I Remember You ( How Deep is Your Love ) – Chapter 4


Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : All Member Super Junior
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Lenght : 8909 Words
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”...
– Credit Poster @Yeonnia

Kenapa aku selalu merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupku, aku seperti merindukan seseorang tapi aku tidak tahu siapa orang yang ku rindukan itu? Cho Kyuhyun mungkinkah kau orangnya?

Tuhaaaan, apa yang sebenarnya sedang Kau sembunyikan dariku, beri aku jawaban dari teka-teki yang menyiksa ini….

***

“Kau sudah bangun?” Nichkhun menyapa Naomi yang duduk di kasurnya dan membuka tirai jendela kamar adiknya itu.

“Eum…”

Oppa sudah menyuruh bibi Hye Sun untuk mengantarkan sarapan ke sini”

Oppa aku mau Kiko” rengek Naomi manja.

“Baiklah, oppa akan bawa dia ke sini” Nichkhun mengusap pelan rambut Naomi dan keluar dari sana.

Tidak lama kemudian Nichkhun kembali dengan seekor kucing di tangannya. Kiko, kucing Angora yang di berikan Nichkhun untuk Naomi sebagai hadiah Ulang Tahun adiknya itu.

“Kiko..annyeong” sapa Naomi pada kucingnya dengan riang.

Hallo….Naomi, bagaimana kabarmu hari ini?” Nichkhun meragakan suaranya seperti suara kucing.

“Kabarku baik, kemari aku ingin memelukmu” Naomi menengadahkan kedua tangannya untuk menyambut Kiko dari tangan Nichkhun.

“Kiko, kau sudah sarapan?” Naomi mengusap-ngusap bulu lembut kucingnya.

“Dia sudah oppa berikan makan, sekarang giliran majikannya yang makan” Nichkhun mengambil alih nampan dari bibi Hye Sun yang sudah berada di kamar Naomi.

Gomawoyo Hye Sun ahjumma

Ne, cheonmaneyo Agashi, makan yang banyak yah supaya kau lekas sembuh”

Ne.…” Naomi tersenyum cerah.

“Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu Tuan”

Ne, gomawoyo ahjumma

“Nao, tadi Kyuhyun menghubungiku” ucap Nichkhun pada Naomi sambil menyuapkan bubur untuk adiknya.”Dia mengatakan padaku kalau dia ingin menjengukmu” lanjutnya.

“Apa hanya dia sendiri?”

“Sepertinya begitu, wae?”

Anhio...” Naomi menggeleng pelan sambil mengunyah buburnya.

“Kenapa? Kenapa aku merasa ada yang hilang dari hidupku? Tapi aku tidak tahu apa? Dan kenapa selama dua hari ini aku seperti merindukan seseorang? Dan lagi-lagi aku tidak tahu siapa orang yang ku rindukan itu? Cho Kyuhyun, mungkinkah kau orangnya? Kenapa semenjak bertemu denganmu, aku selalu merasakan hal-hal aneh seperti ini?”

“Nao, kenapa kau malah melamun?” pertanyaan Nichkhun membuat Naomi kembali ke alam sadarnya.

Ne? Ah, anhio…Eum, baiklah oppa, katakan saja padanya kalau aku mengijinkan dia untuk menjengukku”

“Kau yakin?” Nichkhun menyipitkan matanya memastikan.

“Eum…” Naomi mengangguk ragu seraya menerima suapan dari Nichkhun.

“Baiklah kalau begitu setelah ini aku akan menghubunginya”

Seperti yang di katakan Nichkhun, Kyuhyun ingin menjenguk Naomi dan siang hari sebelum ia pergi ke Schedule berikutnya, ia menyempatkan diri untuk menjenguk adik dari sahabatnya itu.

“Kyuhyunnie, kau sudah datang?” Nichkhun menyambut kedatangan Kyuhyun dengan memeluknya.

“Eum…” gumamnya membalas pelukan singkat Nichkhun.

“Kau bawa apa?” tanya Nichkhun melihat Kyuhyun membawa sesuatu di tangannya.

“Bunga Lavender?” tanya Nichkhun lagi saat Kyuhyun menunjukkan apa yang di bawanya.

“Eum…Waeyo?”

Anhio….hanya saja bunga Lavender itu bunga kesukaan adikku. Bagaimana bisa kebetulan kau membawanya?” mata Nichkhun menyipit, terlihat sedang berfikir.

“Oh ya di mana dia?” Kyuhyun menggantungkan pertanyaan Nichkhun dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Ah…dia ada di kamarnya, ayo aku antar kau ke sana” Kyuhyun mengikuti langkah Nichkhun yang berjalan di depannya, menaiki satu per satu anak tangga yang terbuat dari Porcelain mewah.

“Nao…lihat, siapa yang datang?”

Naomi cukup tersentak saat Kyuhyun keluar dari balik pintu dan sekarang berdiri tepat di samping Nichkhun. Naomi memang tahu kalau Kyuhyun akan menjenguknya, tapi entah kenapa saat melihat wajah Kyuhyun saat ini, membuat tubuhnya seolah membeku dalam seketika. Ia kembali teringat kejadian dua hari lalu saat Hari Ulang Tahunnya. Ia mendengar pembicaraan Kyuhyun dengan Victoria. Yah, jujur saja selama dua hari ini sebenarnya pembicaraan itu selalu mengganggu pikirannya. Ingin sekali ia bertanya pada kedua pihak yang bersangkutan tentang apa yang ia dengar saat itu, tapi Naomi cepat-cepat mengubur dalam-dalam niatnya itu, karena dia tahu dia tidak berhak ikut campur dalam urusan mereka.

“Nao..waegurae??” saat lamunannya buyar, Nichkhun sudah duduk tepat di sampingnya.

Ne…? Ah...anhio, oppa” Naomi mengerjapkan matanya gugup.

“Kyuhyun sudah datang”

Ne..oppa arasso

“Kyuhyunnie, kemarilah”

Kyuhyun melangkah ragu mendekati Naomi dan Nichkhun. Gadis itu, gadis yang sangat ia rindukan, gadis yang ia cari selama hampir dua tahun belakangan ini, sudah ada di hadapannya lagi. Kyuhyun memang sudah melihat Naomi dua kali setelah pertemuannya lagi dengan gadis itu. Namun melihatnya dalam keadaan infromal seperti ini, bahkan tujuannya menemui gadis itu adalah untuk menjenguknya, itu membuat ia merasa sedikit canggung. Karena pertemuan terakhir mereka adalah dua tahun yang lalu, itu pun mereka belum saling mengenal lebih jauh dan saat pertemuan mereka kembali beberapa hari pun, Naomi tidak mengingat Kyuhyun. Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan gadis itu? Itulah yang masih membenam di pikiran Kyuhyun beberapa hari ini.

“Oh ya Nao, lihat Kyuhyun membawakanmu Lavender, aku tadi sedikit heran kenapa dia bisa kebetulan membawa bunga kesukaanmu?”

Naomi melihat se-bouqet bunga di tangan Kyuhyun. Yah itu bunga Lavender, bunga kesukaannya. Tapi seperti apa yang di katakan Nichkhun, bagaiman bisa Kyuhyun kebetulan membawa bunga kesukaannya? Apakah dia benar-benar tahu tentang Naomi?

Gomawoyo Kyuhyun-ssi” ucap Naomi akhirnya saat bunga itu sudah berpindah ke tangannya.

Cheonmaneyo

Hening setelah itu, Kyuhyun dan Naomi hanya saling memandang tanpa berkata lagi. Mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sementara itu Nichkhun yang berada di tengah-tengah mereka, menyadari atmosfer kecanggungan di sana, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari sana dan meninggalkan mereka berdua agar lebih leluasa.

“Baiklah, sebaiknya aku pergi saja. Ada yang mau aku kerjakan di kamarku, Kyuhyunnie aku tinggal dulu yah” Nichkhun beranjak dan menyentuh pundak Kyuhyun.

Ne hyung, gomawoyo

Hening kembali saat Nichkhun telah menghilang di balik pintu. Sekarang hanya ada Naomi dan Kyuhyun di kamar itu, tapi mereka tetap saja tidak saling berbicara dan masih terdiam di tempat mereka masing-masing.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun akhirnya berjalan mendekati Naomi.

“Aku sudah jauh lebih baik” Naomi membenarkan posisi duduknya.

“Kyuhyun-ssi...”

“Naomi…”

Ucap Naomi dan Kyuhyun bersamaan..

“Kau saja duluan”

Anhio, kau saja yang duluan Naomi”

“Baiklah…” jawab Naomi pelan. “Chogi...bunga Lavender itu, bagaimana kau bisa kebetulan membawanya? Itu adalah salah satu bunga kesukaanku, lalu apakah kau juga tahu kalau itu adalah bunga kesukaanku? Atau ini hanya kebetulan saja?” tanya Naomi ragu.

“Apakah kau benar-benar sudah melupakannya?”

“Maaf, tapi maksudmu aku sudah melupakan apa?” Naomi tidak mengerti.

Bersamaan dengan pertanyaan Naomi itu, membuat Kyuhyun kembali mengingat memori dua tahun yang lalu. Saat ia berada di Rumah Sakit karena menolong Naomi, saat itu Naomi juga membawakannya bunga Lavender. Dan Kyuhyun melihat Naomi terus menciumi bunga itu, dan dari situlah Kyuhyun mengambil kesimpulan bahwa Lavender pasti bunga kesukaan Naomi.

“Kyuhyun-ssi, apa yang sedang kau pikirkan?” pertanyaan Naomi membawa Kyuhyun kembali ke memori saat ini.

Anhio, aku sedang tidak memikirkan apa-apa. Hanya saja aku sedang mengingat tentang sesuatu”

“Kalau aku boleh tahu, sesuatu apa?”

“Bukan apa-apa, sudahlah lupakan saja”

“Kyuhyun-ssi?”

