I Remember You ( Complicated ) – Chapter 3


Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : Find it by yourself…;)
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Lenght : 7525 Words
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”...
– Credit Poster @Yeonnia

Rasanya aku pernah melihat pria itu, tapi aku tidak tahu di mana? Dan entah kenapa setiap kali aku berusaha untuk mengingatnya, kepalaku selalu tiba-tiba sakit dan dadakku terasa sesak. Sebenarnya siapa dia?? Apakah pria itu tidak pernah ada hubungannya denganku? Atau justru dia orang yang berarti untukku??

“Khunnie, Nao, eomma dan appa mengumpulkan kalian berdua di sini, karena ada sesuatu hal penting yang ingin kami sampaikan pada kalian” ucap Ibu Naomi saat ia, Ayah Naomi, Nichkhun dan Naomi berkumpul di ruang keluarga.

Eomma, sebenarnya apa yang ingin kalian sampaikan? Kenapa kalian terlihat begitu serius seperti itu?” tanya Naomi penasaran dan duduk di sebelah Nichkhun dan berhadapan dengan kedua orang tuanya.

“Begini Nao, kami tahu kalian pasti akan terkejut mendengar ini. Tapi sebelumnya kami beritahu kalian kalau kami sudah membicarakan masalah ini berdua beberapa hari yang lalu dan kami sepakat kalau kami akan….” ucap Ibu Naomi menggantung ucapannya.

“Akan apa eomma? Jangan membuat kami bingung dan penasaran” jawab Naomi tidak sabar.

“Kami sepakat akan menjodohkanmu dengan oppamu” sambung Ayah Naomi tanpa ragu.

MWO???” teriak Naomi dan Nichkhun bersamaan.

Appa.…” pekik Naomi menatap Ayahnya nanar.

Appa tapi kami…” Nichkhun ikut bicara namun Ayah Naomi segera menambahkan ucapannya.

“Dengarkan kami dulu Khunnie, Nao. Kami mempunyai pemikiran seperti ini bukan semata-mata hanya karena keinginan kami berdua saja, tapi ini demi kebaikan kalian berdua juga” jelas Ayah Naomi.

“Kebaikan kami? Maksud appa apa? Aku benar-benar tidak mengerti” Naomi menggeleng, melipatkan kedua lengannya di dadanya.

“Naomi, eomma dan appa sangat tahu, kakakmu Nichkhun sangat menyayangimu, bahkan dia juga menjagamu dengan sangat baik, dia juga sangat mengerti akan dirimu di banding eomma dan appa. Kalian tumbuh besar bersama, kalian pasti sudah saling mengerti dan mengenal dekat satu sama lain. Kalian memang kakak beradik, eomma sudah menganggap Nichkhun seperti anak eomma sendiri, tapi kalian berdua juga tahu, Nichkhun bukan kakak kandungmu, Nao. Lagipula, tidak ada darah dari kami yang mengalir di tubuh Nichkhun, dia juga tidak meminum air susu eomma. Jadi, eomma dan appa pikir, tidak akan ada yang salah jika kami menjodohkan kalian berdua” jelas Ibu Naomi sendu. “Dan eomma tahu Nao, usia eomma dan appamu ini akan semakin tua, kami juga tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kami. Jadi, eomma ingin oppamu yang akan menjagamu selamanya kerena kami tahu kasih sayangnya padamu tidak akan pernah pudar, seperti kasih sayang kami padamu” sambungnya menatap Nichkhun dan Naomi bergantian.

Eomma tapi tidak dengan cara seperti ini. Andwae, pokoknya aku tidak setuju dengan perjodohan ini, mianhaeyo” sesal Naomi.”Lagipula aku sudah menganggap Nichkhun oppa seperti kakak kandungku sendiri. Jadi, bagaimana mungkin aku bisa menjadi istrinya? Eomma, appa aku mohon jangan paksa kami untuk melakukan itu, eoh?” Naomi menghampiri Ayah dan Ibunya, ia menggenggam lengan Ibunya dan menatap wajahnya memelas.

“Lalu Khunnie, bagaimana denganmu? Apakah kau juga tidak setuju dengan perjodohan ini?” tanya Ayah Naomi menatap Nichkhun yang sedaritadi hanya tertunduk dalam.

Nichkhun terdiam dan masih menunduk.

“Nichkhun, appa tanya sekali lagi padamu, apa kau juga punya pemikiran yang sama dengan adikmu untuk menolak perjodohan ini?” ulang Ayahnya serius.

Jeoseonghaeyo abouji, jeoseonghaeyo. Mungkin jika abouji menyuruhku untuk melakukan sesuatu yang lain, apapun itu aku pasti akan melakukannya, tapi untuk masalah yang satu ini aku benar-benar minta maaf karena aku tidak bisa melakukannya” ucap Nichkhun berat dan masih tertunduk.

Waeyo? Apakah karena kau juga hanya menganggap Naomi sebagai adikmu? Atau kau sudah memiliki seseorang yang kau cintai?” tanya Ayahnya menyelidik.

Anhio abouji bukan itu masalahnya tapi aku dan Naomi sudah sepakat bahwa kasih sayang yang kami berikan terhadap satu sama lain, selamanya hanya kasih sayang sebagai seorang kakak dan adik saja, tidak lebih”

“Apa kalian yakin hanya itu alasannya?” Ibu Naomi ikut menyelidik.

Naomi menatap Nichkhun, namun pria itu masih tidak berani mengangkat kepalanya.

Eomma, appa….apa yang di katakan oppa itu benar, lagipula kelak kami juga akan menemukan seseorang yang akan kami cintai dan mencintai kami. Jadi, sekali lagi aku mohon jangan paksa kami untuk melakukan ini, aku mohon?” Naomi bersujud di hadapan Ayahnya.

“Naomi…” Ayah Naomi menggenggam lengan putrinya.”Bangunlah, kau tidak perlu seperti ini” beliau mengangkat tubuh Naomi untuk bangun.

“Ternyata kalian benar-benar sudah besar, dulu saat kalian masih kecil, kalian pasti akan menuruti apapun yang kami katakan. Tapi, sekarang kalian sudah berani membantah kami” Ayah Naomi memegang wajah putrinya itu. “Baiklah, mungkin sekarang waktunya kami yang menuruti kemauan kalian. Tapi, appa akan mengajukan syarat pada kalian” sambungnya menatap Naomi dan Nichkhun bergantian.

“Syarat?” tanya Naomi dan Nichkhun bersamaan.

“Jika dalam waktu enam bulan kalian belum juga menemukan orang yang kalian cintai, maka kalian harus mau menerima perjodohan ini dan kalian tidak bisa menolak lagi, bagaimana?”

“Baiklah, aku setuju” jawab Naomi tanpa ragu. “Appa jika dalam waktu enam bulan aku belum juga menemukan laki-laki yang aku cintai, aku janji akan menuruti apapun yang appa inginkan” Naomi menatap Ayahnya dengan penuh keyakinan, namun jauh di dalam hati kecilnya ia sangat ragu, ragu apakah ia benar-benar sanggup memenuhi persayaratan yang di ajukan Ayahnya itu? Entahlah.

“Bagus, lalu bagaimana denganmu, Khunnie? Apakah kau siap dengan syarat yang appa berikan?”

“Ne..abouji, aku siap. Dan aku juga tidak akan mengelak perintahmu jika aku ternyata gagal memenuhi syarat yang abouji berikan” Nichkhun akhirnya berani menatap Ayahnya.

“Baiklah kalau begitu, kita sepakat dengan perjanjian ini. Appa dan eomma tidak akan melarang kalian untuk mendapatkan wanita atau pria seperti apa yang kalian inginkan, yang terpenting kalian mencintai mereka dan mereka juga benar-benar tulus mencintai kalian. Tapi, jika sampai saatnya kalian masih tidak mendapatkannya, maka kami akan segera mengatur pertunangan kalian dulu dan nanti tahun depan kalian akan menikah” ucap Ayah Naomi tegas.

Ne…abouji...” jawab Nichkhun dan Naomi dengan berat.

