusaha menggeledah tubuh Kyuhyun, mencari sesuatu yang mungkin adalah dompet Kyuhyun. Setelah para pria itu menemukan apa yang mereka cari dari saku celana Kyuhyun, mereka pun tersenyum senang dan mengatakan sesuatu yang Kyuhyun sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan karena mereka berbicara dalam bahasa asing yang Kyuhyun tidak tahu itu bahasa apa. Pria yang membekam mulut Kyuhyun pun melepaskan bekapannya dan menghampiri dua temannya. Kyuhyun pun tidak tinggal diam, dia berusaha untuk merebut kembali ponsel dan dompetnya. Namun pria itu mendaratkan pukulan tepat di wajah Kyuhyun hingga tubuhnya tersungkur.

Saat Kyuhyun mencoba untuk berdiri dan melawan lagi, para pria yang ternyata perampok itu mencoba untuk memukul Kyuhyun dengan balok kayu namun belum sempat mereka melakukannya, balok kayu itu sudah terpental jauh. Seorang gadis datang menyelamatkan Kyuhyun dan menghajar para perampok-perampok itu. Kyuhyun hanya bisa menyaksikan kehebatan gadis itu saat menghajar para perampok yang tubuhnya jauh lebih besar dari tubuhnya sendiri, tidak ada yang bisa ia lakukan karena Kyuhyun sadar dia-memang-tidak-pandai-berkelahi.

Tidak lama kemudian, gadis itu berhasil membuat para perampok itu ketakutan dan akhirnya melarikan diri. Ia mengambil dompet milik Kyuhyun yang tergeletak di tanah.

“Ini…” gadis itu menyerahkan dompet pada Kyuhyun yang masih tersungkur di tanah memegangi mulutnya yang berdarah.

“Kau orang Korea juga?” tanya Kyuhyun heran karena ternyata gadis itu bisa bicara dalam bahasa Korea dan ia mengambil dompet miliknya yang di berikan gadis itu.

” Kalau kau ingin selamat, jangan pernah keluar sendirian. Setidaknya ada orang yang lebih kuat yang menemanimu” jawab gadis itu datar sambil berlalu tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Hei..kau belum menjawab pertanyaanku” Kyuhyun bangkit dan berjalan dengan terpincang-pincang menghampiri gadis itu. “Kau orang Korea juga? Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun” kini Kyuhyun mengulurkan tangannya dan menatap gadis itu.

“Sebaiknya kau pulang dan cepat obati lukamu itu sebelum infeksi” gadis itu mempercepat langkahnya tanpa menoleh ke arah Kyuhyun sedikitpun.

“Hei..tunggu, setidaknya biarkan aku mengucapkan terima kasih karena kau sudah menolongku” Kyuhyun sedikit berlari meskipun luka di kakinya terasa sakit.

“…..” tidak ada jawaban dari gadis itu dan ia semakin mempercepat lagi langkahnya dan menyebrang jalan.

Karena tidak memperhatikan jalan, gadis itu tidak melihat dari kejauhan ada mobil yang sedang melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan hampir mendekatinya. Kyuhyun yang melihatnya tidak bisa berfikir apa-apa kecuali berlari mendekati gadis itu dan mendorong tubuhnya. Gadis itupun tersungkur ke tepi badan jalan dan spontan ia menoleh ke belakangnya dan melihat tubuh Kyuhyun sudah tergeletak lemah di depan mobil itu dan berlumuran darah.

***

Setelah kejadian malam itu yang membuat tubuh Naomi bergetar karena ketakutan melihat Kyuhyun yang berlumuran darah demi menolongnya, hari ini hari ke tiga Naomi menemani Kyuhyun di Rumah Sakit. Malam itu Naomi langsung membawa Kyuhyun ke Rumah Sakit dan menurut Dokter, Kyuhyun kehilangan cukup banyak darah dan kakinya terluka cukup parah karena terkena benturan yang cukup keras. Dan karena sudah kehilangan banyak darah, Kyuhyun pun belum sadarkan diri hingga hari ke tiga dia di rawat.

Hari ini Naomi membawa bunga Lavender dan menyimpannya di pot kecil lalu menaruhnya di meja di samping kasur Kyuhyun. Naomi berharap Kyuhyun segera sadarkan diri, karena sungguh dirinya kini amat sangat menyesal karena malam itu dia bersikap dingin pada Kyuhyun. Dan kini Kyuhyun justru terbaring lemah hanya demi menolong dirinya.

“Kyuhyun-ssi…aku datang. Apakah kau sudah baikan? Bangunlah aku mohon, setidaknya biarkan aku untuk mengucapkan kata maaf karena sudah bersikap dingin padamu malam itu dan aku juga ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menolongku” Naomi mengucapkan kata-kata seperti yang pernah di ucapkan Kyuhyun pada malam itu.”Ayo bangun, bukankah kau belum tahu siapa namaku? Kalau kau bangun, aku akan memberitahu siapa namaku” Naomi berbicara pada Kyuhyun yang masih terpejam dan terpasang selang infus di hidungnya.

Naomi mencoba untuk membenarkan selang infus Kyuhyun yang sedikit melonggar, namun tiba-tiba ia terdiam saat wajahnya terasa dekat dengan wajah Kyuhyun. Ini pertama kalinya ia bisa melihat wajah Kyuhyun dengan jarak sedekat itu.

“Ternyata kau sangat tampan” tanpa sadar keluar pujian dari mulut Naomi sambil terus menatap ketampanan Kyuhyun meskipun dengan sedikit goresan luka di wajahnya karena kecelakaan.

“Astaga….kenapa detak jantungku tiba-tiba berdegup kencang seperti ini melihat wajahnya?? No…no…no, Nao say No for Love” Naomi menggeleng cepat.

Ia cepat-cepat menjauh dari Kyuhyun dan membereskan tas dan bukunya, karena hari ini dia ada kelas. Seperti biasa jika Naomi pergi kuliah, ia akan menitipkan Kyuhyun pada Suster. Sebenarnya Naomi ingin menghubungi keluarga Kyuhyun atau orang terdekatnya, tapi Naomi tidak tahu ia harus menghubungi siapa karena ponsel Kyuhyun hilang saat di rampok oleh para perampok malam itu. Naomi pun mencari dompet Kyuhyun tapi tidak menemukannya. Akhirnya tidak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu Kyuhyun sampai siuman.

