I Remember You ( Fall in Love With You Again ) – Chapter 5


Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : All Member Super Junior
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”...
– Credit Poster @Yeonnia
Teaser || Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 ||

Masih banyak pertanyaan menggeliat di pikiranku
Benarkah dulu aku pernah mencintainya?
Benarkah dia begitu berarti untukku?
Aku tidak bisa mengingat apapun tentangnya
Bahkan aku juga tidak bisa merasakan jejak-jejak cintaku padanya di hatiku
Hingga ada satu kejadian, yang membuatku seolah terbangun dari mimpiku
Dan aku baru tahu, bahwa dia memang begitu berarti
Bahkan kini, aku bisa merasakan jejak cinta itu kembali menjamah hatiku
ooOooOooOoo

I Remember You – Chapter 5

“Victoria ada kiriman bunga untukmu” Chaeri memberikan se-Bouqet bunga pada Victoria yang sudah berada di ruang kerja Chaeri.

“Dari siapa?” Victoria mengernyit menatap bunganya.

Molla, kau lihat saja di dalamnya ada kartunya” Chaeri melanjutkan aktifitasnya yang sedang membaca sebuah berkas di mejanya.

Victoria membuka kartu nama yang terselip di bunga itu, dan ia tersenyum ketika melihat siapa pengirimnya.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu? Siapa pengirimnya?” tanya Chaeri yang masih menatap berkasnya tapi menyadari kalau Victoria tersenyum-senyum sendiri di depannya.

“Rahasia” jawab Victoria singkat dan tersenyum malu. “Aku pulang dulu, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku” sambungnya mengambil tas tangannya di kursi dan berlalu dari hadapan Manager-nya.

Victoria baru saja sampai di Apartement-nya dan ponselnya tiba-tiba bergetar ada sebuah pesan baru di Blackberry Messanger-nya.

“Kau sudah menerima bunganya?”

“Sudah ku duga kau akan melakukan ini” Victoria tersenyum puas menatap ponselnya. “Hmm…baiklah Nichkhun-ssi kita lihat saja sejauh mana usahamu untuk bisa merebut hatiku lagi” Victoria menaruh ponselnya kembali ke dalam tasnya tanpa membalas pesan dari Nichkhun dan menyiumi bunga dari Nichkhun tadi dengan sebuah senyuman mengembang di depan meja riasnya.

“Vic, kau mendapat kiriman bunga lagi”

Igo, sepertinya ini bunga ketiga yang aku terima untuk di berikan padamu”

“Victoria-ssi, ada kiriman bunga lagi untukmu”

“Viiic, sebenarnya siapa yang mengirim bunga-bunga itu? Tunggu, seingatku ini sudah bunga ke delapan, kan?”

“Victoria-ssi, ini bunga dari Secret Admirer-mu lagi sepertinya. Wah senang yah, setiap hari mendapat bunga seindah ini. Coba ada seseorang yang mengirimkannya juga untukku”

“Sebenarnya kau ini sedang dekat dengan siapa?? Kenapa belakangan ini kau sering mendapatkan bunga?? Ini sudah bunga ke lima belas, cepat beri tahu aku. Aku ini Manager-mu, jangan sampai aku tidak tahu apa-apa tentang dirimu, katakan kau sedang dekat dengan siapa sekarang?”

“Vic, apa kau tetap tidak akan memberitahuku siapa pengirim dari bunga itu?” Chaeri berkacak pinggang menatap Victoria yang sekarang berdiri di depannya menyiumi bunganya.

“Aku pasti akan memberitahumu, Chae”

“Iya, tapi kapan? Aku sudah sering menanyakannya padamu tapi kau selalu menjawab seperti itu”

“Aku…Ah, chakka ponselku bergetar” Victoria mengambil ponsel di dalam tasnya.

“Bagaimana? Kau tidak bosan menerima bunga-bunga itu dariku, kan? Kau sadar, ini hari ke dua puluh dua aku mengirimu bunga. Berarti, sudah dua puluh dua bunga juga yang aku kirim untukmu, kan? Kau tahu kenapa aku mengirim dua puluh dua bunga itu? Karena aku tahu, dua puluh dua adalah angka kesukaanmu, bukan begitu Victoria-ssi??”

Victoria menganga dan matanya membulat setelah membaca pesan itu.

“Vic, waegurae? Kenapa ekspresimu seperti itu?” Chaeri mendekati Victoria.