***

Naomi menjatuhkan tubuhnya ke kasurnya, menatap langit-langit kamarnya yang sedang menatapnya intes. Ia menghela nafas panjang memejamkan matanya sejenak.

“Mimpi apa aku semalam? Sampai-sampai aku harus mendengar berita yang benar-benar tidak pernah aku bayangkan sama sekali sebelumnya. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan orang yang aku cintai dalam waktu enam bulan? Apakah aku benar-benar akan menikah dengan pria yang sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri? Itu tidak mungkin, kan?” Naomi berbicara pada langit-langit yang masih setia menatapnya.

Kemudian ia terbangun dan meraih ponselnya yang ia taruh di mejanya.

Oppa, eottheokhae? Walau bagaimana pun, kita harus bisa menemukan orang yang kita cintai dalam waktu enam bulan ini karena kita sudah sepakat, kan? Selamanya kita hanya akan menjadii adik dan kakak saja?” Naomi duduk di kursinya, melipatkan kedua kakinya dan menatap Phone Strap miliknya yang bertuliskan nama Nichkhun di sana.

Di tempat lain, Nichkhun duduk di kursi meja pribadinya, memandangi Phone Strap di ponselnya yang di berikan Naomi beberapa waktu lalu.

“Nao, sebenarnya apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika aku tidak menemukan orang yang aku cintai dalam waktu enam bulan ini? Karena sampai saat ini kau masih setia berada di hatiku. Apakah mungkin aku bisa mencintai wanita lain dan menggantikan posisimu di hatiku hanya dalam waktu enam bulan? Meskipun malam itu kita sepakat kalau kita hanya akan menjadi kakak adik saja, tapi bagaimana dengan perasaanku jika ternyata aku tetap tidak bisa menghilangkan cinta ini dari hatiku?” Nichkhun menatap gamang Phone Strap miliknya.

Ia memejamkan kedua matanya dan menyenderkan punggungnya ke kepala kursi.

Tok..Tok..Tok….

Oppa apa kau sudah tidur?” tanya Naomi di luar kamar Nichkhun.

Nichkhun membuka matanya, ia tidak menjawab namun ia membukakan pintu untuk Naomi.

“Ada apa?”

“Boleh aku masuk?”

“Masuklah”

Setelah di persilahkan masuk, Naomi pun duduk di kursi pribadi Nichkhun meskipun sang pemiliknya belum mempersilahkannya duduk. Naomi mengambil frame foto di meja Nichkhun, foto di mana ia dan Nichkhun saat masih kecil.

Oppa ternyata tidak terasa, aku sudah mengenalmu selama dua puluh empat tahun. Kau orang yang paling mengerti aku, kau tahu semua kebiasaan-kebiasaanku, kau juga sangat tahu apa yang aku suka dan apa yang tidak aku suka, dan kau juga sangat tahu titik kelemahanku. Terima kasih oppa untuk semua kasih sayangmu yang kau berikan dalam waktu selama itu dan maaf karena aku baru mengucapkan terima kasih padamu sekarang” ucap Naomi panjang lebar sambil menatap foto yang ada di tangannya.

“Kau tidak perlu berterima kasih, itu memang sudah kewajibanku sebagai seorang kakak” jawab Nichkhun berdiri di dekat kasurnya.

“Yah,,aku tahu dan aku harap selamanya kasih sayang itu hanya akan sebagai kakak saja dan tidak akan lebih seperti apa yang sudah kita sepakati malam itu” Naomi membalikkan badannya dan menatap Nichkhun yang sekarang tepat berdiri di belakangnya.

“Aku tahu”

“Huft….lalu kenapa di saat kita sudah membuat kesepakatan ini, eomma dan appa malah membuat rencana yang benar-benar memojokkan kita? Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan aku juga tidak yakin apa aku benar-benar bisa mendapatkan pria yang aku cintai dalam waktu enam bulan ini? Lalu, kalau aku tidak bisa menemukannya, apa yang akan terjadi? Apakah kita akan benar-benar bisa menerima perjodohan ini? Kau menjadi suamiku?” ucap Naomi berat, ia menunduk tidak kuat menahan air matanya yang ingin terjatuh.

Nichkhun jelas sangat mengenal adiknya itu, jika suara Naomi sudah seperti itu, itu berarti dia sedang menahan beban yang tidak sanggup ia pikul atau ada sesuatu yang membuat hatinya sakit. Dan jika sudah seperti itu, Naomi hanya butuh sebuah pelukan dan dorongan.

Tanpa menunggu komando, Nichkhun mendekati Naomi, memeluk kepala adiknya itu yang masih terduduk di kursi.

Eottheokhae oppa? Eottheokhae?” tanya Naomi terisak melingkarkan lengannya di pinggang Nichkhun.

“Kau jangan takut, biar kita ikuti waktu saja bagaimana dia akan menjawab semua ini. Oppa yakin kita pasti bisa mendapatkan orang yang kita cintai, Nao” Nichkhun mengusap-ngusap rambut Naomi yang terurai manja.

“Meskipun sebenarnya orang yang aku cintai itu adalah kau” bisik Nichkhun dalam hatinya.

Naomi tidak menjawab lagi, tangisnya semakin kencang, ia menangis tersedu di pelukan Nichkhun.

***

“Ehm..oppa” Naomi menjawab telefon dari Nichkhun saat ia sedang menikmati harinya dengan memanjakan diri di Salon untuk menghilangkan semua kesedihan dan kepenatannya.

“Nao, nanti malam temanku mengundangku ke acara Grand Opening Cafe barunya, kau mau temani oppa ke sana, kan?” tanya Nichkhun di seberang sana di balik kemudinya.

“Temanmu? Memang siapa temanmu itu? Apakah salah satu member 2PM?”

“Bukan, dia masih teman satu Management denganku juga”

“Hmm….tapi aku malu oppa, aku pasti belum pernah bertemu dengan dia, kan? Dan pasti akan banyak orang di sana?”Naomi memajukan bibirnya.

“Kali ini oppa akan membiarkanmu bergaul dengan siapapun, bukankah kita hanya punya wakktu enam bulan untuk bisa menemukan orang yang kita cintai? Jadi, kalau kita ingin menemukannya kita harus banyak bergaul dengan orang-orang” terang Nichkhun.

Naomi tidak langsung menjawab, ia berikir sejenak sebelum akhirnya dia menyetujui ajakan Nichkhun.

“Hmm..baiklah aku akan ikut” jawab Naomi akhirnya.

Ok…nanti malam oppa jemput kau jam tujuh, sekarang oppa masih ada latihan”

Ne….”

See you...”

“See you oppa..”

Setelah selesai bicara dengan Nichkhun, Naomi memukul-mukul ponselnya ke dagu lancipnya sambil memikirkan tentang sesuatu.

“Apa tadi aku tidak salah dengar? Oppa bilang dia akan membiarkanku bergaul dengan siapapun? Artinya dia sudah tidak akan membatasi lagi aku harus bergaul dengan siapapun? Kenapa rasanya aneh sekali melihat oppa berubah secepat ini?”Naomi melipatkan lengannya di dadanya.

“Hah..tapi baguslah,mungkin ini pertanda oppa ingin menepati janjinya padaku kalau dia hanya akan menyayangiku sebagai adiknya saja dan semoga perasaannya padaku bisa cepat hilang” Naomi tersenyum sendiri dengan pikirannya dan ia melirik jam di ponselnya, masih tiga jam lagi waktu yang dia punya sebelum nanti malam Nichkhun menjemputnya.

Selesai memanjakan dirinya di Salon, Naomi pergi ke sebuah Boutique untuk membeli pakaian yang akan ia kenakan nanti malam. Yah, meskipun Naomi bisa menebak itu bukan acara resmi, tapi setidaknya Naomi ingin tampil lebih rapi dan sedikit anggun nanti malam di depan teman-teman Nichkhun.

Naomi memarkirkan mobilnya di depan Boutique langganannya dulu sebelum ia kuliah di Paris. Dengan langakh semangat ia masuk ke dalam Boutique itu.

“Oesseo Oseyo…” sapa sang karyawan butik itu menyapa Naomi saat masuk ke dalam.