“Kyuhyun-ssi, aku ada kuliah jadi aku tinggal dulu yah. Nanti setelah pulang kuliah aku ke sini lagi. Aku harap saat aku ke sini nanti kau sudah siuman” Naomi berbicara lagi pada Kyuhyun. “Aku pergi…bye” Naomi kembali melirik Kyuhyun sebelum akhirnya ia keluar dari kamar itu.

Selesai dengan mata kuliahnya, Naomi kembali ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Kyuhyun. Ketika perjalanannya ke Rumah Sakit ia melihat penjual yang berjualan makanan khas Korea dan Naomi memilih untuk membeli Ddukbokkie karena itu adalah salah satu makanan kesukaannya. Dengan semangat Naomi berjalan di lorong rumah sakit sambil membawa bungkusan di tangannya. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba bersemangat seperti itu, tapi Naomi buru-buru masuk ke kamar Kyuhyun dan betapa kagetnya saat ia melihat Kyuhyun sudah duduk di kasurnya. Mata Naomi membulat, tubuhnya terasa menegang dan kaku, ia merasakan darahnya menjalar sangat cepat di tubuhnya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia memang berharap Kyuhyun segera siuman, tapi entah kenapa sekarang justru Naomi terkejut melihat Kyuhyun sudah sadarkan diri.

“Sampai kapan kau akan mematung seperti itu di sana?” ucapan Kyuhyun cukup membuat lamunan Naomi buyar.”Kemarilah” sambung Kyuhyun dengan suaranya yang terdengar lemah.

Naomi tidak menjawab, ia hanya mengikuti perintah Kyuhyun. Meskipun dengan langkah yang terasa kaku, Naomi akhirnya mendekati Kyuhyun.

“Duduklah” Kyuhyun menunjuk kursi yang ada di samping kasurnya.

Lagi-lagi Naomi tidak berkata sepatah katapun, namun ia menuruti ucapan Kyuhyun lagi.

“Kkk…kau sudah siuman?” tanya Naomi akhirnya namun sedikit gugup.

“Ehm….kau bawa apa?” mata Kyuhyun melirik ke arah bungkusan yang di bawa Naomi.

“Ne? Oh..ini, tadi saat aku menuju ke sini, aku melihat ada yang menjual makanan khas Korea, jadi aku membeli ini” Naomi membuka bungkusannya dan menunjukkan pada Kyuhyun.

“Kau beli ini pasti untukku, kan? Terima kasih…” dengan polos Kyuhyun mengambil bungkusan itu dari tangan Naomi.

“Ttt…tap..iii….ituuu….” Naomi ingin mengatakan sesuatu tapi melihat Kyuhyun yang dengan lahap memakan Ddukbokkie yang di bawanya, ia akhirnya hanya bisa terdiam menunggu Kyuhyun selesai memakannya.

“Itu makanan kesukaanku” Naomi memulai pembicaraan lagi.

“Benarkah? Kalau begitu berarti kau benar-benar orang Korea, bukan?”

“Ehm….” Naomi mengangguk-ngangguk pelan.

Dan tiba-tiba Naomi teringat akan janjinya sendiri, bahwa jika Kyuhyun siuman maka ia akan memberitahukan namanya pada Kyuhyun.

“Hmm…chogiyo….aku…” ucap Naomi terbata-bata.

“Waegurae? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?” Kyuhyun masih asyik melahap Ddukbokkienya.

“Ehmmm…” Naomi sedikit berfikir.”Namaku Naomi, Naomi Ninomuya” ucap Naomi akhirnya.

“Ternyata kau benar-benar menepati janjimu” ucap Kyuhyun dalam hatinya.

Saat Naomi mengunjungi Kyuhyun pagi tadi dan berusaha untuk membenarkan selang infusnya sampai akhirnya wajah mereka berdekatan, saat itu Kyuhyun sebenarnya sudah sadarkan diri namun karena ia merasakan suara nafas Naomi yang sangat dekat dengan wajahnya, Kyuhyun pura-pura masih tidak sadarkan diri dan tidak membuka matanya. Sampai akhirnya Naomi pergi, ia baru mencoba untuk membuka matanya dan memanggil Dokter, tidak lama Dokter pun datang untuk memeriksanya. Dan Kyuhyun sempat terkekeh sendiri mengingat apa yang di katakan Naomi.

“Nama yang bagus, tapi namamu seperti nama orang Jepang?” Kyuhyun menyimpan bungkusan Ddukbokkienya.

“Ehm…aku keturunan Jepang dan Korea”

“Oh….” jawab Kyuhyun singkat dan tiba-tiba ia memegangi perutnya dan meringis.

“Kyuhyun-ssi, gwaenchanayo? Apa perutmu sakit?” Naomi beranjak dan mendekati Kyuhyun dengan panik.

“Per..rutku” Kyuhyun mengerang kesakitan.

“Aishh…ini pasti gara-gara kau makan Ddukbokkie. Lagipula aku membelinya bukan untukmu tapi untukku, kau ini kan sedang sakit jadi tidak boleh memakan makanan yang pedas dulu. Aishh…pabo Naomi” Naomi menggerutu dengan panik.

“Biar aku panggilkan Dokter” Naomi memencet tombol di dekat kasur Kyuhyun untuk memanggil Dokter .

Selang beberapa menit, Dokter pun datang dengan dua Suster.

“Ada apa Tuan?”

“Dokter, tolong dia. Sepertinya perutnya kesakitan dan itu pasti gara-gara dia memakan makanan ini” Naomi berbicara dengan Dokter dengan bahasa Inggris yang cepat dan fasih sambil menunjuk ke arah Ddukbokkie yang hanya tinggal tersisa dua.

“Makanan apa ini?”

“Ini makanan khas Korea, tadi aku membelinya untukku tapi dia malah memakannya. Dokter cepat periksa dia”

“Baiklah, tunggu sebentar”

Kyuhyun pun kembali berbaring dan Dokter segera memeriksanya.