Ne..?”

Joseonghaeyo...” suara Naomi terdengar sangat pelan.

“Kenapa kau minta maaf? Maaf untuk apa?”

“Maaf karena aku benar-benar tidak bisa mengingat sesuatu yang pernah kau bicarakan sebelumnya. Seperti, kita sudah bertemu di Paris sebelumnya. Sungguh, aku bukan berpura-pura tidak mengingatnya, tapi aku benar-benar tidak ingat tentang hal itu” ungkap Naomi. “Tapi, entah kenapa aku selalu merasakan sesuatu yang aneh semenjak aku bertemu denganmu” sambungnya.

“Sesuatu yang aneh? Kalau aku boleh tahu, apa itu?” tanya Kyuhyun penasaran.

Naomi menghela nafas singkat sebelum akhirnya ia menjawab rasa penasaran Kyuhyun.

“Setiap kali aku berusaha untuk mengingatmu, dadaku selalu tiba-tiba terasa sesak, kepalaku juga selalu tiba-tiba sakit. Dan dua hari ini, aku merasakan seperti merindukan seseorang tapi aku sendiri juga tidak tahu siapa orang yang ku rindukan itu” Naomi mengernyit. “Aku juga seperti merasa kehilangan sesuatu, dan lagi-lagi aku tidak tahu apa itu?” Naomi menyelesaikan ucapannya seraya menatap Kyuhyun hati-hati.

Mendengar ucapan Naomi barusan, membuat Kyuhyun yakin kalau selama ini ternyata Naomi bukan berpura-pura tidak mengenalnya, tapi gadis itu memang benar-benar tidak mengingatnya. Tapi kenapa? Sebenarnya apa yang terjadi pada gadis yang tepat duduk di hadapannya itu saat ini? Mungkinkah Naomi….????

***

“Dokter, sebenarnya apa yang terjadi dengan adikku?” tanya Nichkhun pada Dokter yang menangani Naomi.

“Menurut hasil Rontgen, ada sedikit gumpalan di kepalanya” Dokter itu melepas kacamatanya dan duduk di kursinya.

“Apakah adik anda pernah mengalami kecelakaan sebelumnya?”

“Yah..dia memang pernah mengalami kecelakaan saat di Paris dan itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Tapi, apa hubungannya dengan keadaannya sekarang, Dok?”

“Sepertinya, akibat dari kecelakaan itu, adik anda mengalami amnesia sebagian. Di mana ada sebagian memori yang hilang dari ingatannya” jelas sang Dokter.

“Apa?? Sebagian memori yang hilang? Maksud Dokter?”

“Yah…mungkin memori terakhir yang membuatnya terlalu sakit, atau sesuatu yang ingin dia lupakan atau bahkan sesuatu yang membuatnya terlalu bahagia? Itulah memori yang kemungkinan bisa hilang dari ingatannya, sedangkan memori yang lainnya masih bisa dia ingat dengan jelas”

“Memori terakhir yang membuatnya terlalu sakit?” Nichkhun mencoba memutar otaknya untuk berfikir.

Oppa...bagaimana hasilnya?” Naomi tiba-tiba menghampiri Nichkhun dan Dokter yang telah memeriksanya.

“Nao, kita bicara saja nanti di rumah. Sekarang sebaiknya kita pulang saja, kau masih butuh istirahat”

“Tapi, sebenarnya apa yang terjadi denganku? Kenapa mukamu begitu serius?”

“Nanti aku beritahu kau di rumah, sekarang ayo pulang” Nichkhun mengambil tas lengan Naomi. “Dokter, kalau begitu kami permisi dulu” pamit NIchkhun pada sang Dokter.

“Dokter, terima kasih banyak” ucap Naomi membungkuk sebelum ia keluar dari ruangan itu karena tubuhnya yang di papah NIchkhun.

Sepanjang perjalanan Nichkhun masih berfikir keras, teringat ucapan dari Dokter tadi. Sebenarnya memori apa saja yang hilang dari ingatan adiknya itu? Dan apakah memori yang di maksud Dokter tadi, kejadian terakhir yang membuat Naomi terlalu sakit adalah memorinya dengan Kyuhyun?

“Aku harus segera menemui Kyuhyun” gumam Nichkhun dalam hatinya.

Oppa…sebenarnya apa yang terjadi denganku?” Naomi masih penasaran sebelum kakaknya itu memberitahu yang sebenarnya.

“Nao, apa kau mau makan Jajangmyeon?” Nichkhun meminggirkan mobilnya tiba-tiba.

“Yak…oppa, aku sedang bertanya padamu, kenapa kau malah bertanya padaku untuk makan….”

“Aku tahu kau pasti mau, baiklah kita pergi ke sana sekarang, kajja...” Naomi belum menyelesaikan ucapannya tapi Nichkhun sudah memutar balikkan mobilnya menuju suatu tempat.

Mereka sampai di sebuah kedai sederhana yang memang khusus menyajikan jajangmyeon. Nichkhun menuntun langkah Naomi untuk duduk di salah satu meja dekat jendela. Kedai itu tidak sepi, ada beberapa pengunjung yang menempati beberapa meja di setiap sudut berbeda.

“Hei..lihat, bukankah itu Nichkhun oppa?”

“Ah,,kau benar, itu kan Khunnie oppa. Wah, tapi siapa gadis itu?”

“Apakah dia kekasihnya?”

“Bukan,aku dengar itu adalah adik angkatnya”

“Benarkah? Pantas saja mereka tidak mirip, tapi oppa memperlakukannya seperti seorang pacar”

“Yah…aku dengar juga oppa sangat protective pada adiknya”

“Yak…Eun Ri-ah, kau dengar dari siapa berita-berita seperti itu?”

Terdengar beberapa gadis di kedai itu berbisik membicarakan tentang Nichkhun.Yah, siapa yang tidak kenal pria tampan dari 2PM itu. Sampai-sampai penggemarnya akan mencari tahu sebuah rahasia-rahasia yang mungkin orang lain tidak akan mengetahuinya.

Oppa…lihat, mereka semua melihat ke arah kita” bisik Naomi memajukan kepalanya mendekati NIchkhun yang duduk tepat di sebrangnya.

“Biarkan saja, mereka juga sama seperti kita, pengunjung di sini. Jangan kau hiraukan” jawab Nichkhun sesantai mungkin dan memanggil pelayan kedai itu untuk mulai memesan.

Naomi diam, dia menyunggingkan senyuman simpul ke arah para gadis yang duduk di sebelah kanan dua meja dari mejanya. Lalu ia memandang ke arah jendela, berusaha berpaling dari tatapan-tatapan aneh dari para gadis itu.

Oppa…kau belum menjawab pertanyaanku” Naomi memandang Nichkhun serius sekarang.

“Pertanyaan yang mana?” Nichkhun pura-pura acuh, memainkan ponselnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Tadi Dokter mengatakan apa saja padamu?” mata Naomi terlihat menerawang ke dalam ekor mata Nichkhun yang sekarang tepat bertemu dengan ekor matanya.

“Nanti pasti akan aku ceritakan, tapi tidak sekarang”

“Lalu kapan?”

“Setelah aku menemui seseorang”

“Seseorang? Dugu?”

“Pesanan anda datang, Tuan, Nona selamat menikmati hidangan kami” tiba-tiba seorang pelayan membawa nampan berisikan dua mangkuk jajangmyeon yang di pesan Nichkhun lima menit yang lalu.

Ne,,kamsahamida” ucap Naomi ramah.

Kamsahamnida” Nichkhun ikut bersuara.

“Makanlah yang banyak, mungkin ini hari terakhir oppa mentraktirmu makan”

Waeyo?” Naomi terlihat bingung.

“Beberapa hari ke depan oppa akan pergi ke Jepang, untuk promosi album”

“Berapa lama?”

“Belum tahu”

“Kapan kau berangkat?”

“Lusa”

“Lalu apa aku harus menunggumu kembali dari Jepang untuk kau memberitahuku apa yang di katakan Dokter tadi padamu?” Naomi memicingkan matanya.

“…..” Nichkhun tidak menjawab.

“Cepat habiskan, setelah ini aku masih ada keperluan”

Naomi mendelik, memakan jajangmyeon-nya dengan kasar. Sebenarnya apa yang sedang di sembunyikan Nichkhun darinya? Kenapa dia susah sekali untuk menceritakan apa yang di katakan Dokter tadi padanya? Apakah ada hal serius sehingga membuat kakaknya itu untuk pertama kalinya tidak terbuka padanya?

Naomi hanya bisa bermain dengan pikirannya sendiri, kenapa banyak sekali teka-teki yang menghampiri pikirannya belakangan ini?

***

Kyuhyun melambai ke arah seseorang yang baru saja masuk ke dalam Cafe di mana ia sedang duduk di salah satu kursi di sana.

“Maaf sudah membuatmu menunggu”

Anhio, Khun hyung gwaenchana” Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya dan menyalami tangan seseorang yang tak lain adalah NIchkhun.

“Lalu, bagaimana hasilnya tadi?” tanpa basa-basi Kyuhyun langsung melontarkan pertanyaan yang sedari tadi membuat hati dan pikirannya tak karuan.

“Kyuhyunnie, sebelumnya aku ingin bertanya padamu?” Nichkhun tidak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun dan ia malah balik memberikan pertanyaan padanya.

“Tentu, silahkan?”

“Apakah sebelum kalian berpisah di Paris, ada kejadian yang sekiranya itu membuat Naomi terluka?” tanya Nichkhun hati-hati.

“Terluka? Maksudmu? Hyung, aku tdiak mengerti” Kyuhyun menggeleng, menaruh kedua lengannya di atas meja.

Nichkhun terdiam sejenak, menatap Kyuhyun ragu sebelum akhirnya dia menceritakan semua yang di ucapkan Dokter yang memeriksa Naomi tadi padanya.