“Ji Eun-ah??” Naomi menyapa karyawan yang bernama Lee Ji Eun itu dengan senangnya.

“Nona Naomi???” Ji Eun terkejut melihat Naomi.

“Ehm…ini aku”

“Ahh..astaga sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu” Ji Eun tanpa menunggu perintah langsung memeluk Naomi melepaskan rindu. “Nona, sudah lama sekali kau tidak ke sini? Senang bisa bertemu denganmu lagi” Ji Eun memegang lengan Naomi dan mengayun-ngayunkannya manja.

“Eum…Ji Eun-ah, aku sangat merindukanmu. Aku juga merindukan Jessica eonni, ke mana dia?” tanya Naomi melihat seisi ruangan mencari sosok sang pemilik Boutique itu.

“Ah…Jessica eonni sedang ada pertemuan dengan para Designer sedunia di Eropa. Mungkin seminggu lagi dia baru akan pulang”

“Sayang sekali, padahal aku ingin sekali bertemu dengan dia” sesal Naomi. “Hah,,tapi jujur saja aku salut padanya, selain cantik, masih muda, dia juga berbakat dan pekerja keras. Seandainya aku bisa seperti dia” keluh Naomi pada Ji Eun.

“Hei..Nona, kau juga cantik, masih lebih muda malah, kau juga berbakat dan berhati peri seperti Jessica eonni” puji Ji Eun mengusap-ngusap punggung lengan Naomi.