“Chae, dia berhasil. Dia berhasil merebut hatiku lagi” jawab Victoria tanpa berkedip.

“Dia?? Nugu?” tanya Chaeri tidak mengerti.

“Yang mengirim bunga-bunga itu selama ini adalah….Nichkhun” Victoria menoleh, menatap Manager-nya dengan tatapan kosong.

Tubuhnya terasa membeku, ada sesuatu yang menjalari tubuhnya seketika dengan membaca kata-kata itu dari Nichkhun. Entahlah, apa yang sudah di lakukan Nichkhun ternyata sudah mampu membuatnya tersentuh. Victoria tidak pernah memberitahu apapun pada Nichkhun tentang dirinya, tapi kenapa Nichkhun bisa tahu hal kecil seperti itu, angka kesukaan Victoria. Dan Victoria bisa melihatnya, Nichkhun pasti sudah mencari tahu tentang dirinya. Dengan begitu, berarti Nichkhun memang sudah menepati janjinya, membuktikan bahwa ucapannya adalah benar, dia menyukai Victoria.

***

“Aku senang akhirnya bisa melihatmu lagi. Malam ini kau terlihat sangat cantik” Nichkhun menyambut Victoria yang baru keluar dari Apartement-nya.

Gomawo” jawab Victoria tersipu.

“Bisa kita pergi sekarang?” Nichkhun membukakan pintu mobil untuk Victoria.

“Tentu” Victoria tersenyum dan masuk ke dalam mobil.

Nichkhun dan Victoria sampai di sebuah Restaurant mewah di daerah Seoul. Dan malam itu Nichkhun sengaja mem-booking Restaurant itu hanya untuk Victoria dan dirinya.

“Kenapa Restaurant-nya sepi?” tanya Victoria bingung setelah mereka masuk ke dalam Restaurant.

“Benar, kenapa sepi yah? Padahal Retaurant ini biasanya kan selalu ramai?” jawab Nichkhun tidak memberitahu Victoria yang sebenarnya.

“Selamat datang, kami sudah menyiapkan semuanya untuk Anda berdua” ucap sang pelayan Restaurant menyambut mereka dengan sangat ramah.

Ne, kamsahamnida” jawab Victoria tidak kalah ramah, namun alisnya berkerut ia tidak mengerti maksud dari ucapan pelayan tadi.

Omo…Nichkhun-ssi,apa ini?” tanya Victoria membulatkan matanya, dan menutup mulutnya yang menganga dengan kedua punggung lengannya melihat meja yang di hias seindah mungkin.

“Ini untukmu” Nichkhun mengambil se-Bouqet bunga yang di taruh di meja untuk Victoria.

Gomawo” Victoria menerima bunga itu dengan tangannya yang bergetar.

“Ini tidak seberapa, maaf aku hanya bisa menyiapkannya seperti ini. Maaf kalau kau tidak suka” lirih Nichkhun.

“Apa maksudmu?”

“Sebenarnya aku ingin menyiapkan sesuatu yang lebih dari ini saat kita bertemu lagi, tapi sepertinya aku bukan tipe pria yang romantis, yang memiliki berbagai ide brilliant untuk memberikan kejutan pada seseorang” Nichkhun menggaruk kepalanya yang-tidak-gatal.

“Bagiku ini sudah lebih dari cukup, gomawoyo” ada setitik air bening nampak di kedua ujung mata Victoria saat mengucapkan hal itu pada Nichkhun.

“Kau suka?”

Ne…neomu johayo

“Kalau begitu kita bisa mulai makan, duduklah” Nichkhun menggeserkan kursi untuk Victoria.

Gomawo

Setelah hampir tiga minggu mereka tidak bertemu, malam itu Nichkhun sengaja mengundang Victoria untuk makan malam bersama. Nichkhun menyiapkan makanan-makanan kesukaan Victoria dan juga satu botol anggur untuk mereka yang di design dengan begitu cantik di atas meja. Nichkhun juga menyiapkan se-Bouqet bunga untuk Victoria. Mungkin terdengar sederhana, tapi bagi Victoria itu sanggup membuatnya terharu.

“Jujur saja, ini pertama kalinya aku di berikan Surprise seperti ini” ucap Victoria memulai pembicaraan setelah mereka mulai menyantap makanannya.

Jinjayo?”