“Begitulah apa yang di katakan Dokter tadi padaku” Nichkhun menyelesaikan ucapannya.

Kyuhyun terbelalak, sungguh ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru ia dengar barusan. Indera pendengarnya itu berusaha untuk menolak dan meyakinkan dirinya sendiri kalau apa yang ia dengar itu tidak benar dan hanya sebuah bisikan angin lalu. Tapi ia salah, indera pendengarnya mendengar semua rangkaian kata itu dengan sangat jelas dan itu bukan sebuah bisikan tapi kenyataan, kenyataan yang membuat hatinya terasa hancur dalam seketika.

“Tapi sampai saat ini aku juga tidak tahu apa yang terjadi, hyung? Terakhir aku bertemu dengannya adalah saat ia datang menjengukku dan hari itu saat aku baru sadarkan diri, setelah itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, dia tiba-tiba menghilang dariku dan sampai saat ini aku tidak tahu apa penyebabnya” suara Kyuhyun terdengar getir, ini pertama kalinya ia merasakan luka di hatinya karena mencintai seseorang. Dan seseorang itu justru tidak bisa mengingat siapa Kyuhyun.

Nichkhun menghela nafas panjang, karena ia juga tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. “Mungkin orang yang tahu tentang hal ini hanya Naomi sendiri dan yang bisa kita lakukan adalah bertanya langsung padanya”

“Tapi kau tahu dia sedang mengalami amnesia, hyung?”

“Kau Kyuhyunnie, orang yang bisa membantu Naomi untuk mengembalikan ingatannya, hanya kau” Nichkhun menatap dalam ekor mata Kyuhyun yang sayu.

Kyuhyun menunduk, ia tahu ucapan Nichkhun memang ada benarnya. Tapi ia sendiri juga tidak yakin apakah ia benar-benar bisa mengembalikan ingatan Naomi yang hilang, sementara apa yang terjadi di antara mereka pun begitu singkat, terlalu singkat malah.

“Naomi belum tahu tentang hal ini, aku belum memberitahunya. Lusa aku akan ke Jepang, selama aku tidak ada, aku akan menitipkannya padamu”

“……” Kyuhyun menjawabnya dengan keheningan.

“Kalau kau memang mencintainya, buatlah dia mencintaimu untuk kedua kalianya”

“Untuk kedua kalinya? Maksudmu?” Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap Nichkhun bingung.

“Aku yakin sebelum dia hilang ingatan, dia juga mencintaimu”

“Kenapa kau bisa seyakin itu?”

“Aku mengenalnya selama belasan tahun, bukan hal yang sulit untuk aku bisa membaca tentang dirinya”

Kyuhyun kembali tertunduk, hati kecilnya merasa sedikit lega mendengar ucapan Nichkhun. Yah, dia benar-benar berharap apa yang di ucapkan Nichkhun itu memang benar, bahwa cintanya selama dua tahun ini pada gadis mungil itu, tidak bertepuk sebelah tangan.

“Oh yah, Kyuhyunnie” panggil Nichkhun membuat Kyuhyun sontak menatapnya. “Ada hal serius yang ingin aku ceritakan padamu” Nichkhun memasang wajah serius.

“Mwoya?”

***

“Victoria eonni…kapan kau pulang? Nan neomu bogoshipoyeo…”

Victoria tersenyum membaca pesan Naomi di Blackberry Messanger-nya.

“Eonni belum tahu kapan…Nado Naomi-ah, nado bogoshippo. Mian karena eonni belum sempat menjengukmu. Bagaimana keadaanmu sekarang, eoh?”

“Ne..gwaenchanayo, aku mengerti kau sedang sibuk dengan syutingmu di Jepang. Keadaanku sekarang sudah membaik, oh ya aku hampir lupa memberitahumu sesuatu”

“Sesuatu? Apa itu?”

“Nichkhun oppa, tadi pagi juga ke Jepang untuk urusan promosi albumnya di sana”

“Jinjayo? Ah….”

“Eum…yang aku tahu dia juga ke Nagoya. Mungkin saja kalian bisa bertemu, hehe…”

“Hehe…Entahlah, lagipula aku juga masih sibuk dengan syutingku”

“Ah..iya aku lupa. Eonni-ah, apa aku menganggumu sekarang?”

“Anhio, kebetulan aku juga sedang Break”

“Ah…baiklah, ya sudah lain kali saja aku hubungi. Eonni, kalau kau pulang kabari aku, eoh? Miss you….”

“Ne….Miss you too my dear…”

Victoria menyelesaikan aktifitas BBM-nya dengan Naomi. Sebelum ia memulai lagi syutingnya, ia pun menyempatkan diri untuk memberi pesan singkat kepada seseorang lewat Blackberry Messanger-nya.

“Aku dengar kau juga sedang di Jepang?”

Sending to Khunnie…

“Eoh…”

Victoria menerima balasan singkat dari Nichkhun.

“Aku juga berada di Jepang, tepatnya di Nagoya untuk keperluan syuting”

“Jinja?? Oh….”

Victoria mendecak kesal, memandangi ponselnya dengan nanar.

“Kau ini manusia atau es? Benar-benar dingin” rutuk Victoria pada ponselnya seolah dia sedang berbicara dengan seseorang yang sudah membuat emosinya naik.

Para Crew yang berada di dekatnya memandang Victoria aneh karena mereka melihat Victoria memaki ponselnya sendiri. Seolah tatapan mereka itu menandakan apa-yang-sedang-dia-lakukan?.

“Hehe…barusan aku sedang latihan dialog” Victoria terkekeh malu dengan tingkahnya sendiri, padahal tidak ada seorang pun mengeluarkan suara kecuali dirinya sendiri.

Di tempat lain, Naomi membaringkan tubuhnya di atas kasur setelah ia selesai berbincang singkat dengan Victoria lewat ponsel. Tidak lupa, Kiko kucing Angora kesayangannya itu juga tidur di sampingnya.

“Kiko-ah, tidurmu nyenyak sekali, eoh?” Naomi mengusap kepala Kiko hati-hati karena tidak ingin membuat kucing yang sedang terlelap itu menjadi bangun.

Tok..Tok..Tok…

Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Naomi pelan. Karena tidak ingin membuat Kiko bangun dengan suaranya, akhirnya Naomi pun menghampiri daun pintu dan membukanya.

Agashi, maaf menganggumu.”

Anhio….ada apa ahjumma?”

“Di bawah ada seseorang yang mencari Nona”

“Seseorang? Duguseyo?”

“Maaf Nona, tapi tadi dia bilang bibi tidak boleh memberitahu pada Nona. Lebih baik Nona lihat saja langsung siapa orangnya. Permisi Nona, bibi harus kembali ke dapur” bibi Hye Sun pelayan yang mengabdi selama belasan tahun di keluarga Naomi itu berlalu dari hadapan Naomi.

“Aneh sekali, sebenarnya siapa yang datang?” gumam Naomi melirik Kiko sekilas sebelum ia menutup pintu kamarnya dan menghampiri seseorang yang di maksud bibi Hye Sun tadi.

Naomi menuruni beberapa anak tangga yang langsung menghubungkan ke ruang tamu. Naomi melihat seorang pria yang memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana Jeans-nya, sedang berdiri di dekat jendela dan memunggunginya. Dengan langkah ragu, Naomi pun semakin mendekati pria itu.

Annyeong haseyo…” sapa Naomi pada pria yang masih menatap ke luar jendela.

Annyeong…..” jawab pria itu berbalik, dengan lesung pipi yang langsung terpeta di kedua pipinya, ia tersenyum.

“Kyuhyun-ssi?” Naomi terkejut ternyata pria itu tidak lain adalah Kyuhyun.

Ne…ini aku”

“K..kkau, mau apa kau ke sini?” tanya Naomi gugup.

“Apa hari ini kau ada acara?” Kyuhyun balik memberikan pertanyaan.

Oppseo…”

“Kalau begitu, maukah kau ikut denganku?”

Oedigayo?”

“Ke suatu tempat, nanti juga kau akan tahu. Cepat ganti pakaianmu, aku akan menunggumu di sini” tanpa ragu Kyuhyun membalikkan tubuh Naomi dan mendorong punggung gadis itu pelan untuk mengganti pakaiannya.

Tapi aneh, tubuh Naomi meresponnya dengan tidak wajar. Jantungnya tiba-tiba terpompa dengan sangat cepat, dan darah yang mengalir dalam tubuhnya terasa menjalar naik hingga ujung kepalanya. Aneh, lagi-lagi Naomi mengalami hal aneh dalam dirinya hanya karena seorang Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, sebenarnya kita akan pergi ke mana?” Naomi sudah duduk di samping Kyuhyun yang sekarang menatap jalan dengan serius di balik kemudinya.

Surprise…kalau aku memberitahumu sekarang, itu sudah bukan Surprise lagi”

“Surprise? Kenapa dia ingin memberiku Surprise? Hei..aku bahkan baru mengenalnya, kenapa dia sudah berani mengajakku keluar dan memberiku Surprise? Dan, oh bodohnya dirimu Naomi kenapa kau bisa semudah itu menerima ajakan pria yang bahkan baru kau temui empat kali?” batin Naomi berperang.

“Kau tenang saja, aku tidak akan melakukan hal jahat padamu. Kau adalah adik dari sahabatku, mana mungkin aku berani macam-macam padamu?”

Naomi tersentak, kenapa Kyuhyun seolah bisa membaca pikirannya?Jujur saja, ada rasa takut membenam dalam dirinya. Sebenarnya ke mana Kyuhyun akan membawanya? Tapi Naomi lebih memilih untuk tidak mengatakan apapun lagi, dia menatap ke luar jendela yang ia buka hampir setengahnya. Membiarkan angin dari luar menyapa lembut wajahnya.