“Bagaimana keadaannya, Dok? Dia tidak apa-apa, kan?” tanya Naomi cemas.

“Dia tidak apa-apa, hanya saja perutnya masih belum bisa menerima makanan yang pedas ataupun keras, dia harus makan makanan yang lembut, seperti bubur” jelas Dokter itu selesai memeriksa Kyuhyun.”Dia masih harus banyak istirahat, tidak boleh terlalu banyak bergerak. Kau harus menjaganya dengan baik agar dia lekas sembuh” sambung Dokter itu pada Naomi.

“Baik, Dok aku akan menjaganya dengan baik”

“Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu. Dua jam lagi kami akan kembali untuk memeriksa keadaannya”

Mr. Cho, take a rest and get well soon” ucap Dokter itu ramah pada Kyuhyun.

“Yes, thank you” jawab Kyuhyun lemah.

Setelah Dokter dan Suster keluar dari sana, kini kembali hanya Kyuhyun dan Naomi yang berada di kamar itu. Naomi menatap Kyuhyun yang membalikkan badannya ke arah jendela.

“Mianhae…” ucap Naomi tiba-tiba dengan nada sendu.

“Kenapa kau harus minta maaf? Itu bukan salahmu” Kyuhyun membalik dan menoleh ke arah Naomi.

“Tapi gara-gara aku membawa makanan itu, kau jadi…”

“Sudahlah, aku bilang itu bukan salahmu” Kyuhyun tersenyum manis dan jantung Naomi tiba-tiba berdegup kencang lagi.

“Senyumannya…manis sekali” tanpa sadar Naomi memuji lagi Kyuhyun dalam hatinya.

“Boleh aku meminta tolong padamu?” ucap Kyuhyun membuyarkan lamunan Naomi.

“Ne?? Ah..tentu, kau mau minta tolong apa?”

“Aku ingin ke kamar kecil, bisa mengantarku ke sana?” Kyuhyun menunjuk ke kamar mandi yang berada di sudut.

“NE…??” Naomi terkejut mendengar ucapan Kyuhyun.

“Maksudku, bantu aku berjalan ke sana.Kakiku masih sangat sakit” sambung Kyuhyun akhirnya membuat Naomi lega.

“Oh….Baiklah” Naomi pun mendekati Kyuhyun dengan sedikit ragu.

Kyuhyun berusaha untuk bangun dan turun dari kasurnya, tapi ia meringis karena kakinya masih terasa sakit. namun ia berusaha untuk menyembunyikan rasa sakitnya itu di depan Naomi. Akhirnya Kyuhyun berhasil turun dari kasur, Naomi membantunya membawa tabung infus Kyuhyun dan tiba-tiba Kyuhyun merasakan sakit lagi di kakinya sehingga tangannya dengan spontan merangkul pundak Naomi untuk bertopang.Naomi pun tersentak kaget dan dia menoleh ke arah Kyuhyun, mata mereka beradu.

“Mianhae…aku tidak sengaja” Kyuhyun dengan cepat melepaskan rangkulannya karena dia tidak mau Naomi berfikiran yang tidak-tidak padanya.

“Anhio..gwaenchanayo” Naomi menaruh lagi tangan Kyuhyun di pundaknya dan memapah Kyuhyun dengan sangat hati-hati menuju kamar mandi.

“Sudah sampai sini saja, aku bisa masuk sendiri” Kyuhyun mengambil tabung infusnya dari tangan Naomi. “Atau kau juga mau ikut masuk denganku?” dalam keadaan sakit seperti itupun, Kyuhyun masih sempat untuk menggoda Naomi yang membuat wajah gadis itu merah padam dalam seketika.

“Yak…” Naomi membulatkan matanya.

Dan Kyuhyun hanya terkekeh melihat ekspresi wajah Naomi saat itu.

Tidak lama kemudian Kyuhyun keluar dari kamar mandi, Naomi dengan cepat menghampirinya dan mengambil alih lagi tabung infus Kyuhyun. Tanpa menunggu komando lagi pun Kyuhyun kembali melingkarkan sebelah tangannya ke pundak Naomi. Dan Naomi hanya bisa menelan ludahnya dalam karena menahan gugup.

Gomawoyo...” ucap Kyuhyun setelah Naomi membantunya kembali berbaring di kasur.

Cheonmaneyo

“Permisi….” tiba-tiba seorang Suster masuk ke kamar rawat Kyuhyun sambil membawa nampan yang berisi makanan Rumah Sakit.

“Tuan Cho, waktunya makan sore” Suster yang bernama Suster Michelle itu menaruh nampannya di meja.

“Iya terima kasih” jawab Kyuhyun tersenyum.

“Suster, barusan aku membantunya ke kamar kecil, apakah itu tidak akan apa-apa? Apakah luka di kakinya sudah tidak terlalu parah?” tanya Naomi pada Suster.

“Baik sebentar aku lihat dulu yah” jawab Suster itu dan menghampiri Kyuhyun.

“Boleh aku lihat kakimu Tuan Cho?” ucap Suster Michelle dengan ramah.

“Tentu…Silahkan”

“Lukanya sudah mulai membaik, tapi kau tetap tidak boleh banyak menggerakkan kakimu dulu yah, itupun kalau anda ingin cepat sembuh” ucap Suster Michelle lembut dan tersenyum hangat.

“Baik Suster, kau tenang saja aku pasti cepat sembuh karena aku sudah memiliki perawat yang akan selalu merawatku dengan baik” Kyuhyun melirik Naomi yang kebingungan tidak mengerti apa maksud dari ucapan Kyuhyun.

Suster Michelle pun tersenyum dan melirik Naomi. Dan Naomi semakin bingung kenapa mereka memandang aneh ke arahnya.

“Oh ya Tuan Cho, anda beruntung karena memiliki kekasih yang setia dan penuh perhatian seperti Nona Naomi. Anda tahu, hari pertama anda masuk Rumah Sakit ini, kekasihmu ini sangat mengkhawatirkanmu. Dia ketakutan dan sering menangis. Dan bahkan dia sering menitipkanmu padaku setiap kali dia akan pergi kuliah dan selalu memintaku untuk menjagamu dengan baik” terang Suster Michelle polos.