“Errr…kau ini, paling bisa membuat hidungku melayang, sudah ah. Oh ya, aku ke sini ingin membeli pakaian untuk aku pakai ke sebuah acara malam ini” Naomi mulai menjelajah Boutique itu.
“Memang acara apa Nona?” tanya Ji Eun mengikuti langkah Naomi di belakangnya.
“Bukan acara resmi, hanya acara Grand Opening sebuah Cafe teman oppaku saja” Naomi melihat baju yang di depannya dan memetakkan pada tubuhnya.
“Teman oppamu? Apa itu member 2PM juga?” tanya Ji Eun semangat.
Anhi…masih teman satu Managementnya, tapi sepertinya member-member 2PM juga akan datang karena mereka juga kan satu Management. Wae?” Naomi melirik Ji Eun sekilas kemudian mengambil dua baju dan melingkarkannya di lengannya.
Jinjayo??? Woaaa…menyenangkan sekali kau mempunyai kakak seorang artist, kau jadi bisa bertemu dengan teman-temannya yang masih satu profesi dengannya. Hiks..hiks….” keluh Ji Eun cemberut.”Oh ya eonni, kalau kau bertemu dengan Wooyoung tolong mintai tanda tangannya yah, eoh? Aku salah satu penggemar beratnya” ucap Ji Eun memohon.
“Yak…aku malu kalau aku yang memintanya, lebih baik nanti saja kau yang minta langsung padanya”
“Huft…kalau aku yang minta, kapan aku bisa bertemu dengannya?” Ji Eun menunduk pasrah.
“Saat ulang tahunku, aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan di rumahku dan aku akan mengundang teman-teman oppaku. Aku juga akan mengundangmu, jadi nanti kau bisa bertemu dengan Idolamu itu, eotthae??”
“Jinja?? Omooo…Nona, terima kasiiiiiih” Ji Eun memeluk Naomi dan meloncat-loncat karena senang. “Aahhh….ini kesempatan emas bagiku, aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku harus berdandan yang cantik, hihi….” Ji Eun memegang pipinya sendiri antusias.
“Kau ini….” Naomi hanya menggeleng melihat tingkah Ji Eun. “Ya sudah, aku mau mencoba pakaian ini dulu, nanti kita lanjut obrolannya, eoh?”
“Ah…ne Nona silahkan, hehe….” Ji Eun terkekeh.
Beberapa menit kemudian Naomi keluar dengan pakaian pertamanya yang ia coba.
“Ji Eun-ah, bagaimana dengan yang ini?” tanya Naomi pada Ji Eun saat ia keluar dari fitting room.
“Wow..kau cantik sekali Nona, kau memakai pakaian apapun juga tetap terlihat cantik” puji Ji Eun menatap Naomi dari depan hingga belakang.
“Err…lagi-lagi kau membuat hidungku terbang. Chakkaman, aku coba yang satunya lagi yah” ucap Naomi dan dia kembali masuk ke fitting room untuk mencoba pakaian yang keduanya.
“Eum…” Ji Eun mengangguk-ngangguk semangat.
“Ji Eun-ah, eotthae??” beberapa saat kemudian Naomi keluar kembali dengan baju keduanya.
“Woaaaaa…..” Ji Eun menatap takjub Naomi. “Yang ini lebih pas denganmu Nona, yang tadi juga bagus tapi menurutku yang ini akan membuatmu seperti seorang Ratu di acara nanti, hehe….”
“Benarkah? Apakah pakaian ini tidak terlalu berlebihan jika aku pakai ke acara itu?” Naomi melihat dirinya sendiri.
“Anhio...justru baju ini pas sekali untuk kau pakai ke acara itu. Simple tapi tetap terlihat anggun” Ji Eun menaruh ujung jari telunjuknya di dagunya.
“Hmm…baiklah aku ambil yang ini saja” ucap Naomi semangat dan kembali masuk ke fitting room untuk mengganti pakaiannya kembali.
“Oh ya Ji Eun-ah, tidak di sangka ternyata kau betah juga bekerja di sini. Kalau aku hitung berarti kau sudah bekerja di sini selama enam tahun, kan?” ucap Naomi selesai mengganti pakaiannya dan sekarang berada di kasir untuk membayar bajunya.
“Eum…Nona, aku sudah mengabdi di Boutique ini selama enam tahun. Pertama mungkin karena aku butuh uang untuk menyambung hidupku dan kedua karena Jessica eonni sudah sangat baik padaku, dia bukan hanya menjadi atasan bagiku tapi juga teman sekaligus kakak yang baik untukku. Dia orang pertama yang akan membantuku jika aku ada masalah. Maka dari itulah, aku ingin membalas semua kebaikannya dengan mengabdi di sini untuknya” terang Ji Eun panjang lebar.
“Yah,,,kau benar dan tidak ada alasan untuk tidak menyukainya, selain cantik dia juga memiliki hati seperti peri”
“Eum,,,dan dia sama sepertimu Nona”
“Errr….” Naomi mendelilk Ji Eun dan tersenyum malu.
“Ah..eosseo osseyo...” Ji Eun tiba-tiba menyapa seorang pelanggan yang baru masuk ke dalam Boutique.
Dan pelanggan itu tersenyum mengembang ke arah Ji Eun.
“Ji Eun-ah aku….” ucap Naomi menatap Ji Eun yang membelakanginya.
“Victoria eonni???” betapa terkejutnya Naomi saat sadar ternyata yang baru masuk itu adalah Victoria.
“Naomi???” Victoria tidak kalah terkejutnya bisa melihat Naomi di sana.
“Ahh..eonni-ah, senang sekali bisa bertemu denganmu lagi” Naomi menghampiri Victoria dan memeluknya.”Tidak di sangka ternyata takdir mempertemukan kita lagi di sini” Naomi melepaskan pelukannya dan menatap Victoria riang.
“Haha..kau benar Naomi, seperti apa yang pernah aku ucapkan, jika memang takdir mengijinkan kita untuk bertemu lagi maka kita pasti akan di pertemukan lagi dan ternyata takdir memang mengijinkan kita untuk bertemu lagi dan itu di sini”
“Eum..eonni, kau benar. Untunglah takdir berpihak baik pada kita, hihi…”
“Oh ya, kau sedang apa di sini? Apa kau juga biasa membeli baju di sini?” tanya Victoria penasaran.
“Eum…tentu, bahkan aku sudah menjadi pelanggan di sini selama enam tahun yang lalu, meskipun selama empat tahun aku kuliah di Paris, aku memang tidak pernah ke sini dan baru kali ini aku ke sini lagi” terang Naomi. “Lalu kau sendiri? Apa kau juga sering membeli baju di sini?” tanya Naomi balik.
“Yah…di sini jadi salah satu Boutique favoritku”
Jinja?? Woaaa…tidak di sangka kita bisa bertemu di Boutique ini dan tempat ini sama-sama menjadi Boutique favorite kita”
“Hahaha….ternyata perkenalan denganmu banyak sekali hal lucunya. Sepertinya ini pertanda baik untuk kita”
“Haha..kau benar eonni, yah aku harap juga begitu. Oh ya eonni, sekalian aku bertemu denganmu di sini, aku mau mengundangmu juga ke Ulang Tahunku lusa, kau harus datang yah?”
“Lusa?? Ehm….lihat nanti yah, aku lihat Schedule ku dulu. Kalau memang tidak ada Schedule, aku usahakan untuk datang. Memang kau akan merayakannya di mana?”
“Di rumahku, yah hanya pesta kecil-kecilan, sekalian anggap saja ini untuk menyambut kepulanganku lagi ke sini, hehe…”
“Hmm..baiklah, kau tulis saja di sini alamat rumahmu, eoh?” Victoria menyodorkan buku Agendanya pada Naomi.”Oh ya sekalian tulis juga nomer ponselmu, biar nanti aku menghubungimu aku bisa datang atau tidaknya”
“Sudah...Igo” Naomi mengembalikan buku Agenda milik Victoria.”Pokoknya aku ingin kau datang, oh ya sekalian aku akan mengenalkanmu pada kakakku, waktu di bandara kan belum sempat, hehe…” Naomi memeluk lengan Victoria manja.
“Haha,,,kau ini, memang setampan apa kakakmu itu sampai-sampai kau bersi kukuh ingin mengenalkannya padaku, huh?” Victoria mencubit pelan hidung Naomi dan menggoyangkannya.
“Nanti juga kau akan tahu, hehe….”
“Yah,,baiklah, akan aku usahakan. Dan aku penasaran ingin melihat seperti apa kakakmu itu” Victoria memasukkan kembali buku Agendanya ke dalam tasnya.
Ne, aku akan menunggumu” Naomi mengangguk-ngangguk.
“Nona, ini belanjaanmu” ucap Ji Eun tiba-tiba menghampiri Naomi dan memberikan kantung belanjaan berisi baju yang di beli Naomi.
“Ah,,,ne Ji Eun-ah gomawo” Naomi menerima kantung belanjaannya “Hmm…eonni-ah, sebenarnya aku masih ingin berlama-lama ngobrol denganmu, tapi aku harus pergi. Nanti malam aku ada acara, aku harus pergi” Naomi meliirk jam tangannya cemberut.
“Ya sudah, lain kali kita pasti bisa bertemu lagi. Aku akan menghubungimu nanti”
“Eoh…Ya sudah, kalau begitu aku duluan yah. See you eonni….” Naomi mengecup singkat kedua pipi Victoria
“Eum….See you.…” balas Victoria dan melambai pada Naomi yang sudah keluar dari Boutique.
***
Nichkhun dan Naomi sudah sampai di Cafe di salah satu daerah Gangnam. Beberapa mobil mewah sudah terparkir di halaman parkir Cafe yang lumayan cukup luas.
Oppa aku takut” ucap Naomi memegang dadanya saat turun dari mobil.
“Kenapa kau harus takut? Kita hanya akan ke acara Grand Opening Cafe saja Nao, bukan untuk menonton film horror” jawab Nichkhun memencet tombol kunci alarm mobilnya.”Kau santai saja tidak usah tegang seperti itu. Kajja...” Nichkhun memeluk lengan Naomi dan menuntunnya untuk masuk ke dalam.
“Oppa benar, kenapa aku harus takut? Aku sendiri juga tidak tahu. Kenapa tiba-tiba dadaku malah terasa sesak sekarang?? Nao ada apa dengan dirimu?” batin Naomi berperang.
“Nichkhun Buck” teriak teman Nichkhun yang sudah berkumpul di dalam saat Nichkhun dan Naomi menghampiri mereka.
“Sepertinya aku yang datang terakhir, apakah aku datang terlambat?” Nichkhun menyalami teman-temannya satu per satu.
“Haha..tidak Khunnie, kau tidak terlambat hanya saja kami yang datang terlalu awal, kekekeke…” Shindong terkekeh sambil mengunyah sesuatu di mulutnya.
“Oh..Naomi-ssi, kau datang juga?” tanya Junsu yang menyadari kehadiran Naomi di balik punggung Nichkhun.
“Ah..ye, annyeong haseyo yorobun” Naomi keluar dari persembunyiannya dan menyapa semua orang.
Annyeong haseyo” jawab mereka serempak dengan nada yang tidak beraturan.
“Khunnie-ah, duguya??” tanya Eunhyuk antusias mendekati Nichkhun dan mengedip-ngedipkan matanya jail.
“Oh ya yorobun, kenalkan ini adalah Naomi kekasih kesayangannya Nichkhun” teriak Taecyeon menggoda Nichkhun.
“Wow…Khunnie-ah, kapan kau memiliki kekasih? Kenapa aku tidak pernah tahu?” Siwon menyambar dengan pertanyaannya.