“Naomi-ssi….bangun, kita sudah sampai” Kyuhyun mengguncang pelan tubuh Naomi yang terlelap di kursi.”Naomi-ssi” karena Naomi belum juga membuka matanya, Kyuhyun pun menyibakkan lengannya di depan wajah Naomi.

Namun mata Naomi masih tertutup dengan rapat. Kyuhyun mendekat, tangannya tanpa di beri komando menyisiri rambut Naomi yang menutupi matanya, dengan sangat hati-hati.

“Kyuhyun-ssi?” tiba-tiba kedua ekor mata Naomi menangkap ke dalam ekor mata Kyuhyun yang jaraknya kini hanya beberap Centi.

“Apa yang kau lakukan?” Naomi merapatkan tubuhnya ke sisi pintu,raut ketakutan terpeta jelas kini di wajahnya.

“Dari tadi aku sudah membangunkanmu, tapi kau belum bangun juga. Aku hanya ingin mengatakan, kita sudah sampai Nona Naomi” ucap Kyuhyun lembut tanpa melepaskan pandangannya dari ekor mata gadis itu yang kecoklatan.

Naomi melihat keluar jendela dan ia sadar mobil yang ia tumpangi saat itu sudah terparkir di sebuah tempat yang sepertinya ia kenal.

“Mian, tadi aku ketiduran” wajah Naomi memerah.

Gwaenchana…ayo kita turun”

“Kyuhyun-ssi” Naomi memanggil Kyuhyun yang berdiri membelakanginya.

Ne…?” Kyuhyun menoleh.

“Sepertinya aku kenal tempat ini?” Naomi memandu kedua ekor matanya untuk melihat sekeliling tempat itu.

“Benarkah?” jawab Kyuhyun singkat, ia melanjutkan langkahnya dan Naomi masih mengikutinya dari belakang.

“Naomi-ssi, inilah tempat yang ingin aku tunjukkan padamu” Kyuhyun menengadahkan kedua lengannya di hamparan Lavender yang terbentang luas di hadapannya.

“Bukankah ini taman Lavender yang sering aku kunjungi? Kenapa kau mengajakku ke sini? Dan bagaimana bisa kau tahu tentang tempat ini? Apa Nichkhun oppa yang memberitahumu?” mata Naomi kini menatap Kyuhyun nanar.

Anhio…Nichkhun hyung tidak memberitahuku tentang tempat ini. Tapi ini benar-benar inisiatifku sendiri untuk membawamu ke sini”

“Untuk?” kini Naomi menyipitkan matanya.

“Kau ingat, saat aku menjengukmu beberapa hari lalu aku membawamu bunga Lavender?”

“Yah, aku ingat, waeyo?”

“Aku tahu kalau Lavender adalah bunga kesukaanmu, makannya saat itu aku membawa bunga itu untukmu”

“Kyuhyun-ssi, aku tidak mengerti. Bisakah kau bicara langsung pada intinya?”

“Aku hanya ingin membantumu tentang sesuatu, mengembalikkan ingatanmu yang hilang tentang diriku”

“Apa maksudmu?”

“Naomi, kata Dokter kau mengalami hilang ingatan sebagian. Di mana ada sebagian memori yang hilang dari ingatanmu. Dan memori yang hilang itu, adalah tentang aku”

Mwo?”

“Naomi, dua tahun lalu sebenarnya kita sudah pernah bertemu, di Paris. Saat itu kita bertemu karena kau menolongku dari komplotan perampok yang akan merampokku. Saat itu kau bersikap sangat dingin padaku, aku mengejarmu untuk mengucapkan terima kasih tapi kau mengacuhkanku. Dan naas, saat kau akan menyebrang ada mobil yang hampir menabrakmu dan tanpa pikir panjang aku langsung mendorong tubuhmu hingga akhirnya akulah yang tertabrak. Dua hari kemudian, setelah aku sadarkan diri, kau ada di Rumah Sakit dan membawakanku bunga Lavender, sejak saat itulah aku tahu kau pasti sangat menyukai bunga itu” jelas Kyuhyun panjang lebar. “Tapi ada hal yang sampai saat ini mengganjal pikiranku” sambung Kyuhyun menatap Naomi lekat.

“Apa?”

“Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu setelah itu karena esok harinya kau tidak datang lagi menemuiku di Rumah Sakit tapi Suster Michelle bilang, sebenarnya saat itu kau datang ke Rumah Sakit, tapi aku menunggumu semalaman dan kau tidak menampakkan dirimu sedikitpun hingga tiga hari berlalu sampai akhirnya aku akan kembali ke Korea, aku mendatangi Apartement-mu untuk menemuimu, tapi aku juga tidak bisa menemukanmu. Dua tahun aku menunggumu, berharap takdir bisa mempertemukan kita kembali dan ternyata takdir menjawab harapanku, aku bisa melihatmu lagi sekarang”

“Tidak mungkin, semua ini pasti bohong, Kau sedang mengarang cerita saja kan, Cho Kyuhyun? Suster Michelle? Siapa Suster Michelle? Aku bahkan baru mendengar namanya, sudahlah aku mohon jangan kau teruskan lagi cerita palsumu itu, aku tidak akan mempercayainya sedikitpun, kau tahu?” suara Naomi meninggi, ia berlari meninggalkan Kyuhyun. Namun dengan sigap Kyuhyun menarik lengan gadis itu.

“Naomi-ssi, aku tidak berbohong. Semua itu benar, apa yang aku ucapkan tadi adalah benar”

“Tidak, aku tahu kau pasti sedang berbohong, kan? Haha…tapi maaf, aku bukan wanita bodoh, Kyuhyun-ssi dan AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMPERCAYAINYA” Naomi melepaskan tangan Kyuhyun dengan kasar dan meninggalkan pria itu yang masih berdiri di tempatnya dengan raut kesedihan terpeta jelas di wajahnya.

“Aku tahu kau akan bereaksi seperti ini, tapi aku tidak akan menyerah Naomi. Aku pasti akan membuatmu kembali mengingatku dan yang terpenting aku juga akan membuatmu mencintaiku sebelum enam bulan. Karena aku tidak akan melepaskanmu lagi, tidak untuk kedua kalinya” gumam Kyuhyun yang di jawab oleh semilir angin yang menerpa tubuh kekarnya.

***

“Khun ada kiriman” Minjae Manager Nichkhun membawa bingkisan dan menghampiri Nichkhun yang sedang berkumpul di ruang TV di hotel yang mereka diami selama mereka berada di Jepang.

“Dari siapa?” Nichkhun mengamati bingkisan itu mencari nama si pengirimnya.

Molla, tidak ada nama pengirimnya” jawab Minjae mengangkat bahunya lalu duduk di sebelah Junsu yang sedang menonton TV.

“Paling-paling dari fans-nya di sini, penggemarnya kan membludak di mana-mana. Di manapun kita berada, pasti yang paling banyak menerima hadiah yah bocah itu” Junsu menunjuk Nichkhun dengan telunjuknya namun matanya masih tertuju pada layar TV di depannya.

Tiba-tiba ponsel Nichkhun berbunyi, satu pesan baru di Blackberry Messanger-nya.

“Kau sudah menerima bingkisannya?”

Pesan dari Victoria.

“Ternyata kau” gumam Nichkhun yang membuat Junho bertanya bingung.

“Kau sedang berbicara dengan siapa?”

Ne? Anhio…Oh ya ini untuk kalian saja, kalian pasti sedang lapar, kan?” Nichkhun membuka bingkisan itu dan memberikannya pada member-member 2PM yang lain.

“Benarkah? Kau serius hyung?” Chansung bereaksi paling antusias.

“Eum…aku serius, kalian habiskan saja”

“Woaaa…gomawo Khun, tidak rugi punya teman sepertimu. Sering-sering saja seperti ini, hehe..” Taecyeon tertawa geli sambil melahap makanan lezat di hadapannya.

“Yak, bukankah aku juga sering membagi-bagikan makanan pada kalian, huh?” protes Nichkhun tidak terima dengan ucapan Taecyeon tadi.

“Hehe..iya, iya maaf aku hanya bercanda. Terima kasih karena kau tidak menjadi teman kami yang pelit” Taecyeon terkekeh.

Nichkhun tidak ingin menghiraukan ucapan Taecyeon lagi, dia menatap lagi ponselnya, menekan beberapa tombol yang terjajar di sana dengan cepat.

“Sudah, dan aku membagi-bagikannya pada teman-temanku”

“Apa kau juga ikut memakannya?”

“Anhi..”

“Yak, kau ini manusia atau bukan? Apa kau tidak pernah belajar tentang etika? Jika ada orang yang memberimu sesuatu, maka kau harus menerimanya, suka atau tidak suka. Dan harusnya kau juga mengucapkan terima kasih”

“Terima kasih…”

“Ish…sebenarnya setan apa yang sudah merasukiku sampai-sampai aku bisa menyukai pria menyebalkan seperti dia? Yak, Victoria sebaiknya kau cepat-cepat bertobat sebelum kau harus mati berdiri karena sering di buat kesal olehnya. Nichkhun Buck, awas kau akan aku buat kau membayar semua ini” rutuk Victoria menatap ponselnya garang.

Dan Nichkhun terkekeh, merasa puas dengan apa yang sudah di lakukannya pada Victoria.

“Apakah aku keterlaluan jika seperti ini?” tanya Nichkhun pada dirinya sendiri. “Ah,,anhio, lagipula dia bukan siapa-siapaku” Nichkhun menggeleng cepat.

“Kau kenapa hyung? Mabuk? Kenapa kau geleng-geleng kepala?” tanya Chansung menyeka mulutnya yang belepotan.

“Hehe..anhio, sudah jangan banyak bicara habiskan saja makananmu, oh ya jangan lupa cuci mukamu sampai bersih, aku jijik melihat mukamu seperti itu” Nichkhun beranjak dan bergidik menatap Chansung.