“Eum…” Victoria mengangguk mengiyakan. “Entahlah selama ini aku selalu sibuk dengan karirku, tidak pernah terlintas di pikiranku untuk memikirkan soal cinta atau pria. Di kalangan pria mungkin aku terkenal dengan julukan Ice Princess-ku, makannya mereka takut untuk mendekatiku” sambung Victoria tenang.

“Tidak denganku”

“Yah, maka dari itu, sepertinya semenjak bertemu denganmu, aku merasakan banyak hal-hal yang aku rasakan untuk pertama kalinya. Seperti, untuk pertama kalinya aku menyukai seorang pria dingin sepertimu,sempat mengalami patah hati karena cintaku sempat bertepuk sebelah tangan, pertama kalinya aku di kirim bunga, dan sekarang untuk pertama kalinya seseorang memberikan Surprise untukku”

Mian, karena aku sempat membuatmu patah hati” ucap Nichkhun menahan tawanya.

“Yak, kau mengejekku yah?” Victoria mengerucutkan bibirnya sebal.

“Hahahahaha…anhio, aku hanya tidak tahan saja, hihihi…kau…kau ini sangat polos” Nichkhun memegang perutnya mencoba menahan tawanya, tapi justru tawanya meledak dan itu membuat wajah Victoria merah padam dalam seketika.

***

Setelah acara makan malam mereka selesai, Nichkhun membawa Victoria ke sebuah pantai yang tidak jauh dari Restaurant. Itu sudah cukup larut, jadi tentu saja pantai itu sepi dan hanya ada mereka berdua yang di temani oleh suara deburan ombak dan angin dingin yang menyusup sampai ke tulang.

“Nichkhun-ssi, kenapa kau membawaku ke sini?” tanya Victoria bingung.

“Bukankah kau sangat menyukai pantai??” jawab Nichkhun sambil menggenggam tangan gadis di sampingnya itu untuk memapah langkahnya di atas bebatuan.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Di sini, sebaiknya kita duduk di sini saja” Nichkhun menghentikan langkahnya dan duduk di depan api unggun yang sudah menyala.

Omo…apa kau juga yang menyiapkan api unggun ini?”

“Eum…” Nichkhun mengangguk seraya menampilan lesung pipinya saat tersenyum. “Pakai ini, kau pasti kedinginan” Nichkhun melepaskan Jas hitamnya untuk Victoria.

Anhio, bukankah ada api unggun ini yang akan menghangatkan kita?”

Andwae…and listen to me” mata Nichkhun membulat seolah dia sedang memaksa Victoria untuk menuruti ucapannya.

Victoria tersenyum tipis, melihat Nichkhun yang memperlakukannya seperti seorang bayi. Pertama kalinya ada orang yang berani membentaknya, tapi baginya bentakan lembut Nichkhun itu sanggup membuat jantungnya terpompa dengan sangat nyamannya.

“Hah,,kenapa malam ini tidak ada bintang??” ucap Victoria manja, menatap langit yang membentang tanpa di sinari satu bintang pun.

Waeyo? Apa kau sangat menyukai bintang?” Nichkhun ikut menengadahkan kepalanya, menatap langit.

“Eum…” jawab Victoria mantap, masih menatap langit.

“Kalau begitu, kau bisa melihat ke sampingmu sekarang”

Waeyo?” Victoria mengernyit menoleh ke arah Nichkhun.

“Karena mulai sekarang, aku akan menjadi bintangmu yang akan selalu menerangi hari-harimu” jawab Nichkhun menatap Victoria lekat.

“Nichkhun-ssi

“Victoria-ssi, sekarang apakah aku boleh memiliki hatimu?” ucap Nichkhun serius, menggenggam kedua tangan Victoria yang kedinginan.

“Beri aku satu alasan kenapa aku harus memberikan hatiku untukmu?”

“Aku akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini jika kau menjadi milikku”

“Benarkah?”

Ne…dan kau boleh pergi meninggalkanku jika aku tidak menepati janjiku”

“Kalau begitu, sepertinya aku tidak memiliki alasan untuk tidak memberimu kesempatan”

“Jadi, maksudmu….kau?”

“Tepatilah janjimu, karena kalau kau mengingkarinya, tidak akan ada kesempatan ketiga untukmu, Tuan Buck”

“Pasti, aku pasti akan menepati janjiku, kau jangan khawatir” Nichkhun mengeratkan genggamannya.