“Jangan dengar ucapan orang gila ini hyung” jawab Nichkhun santai “Bukan, dia bukan pacarku, dia adikku. Semuanya kenalkan ini Naomi” Nichkhun memeluk pundak Naomi dan memperkenalkan adiknya itu pada semua teman-teman satu Managementnya.
Annyeong…Naomi imnida” Naomi membungkuk malu-malu memperkenalkan dirinya.
Annyeong Naomi-ssi” jawab mereka kompak dengan nada delapan oktaf.
“Oh ya hyung, dia benar adikmu? tapi ko tidak mirip sama sekali?” Taemin Maknae dari SHINee ikut menyambar.
Nichkhun menatap Naomi sekilas dan tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Taemin.
“Dia adik angkatku, tapi aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri” jawab Nichkhun memeluk lengan Naomi.
“Aaaaahhhhhh…..” mulut mereka terbuka lebar secara bersamaan dan mengangguk-ngangguk tanda mengerti.
“Oh ya, mana si Maknae Kyu??” Nichkhun melihat sekelilingnya.
“Tuh dia di sana, daritadi asyik di depan piano. Kau tahu kan kalau dia menemukan piano, dia pasti akan betah diam di depannya” Donghae menunjuk Kyuhyun yang sedang duduk di depan piano yang memang khusus di taruh di salah satu sudut Cafe untuk para pengunjung yang akan di suguhkan sebuah lagu.
“Perhatian semuanya….” teriak Heechul tiba-tiba pada semua orang di sana.
Sontak semua mata kini tertuju pada Heechul dan Kyuhyun yang ada di sampingnya.
“Malam ini uri Maknae akan membawakan sebuah lagu untuk kita dengan permainan pianonya” ucap Heechul berlagak seperti seorang MC profesional. “Baik Tuan Cho, malam ini kau akan membawakan lagu apa untuk kami?” tanya Heechul memberikan Mic pada Kyuhyun.
“Aku akan membawakan sebuah lagu ciptaanku sendiri Tuan Heechul, lagu ini aku buat untuk seseorang” jawab Kyuhyun penuh percaya diri.
“Seseorang? Lalu apakah seseorang itu ada di tengah-tengah kita malam ini?” Heechul mengedarkan pandangannya ke sekililing ruangan Cafe.
“Haha..anhio, orang itu tidak ada di sini. Tapi berada jauh entah di mana” jawab Kyuhyun tersenyum getir.
“Maksudmu? Aku tidak mengerti Tuan Cho” tanya Heechul bingung.
“Haha..sudahlah Tuan Heechul, kau tidak usah pusing memikirkannya karena aku sendiri juga tidak tahu dia berada di mana sekarang” Kyuhyun menatap Heechul dalam. “Boleh aku mulai sekarang?” Kyuhyun memincingkan matanya.
“Ah…yah, tentu Tuan Cho silahkan. Baiklah para hadirin, mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk Tuan Kyuhyun yang akan memulai permainannya”
Seraya dengan komando Heechul barusan, semua orang di ruangan itu pun bertepuk tangan serempak.
“Pria itu, kenapa aku seperti pernah melihatnya? Tapi di mana? Dan namanya Kyuhyun? Kenapa namanya seperti tidak asing di telingaku? Argghhtt…” Naomi tiba-tiba meringis memegang dadanya saat ia sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Nao, waegurae?” Nichkhun yang menyadari suara ringisan Naomi langsung menatapnya.
Anhio oppa, gwaenchana” Naomi memaksakan senyuman di wajahnya meskipun sebenarnya ia masih merasakan dadanya yang tiba-tiba sakit lagi.
“Kau yakin tidak apa-apa? Apa kau tidak enak badan? Apa sebaiknya kita pulang saja?” terpeta jelas kekhawatiran di wajah Nichkhun saat itu.
“Anhi…tidak usah. Benar, aku tidak apa-apa oppa. Kau jangan khawatir” Naomi merilekskan tubuhnya dan menatap kembali ke depan, menatap Kyuhyun yang memainkan pianonya dengan penuh penghayatan.
There’s a road inside your heart made just for you
Don’t be scared, take your first step and then take two
Pain will come but I believe you can endure
Further down that road, just trust a little more
Holding you, holding you, it’s in you river flows in you
Slow it down, slow it down, that river flows inside me too
Holding you, holding you, it’s in you river flows in you
Waiting now, waiting now, just be strong, you will make it through
If you let me, I will give my heart to you
So that I can feel you, what else can I do?
Can you hold on just a little longer still?
In your heart if you believe it then you will
Alunan lirik dan melodi yang di mainkan Kyuhyun seolah membius semua orang yang mendengarnya. Lirik yang di sampaikan seolah benar-benar mewakili isi hati sang penciptanya yang di tujukan untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Dengan selesainya lagu yang di bawakan Kyuhyun, ruangan itu pun riuh dengan tepuk tangan meriah dari semua orang yang ada di sana.
“Wooowww…Kyuhyun, Daebak…”
Great Song Kyu….”
We want more Kyu….”
Teriakan demi teriakan menyambari Kyuhyun dan Kyuhyun hanya tersenyum di tempatnya.
“Wowowowow….Kyuhyun-ssi, apakah lagu tadi benar-benar lagu ciptaanmu?” tanya Heechul menghampiri Kyuhyun yang kini berdiri di sampingnya.
“Ehm….lagu itu benar-benar lagu ciptaanku”
“Kau membawakannya dengan penuh penghayatan, apakah lagu itu di tujukan untuk seseorang yang kau cintai?” tanya Heechul menyelidik.
Kyuhyun tidak menjawab, lagi-lagi ia hanya tersenyum dan menggantungkan pertanyaan Heechul.
“Aku sudah selesai dengan permainanku, terima kasih untuk kalian yang mendengarnya” Kyuhyun membungkuk sebelum akhirnya dia pergi dari sana dan menghampiri para hyung-hyungnya.
“Cho Kyuhyun, kau benar-benar memiliki suara emas. Tidak di sangka kau bisa menciptakan lagu seindah itu” puji Siwon menepuk pundak Kyuhyun.
“Terima kasih hyung
“Hei Kyuhyunnie, permainanmu benar-benar mengagumkan. Aku saja belum pernah bisa menyelesaikan lagu ciptaanku sampai sekarang, haha…” Nichkhun bertepuk tangan memuji Kyuhyun.
“Terima kasih hyung” Kyuhyun menatap Nichkhun dan menatap seseorang di sebelahnya yang membuat matanya terbelalak.
“Na….” saat Kyuhyun akan menyebut sebuah nama, tiba-tiba Eunhyuk memeluknya dan memperkenalkan Naomi padanya.
“Oh ya Kyu, kenalkan ini pacar baruku namanya Naomi” Eunhyuk mendekati Naomi dan memperkenalkan Naomi sebagai kekasihnya pada Kyuhyun.
Kyuhyun tidak berkata, aliran darahnya terasa menjalar secepat mungkin di dalam tubuhnya sampai ke puncak kepalanya. Perasaannya campur aduk, ia senang bisa melihat mata teduh gadis itu lagi, ia senang bisa melihat wujud lugu gadis itu lagi dan ia juga senang bisa melihat sosok yang sangat ia rindukan selama dua tahun belakangan ini. Tapi di sisi lain, beribu pertanyaan menghampiri otaknya, kenapa gadis itu bisa ada di sana? Siapa di antara teman-temannya yang juga mengenal gadis itu? Dan apakah gadis itu sudah menjadi milik seseorang di antara para hyung-hyungnya? Atau apakah pengakuan Enhyuk barusan adalah benar? Kalau Naomi adalah kekasihnya?
“Yak..Kyu, kenapa kau malah melamun?” Enuhyuk menyikut pinggang Kyuhyun. “Ayo kenalkan dulu dia pacarku, namanya Naomi” ulang Eunhyuk dengan wajah serius namun yang lain hanya terkekeh geli melihat tingkah sok percaya diri Eunhyuk yang berlebihan.
“Kyu…Kyuhyun” Kyuhyun mengulurkan tangannya yang bergetar dan suaranya terdengar sangat berat.
“Naomi….” balas Naomi tersenyum.
Namun tiba-tiba ada perasaan lain yang mengalir di dalam tubuh mereka masing-masing. Kyuhyun merasakan rasa rindu yang membuncah sehingga membuatnya ingin sekali menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Sedangkan Naomi merasakan dadanya yang terasa sesak lagi, menciptakan perasaan aneh dalam hatinya dan kenapa ia merasa pernah mengenal tangan hangat itu?
Oppa…aku mau ke toilet dulu” pamit Naomi tiba-tiba pada Nichkhun dan melepaskan tangannya dari Kyuhyun.
“Biar aku antar” sahut Nichkhun.
Anhio, aku sendiri saja”
“Naomi, apa kau mau aku yang antar?” sambar Eunhyuk.
“Yayaya….kau cari mati, huh?” Nichkhun menarik kerah baju Eunhyuk untuk menjauh dari Naomi.
“Hahaha..baiklah, aku hanya bercanda Khun” Eunhyuk terkekeh.
Kyuhyun semakin tidak mengerti, kalau memang Naomi kekasih Eunhyuk, kenapa Naomi justru pamit pada Nichkhun dan kenapa reaksi Nichkhun seperti itu pada Eunhyuk? Pertanyaan-pertanyaan itu lama-lama bisa membuatnya gila di tempat dan akhirnya dia memutuskan untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaannya itu dengan menghampiri Naomi dan menanyakan langsung pada orang yang bersangkutan.
“Permisi, aku mau ke toilet dulu” ucap Kyuhyun pada semuanya dan ia mempercepat langkahnya mengikuti Naomi dari belakang.
Naomi masuk ke dalam toilet khusus wanita dan Kyuhyun menunggunya di luar. Setelah beberapa menit kemudian Naomi keluar dari toilet dan ia menoleh pada seseorang yang memanggilnya di belakang.
“Naomi” panggil Kyuhyun menatap Naomi nanar.
Ne??” sahut Naomi menatap Kyuhyun sesantai mungkin.
“Apakah ini benar-benar kau? Naomi yang aku temui di Paris dua tahun yang lalu?”
Ne???” Naomi menautkan alisnya bingung.
“Naomi, apakah kau marah padaku? Apakah aku sudah melakukan kesalahan padamu sehingga membuatmu bersikap dingin seperti ini padaku?” tanya Kyuhyun masih berdiri di tempatnya.
“Kyuhyun-ssi, maaf tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan barusan. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Dan kau bilang kita pernah bertemu di Paris dua tahun lalu? Tapi kapan persisnya? Kenapa aku tidak mengingatnya??” Naomi berfikir keras mencoba mencerna ucapan Kyuhyun.
“Kau bahkan berpura-pura tidak mengenalku? Apakah pertemuan dua tahun lalu benar-benar tidak ada artinya bagimu? Kau seperti ini karena kau memang tidak ingin mengenalku lagi atau kau…” Kyuhyun mencoba untuk mendekati Naomi,namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat matanya melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.