“Memang ada apa dengan mukaku?” Chansung menatap dirinya sendiri dari di depan layar ponselnya.

Setelah mengasingkan diri dari teman-temannya yang masih sibuk melahap makanan yang di kirim Victoria, Nichkhun kembali ke kamarnya. Belum ia membaringkan tubuhnya yang lelah di atas kasur, ponselnya tiba-tiba berdering dan nama “My Beloved Sister” tertera di layar ponselnya.

“Eum,,Nao, ada apa?” Nichkhun menjawab telfonnya sambil menyenderkan punggungnya ke kepala kasur.

Oppa, mulai sekarang aku membenci temanmu yang satu itu” ucap Naomi tajam di seberang sana.

“Hei..hei…cooling down, jangan marah-marah seperti ini. Tarik nafasmu pelan-pelan, lalu kau tenangkan pikiranmu dan ceritakan apa yang sudah terjadi? Dan siapa maksudmu temanku yang satu itu?”

“Siapa lagi kalau bukan CHO KYUHYUN” suara Naomi meninggi, membuat Nichkhun menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Apa Kyuhyun sudah menceritakan pada Naomi?” tanya Nichkhun dalam hatinya.

Oppa, kenapa kau malah diam?”

“Iya, oppa dengar”

“Yah, dan tolong oppa beritahu dia supaya dia jangan pernah mencoba untuk menghubungi atau datang lagi ke rumahku. Kau tahu oppa, tadi dia bilang aku mengalami amnesia sebagian, dan dia bilang memoriku tentangnya hilang dari ingatanku. Dia juga bilang aku dan dia pernah bertemu di Paris dua tahun lalu? Tch…mustahil, kalau aku memang benar-benar pernah bertemu dengan dia, aku pasti akan mengingatnya, tapi aku benar-benar tidak mengingat itu sama sekali. Aku tahu, dia pasti sedang mengarang cerita, kan oppa? Itu cara dia sebagai laki-laki untuk merayuku? Haha…maaf, tapi aku bukan wanita bodoh yang akan mudah masuk ke dalam perangkapnya dan termakan oleh rayuannya” keluh Naomi panjang lebar dengan emosi yang meledak-ledak.

“Sudah bicaranya Naomi sayang?”

“Sudah…” Naomi menarik nafasnya panjang, nafasnya terengah-engah seperti sudah lari marathon kiloan meter.

“Baiklah kalau begitu, apa sekarang aku sudah boleh bicara?”

“Bicaralah, memang ada yang melarangmu untuk bicara?”
jawab Naomi ketus.

“Baiklah, begini Naomi Ninomuya. Untuk masalah kau hilang ingatan sebagian seperti yang di katakan Kyuhyun padamu, itu memang benar. Dokter yang mengatakan itu padaku, dan maaf aku tidak langsung memberitahumu saat itu. Aku fikir itu ada hubungannya dengan Kyuhyun, jadi aku membiarkan Kyuhyun yang memberitahumu”

“Waeyo? Kenapa harus dia? Kenapa bukan oppa saja yang mengatakannya padaku? Memang apa yang sudah di katakannya padamu, sampai-sampai kau memihak padanya dan tidak membela adikmu ini, huh?”

“Nao, aku mengenalmu belasan tahun, tapi aku juga mengenal Kyuhyun sudah beberapa tahun. Jadi, aku sudah tahu sifatnya, dia itu tidak mungkin berbohong. Aku memang tidak tahu persisnya apa yang sudah terjadi dengan kalian dua tahun lalu di Paris, tapi aku percaya apa yang dia katakan itu adalah benar. Kyuhyun bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta pada wanita dan jika dia mencintai seseorang dia tidak akan mudah mengatakannya pada orang lain, tapi saat dia menceritakan semuanya pada oppa, oppa yakin itu adalah nyata dan dia mencintaimu, Nao”

“Bisa saja dia juga sedang membohongimu oppa, ingat kata appa, kita tidak boleh terlalu mudah percaya pada orang lain”

“Terserah kau saja mau percaya ucapan oppa atau tidak, yang jelas oppa ingatkan, jangan samapi kau menyesal jika ternyata apa yang di katakannya itu benar. Appa memang mengajarkan kita untuk jangan mudah percaya pada orang lain, tapi kau juga harus ingat, appa mengajarkan kita untuk mencari tahu dengan benar apakah yang di katakan orang pada kita itu suatu kebohongan atau bukan”

Naomi terdiam, emosinya sudah mulai mereda dan sekarang perkataan Nichkhun sudah mulai merasuki pikirannya.

“Pikirkanlah baik-baik, jangan sampai kau menyesal, Nao. Beri Kyuhyun kesempatan untuk dia membuktikan ucapannya” sambung Nichkhun tiba-tiba. “Sekarang kau istirahatkan pikiranmu, kalau ada apa-apa cepat hubungi oppa. Sekarang oppa juga mau istirahat dulu. Take care, dear and miss you” suara Nichkhun melembut.

Miss you too…” ucap Naomi pelan dan menutup telfonnya.

***

Hyung apa yang terjadi denganmu?” Wooyoung menghampiri Nichkhun yang sudah lebih dulu masuk ke kamarnya.

“Apa? Memang apa yang sudah terjadi denganku?” Nichkhun balik bertanya dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur.

“Belakangan ini kau aneh, kau sering tertawa sendiri saat membaca pesan entah itu dari siapa. Dan sudah empat hari ini kau sering memandangi ponselmu, seperti sedang menunggu pesan atau telfon dari seseorang. Sebenarnya siapa yang sudah membuatmu jadi begini, huh?” selidik Wooyoung.

Anhio…kapan aku tertawa-tertawa sendiri membaca SMS? Dan…dan siapa bilang aku sedang menunggu telfon dari seseorang? Dasar bocah, sudah jangan ikut campur urusanku. Urus saja dirimu sendiri, aku ngantuk” Nichkhun melayangkan bantalnya ke wajah Wooyoung dan menghindari serangan pertanyaan yang bisa memojokkannya dengan memilih untuk tidur.

“Ada apa denganku? Apakah aku benar-benar menunggu BBM darinya lagi? Sebenarnya kemana gadis itu? Tumben sudah empat hari ini tidak menghubungiku? Apakah dia marah karena aku malah memberikan kirimannya waktu itu untuk teman-temanku? Apakah aku sudah keterlaluan?” gumam Nichkhun pada hatinya sendiri di balik guling yang ia peluk untuk menutupi wajahnya.

Semua para member 2PM sudah mulai packing untuk kepulangan mereka hari ini ke Korea. Setelah selama satu minggu mereka berada di Jepang untuk promosi album baru mereka.

Hyung…” panggil Nichkhun pada Junsu di kamarnya yang sedang memasukan beberapa pakaiannya ke dalam koper.

“Eum….”

“Kalau kau memberikan hadiah pada seseorang, lalu orang itu malah memberikannya lagi pada temannya, apa yang akan kau lakukan? Ehm..maksudku, perasaanmu akan bagaimana?” Nichkhun memainkan boneka panda milik Junsu yang tertaruh di kasur.

“Tentu saja aku marah. Pabo, mana ada orang yang akan senang jika memberikan hadiah tapi orang itu tidak menghargai pemberian dari kita. Dan aku juga pasti akan sedih, jika orang itu adalah orang yang aku cintai”

Jinjayo?”

“Eum…waeyo? Apakah kau mengalaminya? Kau memberikan hadiah pada siapa?”

Anhio…aku hanya bertanya saja, hehe…Ya sudah, aku mau kembali ke kamarku dulu, masih ada yang belum aku masukan ke koperku. Terima kasih, hyung” Nichkhun buru-buru berlalu dari Junsu sebelum hyung-nya itu menangkap sesuatu yang aneh darinya.

“Yak..bonekaku kembalikan”

“Ah..iya aku lupa, hehe...Igo” Nichkhun kembali menghampiri Junsu dan mengembalikkan boneka panda milik Junsu yang sempat terbawa olehnya.

“Tch…dasar aneh” Junsu mendecak dan menggelengkan kepalanya heran.

Akhirnya setelah menempuh penerbangan selama beberapa jam dari Jepang menuju Korea, semua member 2PM telah tiba di Bandara Incheon, Korea dengan selamat. Puluhan penggemar juga terlihat membawa beberapa banner untuk menyambut kedatangan idola mereka itu. Nichkhun, Chansung, Junsu, Junho, Wooyoung dan Taecyeon berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan Bandara sambil menyapa para penggemarnya dengan memberikan senyuman hangat dan lambaian tangan ke arah penggemar yang meneriaki nama-nama mereka.

Nichkhun baru akan naik ke dalam mobil, tapi tiba-tiba ponselnya berdering.

Yoboseyo

“Khunnie-ah, ini bibi Cho” jawab orang yang sangat di kenal Nichkhun di seberang sana.

“Bibi Cho, ada apa? Kenapa suaramu seperti habis menangis?”

“Khunnie-ah, Ya Eun…” suara bibi Cho terdengar berat.

“Bibi Cho ada apa dengan Ya Eun?” Nichkhun mulai panik.

“Ya Eun mengalami kecelakaan, dia di tabrak mobil dan sekarang sudah di bawa ke Rumah Sakit” tangis bibi Cho menjadi-jadi.

“MWO?? Baiklah bibi, aku segera ke sana sekarang. Tunggu aku, eoh?”

Ne..ppalliwa….”

Ne...”

“Hyung, waeguraeyo?” tanya Wooyoung yang melihat ekspresi Nichkhun yang sangat cemas.

“Ya Eun kecelakaan, hyung sepertinya aku tidak bisa ikut kalian pulang aku harus ke Gangnam sekarang . Nanti aku hubungi kalian lagi” pamit Nichkhun pada Manager-nya yang sudah duduk di kursi depan.