“Benarkah? Kalau begitu dia pasti sangat mencintaiku, kan Suster?” Kyuhyun tidak hentinya menggoda gadis itu.

“Suster, kenapa kau mengatakan semua itu padanya? Lagipula…dia bukan pacarku, bukan. Dia hanya teman” Naomi menggeleng cepat dan salah tingkah di tempat duduknya.

“Benarkah?? Tapi aku kira kalian….”

Anhio….Ah,,maksudku bukan, dia bukan pacarku dan aku bukan pacarnya” wajah Naomi terasa panas karena gugup, dia pura-pura memainkan bunga Lavender yang di bawanya tadi pagi.

Kyuhyun hanya terkekeh tanpa mencoba untuk meluruskan kebenarannya bahwa Naomi memang bukan pacarnya, tapi Kyuhyun juga tidak keberatan jika Suster Michelle mengira Naomi sebagai kekasihnya.

“Baiklah,,,baiklah aku tahu, kalau begitu aku permisi dulu. Nona Naomi kau bisa membantu menyuapi TEMANMU itu kalau dia belum kuat menggerakkan tangannya” ucap Suster Michelle sedikit menyindir Naomi.

“Aku rasa dia sudah cukup kuat Suster, jadi tidak perlu di suapi” Naomi menatap sinis ke arah Kyuhyun.

“Baiklah, terserah kau saja. Tuan Cho aku permisi dulu, jangan lupa habiskan makanannya dan semoga anda cepat sembuh”

“Baik, terima kasih Suster”

Setelah Suster Michelle keluar, kini Naomi dengan puas menatap sinis ke arah Kyuhyun. Dia tahu Kyuhyun senang menggodanya hari ini.

“Ah…aku lapar sekali, tapi tanganku masih lemas, bagaimana ini?? Bagaimana aku bisa makan kalau seperti ini” ucap Kyuhyun dengan suara yang di buat lirih dan manja sambil matanya sesekali melirik ke arah Naomi.

“Aish..jika tidak ingat kau yang sudah menolongku malam itu, aku tidak akan sudi melakukan ini” Naomi mengambil makanan yang di bawa Suster Michelle tadi dan mulai menyuapi Kyuhyun dengan sedikit kasar.

“Hei Nona Naomi, aku ini pasien masa kau menyuapi pasien kasar begini?” keluh Kyuhyun.

“Sudah jangan banyak bicara cepat habiskan saja makananmu” Naomi menyuapi Kyuhyun dengan cepat tanpa jeda sampai-sampai mulut Kyuhyun penuh dengan makanan.

“Uhuk..uhuk..” tiba-tiba Kyuhyun tersedak dan memegang dadanya.

Spontan Naomi pun terkejut.

“Kau kenapa??” tanya Naomi ketus tapi ada gurat kekhawatiran terpeta jelas di wajahnya.

“Minum….” Kyuhyun menunjuk gelas di mejanya.

Naomi pun memberikan gelas itu pada Kyuhyun dan Kyuhyun langsung menghabiskan satu gelas air itu dalam satu tegukan.

“Pelan-pelan minumnya” sentak Naomi.

“Waeyo?? Apakah sekarang kau sedang mengkhawatirkanku?” Kyuhyun menatap dalam mata Naomi.

Naomi tersentak, jantungnya lagi-lagi berdegup tidak karuan melihat mata Kyuhyun yang teduh.

“Sudah sore, aku mau pulang dulu. Besok pagi aku ke sini lagi” Naomi cepat-cepat menghindari pandangan Kyuhyun dan mengambil tas dan bukunya yang ia taruh di kursi.

“Tunggu….” Kyuhyun dengan cepat menahan lengan Naomi.

Waeyo?” Naomi menoleh meskipun jantungnya kini serasa mau melompat dari tempat persembunyiannya.

Gomawoyo...” ucap Kyuhyun lembut dan mengembangkan senyuman manisnya tanpa melepaskan tangannya dari tangan Naomi.

Cheonmayo...” jawab Naomi singkat dan menghilang dari pandangan Kyuhyun.

***

Hari ini Naomi bangun pagi-pagi sekali, dia mencari di Internet cara membuat Dakju bubur khas Korea. Ia teringat ucapan Dokter kemarin kalau Kyuhyun harus memakan makanan yang lembut seperti bubur. Dan pagi ini Naomi sengaja ingin membuatkannya hanya untuk Kyuhyun. Setelah menemukan caranya, dengan semangat Naomi menuju dapur mininya sambil membawa Laptopnya.

Satu jam kemudian dia selesai dengan bubur yang pertama kalinya ia buat seumur hidupnya.

“Yak..Cho Kyuhyun, ini bubur pertama yang pernah aku buat seumur hidupku, awas kalau kau tidak memakannya” Naomi berbicara pada bubur yang masih mengepul di hadapannya itu.

Dengan senyuman ceria dan langkah yang semangat, Naomi menuju kamar di mana Kyuhyun di rawat bahkan tadi ia sempat bertemu dengan Suster Michelle di Lobby Rumah Sakit. Dan Naomi menyapanya dengan senyuman termanisnya, terlihat ia seperti orang yang sedang bahagia.

Sesampainya Naomi di depan pintu kamar Kyuhyun dan saat tangannya menyentuh knop pintu, ia mendengar Kyuhyun sedang berbicara dengan seseorang lewat telefon.

“Maafkan aku hyung, bukannya aku tidak berusaha untuk menghubungimu, tapi malam itu ponselku di curi dan aku di tolong oleh seorang wanita. Saat itu wanita itu hampir di tabrak mobil, jadi aku menolongnya”

“Iya…aku tahu, tapi aku tidak ada pilihan lagi malam itu selain menyelamatkannya. Dan siapa sangka kalau akhirnya justru aku yang akhirnya tertabrak”

“Sudahlah, semua ini sudah terjadi. Tidak ada yang bisa di salahkan. Kau atur saja jadwal penerbanganmu untuk menjemputku ke sini. Aku akan menebus semua salahku setelah aku sampai sana. Aku mau istirahat dulu, nanti ku hubungi lagi”

Kyuhyun terdengar menyudahi pembicaraannya dan Naomi masih mematung di depan pintu kamar Kyuhyun, dia mendengar semua pembicaraan Kyuhyun tadi yang entah apa arti di balik setiap ucapannya itu. Yang dapat ia simpulkan adalah, orang yang bicara dengan Kyuhyun tadi di telefon, seolah menyalahkan Kyuhyun karena sudah menolong dirinya malam itu. Dan Naomi sekarang sadar, memang karenanya lah saat ini Kyuhyun tidak berdaya seperti sekarang.