Kyuhyun melihat ponsel Naomi di tangannya, bukan karena melihat ponselnya yang membuat ia terkejut, tapi karena ia melihat Phone Strap milik Naomi yang bertuliskan nama Nichkhun di sana yang membuat otaknya kembali berfikir tentang sesuatu.
“Naomi”
Saat mendengar namanya di sebut, Naomi pun menoleh ke asal sumber suara itu dan Nichkhun sudah ada di belakangnya sekarang.
Oppa…” sahut Naomi dan Nichkhun menghampirinya.
“Kenapa kau lama sekali? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Nichkhun cemas.
“Tadi aku ketemu Kyuhyun-ssi dan kami bicara dulu sebentar oppa, benar kan Kyuhyun-ssi?” Naomi menatap Kyuhyun.
“Mian hyung, tadi aku yang mengajaknya bicara”
“Ah..tidak apa-apa Kyu, aku hanya khawatir saja takut dia ada apa-apa, makannya aku menyusulnya ke sini” jawab Nichkhun santai. “Nao, ayo kita kembali ke sana” Nichkhun merangkul pundak Naomi dan menuntun langkahnya. “Kyu, kajja…” Nichkhun menoleh ke arah Kyuhyun sekilas yang masih berdiri di tempatnya.
“Kyu kau darimana saja? Kenapa ke toiletnya lama sekali?” tanya Eunhyuk pada Kyuhyun saat ia kembali duduk di tengah-tengah mereka.
Kyuhyun tidak menjawab, ia lebih memilih diam dan duduk manis di tempatnya.
“Oh ya teman-teman, sekalian kita berkumpul di sini, aku mau mengundang kalian untuk datang ke acara Ulang Tahun Naomi lusa. Aku harap kalian semua bisa datang, yah kalaupun kalian sibuk, setidaknya ada beberapa dari kalian yang bisa datang, benar kan Nao?” ucap Nichkhun pada mereka semua dan menatap Naomi yang duduk setia di sampingnya.
“Ehm….Nichkhun oppa benar, aku harap kalian bisa datang ke Acara Ulang Tahunku nanti, sekalian ini bisa membuat kita lebih saling mengenal lagi”
“Wow…terima kasih untuk undangannya, kalau kami memang sedang tidak ada Schedule, kami pasti akan datang” jawab Leeteuk semangat.
“Di sana pasti banyak makanan kan Naomi-ssi?” tanya Shindong antusias.
“Ish…kau ini, apa di otakmu itu hanya memikirkan makanan saja, huh? Lihat perutmu sudah mengalahkan balon udara begitu masih saja memikrikan makanan” protes Eunhyuk memukul pelan perut Shindong.
“Biar, daripada kau, di otakmu hanya memikirkan wanita dan seks. Dasar otak yadong” celetuk Shindong polos dan membuat Eunhyuk mendaratkan pukulan di kepalanya.
“Tenang saja oppa, memang kau ingin di sediakan makanan apa?”
“Haha….benar kau akan menyediakannya khusus untukku?”
“Ehm…” Naomi mengangguk.
“Ehm….apa saja, yang penting makanan enak, hehe…” Shindong terkekeh sambil memasukan cemilan ke dalam mulutnya.
“Makanan apapun akan masuk ke dalam perutnya, Naomi-ssi. Kau menyediakan bangkai busuk pun dia pasti akan memakannya kalau perutnya sudah kelaparan” celetuk Eunhyuk.
“Yak..aku tidak segila itu, meskipun tidak ada makanan lagi di dunia ini, jika aku kelaparan tidak akan sampai aku sudi memakan bangkai busuk, pabo” kini giliran Shindong yang mendaratkan pukulan di kepala Eunhyuk.
“Naomi-ssi, ngomong-ngomong ini Ulang Tahunmu yang ke berapa?” Yesung bersuara.
“Yang ke dua puluh empat tahun oppa
“Wow…ternyata kau masih muda yah? Usiamu sama dengan si bocah ini” Yesung memeluk Kyuhyun yang duduk di sampingnya.
Mendengar ucapan Yesung, Naomi pun spontan melihat Kyuhyun yang ternyata sedang menatapnya dalam. Naomi menangkap sesuatu dari tatapan Kyuhyun, entahlah mata itu seperti sedang ingin menyampaikan sesuatu padanya tapi Naomi sendiri tidak tahu apa.
Naomi hanya bisa tersenyum dan menunduk menghindari tatapan Kyuhyun, entah kenapa melihat tatapan Kyuhyun yang seperti itu justru membuat dadanya terasa sesak lagi.
“Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Sebenarnya apa yang sudah terjadi denganmu Naomi? Apakah kau benar-benar tidak mengenalku? Atau kau sedang berpura-pura tidak mengenalku untuk mengindar dariku? Lalu sebenarnya Eunhyuk hyung atau Nichkhun hyung itu siapamu? Kenapa di sini hanya aku yang sepertinya tidak tahu apa-apa?” pertanyaan-pertanyaan itu masih bermain dalam pikiran Kyuhyun. Ia ingin sekali menanyakan hal itu pada Eunhyuk, Nichkhun atau siapapun yang mengetahui tentang Naomi, tapi ia mengurungkan niatnya karena dia tidak mau mereka menaruh curiga padanya.
Oppa,,,kepalaku tiba-tiba pusing, apa kita bisa pulang sekarang saja?” bisik Naomi pada Nichkhun.
“Ehm..baiklah” jawab Nichkhun mengiyakan.”Teman-teman, sepertinya aku harus pulang sekarang” pamit Nichkhun pada semuanya.
“Hei Khun, ini masih pagi kau mau ke mana? Lagipula jarang-jarang kita bisa berkumpul seperti ini, iya kan?”
“Ehm..hyung, Taec hyung benar, kau mau ke mana? Kau kan baru saja datang?”
“Naomi sedikit pusing, jadi aku akan mengantarnya pulang dulu. Mungkin nanti aku kembali ke sini lagi setelah mengantarnya”
“Naomi-ssi, waegurae? Apa kau sakit?” tanya Ryeowook cemas.
“Anhio oppa, aku hanya pusing biasa saja, istirahat sebentar nanti juga pasti tidak akan pusing lagi. Maaf semuanya karena aku harus pulang, terima kasih untuk malam ini, aku benar-benar senang bertemu dengan kalian. Jangan lupa untuk hadir ke acara Ulang Tahunku nanti” Naomi bangkit dari duduknya dan pamit pada semua orang. “Oh ya Kyuhyun-ssi, permainan pianomu tadi sangat mengagumkan” Naomi menatap Kyuhyun dalam.
“Terima kasih NAOMI-ssi” jawab Kyuhyun menekankan nada suaranya saat menyebut nama Naomi dan menatap Naomi tajam.
“Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong” Naomi cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun sebelum sorot mata yang tajam itu membuatnya jatuh pingsan di sana.
“Aku mengantarkan dia dulu yah, lanjutkan saja pestanya” Nichkhun melambai pada semuanya.
Ne…hati-hati Khun, antarkan dia dengan selamat sampai rumah yah” teriak Eunhyuk di tempat duduknya.
***
Malam nanti adalah malam di mana Naomi akan merayakan Ulang Tahunnya. Dia mengundang beberapa teman sekolahnya dulu dan juga teman-teman kakaknya, Nichkhun. Meskipun semua dekorasi, makanan dan segala hal yang berhubungan dengan acaranya nanti malam di urus oleh para pelayan-pelayannya, Naomi tetap ingin terjun langsung untuk membantunya.
“Nao, kau jangan terlalu lelah sayang. Biar mereka saja yang melanjutkannya, lebih baik sekarang kau ke kamarmu dan istirahat. Bagaimana kalau nanti malam kau malah sakit, eoh? Eomma mohon dengarkan ucapan eommamu ini” Ibu Naomi mengusap lembut rambut Naomi yang serius menata ruangan dengan menaruh beberapa bunga Lavender kesukaannya di beberapa sudut ruangan.
“Ehm..eomma, sebentar lagi yah. Tanggung aku mau menaruh dua bunga ini di sana” jawab Naomi mengambil dua tangkai bunga Lavender yang ada di meja.
Setelah selesai dengan tugasnya, akhirnya Naomi kembali ke kamarnya menuruti perintah dari Ibunya. Namun, saat ia akan kembali ke kamarnya, ia menghentikan langkahnya saat melihat sosok seseorang di dalam Televisi yang menyala di ruang tengah. Televisi itu sedang menyiarkan sebuah berita tentang salah satu Group Boyband mendunia, Super Junior yang akan merilis album ke enamnya. Dan saat Camera menyorot wajah salah satu membernya Cho Kyuhyun, Naomi tidak melepaskan pandangannya dari Televisi itu.
“Pria itu, sebenarnya siapa dia? Apakah aku pernah mengenalnya seperti apa yang di ucapkannya di Cafe malam itu? Tapi kenapa aku benar-benar tidak ingat kapan aku bertemu dengannya? Dia bilang di Paris? Sepertinya aku tidak pernah bertemu siapapun di Paris selain teman-teman kampusku?” batin Naomi seraya terus menatap layar Televisi yang masih menyala.
“Arrghhttt….kepalaku” Naomi tiba-tiba meringis memegang kepalanya.
“Ya Tuhan, kenapa setiap kali aku mengingatnya dadaku selalu terasa sesak dan kepalaku sakit? Sudah cukup malam itu membuatku lama berfikir tentang siapa dirinya sebenarnya, tapi kenapa sampai saat ini aku masih belum menemukan jawabannya?” lirih Naomi dalam hatinya mengingat malam setelah ia bertemu dengan Kyuhyun dan ia pulang ke rumah, membuatnya merenung semalaman di kamarnya.
Ia mencoba untuk berfikir keras tentang arti dari semua ucapan Kyuhyun malam itu, apakah ia benar-benar pernah mengenal Kyuhyun sebelumnya? Ataukah Kyuhyun hanya sedang mengarang cerita demi untuk dekat dengannya? Tapi kenapa sorot mata Kyuhyun juga seolah menyimpan sebuah arti? Yang benar-benar membuat Naomi tidak mengerti.
***
Nichkhun dan beberapa teman-temannya sudah menempati ruangan acara malam itu yang di design dengan nuansa warna putih dan ungu soft warna kesukaan Naomi seperti warna bunga Lavender kesukaannya.
Mereka menunggu Naomi yang belum keluar dari kamarnya dengan mencicipi beberapa makanan dan minuman yang di sajikan.
Karena malam itu Naomi melihat Heechul berperan sebagai MC di acara pembukaan Cafe milik Sungmin, ia pun meminta Nichkhun untuk meminta Heechul mau menjadi MC di acaranya. Karena Heechul kebetulan bisa hadir, ia pun menerima tawaran itu dengan senang hati.
Dan setelah 20 menit menunggu, akhirnya sang Ratu malam itu pun keluar dari singgasananya. Naomi yang di dampingi Ibunya, menuruni anak tangga dengan anggunnya. Meskipun hanya mengenakan gaun sederhana berwarna putih tulang dengan sedikit manik di bagian dadanya dan tinggi di atas lutut, itu cukup membuat semua yang hadir menatap takjub pada Naomi. Tubuhnya yang putih dan mulus terlihat sempurna dengan rambut yang di biarkan menggantung ikal.
“Woaaaa…neomu yeppeo. Khun, adikmu ternyata benar-benar cantik dan dia lebih cantik dari yang aku lihat kemarin” ucap Donghae tidak mengedipkan matanya sediktipun menatap Naomi.