Hyung kau mau naik apa?” teriak Wooyoung.

“Taksi…” jawab Nichkhun singkat dan langsung memberhentikan Taksi yang melintas di sekitar Bandara.

Butuh waktu tiga jam untuk sampai ke Rumah Sakit AnSae di Gangnam dan Nichkhun langsung naik lift untuk menuju lantai tiga di mana Ya Eun di rawat seperti yang di katakan bibi Cho lewat pesan text saat Nichkhun masih dalam perjalanan.

“Bibi Cho bagaimana keadaan Ya Eun?” Nichkhun menghampiri Bibi Cho yang berdiri di depan sebuah kamar bersama suaminya, paman Cho.

“Ya Eun masih belum sadarkan diri, dia kehilangan banyak darah. Tapi untunglah ada seorang malaikat cantik yang memolongnya” isak bibi Cho dalam pelukan Nichkhun.

“Malaikat? Duguseyo?”

“Khunnie-ah, katanya dia adalah temanmu” jawab paman Cho.

“Temanku? Seorang wanita?”

“Eum….dia cantik sekali, secantik hatinya. Kalau tidak ada dia, kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Ya Eun”

“Tadi saat bibi akan menjemput Ya Eun, dia menyebrang menghampiri bibi. Padahal bibi sudah menyuruhnya jangan menghampiri bibi, tapi dia tidak menghiraukan ucapan bibi sampai ada sebuah mobil yang entah datang dari mana melaju dengan kecepatan tinggi dan akhirnya menabrak Ya Eun. Untunglah temanmu saat itu turun dari mobilnya dan ternyata dia bilang dia mengenal Ya Eun karena dia adalah temanmu dan kau pernah mengajaknya ke Panti Asuhan” jelas bibi Cho tangisnya mulai mereda.

“Victoria?”

“Ah..iya kalau tidak salah namanya Victoria” jawab paman Cho cepat.

“Baiklah bibi, kalau begitu di mana Ya Eun sekarang?”

“Dia ada di dalam, temanmu juga ada di sana, tadi dia yang mendonorkan darahnya untuk Ya Eun, untunglah golongan darah mereka sama. Kami sangat berterima kasih pada temanmu itu, Khunnie-ah. Kau benar-benar beruntung memiliki teman berhati malaikat seperti dia”

Nichkhun tidak menjawab, entahlah apa yang harus dia rasakan saat ini. Dia sedih mendengar kabar Ya Eun yang mengalami kecelakaan, tapi dia juga tidak menyangka bahwa ternyata Victorialah yang secara tidak langsung sudah menyelamatkan nyawa anak kecil yang sudah Nichkhun anggap seperti adiknya sendiri itu.

Nichkhun membuka knop pintu dengan hati-hati, ia melihat Ya Eun terbaring lemah dengan selang infus di tangannya. Ada seorang wanita yang sedang duduk di samping gadis kecil itu dengan memegangi tangannya dengan tatapan kosong, membelakangi Nichkhun.

“Terima kasih” ucap Nichkhun tiba-tiba setelah jaraknya sudah dekat dengan wanita yang tak lain adalah Victoria.

Victoria tidak menoleh, dia melepaskan genggamannya dari tangan Ya Eun yang masih belum juga sadarkan diri.

“Tugasku sudah selesai, aku pulang dulu, Jaga dia dengan baik, permisi” Victoria mengambil tas tangannya yang ia taruh di meja di samping kasur Ya Eun, lalu beranjak tanpa menatap Nichkhun sedikitpun.

“Victoria-ssi” NIchkhun menahan langkah Victoria dengan menarik tangan gadis itu.”Mianhae, cheongmal minhae” ucap Nichkhun menyesal.

“Maaf untuk apa? Kau tidak melakukan kesalahan apapun” jawab Victoria dingin.

“Maaf, karena aku sudah membuatmu kecewa. Tidak seharusnya aku memberikan pemberian darimu pada teman-temanku”

“Kau tidak perlu minta maaf, aku sudah memberikannya padamu. Hakmu untuk mau memberikannya pada siapa” Victoria melepaskan tangan Nichkhun dengan tangan kirinya yang bebas.

“Aku masih ada jadwal, aku permisi” Victoria membungkuk dan masih tidak menatap Nichkhun.

Saat Victoria berjalan menuju pintu, tubuhnya yang terlalu lelah tiba-tiba terkulai lemas di lantai. Nichkhun yang melihatnya sontak terkejut dan dengan refleks menghampiri Victoria yang sudah tidak sadarkaan diri.

“Victoria-ssi..Victoria-ssi….ppalli ireona” Nichkhun menaruh kepala Victoria di kakinya dan mengguncangkan tubuh gadis itu untuk bangun.

Namun tidak ada hasilnya, Victoria masih tidak bangun dan akhirnya Nichkhun memutuskan untuk mengangkat tubuh Victoria dengan kedua tangannya dan membawanya keluar dari kamar itu.

“Khunnie-ah, waegurae?” tanya bibi Cho cemas yang sedari tadi menunggu di luar bersama paman Cho.

“Bibi tolong panggilkan Dokter, ppalli” jawab Nichkhun panik membawa Victoria menuju IGD dengan tergesa.

***

“Maafkan aku…Seandainya aku bisa menyadari keberadaanmu dari awal, mungkin aku tidak akan menyesal seperti sekarang. Aku tidak perlu menunggumu terluka seperti ini untuk aku bisa menyadari betapa berartinya dirimu saat ini untukku. Victoria-ssi, aku tahu mungkin aku memang bodoh, bodoh karena selalu mengacuhkanmu dan tidak menyadari kehadiranmu di dekatku. Tapi sekarang saat aku menyadari kau tidak ada lagi di dekatku, aku merasa kehilanganmu. Victoria-ssi, sepertinya aku menyukaimu” Nichkkhun tertunduk dalam duduk di samping Victoria yang terbaring lemah di kasur. Matanya terpejam, selang infus terpasang di hidungnya, terdengar suara detikkan monitor jantung yang berjalan dengan perlahan.

“Ak…ku di mana?” tiba-tiba Victoria bersuara.

Sontak Nichkhun melihat ke arah Victoria yang ternyata kini sudah sadarkan diri.

“Victoria-ssi, kau sudah sadar?” tanya Nichkhun mendekat ke arah Victoria.

“Kk..kau?”

“Iya ini aku, Nichkhun” tampak wajah Nichkhun begitu lega.

“Kenapa aku di sini?Aku mau pulang” dengan tubuh yang masih terlihat lemah, Victoria memaksakan diri untuk bangun dan ia mencoba untuk melepaskan selang infusnya.

“Victoria-ssi, kau mau ke mana? Kata Dokter kau kelelahan dan kau butuh istirahat” Nichkhun mencoba menahan tubuh Victoria namun gadis itu menghempaskan tangan Nichkhun dengan kasar.

“Aku sudah tidak apa-apa” jawab Victoria lemah.

Nichkhun tidak kuasa melihat sikap Victoria yang berubah 180 derajat di banding sebelumnya dan ia sadar itu pasti karena kesalahan dirinya sendiri.

“Jangan begini, aku mohon jangan seperti ini. Maafkan aku, maaf…” Nichkhun dengan sigap memeluk tubuh Victoria dengan erat, Victoria sempat memberontak namun Nichkhun semakin mengeratkan pelukannya dan Victoria yang masih lemah pun tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Nichkhun memeluknya.

“Kenapa hari ini kau banyak sekali mengucapkan kata maaf padaku?”

“Karena aku memang bodoh, bodoh karena baru menyadari keadaanmu. Dan aku juga ingin minta maaf padamu tentang satu hal ini”

“Apa?”

“Maaf, karena sepertinya aku mulai menyukaimu”

Nichkhun melepaskan pelukannya dan menatap dalam kedua ekor mata Victoria. Membuat gadis itu tidak bisa memalingkan pandangannya dari pria di hadapannya itu. Tubuhnya membeku, tenggorokannya tercekat, entah ia harus bereaksi seperti apa saat mendengar ucapan itu, tapi satu hal yang ia tahu, itu adalah ucapan yang ia tunggu-tunggu selama ini.

“Victoria-ssi, nan neomu choayo” ulang Nichkhun mengenggam kedua tangan Victoria.

PLAK…

Satu tamparan mendarat di pipi kanan Nichkhun.

“Kenapa? Apa kau mau marah padaku karena aku menamparmu? Silahkan kalau kau mau marah, tapi aku mau mengatakan sesuatu dulu padamu” ucap Victoria dingin. “Kenapa kau harus menunggu aku seperti ini baru kau mengatakan ini padaku? Apakah kau benar-benar seorang pria? Nichkhun Buck, aku memang menyukaimu tapi aku juga tidak bisa menerima perlakuanmu padaku. Kau tahu? Kau sudah benar-benar membuatku kecewa” Victoria menatap Nichkhun tajam.

“Aku tahu, dan kau memang berhak untuk menamparku. Aku memang pria bodoh yang tidak berguna, di saat ada seseorang yang menyayangiku tapi aku justru menyia-nyiakannya. Tapi aku mohon, beri aku kesempatan untuk aku membuktikan bahwa ucapanku ini benar, aku menyukaimu Victoria Song”

“Bodoh, aku tahu kau tidak sedang berbohong. Aku bisa melihat itu dari matamu, aku hanya ingin tahu seberapa dalam rasa di hatimu itu untukku?” gumam Victoria dalam hatinya.

***

“Aku akan menunggumu di taman Lavender pukul 12.00 siang ini. Aku akan menunggumu sampai kau datang”

Cho Kyuhyun

Naomi membaca pesan singkat dari Kyuhyun di ponselnya.

“Pasti oppa yang memberitahu nomor ponselku padanya? Ish…” gerutu Naomi melempar ponselnya ke kasur dengan kesal.