Naomi menarik tangannya dari knop pintu dan pergi dari sana dengan langkah yang gontai.

“Kenapa rantang ini begitu berat?? Sampai-sampai tanganku terasa lemas seperti ini” ucap Naomi pada dirinya sendiri setelah ia keluar dari Rumah Sakit itu.

Tangannya bergetar, matanya terasa panas. Ia berusaha menahan air matanya tapi hatinya terasa sakit dan air matanya tidak bisa memungkiri kesakitan yang di rasakannya saat ini dan akhirnya ia pun menangis.

“Bodoh, kenapa aku harus menangisinya? Yak…Naomi, kau tidak tahu siapa namja itu bahkan kau baru mengenalnya, kenapa sekarang kau harus menangis karenanya? Pabo-ya…” Naomi menyeka air matanya yang tiada hentinya mengalir.

Di tempat lain, Kyuhyun sedang menunggu Naomi di kamarnya. Berkali-kali ia melihat ke arah pintu menunggu kedatangan gadis itu. Namun tidak ada yang datang. Sampai ia mendengar ada suara langkah yang menuju kamarnya, Kyuhyun terus memandang pintu itu. Benar-benar berharap kalau itu adalah Naomi.

“Pagi Tuan Cho…” sapa Dokter yang masuk dengan dua Susternya.

Kyuhyun terlihat kecewa karena yang datang ternyata bukanlah seseorang yang ia harapkan.

“Tuan Cho, bagaimana kabarmu hari ini?” tanya suster Michelle.

“Baik Suster” jawab Kyuhyun tidak semangat.

“Kenapa wajah anda sedih begitu? Apakah ada sesuatu yang membuat anda sedih?” tanya sang Dokter sambil memeriksa Kyuhyun.

“Tidak Dokter, hanya saja aku merasa tidak terlalu baik hari ini”

“Kenapa? Harusnya kau senang kan karena ada seseorang yang membawakanmu sarapan tadi pagi?” ucap Suster Michelle yang tadi sempat bertemu Naomi di Lobby.

“Maksud Suster?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Iya…bukankah tadi Nona Naomi ke sini membawa rantang makanan? Sepertinya dia terlihat bahagia tadi” jelas sang Suster.

“Benarkah?? Tapi dia tidak ada ke sini, justru daritadi aku menunggunya tapi dia tidak datang juga. Aku kira dia tidak akan datang” Kyuhyun memasang wajah sendunya.

“Benarkah? Tapi aku yakin itu benar-benar dia, bahkan tadi dia sempat tersenyum hangat padaku. Lalu ke mana dia jika tidak ada ke sini?” Suster Michelle pun terlihat bingung.

“Mungkin dia ke sini bukan untuk menjengukku, tapi menjenguk oranglain yang ada di Rumah Sakit ini juga” Kyuhyun terdengar sangat kecewa.

“Benarkah? Hmm…yah mungkin juga”

“Tuan Cho, kondisimu semakin membaik, mungkin beberapa hari lagi kau sudah boleh pulang. Apa keluargamu akan menjemputmu?” tanya Dokter selesai memeriksa Kyuhyun.

“Ehm..Dokter ada yang ingin aku bicarakan padamu” ucap Kyuhyun menatap Dokter dan Suster-suster itu bergantian.

“Baiklah kalau begitu kami keluar dulu Dokter. Tuan Cho, cepat sembuh yah” ucap salah satu Suster.

“Tuan Cho aku permisi dulu, mungkin nanti dia akan ke sini menjengukmu. Kau jangan sedih lagi yah” ucap Suster Michelle.

Kyuhyun tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis dan jauh di hati kecilnya benar-benar berharap kalau ucapan Suster Michelle itu benar, Naomi akan menjenguknya.

***

Hari sudah berganti petang, matahari sudah terbenam dengan indahnya menuju singgasananya setengah jam yang lalu. Kamar Kyuhyun yang di terangi sinar matahari seharian tadi sudah berganti dengan di sinari lampu kamarnya.

Hatinya mulai gundah, pikirannya melayang entah kemana. Hanya Naomi yang bermain di pikirannya seharian ini. Dia benar-benar sedih karena belum melihat wajah gadis itu. Kenapa sekarang ia seperti merindukan gadis itu? Gadis yang sama yang ia lihat saat di Restaurant malam itu sebelum kejadian perampokan dan kecelakaan itu terjadi.

“Apakah dia marah padaku gara-gara kemarin-kemarin aku menggodanya terus? Ataukah dia tidak ingin peduli lagi padaku??” Kyuhyun masih di tempat tidurnya dan memandang sedih ke arah jendela.

“Setidaknya aku ingin melihatmu lagi sebelum akhirnya aku pulang, satu kali saja. Aku ingin mengucapkan terima kasih lagi padamu karena malam itu kau sudah menolongku dan kau juga sudah merawatku beberapa hari ini” Kyuhyun tertunduk dalam entah apa yang harus ia lakukan agar bisa membawa Naomi ke hadapannya saat ini karena ia seperti tidak bersemangat jika tidak melihat gadis itu.

Kyuhyun melirik ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sudah tiga jam ia hanya duduk termenung memandangi pintu kamarnya berharap Naomi datang. Tapi ternyata gadis itu tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Saat Kyuhyun akan berbaring, tiba-tiba ponselnya berdering.

Ponsel itu ia beli kemarin sepulang Naomi menjenguknya. Ia meminjam uang pada Suster Michelle untuk membeli ponsel baru dan beruntung Suster Michelle pun meminjamkannya. Akhirnya Kyuhyun menyuruh Office Boy Rumah Sakit untuk membelikannya ponsel. Kyuhyun berjanji akan mengembalikan uang itu secepatnya setelah Managernya datang menjemputnya dan juga mengganti semua biaya Rumah Sakit selama ia di rawat di sana.