Dan meskipun Nichkhun sudah seringkali melihat Naomi setiap saat, tapi malam itu Nichkhun pun tidak bisa memungkiri kalau Naomi semakin lama semakin terlihat cantik. Dan ketika ia mengingat janjinya dengan Naomi, ia pun cepat-cepat mengontrol hatinya untuk tidak terlalu terpesona dengan kecantikan adiknya itu.
Dan di tempat lain, Kyuhyun pun tidak melepaskan pandangannya dari Naomi. Ini pertama kali ia melihat sisi lain dari Naomi. Naomi yang ia lihat dua tahun yang lalu benar-benar lain dengan Naomi yang saat ini ada di hadapannya. Jauh lebih cantik, dan itu membuat Kyuhyun semakin merindukan gadis itu.
“Perhatian semuanyaaaa…” teriak Heechul tiba-tiba mengalihkan perhatian para tamu undangan yang asyik menikmati kecantikan Naomi.”Sang punya hajat akhirnya sudah berada di tengah-tengah kita malam ini dan dengan begitu mari kita mulai saja acaranya. Untuk mempersingkat waktu, mari kita buka acara ini dengan sambutan dari Ayah Naomi yang ingin memberikan pesan dan ucapan selamat kepada Putrinya. Tepuk tangan untuk beliau” ucap Heechul mempersilahkan Ayah Naomi maju ke depan.
“Terima kasih sebelumnya untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke acara ini. Acara Ulang Tahun putri paman satu-satunya, Naomi. Paman benar-benar bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk bisa hadir di hari bahagianya ini, hari di mana usianya semakin bertambah dewasa. Paman hanya bisa berharap, di usianya yang semakin dewasa, dia juga bisa menjadi anak yang lebih dewasa dalam menjalani hidup yang terkadang banyak sekali cobaan dan rintangannya. Dan harapan terbesar paman saat ini adalah, dia bisa menemukan cinta sejatinya yang akan menjaga dan mencintainya sampai mati. Mungkin hanya itu yang ingin paman sampaikan dan paman ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun Naomi, appa akan selalu mencintaimu” ucap Ayah Naomi menggunakan bahasa Jepang di akhir katanya.
Naomi benar-benar terharu mendengar ucapan dari Ayahnya, meski singkat tapi itu mampu membuat Naomi menitikan air matanya.
Saranghae appa” Naomi memberikan isyarat dengan melingkarkan kedua lengannya di atas kepalanya dan Ayah Naomi membalas dengan senyuman hangatnya.
“Terima kasih ahjuissi untuk pesannya, benar-benar menyentuh. Yah, selain paman, kita semua di sini juga pasti ikut mendo’akan yang terbaik untuk Naomi, semoga semua harapannya bisa tercapai dan apa yang paman harapkan tadi agar Naomi bisa cepat menemukan cinta sejatinya juga bisa tercapai” ucap Heechul bijak. “Mungkin aku bisa mendaftar jadi salah satu kandidatnya, paman?” Heechul melirik Ayah Naomi dan spontan ucapannya itu membuat semua orang tertawa.
“Baiklah, sekarang akan ada seseorang yang menyumbangkan suaranya untuk kita semua, dia adalah pemilik suara emas di Super Junior, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun. Beri tepuk tangan untuknya”
Kyuhyun menghampiri Heechul yang sedang menjalankan tugasnya sebagai MC dan tanpa menunggu perintah lagi, ia pun menghampiri sebuah piano yang memang sengaja di taruh di sana. Kyuhyun menatap semua orang sekilas sebelum akhirnya dia duduk di depan piano itu.
“Aku khusus membawakan lagu ini untuk seseorang yang hari ini sedang berulang tahun. Anggap saja ini sebagai kado dariku, Naomi-ssi selamat Ulang Tahun, semoga apa yang kau harapkan bisa tercapai dan seperti apa yang appamu bilang, kau bisa menemukan cinta sejatimu” Kyuhyun mengarahkan pandangannya hanya pada Naomi.
Dan gadis itu hanya mampu terdiam tanpa bisa berkata apapun.
Kyuhyun mulai memainkan tuts-tuts piano dengan lihainya, ia kembali membawakan lagu yang ia mainkan di Cafe Sungmin dua hari lalu. Kali ini Kyuhyun lebih menghayati permainannya dan sesekali ia menatap mata Naomi lagi.
“Cho Kyuhyun, kenapa tatapanmu itu selalu membuatku tersihir? Aku sampai tidak bisa menghindari tatapanmu yang dalam, sebenarnya siapa dirimu? Apakah kau sedang mencoba untuk mempermainkanku?” tanya Naomi pada hatinya sendiri.
“Kyuhyun-ssi, kau selalu menghayati lagu ini ketika membawakannya. Apakah orang yang kau buatkan lagu ini, begitu berarti untukmu? tanya Heechul saat Kyuhyun selesai dengan permainannya.
“Benar, dia sangat berarti untukku dan sekarang aku benar-benar sangat merindukannya” jawab Kyuhyun tajam dan masih menatap Naomi yang kini hanya bisa tertunduk.
***
Acara demi acara terlewati, sekarang semua tamu undangan sedang menikmati hidangan yang di sajikan. Di salah satu sudut terdengar sangat riuh karena itu adalah kumpulan dari teman-teman Management Nichkhun. Mereka tidak henti-hentinya menggoda Naomi.
“Oppa,,,sudah cukup, aku kan jadi malu” pipi Naomi merona tatkala Eunhyuk terus menggodanya untuk mau menjadi kekasihnya.
“Naomi-ssi, ayolah. Aku janji aku tidak akan menyakitimu” Eunhyuk terus meray Naomi dengan gombalan mautnya. Dan Naomi hanya bisa tersenyum malu menanggapinya.
Di sisi lain, Nichkhun, Kyuhyun, Junsu dan Siwon sedang asyik mengobrol dengan topic mereka sendiri. Meskipun obrolan mereka terlihat seru, tapi ekspresi Kyuhyun tidak berubah sama sekali, datar dan hanya memasang senyum tipis sesekali.
“Victoria eonni” Naomi yang melihat kehadiran Victoria di sana, menghampiri Victoria dengan riang.
“Naomi, maaf aku terlambat” jawab Victoria mencium kedua pipi Naomi.
Gwaenchanayo eonnie, yang penting aku senang kau datang”
“Oh ya ini kado untukmu”
“Igo mwoya?? Wow..kau membelikanku kado juga? Err..padahal kau tidak perlu repot-repot untuk membawakanku kado, kau datang saja aku sudah senang”
Anhi,,,belum lengkap kalau aku datang ke acara Ulang Tahun tanpa membawa kado”
“Hehe,,baiklah, aku terima kado darimu. Kamshamnida”
“Oh ya eonni, ayo aku kenalkan kau pada oppaku, dia ada di sana” Naomi menaruh kado dari Victoria di meja yang khusus menyimpan semua kado dari pada tamu yang hadir.
Namun tiba-tiba Naomi meringis memegang kepalanya dan langkahnya oleng.
“Naomi waegurae?” spontan Victoria menahan tubuh Naomi yang hampir jatuh.
Anhio eonni, gwaenchanayo” Naomi mengangkat tubuhnya dan tersenyum tipis pada Victoria.
“Kau yakin?”
“Eum…kajja, aku mau mengenalkanmu pada oppaku dulu” Naomi kembali menarik tangan Victoria.
“Maaf menganggu sebentar” ucap Naomi kepada para pria-pria tampan itu.
Mereka berempat menoleh ke arah Naomi dan Victoria yang menghampiri mereka.
Oppa, aku mau mengenalakanmu pada seseorang. Kenalkan dia Victoria eonni yang pernah aku ceritakan padamu dan eonni, ini adalah oppaku Nichkhun” Naomi memperkenalkan keduanya dengan semangat.
“OPPA??” tanya Kyuhyun dan Victoria serempak.
“Eum…eonni, dia oppaku, waeyo?” tanya Naomi menatap Victoria bingung.
Anhio, hanya saja sepertinya aku sudah mengenal oppamu itu, Naomi” ucap Victoria tanpa melepaskan pandangannya dari Nichkhun.
Jinjayo? Woaaa,,bagus kalau begitu. Oppa tapi kenapa kau tidak pernah memberitahuku kalau kau sudah mengenal Victoria eonni?” Naomi memeluk lengan Victoria manja dan memajukan bibirnya pada pada Nichkhun.
“Nao, ikut aku sebentar” tiba-tiba Nichkhun menarik tangan Naomi dan pergi dari mereka yang hanya menatap Nichkhun dan Naomi bingung.
Siwon dan Junsu saling memandang tidak mengerti dan menatap Victoria dan Kyuhyun bergantian.
“Junsu-ah, sebaiknya kita bergabung saja dengan mereka, kajja” ajak Siwon menarik lengan Junsu dan membiarkan Victoria dan Kyuhyun berdua di sana.
Hening sejenak di antara mereka karena tidak ada yang berkata sepatah katapun. Sampai akhirnya Kyuhyun yang memulai pembicaraan.
“Apakah kau tidak terkejut bisa melihatku lagi Victoria Song?” tanya Kyuhyun sinis tanpa menoleh ke arah Victoria.
“Untuk apa aku harus terkejut, lagipula aku sudah sering melihatmu di layar Televisi belakangan ini” jawab Victoria dingin.
“Semudah itukah kau berbicara? Apa kau tidak ingat siapa orang yang dulu pernah meninggalkanku tanpa kepastian yang jelas? Kau tahu aku menunggumu kembali selama bertahun-tahun, tapi kau seolah tidak perduli lagi padaku? Dan sekarang aku sudah ada di hadapanmu, tapi kau tidak merasa bersalah sedikitpun?” Kyuhyun mendelik tajam.
“Baiklah, aku minta maaf untuk hal itu. Tapi aku mohon lebih baik kita lupakan saja semua itu, lagipula itu sudah lama sekali berlalu, sembilan tahun yang lalu, bahkan aku sudah tidak ingat lagi apa saja yang pernah kita lalui” Victoria menjawab dengan santai.
“Tch…ternyata kau begitu mudah melupakan kesalahanmu?” Kyuhyun mendecak.
“Lalu kau mau aku melakukan apa, Cho Kyuhyun?” Victoria menatap Kyuhyun dingin. Mereka kembali terdiam ketika mata mereka bertemu, hanya saling menatap penuh amarah.
Di tempat lain, Naomi yang awalnya akan berbicara sesuatu dengan Nichkhun di luar, akhirnya berniat kembali menghampiri Victoria karena ternyata Nichkhun tiba-tiba mendapat telefon penting dari Managernya.
Namun tiba-tiba dadanya kembali sesak, kepalanya pusing dan pandangannya kabur. Sebelum akhirnya tubuhnya terjatuh lemas, ia sempat mendengar apa yang di ucapkan Victoria dan Kyuhyun tadi.
BRUKK…
Mendengar suara itupun, semua orang yang berada di sana spontan melihat ke arah sumber suara itu. Victoria dan Kyuhyun ikut menoleh dan betapa terkejutnya mereka mendapati tubuh Naomi yang sudah tergeletak lemah di lantai.
“Naomi…” panggil semua orang menghampiri Naomi.