“Pikirkanlah baik-baik, jangan sampai kau menyesal, Nao. Beri Kyuhyun kesempatan untuk dia membuktikan ucapannya” Naomi kembali teringat ucapan Nichkhun beberapa hari lalu, namun ia menggeleng kepalanya dengan cepat.

Andwae…aku yakin aku pasti tidak akan menyesal. Kyuhyun bukan orang yang berarti untukku” Naomi menjatuhkan tubuhnya ke kasur “Hoaaamm…aku ngantuk, daripada panas terik aku menemuinya lebih baik aku tidur” Naomi memeluk gulingnya dan memejamkan kedua matanya.

Tok..Tok..Tok..

“Nona…Nona Naomi” terdengar seseorang mengetuk pintu dan memanggil Naomi dari luar kamarnya.

“Nona…”

“Ehmmm….” jawab Naomi malas dengan kedua matanya yang enggan untuk terbuka.

“Nona, ini sudah sore. Kau belum makan, tadi Nyonya menghubungiku untuk membangunkanmu”

“Ehm…aku bangun” dengan berat Naomi mengangkat tubuhnya.

Ia mengambil ponselnya dan melirik jam di layarnya, pukul 17.00.

“Astaga? Aku tertidur hampir 6 jam? Ish….pantas saja kepalaku jadi pusing begini, hoaaaammm…”

“Nona…”

“Ehm..ahjumma, chakkamanyo” Naomi bangkit dan menghampiri pintu.

“Apakah Nona mau mandi dulu atau langsung makan?”

“Eum? Aku makan dulu saja, perutku sepertinya sudah mulai keroncongan” Naomi mengelus-ngelus perutnya.

“Baiklah kalau begitu akan bibi siapkan makannya”

Ne…gomawoyo ahjumma” Naomi mengikuti langkah bibi Hye Sun menuju ruang makan.

“Nona, silahkan makanannya sudah siap” ucap bibi Hye Sun yang hanya perlu membawa beberapa piring dengan beberapa menu makanan dari dapur ke meja makan.

“Ne..ahjumma, kamsahamnida”

“Kalau begitu bibi permisi dulu, makan yang banyak Nona karena Tuan Nichkhun selalu mengingatkan bibi untuk menyuruhmu makan banyak”

“Tch…pria itu” Naomi mendecak pelan. “Oh ya ngomong-ngomong kemana oppa? Bukankah hari ini dia akan pulang? Kenapa sampai jam segini belum pulang juga?” Naomi melirik jam dinding di depannya.

“Hah…entahlah, paling-paling dia menemui teman-temannya dulu” Naomi mengangkat bahunya dan mulai menyantap makanannya dengan lahap.

Beberapa menit kemudian Naomi selesai makan, ia pun kembali ke kamarnya. Merasa tubuhnya yang sudah terasa lengket, ia memutuskan untuk mandi.

Setengah jam ia menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi.

“Ahh…segarnya, kenapa hari ini aku merasa sangat bebas? haha..hidup memang harus di nikmati” Naomi terkekeh mengeringkan rambutnya di depan meja riasnya.

“Oh ya apa oppa masih belum pulang juga? Biasanya kalau dia sudah pulang langsung masuk ke kamarku? Ah..mungkin saat aku mandi dia menghubungiku?” Naomi meraih ponselnya di atas kasur.

“Tapi tidak ada pesan baru, dan yang terakhir SMS tadi…” Naomi membuka kotak pesannya dan yang ia lihat justru pesan dari Kyuhyun tadi siang.

“Kenapa aku hampir lupa kalau tadi siang dia mengirimku pesan? Apakah sekarang dia masih menungguku?” Naomi bertanya pada dirinya sendiri. “Ah..tidak mungkin, dia pasti sudah pulang. Sekarang sudah hampir pukul tujuh malam dan dia bilang menungguku pukul 12.00 siang tadi? Tujuh jam, mana mungkin dia masih mau menungguku selama itu?” Naomi menyimpan lagi ponselnya dan melanjutkan aktifitasnya untuk mengeringkan rambut.

Dua jam berlalu dan saat ini Naomi sedang membaca buku favoritnya.

“Pukul sembilan? Apakah dia masih ada di sana? Apakah aku menghubunginya saja untuk menanyakannya? Ah..tidak, aku pasti akan terlihat bodoh. Biarkan saja, kalaupun dia memang masih menungguku, itu salahnya aku tidak menyuruhnya untuk menungguku” ucap Naomi acuh.

Tok..Tok..Tok…

“Nona, apa kau sudah tidur?”

“Belum ahjumma, waeyo?”

“Boleh bibi masuk?”

“Tentu, buka saja pintunya tidak di kunci”

“Nona, kenapa kau belum tidur?”

“Aku masih membaca buku ini, ada apa bibi?”

“Ah..anhio, bibi ke sini hanya ingin memberikan ini” bibi Hye Sun memberikan sebuah Diary pada Naomi.

Diary?” Naomi mengernyit melihat Diary itu.

Ne..sepertinya ini milik Nona, karena tadi bibi menemukannya di Koper Nona yang tersimpan di gudang”

“Benarkah ini milikku? Tapi kenapa aku tidak ingat pernah memiliki Diary ini?” Naomi masih mengamati Diary yang asing baginya.

“Aku juga tidak tahu apakah ini benar milik Nona atau bukan, sebaiknya Nona buka saja untuk memastikannya siapa tahu ada sesuatu hal yang penting. Kalau begitu bibi permisi dulu Nona, maaf sudah menganggumu”

“Anhio ahjumma, aku tidak merasa terganggu. Terima kasih sebelumnya”

“Ne….annyeonghi jumuseyo agashi”

Ne…

Setelah bibi Hye Sun keluar dari kamar Naomi, Naomi akhirnya membuka Diary itu dengan rasa penasaran yang tidak bisa ia tahan lagi. Dan saat Diary itu terbuka pada halaman pertama tertulis “I Miss You Kyuhyun”

Sontak Naomi terkejut dengan tulisan itu. Ia heran, seingatnya dia tidak pernah menulis sebuah Diary dan dia juga tidak pernah menulis tentang tulisan itu. Kyuhyun? Kenapa ada nama Kyuhyun di sana? Pikir Naomi.

Dengan tangannya yang mulai bergetar, ia kembali membuka lembaran berikutnya.

28 Desember 2011….

Dear Diary…

Ini pertama kalinya aku menulis sebuah Diary, terdengar konyol bukan? Aku paling anti menulis tentang hidupku pada sebuah kertas ini. Tapi sekarang entah kenapa aku ingin menulis sesuatu di Diary ini.

Hari ini aku pulang ke Korea, merayakan Tahun Baru bersama keluargaku di sini. Yah, ini pertama kalinya aku pulang ke sini setelah dua tahun aku mengenyam ilmu di Paris. Ini liburan pertamaku di Korea, tapi entah kenapa liburanku justru terasa begitu hambar? Aku tidak merasakan antusias atau kesenangan seperti orang-orang. Ada sesuatu yang membuatku mengganjal di sini, di hatiku.

Hampir satu setengah tahun yang lalu aku bertemu dengan seseorang di Paris, sebut saja namanya si pria tampan. Pertemuanku dengannya begitu unik, kau tahu aku menolongnya dari kawanan perampok yang akan merampoknya. Haha…terdengar aneh, seharusnya dia sebagai pria bisa melawan perampok-perampok itu sendirian bukan? Tapi tidak, saat itu dia justru terlihat ketakutan dan tidak bisa melawan. Aku berhasil menjadi dewi penolong baginya. Sebenarnya aku bukan tidak sengaja menolongnya, tapi aku sudah melihat dia sebelumnya di sebuah Restaurant. Saat itu, aku ingin membeli makan dan saat aku memesan makananku, aku melihat dia sedang duduk sendirian di salah satu meja. Mataku bertemu dengan matanya. Tampan, itulah kesan pertamaku saat melihatnya. Tapi lucu, dia malah terlihat salah tingkah saat aku pergoki sedang memandang ke arahku.

Dan karena pesananku tidak ada, aku memutuskan untuk pergi dari sana. Aku sempat melirik ke arahnya sekilas dan dia sedang menatap makanannya dengan gugup. Entah setan apa yang berhasil merasukiku, aku menunggunya di balik pohon. Menunggunya sampai ia keluar dari Restaurant sederhana itu. Aku mengambil jarak yang cukup jauh darinya. Dan ternyata ia menuju Menara Eiffel, tempat favoritku. Dan betapa bodohnya, aku masih mengikutinya sampai di sana. Aku tertawa geli saat melihatnya dengan penuh percaya diri mengambil gambar dirinya sendiri dengan ponselnya di depan Menara Eiffel. Pria bodoh, gumamku pelan. Dan aku langsung membekam mulutku sendiri karena aku sadar suaraku bisa saja di dengar olehnya, tapi dewi fortuna sedang berpihak padaku dan dia tidak mendengar suaraku, bahkan dia masih tidak menyadari keberadaanku di sana, hehehe…

Setelah itu, dia pergi ke suatu tempat. Entahlah, mungkin ia berniat untuk pulang dan aku masih setia mengikutinya, ah tidak, mungkin lebih tepatnya membuntutinya dan kau tahu aku seperti seorang penguntit saja malam itu. Dan di tengah jalan, beberapa pria bertubuh kekar menghadangnya, salah seorang di antara pria-pria itu menarik tubuhnya dan melingkarkan tangan si pria tampan itu ke belakang. Yang lainnya menggeradah tubuh pria tampan itu, mencari sesuatu. Ponsel dan dompet milik si pria tampan itu sudah jatuh ke tangan mereka. Saat sadar salah satu dari pria itu mengambil balok kayu dan akan memukulkannya pada si pria tampan itu, dengan keberanianku, aku pun menghadangnya dan meluluh lantahkan perlawanan mereka. Yah, untunglah aku mendengarkan ucapan eomma dan appa, yang menyuruhku untuk belajar ilmu bela diri sebelum akhirnya aku memutuskan untuk kuliah di Paris karena itu untuk aku bisa menjaga diriku selama di sana.