Kyuhyun menatap layar ponslenya, nama Leeteuk tertera di sana dan ia pun mengangkatnya.

“Ehm..hyung

“Kyu,,,kenapa dengan suaramu? Sepertinya kau sedang sedih?”

Anhi,,gwaenchanayo

“Oh ya bagaimana keadaanmu sekarang?” suara Leeteuk terdengar sangat cemas di seberang sana.

“Aku sudah baikan, besok Lee Hyung akan ke sini dan mungkin lusa aku akan pulang” terdengar suara Kyuhyun sangat sedih.

“Kau tahu Kyu, kami di sini sangat mengkhawatirkanmu. Tadinya kami akan mengumumkan kehilanganmu di berita Nasional, karena mungkin saja ada orang yang melihatmu. Tapi kami berfikir lagi, itu pasti akan membuat banyak orang khawatir dan akan jadi berita heboh. Jadi kami hanya meminta tolong pada polisi-polisi di sana. Kau tahu keluargamu juga sangat mengkhawatirkanmu” ucap Leeteuk panjang lebar.

Ne..hyung aku tahu, tadi pagi Lee hyung juga sudah memberitahuku. Maaf karena aku membuat kalian khawatir” ucap Kyuhyun menyesal.

“Ya sudah, yang penting sekarang kami sudah tahu kau tidak apa-apa. Cepat pulang anak nakal, kami sangat merindukanmu”

“Ehm..tunggu aku, lusa aku akan pulang. Aku juga sangat merindukan kalian”

“Baiklah kalau begitu, sekarang kau istirahat saja. Di sana pasti sudah larut malam, kan? Maaf aku menganggu waktu istirahatmu”

Anhi..hyung, gwaenchana. Baiklah, nanti aku menghubungimu lagi. Sampaikan salamku pada semua”

Kyuhyun menutup telefonnya dan menghela nafas panjang. Yah, dia tahu dia harus cepat-cepat pulang karena masih banyak tanggung jawabnya sebagai seorang idola, dia tidak ingin mengecewakan para penggemarnya apalagi membuat mereka khawatir.Tapi di sisi lain, ada perasaan berat untuk pergi. Seolah ada sesuatu yang menahannya untuk tidak pergi dan tetap tinggal di sana.

Di luar, Naomi memandangi pintu yang ada di hadapannya dengan gamang.

Flashback…

“Nona Naomi?” sapa Suster Michelle saat tidak sengaja bertemu Naomi di sebuah mini market.

“Suster Michelle?” Naomi cukup terkejut bisa bertemu dengan Suster Michelle di sana.

“Ternyata kau tinggal di dekat sini juga?”

“Iya aku tinggal di appartement di dekat sini”

“Oh..begitu, tidak di sangka yah. Oh ya, tadi pagi kau menjenguk siapa?”

“Iya??” Naomi terlihat bingung.

“Tadi pagi kau ke Rumah Sakit, kan? Kau menjenguk siapa? Aku kira kau menjenguk Tuan Cho, tapi saat aku memeriksanya tadi, dia bilang kau tidak ada ke sana. Apa kau menjenguk temanmu yang lain di sana?” Suster Michelle mengambil beberapa susu dan memasukannya ke dalam keranjang belanjaannya.

“Oh,,itu. Iya aku menjenguk temanku” jawab Naomi berbohong dan mengambil beberapa makanan ke dalam keranjangnya.

“Oh begitu. Tapi tadi Tuan Cho terlihat sangat sedih karena kau tidak ke sana, dia terlihat tidak bersemangat. Saat tadi sore terakhir aku memeriksanya, ekspresi wajahnya tidak seperti kemarin, tadi dia terlihat murung dan bahkan tidak mau makan”

Entah kenapa ucapan Suster Michelle membuat hati Naomi sedih dan sakit. Apakah Kyuhyun benar-benar sedih karena Naomi tidak datang menjenguknya? Dan apakah karenanya juga Kyuhyun sampai tidak ingin makan? Apakah kehadiran Naomi begitu berarti bagi seorang Cho Kyuhyun?

“Datanglah ke sana, lihat dia. Dia pasti masih menunggumu dan dia pasti senang jika kau datang melihatnya” ucap Suster Michelle menyentuh pundak Naomi.

End of Flashback…

Kata-kata suster Michelle tadi lah yang menuntun Naomi akhirnya ia berada di depan pintu kamar Kyuhyun saat ini. Dan bukan hanya karena kata-kata Suster Michelle saja yang membawanya ke sana, tapi hatinya pun mengatakan hal yang sama, ia ingin melihat Kyuhyun.

Namun lagi-lagi, belum sempat ia membuka pintu, Naomi kembali mendengar Kyuhyun sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya lagi. Dan Naomi mendengar semua pembicaraan Kyuhyun. Yah, Naomi baru tahu sesuatu dari Suster Michelle tadi saat bertemu di mini market sebelum Naomi melangkah keluar dari mini market itu, Suster Michelle menceritakan semua yang di ceritakan Kyuhyun pada Dokter tadi pagi dan Dokter menceritakan lagi pada Suster Michelle.

Dan Naomi baru tahu kalau ternyata Kyuhyun adalah seorang artist di Korea, salah satu member Boyband paling terkenal, Super Junior. Meskipun Naomi lama tinggal di Korea dan dia tahu kalau banyak sekali group-group Boyband dan Girlband di sana, tapi Naomi tidak hafal nama dan wajah satu per satu para membernya. Dan Naomi juga memang tidak terlalu suka menonton televisi, ia lebih senang membaca buku dan mendengarkan music.

Yah dan itu berati Naomi juga sangat tahu kalau cepat atau lambat, Kyuhyun pasti akan kembali ke Korea dan kembali menjalani aktifitasnya di sana sebagai seorang Entertain, Naomi juga tahu kalau ceritanya dengan Kyuhyun hanya akan sampai di sini saja karena Naomi tahu Kyuhyun adalah seorang member dari group ternama sedangkan Naomi hanyalah gadis biasa. Dia tahu akhirnya dia tidak akan pernah mungkin bisa bertemu lagi dengan Kyuhyun. Lusa, Kyuhyun akan kembali ke Korea, Naomi tidak tahu apakah dia harus senang atau sedih. Ingin sekali rasanya saat ini ia membuka pintu yang ada di hadapannya, tapi tangannya seolah kaku dan tidak bisa bergerak. Ada ketakutan hinggap dalam benaknya, kalaupun ia masuk dan melihat Kyuhyun, itu tidak akan merubah kenyataan bahwa pada akhirnya mereka pasti harus berpisah dan Naomi tidak akan bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi.