~ End of Part 3 ~
Yaaaaayyyy,,kelar juga Part 3 nya,,,,part ini sama deng kaya part 2 panjangnya,,tadinya mu d bkin lbh pnjang tp mu author bkin nnti bwt d part 4 az,,,gimanakah part ini??apa ada yg bs nebak gmn lanjutannya nnti??hehe….
Bwt yg penasaran, ayoooo ikutin terus IRY nya yah,,gtw jg ni ff bakal ampe part brp,,mgkn 2 ato 3 part lg,,gtw deh,,hehe….yasud deh, mudah” an klian suka,,,dan oh ya bwt lagu yg d bawain kyu, itu lagunya Yiruma yg River Flows in You lho sebenernya, hehe…dengerin deh lagunya keren bgt…;)
Oh ya buat Khuntorian, mian dsini Khuntoria nya blm ada sweet mommentnya lg,,,krna author sngaja bkin per partnya tu, beda” scenenya n skali abis,,hehe…
Di tunggu yah RCL nya..^^

4 thoughts on “I Remember You ( Complicated ) – Chapter 3

  1. Annyeong oenni, aku baru ngelanjutin baca part ini hari ini juga, dan kyaa aku masih bingung, sejak kapan JYPEnt bergabung menjadi satu dengan SMEnt, jebal beri penjelasan padaku oenni haha~

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s