Saat perampok-perampok itu lari terbirit-birit, aku menghampiri si pria tampan itu dan memberikan dompetnya yang selamat dari kawanan perampok. Dia terbangun dan aku pergi meninggalkannya, dia mengikuti langkahku yang semakin ku percepat. Dia mengucapkan terima kasih padakku tapi aku pura-pura tidak menghiraukannya. Entahlah gengsiku terlalu tinggi, aku yang terus mengikutinya tapi saat dia sudah berada di sampingku aku malah mengacuhkannya, pabo Naomi. Dan aku menyesal atas itu, karena dialah yang akhirnya menjadi dewa penolongku saat aku akan tertabrak mobil, dia menyelamatkan nyawaku.

Singkat cerita, aku mulai senang berada di sampingnya. Apalagi saat dia sudah mulai sadarkan diri di Rumah Sakit setelah malam itu aku membawanya ke Rumah Sakit. Tubuhku mulai bereaksi aneh setiap kali bersentuhan dengannya, detak jantungku mulai tidak karuan, sepertinya aku mulai menyukainya. Tapi sayang, ada sesuatu hal yang harus membuat cintaku terhalang, dia harus kembali, kembali ke dunianya karena aku baru tahu kalau ternyata dia adalah Cho Kyuhyun, salah satu member Boyband terkenal di Negaraku sendiri, Super Junior.

31 Desember 2011

Ini malam tahun baru bukan? Tapi aku benar-benar tidak bahagia, aku berada di tengah-tengah keluargaku tapi kenapa pikiranku justru entah berada di mana. Tadi siang aku melihat acara Televisi, dan aneh biasanya aku tidak suka menonton Televisi,. Tapi, semenjak aku tahu dia seorang Entertainer, aku pasti akan rajin mencari berita-berita tentangnya. Aku melihatnya di salah satu acara, dia terlihat begitu bahagia, dia tertawa. Oh God, aku merindukannya, sangat merindukannya. Jika aku menemuinya, apakah dia akan mengenalku? Hah, pabo Naomi tentu saja dia sudah melupakanmu. Dua tahun hampir berlalu, dia bertemu dengan banyak wanita cantik, kau pasti tidak akan berarti apa-apa untuknya. Lagipula, pertemuan denganmu terlalu singkat, dia pasti sudah melupakanmu semenjak dia memutuskan untuk kembali ke sini.

Tuhan, tapi kenapa rasa ini semakin tumbuh di hatiku? Dan aku semakin sulit untuk melupakannya? Kenapa aku bisa mencintainya hanya dalam hitungan hari, tapi aku tidak bisa melupakannya bahkan dalam hitungan tahun? Aku sakit merasakan semua ini sendirian, aku mencintaimu Cho Kyuhyun.

Naomi menjatuhkan Diary-nya ke lantai, tubuhnya terasa lemas. Air matanya sudah membasahi kedua pipinya sedari tadi, mulai dari ia membaca baris pertama dari apa yang pernah di tulisnya di Diary itu.

“Jadi, semua itu benar? Apa yang di katakan Kyuhyun padaku itu benar? Dia tidak berbohong, Nao tapi kenapa kau justru tidak mempercayai ucapannya?” tangis Naomi memecah, ia mengacak rambutnya sendiri. “Tunggu, Kyuhyun sedang menungguku di sana. Aku yakin dia masih menungguku di sana. Aku harus cepat-cepat menemuinya” Naomi melirik jam dindingnya, sudah menunjukkan pukul 21:35.

Ia meraih kunci mobil di lacinya dan bergegas menuju garasi. Menyalakan mesin mobilnya dan menuju ke tempat di mana Kyuhyun sedang menunggunya.

Naomi menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi di tengah jalanan yang memang sudah sepi. Ia tidak peduli dengan keselamatannya, yang ia inginkan saat ini adalah ia bisa cepat-cepat sampai ke tempat itu, menemui Kyuhyun.

Akhirnya Naomi sampai di tempat itu, taman Lavender. Ia bergegas turun dari mobilnya sampai ia lupa untuk mencabut kunci mobilnya. Naomi berlari menghampiri taman, mencari sosok yang sangat ia rindukan.

“Akhirnya kau datang juga, aku tahu kau pasti akan datang, Naomi” ucap seseorang tiba-tiba pada Naomi.

“Kyuhyun-ssi, kau masih di sini?” Naomi terkejut melihat Kyuhyun yang berdiri di hadapannya sekarang.

“Bukankah aku bilang aku akan menunggumu sampai kau datang?” suara Kyuhyun bergetar, karena tubuhnya mulai menggigil kedinginan.

Pabo…..” gerutu Naomi pelan.

Air matanya kembali mengalir, ia bahagia Kyuhyun benar-benar masih ada di sana menunggunya. Tanpa memikirkan hal lain, Naomi berlari ke arah Kyuhyun dan memeluk tubuh yang hampir membeku itu.

“Maafkan aku, maafkan aku karena sudah membuatmu menunggu hingga kau kedinginan seperti ini” isak Naomi dalam pelukan Kyuhyun.

Anhio, gwaenchana. Ini keinginanku sendiri, jadi kau tidak perlu meminta maaf” Kyuhyun membalas pelukan Naomi yang semakin erat.

“Sekarang aku sudah menemukan jawabannya, Kyuhyun-ssi. Orang yang aku rindukan selama beberapa hari ini, sesuatu yang terasa hilang dari dalam hidupku itu ternyata adalah kau. Jauh sebelum memori ingatanku tentangmu hilang, aku sudah mencintaimu bahkan sangat mencintaimu dan aku juga merindukanmu. Mungkin karena itulah alasannya kenapa aku selalu merasakan hal-hal aneh semenjak bertemu denganmu, tapi aku lega akhirnya aku sudah tahu jawabannya. Dan maaf, karena aku sempat tidak mempercayai ucapanmu”

“Naomi, apakah ingatanmu sudah kembali?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap mata Naomi lekat.

Anhio…ingatanku memang belum kembali, tapi aku tahu kalau aku mencintaimu Kyuhyun-ssi

“Apa maksdumu? Aku tidak mengerti”

“Tadi aku membaca Diary-ku yang di temukan oleh salah seorang pelayanku, di sana aku menceritakan semua tentangmu. Dan dari sanalah aku menemukan jawabannya”

“Benarkah? Memang apa yang kau tulis tentangku?”

“Kau tidak perlu tahu, aku tidak ingin kau menertawakanku karena membacanya” wajah Naomi tiba-tiba merona.

Waeyo? Apakah kau menulis kalau kau sangat mencintaiku dan tidak bisa melupakanku, huh? Dan kau juga menulis kalau aku ini ternyata sangat tampan, bukan?” goda Kyuhyun yang membuat wajah gadis itu semakin memerah.

“Yak, sudah hentikan kalau kau masih bicara aku akan pergi dari sini” ancam Naomi mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah, maafkan aku. Kau tahu, aku terlalu senang karena akhirnya kau datang ke sini. Tadinya, aku fikir kau tidak akan datang” Kyuhyun menarik tubuh Naomi dan kembali memeluk tubuh gadis itu.

“Kalau tadi aku tidak datang, kau akan bagaimana?”

“Aku akan menyerah dan aku akan mencari wanita lain yang lebih cantik darimu”

“Yak, CHO KYUHUN?” Naomi memukul punggung Kyuhyun dengan lengannya.

“Hehehe…aku hanya bercanda. Kalau kau tidak datang, maka aku akan datang ke rumahmu dan aku akan berteriak-teriak di depan rumahmu, bilang kalau aku mencintaimu”

Pabo…kau tidak perlu melakukannya karena sekarang aku sduah ada di depannmu”

“Haha…kau benar”

“Tapi, ada satu hal yang sekarang harus kau lakukan”

“Apa itu?” Kyuhyun menatap Naomi bingung.

“Kau harus bisa membuatku mencintaimu untuk kedua kalinya dengan diriku yang sekarang. Karena jujur ingatanku benar-benar belum pulih”

“Hanya itu? Itu hal yang terlalu mudah untukku” ucap Kyuhyun penuh percaya diri.

“Tch…..” Naomi mendecak dan terkekeh mendengar ucapan Kyuhyun.

“Aku pasti bisa membuatmu mencintaiku lagi Naomi, pasti” Kyuhyun menyentuh pundak Naomi dengan kedua lengannya dan menatap lekat kedua ekor mata Naomi.

“Baiklah, kau buktikan saja ucapanmu itu, Cho Kyuhyun” Naomi tersenyum membalas tatapan Kyuhyun.

~ End of Part 4 ~

Part ini panjangnya minta ampuuuunn,,ahha,,,jangan bosen bacanya yah..Dan maaf untuk keterlambatan publishnya, authornya sempet sakit tapi ini juga maksain di terusin coz gx enak sama yang uda nunggu FF ini,,,hehe…

Moga puas dengan hasilnya…dan ini demi menebus dosa author yang uda telat postnya, jadi di bkin panjang beneeeeeer,,hehehehehe…Gimana apa kalian bisa nebak gimana kira” kelanjutannya??hoho…selamat membaca dan jangan lupa RCL nya,,,,dan opz…author juga mau bilang Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan, mudah” an baca FF ini bisa sambil ngabuburit,,,,hehehehhehe..;))

4 thoughts on “I Remember You ( How Deep is Your Love ) – Chapter 4

  1. kyaa, pusat konflik ada disini toh. Hmm, kalo ngeliat karakter kyuhyun disini jadi ragu deh, apakah masih ada lelaki yang masih setia menunggu dan mencintai seorang perempuan setelah bertahun lamanya-___-

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s