“Ya Tuhaan, kenapa hatiku begitu sakit?? Apakah ini yang di namakan cinta? Jika iya, kenapa di saat aku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya, aku harus merasakan sakit seperti ini? Apakah cinta itu memang menyakitkan?? Jika seperti ini lebih baik aku tidak pernah merasakan jatuh cinta” air mata Naomi mengalir ia menangis untuk pertama kalinya hanya karena sebuah nama, CINTA.

Dan bukan hanya matanya yang menangis tapi juga batinnya, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus di lakukannya sekarang ini.

“Khun oppa bogoshippo. Eomma, appa tolong aku” Naomi tiba-tiba merasakan rindu pada keluarganya di Korea dan kini ia berjalan dengan langkah yang terseok-seok menyusuri jalan setapak depan Rumah Sakit.

***

“Dokter terima kasih sudah menjaganya dengan baik sampai dia sembuh” ucap Manager Kyuhyun saat mereka selesai packing untuk kepulangan Kyuhyun hari ini.”Kami akan pulang dengan penerbangan pukul 11 nanti” sambungnya.

“Iya sama-sama Tuan Lee, kami senang memiliki pasien seorang artis terkenal seperti Tuan Cho. Ternyata dia sangat baik dan ramah” Dokter itu tersenyum ke arah Kyuhyun yang duduk di kasurnya.

“Kapan-kapan mungkin kami akan mengadakan konser lagi di sini, kalau kau sempat datanglah ke konser kami. Biar kami berikan tiket gratis untuk anda”

“Wow,,,,benarkah??? Senang mendengarnya, baiklah kapan-kapan jika kalian kembali aku akan menyambut kalian bukan di tempat ini, tapi di rumahku, hahahaha…”

Mereka tertawa hangat, namun Kyuhyun hanya duduk termenung. Raganya berada di sana, tapi jiwanya entah sedang berada di mana.

“Oh ya Dokter, di mana Suster Michelle? Dari kemarin aku tidak melihatnya, aku juga ingin berterima kasih padanya karena sudah merawatku dan aku juga ingin berpamitan padanya” ucap Kyuhyun buka suara.

“Oh Suster Michelle, kemarin anaknya sakit jadi dia tidak masuk. Tapi hari ini dia masuk, nanti dia juga akan ke sini karena dia juga tahu kau akan pulang hari ini”

“Sepertinya ada yang sedang membicarakanku” Suster Michelle tiba-tiba masuk dan menyapa semua orang yang ada di sana.”Pagi Tuan Cho…Wah, sedih sekali jika kau harus pulang” Suster Michelle memasang wajah sedihnya.

“Yah Suster, aku juga sedih. Tapi bagaimana lagi, aku memiliki banyak tanggung jawab di sana”

“Yah…aku tahu Tuan Cho, kalau begitu kapan-kapan kau harus kembali ke sini untuk sekedar liburan. Dan mungkin untuk sekedar menemui seseorang”

Kyuhyun terdiam, ia tahu siapa yang di maksud Suster Michelle barusan. Dan ituah yang ingin ia tanyakan pada Suster Michelle.

“Suster…ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu” tanya Kyuhyun serius.

“Yah..silahkan Tuan Cho” jawab Suster MIchelle ramah.

“Mengenai Naomi…apakah kau pernah bertemu dengannya lagi??”

“Nona Naomi?? Iya aku pernah bertemu dengannya dua hari yang lalu di mini market dekat rumahku, tapi bukankah malam itu dia ke sini?”

Kyuhyun menautkan sebelah alisnya tidak mengerti.

“Dia ke sini malam itu? Apakah maksudmu dua hari yang lalu dia datang ke sini ingin menemuiku?”

“Iya…saat aku bertemu dengannya di mini market itu aku mengatakan semuanya kalau saat itu kau terlihat sangat sedih karena dia tidak datang dan aku juga bilang kau sampai tidak mau makan. Akhirnya aku menyuruhnya untuk menemuimu dan aku melihat dia begitu cemas dan bahkan belanjaannya pun ia tinggalkan. Memang dia tidak ada ke sini menemuimu?” tanya Suster Michelle juga bingung.

“Suster, aku mohon apakah kau tahu di mana Naomi tinggal??” Kyuhyun meraih tangan Suster Michelle, memohon.

“Aku tidak tahu pasti tapi yang aku tahu dia tinggal di Appartement dekat rumahku” jawab Suster Michelle sedikit berfikir.

“Beri aku alamatnya, biar aku mencoba untuk mencarinya” ucap Kyuhyun tergesa.

“Tapi…”

“Aku mohon” Kyuhyun memasang wajah penuh harap dan akhirnya Suster Michelle pun memberikan alamatnya.

“Kyu jangan pergi…” Manager Kyuhyun menahan lengan Kyuhyun.

“Dua jam lagi kan kita pergi?? Aku hanya minta satu jam saja, jika aku tidak menemukannya maka aku tidak akan mencarinya lagi” Kyuhyun melirik jamnya dan melepaskan tangan Managernya dan berlari keluar.

Setengah jam kemudian Kyuhyun sampai di alamat yang di berikan Suster Michelle, dengan kaki yang masih di perban ia berlari menuju gedung Appartement yang di maksud Suster Michelle tadi. Dan untunglah hanya ada satu Appartement di sana jadi Kyuhyun dengan yakin pasti Naomi tinggal di Appartement itu. Sesampainya di sana, Kyuhyun langsung menuju Lobby dan bertanya pada sang Receptionist apakah ada penghuni Appartement itu yang bernama Naomi. Namun Receptionist itu tidak mengijinkan Kyuhyun untuk meminta informasi tentang penghuni Appartement kepada sembarangan orang dan Receptionist itu meminta kartu pengenal Kyuhyun.