“Baiklah, akan aku pegang janjimu”

“Gomawo Victoria-ssi, sepertinya aku tidak akan pernah menyesal bisa memiliki wanita sebaik kau” ucap Nichkhun semangat dan tanpa di beri perintah, ia memeluk Victoria dan Victoria tidak mengelak dari tindakan Nichkhun itu.

“Jangan mencoba untuk merayuku dengan rayuan gombalmu” Victoria memukul pelan punggung Nichkhun.

“Sungguh, aku tidak sedang menggombal, ini isi hatiku” Nichkhun melepaskan pelukannya dan kembali menatap Victoria.”Sekarang aku merasa menjadi pria yang beruntung bisa memilikimu” sambungnya menarik lengan Victoria ke dalam genggamannya.

“Boleh aku melakukan sesuatu?” tanya Nichkhun hati-hati.

Mwo? Awas kalau kau macam-macam” mata Victoria membulat, ia memundurkan tubuhnya dari Nichkhun.

“Aku hanya ingin melakukan ini” jawab Nichkhun setelah ia berhasil mendaratkan ciuman lembutnya di puncak kepala Victoria.

Victoria terdiam, tubuhnya terasa membeku. Entahlah, apakah karena angin malam yang semakin dingin, atau karena ia terlalu terkejut dengan tindakan Nichkhun barusan.

Saranghae Victoria” bisik Nichkhun di telinga Victoria yang kembali di peluknya.

Nado saranghae, Khunnie-ah…” balas Victoria lembut mengeratkan pelukannya.

***

“Igo…”

“Apa ini?”

“Kau tidak lihat kalau itu Diary?” jawab Naomi ketus.

“Aku tahu ini Diary, tapi maksudku kenapa kau memberiakn Diary ini padaku?” tanya Kyuhyun memandangi Diary yang ada di genggamannya.

“Itu Diary yang akhirnya membuatku percaya pada semua ucapanmu” jawab Naomi menyesap Coffee late-nya.

“Lalu, kenapa kau memberikannya padaku? Bukankah kau bilang kau takut aku akan menertawakanmu jika aku membacanya?”

“Silahkan saja kalau kau berani menertawakanku, tapi jangan harap aku akan berusaha untuk mengingatmu lagi”

“Kau sedang mengancamku?” Kyuhyun menatap Naomi serius.

“Menurutmu?” jawab Naomi santai dan mengalihakn pandangannya ke tempat lain.

“Aku akan membacanya di dorm, aku akan menghayati semua isinya”

“Tch..kau pikir Diary-ku adalah sebuah lagu, harus di hayati? Kau ini sangat lucu”

“Setelah ini, kau ada acara ke mana?”

“Entahlah, waeyo?”

“Bagaimana kalau kita ke taman hiburan?”

NE…?” suara Naomi meninggi. “Kau gila? Bagaimana kalau ada fans yang melihatmu? Pabo

“Aku bisa menyamar, sudahlah kau jangan banyak bicara, kajja..” Kyuhyun menarik lengan Naomi tanpa memberi kesempatan pada Naomi untuk menolak.

“Ayo naik” ucap Kyuhyun seraya membukakan pintu mobilnya untuk Naomi yang terparkir di halaman rumah Naomi.

Sepanjang perjalanan, Naomi tidak kuasa menahan tawanya melihat penyamaran yang di lakukan Kyuhyun yang menggunakan Wig rambut panjang sebahu dan sedikit polesan make up di wajahnya.

“Haha..Kyu..Kyuhyun-ssi, apakah setiap hari kau selalu menyiapkan peralatan-peralatan aneh itu untuk penyamaranmu?” tanya Naomi berusaha menahan tawanya dan menunjuk tas Kyuhyun yang berisi peralatan make up wanita di jok belakang.

Anhio, aku sengaja membawanya hanya untuk hari ini saja” elak Kyuhyun membenarkan posisi Wig-nya dengan sebelah tangannya dan tangan yang lain serius memegang setir.

Jinja?? Kkkk…” Naomi terkekeh geli.”Oh ya, tapi menurutku, penggemarmu akan tetap mengenalmu jika kau seperti ini” ucap Naomi mengamati Kyuhyun lebih teliti.

Anhio, karena aku masih punya ini, tada…” jawab Kyuhyun penuh percaya diri mengeluarkan syal dari saku celananya.

Igo mwoya?? kekekekeke…” kali ini Naomi tidak kuasa menahan tawanya yang meledak saat Kyuhyun mengeluarkan sebuah syal yang-biasa-di gunakan-oleh-seorang-ahjumma.