“Aku tidak membawanya, dompetku hilang di rampok, aku mohon beritahu aku. Kau tenang saja aku bukan orang jahat, jadi beritahu aku apakah penghuni di sini ada yang bernama Naomi??” Kyuhyun kalut, dia sampai berteriak-teriak bicara dengan Receptionist itu.

Karena takut Kyuhyun akhirnya membuat kekacauan, Receptionist itu memanggil Security untuk mengamankan Kyuhyun. Namun Kyuhyun berusaha untuk memberontak.

“Cepat beritahu aku, apakah ada penghuni yang bernama Naomi di sini?” Kyuhyun kembali berteriak dengan lengan yang di tarik ke belakang oleh dua orang Security.”Aku mohon…..” suaranya melemah dan tanpa sadar ia menangis.

Di tempat lain, Naomi berdiri di balik tembok dekat Lift. Saat tadi ia akan pergi kuliah dan baru turun dari Appartementnya, dia melihat Kyuhyun di meja Receptionist, Naomi benar-benar terkejut bagaimana bisa Kyuhyun ada di sana. Dan Naomi mendengar namanya di sebut, Kyuhyun ternyata sengaja datang ke sana untuk mencarinya. Ada apa dan untuk apa?? Pikir Naomi.

Tidak ada yang bisa ia lakukan selain tetap berada dalam persembunyiannya, hanya bisa memandang Kyuhyun di balik tembok di hadapannya. Dan saat Kyuhyun di tarik oleh para Security-security itu, hati Naomi terasa sakit dadanya sesak, tidak tega mereka memperlakukan Kyuhyun seperti itu, namun ia juga tidak ada pilihan lain. Ia tidak mungkin menghampiri Kyuhyun, ia tidak ingin itu hanya akan membuat Kyuhyun semakin terluka. Biar Kyuhyun melupakannya, biar Kyuhyun menjauhinya karena Naomi tidak ingin mempersulit hidup Kyuhyun untuk kedua kalinya setelah ia membuat Kyuhyun kecelakaan hanya demi menolong dirinya. Batin Naomi menangis. Dan ia menangis sejadi-jadinya saat akhirnya Kyuhyun melangkah keluar dengan langkah yang gontai.

“Biarkan dia pergi, Nao. Dia pasti akan tetap bahagia meski tanpamu” ucap Naomi terisak, menyenderkan punggungnya ke tembok dan menjatuhkan tubuhnya yang terasa lemas ke lantai.

***

“Tuan Cho kau sudah kembali?” tanya Suster Michelle yang ternyata masih berada di kamar Kyuhyun bersama Managernya.”Bagaimana, apa kau menemukannya?” tanya Suster Michelle lagi.

“….” Kyuhyun tidak menjawab dan ia hanya menggeleng pelan.

Suster MIchelle menghela nafas, ia meremas pundak Kyuhyun pelan. “Bersabarlah, jika kalian berjodoh aku yakin suatu saat kalian pasti akan di pertemukan lagi, di manapun dan kapanpun” ucap Suster Michelle bijak.

“Terima kasih” suara Kyuhyun lemah namun ia mencoba untuk tetap tersenyum pada Suster Michelle.

“Kita harus pergi sekarang” Manager Kyuhyun menyentuh pundak Kyuhyun yang kaku.

“Yah..aku tahu” Kyuhyun mengambil topi dan tas gendongnya dengan berat.

“Aku pergi Suster MIchelle, terima kasih karena sudah menjagaku”

“Sama-sama Tuan Cho, senang bisa bertemu denganmu. Jaga dirimu baik-baik” Suster Michelle memeluk Kyuhyun dan mengusap-ngusap punggungnya.

“Yah..terima kasih” suara Kyuhyun terdengar serak dan ia sempat mengedarkan lagi pandangannya, melihat seisi ruangan itu lagi sebelum ia pergi. Bayang-bayang Naomi terasa jelas di ruangan itu, namun ia dengan cepat memalingkan wajahnya.

“Ayo kita pergi” ucap Kyuhyun pada Managernya dan memakai topinya.

“Tuan Cho…”panggil Suster Michelle pada Kyuhyun sebelum ia keluar dari kamarnya.

Kyuhyun menoleh.

“Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan untuknya? Akan aku sampaikan jika nanti aku bertemu dengannya”

Kyuhyun terdiam sejenak dan menunduk. Ia mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku celananya. Surat yang sengaja ia tulis tadi malam untuk Naomi.

“Tolong berikan ini saja padanya” Kyuhyun menyerahkan surat itu pada Suster Michelle.

“Baiklah akan aku berikan padanya”

Dan akhirnya Kyuhyun pun pergi, meninggalkan ceritanya bersama Naomi di Paris. Cinta yang datang menghampiri kedua insan itu dalam waktu yang singkat dan waktu pula yang memisahkan mereka dalam waktu yang singkat.

“Paris sudah membuatku jatuh cinta padamu dan aku akan selalu merindukanmu di manapun kau berada, Naomi” batin Kyuhyun sambil memejamkan matanya setelah duduk di dalam pesawat menuju Korea.

~ End of Part 1 ~

Note : Annyeooooooooooong…..woaaaaaa,,,,Part 1 nya panjang bener yah?? ato kurang pnjang?? ehehhe…jangan pd pegel bacanya yah….Dan jangan lupa RCL nya,,,sumpah deh satu comment dari kalian az bener” berharga banget buat seorang author,,,jgn cm mau nuntut ini itunya az, tp giliran d buat klian malah gx ninggalin jejak sm sekali,,,kan authornya jd sedih…T_T

Dan sedikit pemberitahuan, setiap dialog mereka di Paris itu ceritanya pke bahasa Ingggris, karena authornya gx jago english, jadi pke bhsa indo az yah,,pling pke englishnya dikit” doang,,,hehe…;D

Oya buat para Khuntorian, jgn kecewa yah karena d part ini Full sama KyuMi karena Khuntoria br muncul d part selanjutnya, hehe…tenang az,,masih panjang ko ceritanya, makannya sering” comment biar nambah semangat buat lanjutinnya….^^

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s