“Kau yakin mau pakai itu? Ahaha…kau akan mirip seperti seorang ahjumma, kekekeke….Penampilanmu bahkan akan melebihi Hye Sun ahjumma” Naomi memegangi perutnya yang kesakitan karena terlalu banyak tertawa.

“Baiklah, baiklah….Tertawa saja sepuasmu Nona NAOMI, aku tidak peduli apa yang kau katakan, tapi aku akan tetap menggunakan ini nanti” ucap Kyuhyun sebal menekankan pada kata nama Naomi dan kembali memasukkan syal-nya ke dalam saku celananya.

“Eh..mmmpp…baiklah, baiklah aku akan berhenti tertawa, ckckck…” Naomi memaksakan merapatkan bibirnya dan menatap ke arah jendela, menghindari kalau Kyuhyun akan menangkap basah dirinya yang masih terlihat menahan tawa.

“Anhio Nao, teruslah tertawa seperti itu untukku. Karena sungguh itu bisa membuat hatiku merasa bahagia. Ini adalah pertama kalinya aku melihat kau tertawa lepas seperti itu sejak terakhir kali pertemuan kita dua tahun lalu. Aku belum pernah melihat kau tertawa seperti itu, ah tidak, bahkan hampir tidak pernah” ucap Kyuhyun dalam hati kecilnya, sambil sesekali menatap Naomi dan jalanan di depannya bergantian.

Naomi dan Kyuhyun akhirnya sampai di tempat yang mereka tuju. Kyuhyun sudah memarkirkan mobilnya dengan lihai di area parkir taman hiburan. Sebelum turun, Kyuhyun kembali merapikan dirinya dengan penyamaran yang ia lakukan. Tidak lupa, ia mengeluarkan lagi syal yang menjadi jurus pamungkas dari penyamarannya itu dari saku celananya dan memasangkan di atas kepalanya dengan sangat lihai.

“Kau sudah biasa menggunakan itu yah?” tanya Naomi pada Kyuhyun sambil menunjuk pada syal yang kini sudah berada tepat di kepala Kyuhyun.

Anhi, it’s my first time” jawab Kyuhyun selesai memasangkan syal-nya dan mengembangkan senyuman evil-nya pada Naomi.

Aigo, ck….” Naomi berdecak dan menggeleng, untuk pertama kalinya ia melihat senyum evil Kyuhyun.

Jujur, dalam sepersekian detik yang lalu, Naomi sempat terhipnotis melihat senyuman evil dari Kyuhyun. Entahlah, senyuman itu cukup mampu membuat jantungnya berhenti bekerja, dalam waktu sepersekian detik dan Naomi cepat-cepat memandu jantungnya untuk kembali berdetak di tempatnya dengan normal.

“Baiklah Naomi-ssi, apakah kau sudah siap berpetualang bersamaku hari ini?? Kajja….” ucap Kyuhyun menepuk kedua tangannya, lalu keluar dari mobil tanpa menunggu jawaban dari orang yang di ajaknya bicara barusan.

“Tch,,apa dia bilang? Berpetualang? Dia pikir si bolang?” Naomi mendecak dan menatap aneh pada Kyuhyun yang keluar dari mobil lebih dulu dan mau tidak mau ia pun turun dari mobil.

“Naomi-ssi, bagaimana kalau kita naik wahana yang itu??” tanya Kyuhyun dengan suaranya yang di buat seperti seorang wanita.

Jelas itu membuat Naomi ingin tertawa meledak, tapi ia berusaha untuk menahannya. Karena tidak ingin ada orang yang mencurigai mereka, terlebih Naomi tidak ingin ada yang mencurigai kalau wanita mirip ahjumma di sampingnya saat itu adalah seorang maknae dari Boyband Asia paling terkenal hampir ke seluruh negeri itu.

Kyuhyun mengedip-ngedipkan matanya pada Naomi, seolah ia memberi isyarat untuk tidak tertawa dan bersikap se-Natural mungkin.

“Baiklah Ky….” Naomi terlihat berpikir untuk memanggil nama Kyuhyun.

Naomi hampir lupa bertanya pada Kyuhyun, dia harus memanggil Kyuhyun dengan nama apa saat penyamarannya itu.

“Baiklah, Maeri-ssi…” sambung Naomi, menyebutkan nama yang tiba-tiba terlintas di otaknya.

Sebenarnya Naomi sedikit takut pada ketinggian, tapi entah kenapa saat menaiki wahana Jet Coaster bersama Kyuhyun, ia tidak merasakan ketakutan apapun. Selama wahana itu melaju dengan kecepatan tinggi, Kyuhyun setia menggenggam tangan Naomi hingga akhir. Menyadari ada rasa takut terpeta di wajahnya saat pertama kali mereka naik tadi.

“Bagaimana apa kau suka??” tanya Kyuhyun melepaskan genggamannya dan membantu Naomi membuka sabuk pengamannya.

“Eum….” jawab Naomi tersenyum senang. “Sekarang kita naik apalagi?” tanyanya semangat.

“Itu…bagaimana kalau kita naik itu?” jawab Kyuhyun menunjuk pada gondola yang sedang berputar perlahan.

“Baiklah, kajja…”

“Huaaa..Maeri-ssi, lihat pemandangan yang sangat indah jika di lihat dari sini, benar kan?” ucap Naomi semangat, menyembulkan kepalanya dari gondola yang sedang di naikinya. Menikmati pemandangan kota Seoul yang terbentang luas di hadapannya.

“Hei..kau memanggilku dengan nama itu kalau di depan orang-orang saja, sekarang di sini hanya ada kita berdua, jadi kau boleh memanggilku dengan nama Kyuhyun lagi” protes Kyuhyun.

“Ah..maaf aku lupa, hehe…” jawab Naomi terkekeh.

“Oh ya ngomong-ngomong, kau dapat dari mana nama itu?? Maeri?? Apakah itu nama seseorang yang kau kenal?”

Anhio…entahlah aku juga tidak tahu. Tadi karena aku bingung harus memanggilmu apa, jadi aku menyebutkan nama yang terlintas di otakku saja”

“Tapi kau cukup pintar juga yah, kau sudah langsung bisa mengerti untuk tidak memanggil nama asliku di depan orang-orang”

Wae? Kau baru tahu kalau aku ini pintar, huh?” ucap Naomi bangga.

Anhi..aku sudah tahu kau pintar dari dulu. Terutama, saat aku tahu kau pintar merebut hati orang lain dan membuatnya jatuh cinta padamu pada pandangan pertama” jawab Kyuhyun serius dan itu berhasil membuat jantung Naomi meresponnya dengan tidak wajar, jantungnya seperti ingin melompat dari tempat persembunyiaannya saat ini.

“Hei…lihat ada pesawat. Wah, pesawat itu jika di lihat dari sini terlihat sangat besar yah” Naomi mencoba mengalihkan pembicaraan dan memalingkan pandangannya dari Kyuhyun yang menatap lekat matanya.

Naomi takut, jika ia tidak segera menghindari tatapan Kyuhyun, mungkin ia bisa tenggelam dalam perasaan yang belum siap untuk di rasakannya, jatuh cinta.
“Ah..kau benar, ini pertama kalinya aku bisa melihat pesawat dengan jarak lumayan dekat seperti ini”

“Oh ya, bagaimana kalau kita jadikan kenangan”

“Maksudmu?”

“Kita foto-foto…” jawab Naomi membulatkan matanya, menunggu jawaban dari Kyuhyun.

“Aaahh..baiklah, pakai ponselku saja bagaimana?” Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

Anhio…pakai ponselku saja”

“Baiklah, kalau begitu dengan ponsel kita berdua saja, adil kan?”

Ne…”

***

“Naomi-ssi, kau lelah? Bagaimana kalau aku belikan minum?” tanya Kyuhyun setelah mereka selesai menaiki enam wahana.

“Eum…” jawab Naomi mengangguk manja.

“Baiklah, kau tunggu di sini, aku akan kembali membawa minuman, kau mau minum apa?”

Strawberry Juice, please…” Naomi memiringkan kepalanya menatap Kyuhyun.

Okey…wait a minute” jawab Kyuhyun dan dalam hitungan detik ia sudah menghilang dari hadapan Naomi.

“Naomi-ssi, aku kembali” ucap Kyuhyun yang lima belas menit kemudian kembali dengan dua gelas minuman di tangannya.

“Strawberry Juice pesananmu” Kyuhyun memberikan gelas di tangan kanannya pada Naomi.

Gomawoyo Maeri-ssi

Ne, cheonmaneyo

“Ah….Maeri-ssi, lihat sepertinya langit terlihat mendung” ucap Naomi mendongak menatap langit yang perlahan mulai gelap.

“Aahh..kau benar, spertinya akan turun hujan. Kalau begitu, cepat habiskan Juice-mu,setelah ini kita pulang”

“Emm” Naomi menggeleng cepat sambil menggigit sedotannya.

Waeyo?” tanya Kyuhyun bingung.

“Kita tetap di sini sampai turun hujan saja, sudah lama aku tidak merasakan hujan”

Kyuhyun tidak mengerti dengan ucapan Naomi, apakah maksudnya Naomi ingin membiarkan tubuhnya di guyur hujan? Entahlah, pikir Kyuhyun.

“Naomi-ssi, hujannya sudah turun, ayo cepat kita ke mobil, kalau tidak nanti kau sakit” ucap Kyuhyun panik, setelah akhirnya hujan deras membasahi bumi dan mengguyur tubuh mereka dengan bebas yang duduk di bawah pohon.

Anhio Maeri-ssi, gwaenchanayo. Biarkan hujan membasahi tubuhku, ini bisa membuatku nyaman, aku sangat menyukai hujan, kau tahu?” jawab Naomi tenang, menengadahkan kepalanya ke arah langit dan membentangkan kedua lengannya. Membiarkan percikan air hujan yang cukup deras itu menyentuh tubuhnya dengan keras.

Kyuhyun benar-benar tidak mengerti, ia melihat semua orang di sana berlarian mencari tempat untuk berteduh menghindari hujan. Tapi tidak dengan Naomi, ia justru membiarkan dirinya di basahi air hujan. Dan mau tidak mau, dirinya pun harus merelakan tubuhnya basah kuyup demi menemani Naomi.

“Sebenarnya ada apa dengan dirimu? Lihat tubuhmu sekarang, kau basah kuyup” ucap Kyuhyun mengambil baju di dalam tasnya di jok belakang saat mereka sudah berada dalam mobil.

Hampir satu jam yang lalu mereka larut dalam hujan yang mengguyur, tapi aneh hanya dirinya yang terlihat menggigil sedangkan Naomi terlihat tidak merasakan kedinginan sedikitpun.

“Pakai ini, kau pasti kedinginan” Kyuhyun menyerahkan kaosnya pada Naomi.

Anhio, kau saja yang pakai. Kau lihat aku tidak menggigil sedikitpun, malah kau yang terlihat sangat kedinginan” Naomi menyerahkan lagi kaos itu pada Kyuhyun.

“Aku ini laki-laki, aku masih bisa kuat menahan dingin. Cepat kau saja yang pakai, aku tidak ingin kau sakit” Kyuhyun berusaha untuk memakaikannya pada Naomi, namun Naomi menghempaskan tangan Kyuhyun.

“Sudah ku bilang aku tidak mau” jawab Naomi dengan meninggikan nada suaranya.

Kyuhyun terkejut, untuk pertama kalinya ia mendengar Naomi bicara sekeras itu padanya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan Naomi? Kyuhyun merasa tidak mengenal diri Naomi yang sekarang, sangat berbeda dengan Naomi yang ia kenal saat mereka bertemu di Paris dua tahun lalu.

Naomi memalingkan wajahnya ke arah jendela, menyenderkan tubuhnya ke sudut pintu mobil.

“Arrrgghh..kep..palakku…” tiba-tiba Naomi mengerang kesakitan dan memegangi kepalanya.

“Naomi-ssi, waegurae? Kepalamu kenapa?” tanya Kyuhyun spontan, menatap Naomi cemas.

“Kep..palakku sak..kiiit” Naomi semakin mengerang, tidak kuat menahan sakit di kepalanya.

Kyuhyun benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, tidak ada pilihan lain, akhirnya Kyuhyun membawa Naomi ke Rumah Sakit saat tiba-tiba gadis itu tidak sadarkan diri di dalam mobilnya.

***

“Khunnie-ah” sapa Victoria pada Nichkhun yang duduk di samping kasur adiknya yang sedang terbaring dan memejamkan matanya.

“Sayang kau sudah datang?” jawab Nichkhun mencium kedua pipi Victoria.

“Sayang maaf aku baru sempat ke sini sekarang, bagaimana keadaan Naomi?” ucap Victoria khawatir.

“Seperti yang kau lihat, dia masih tertidur dan tidak mau bangun” jawab Nichkhun sedih.

“Kau yang sabar, kita berdo’a saja agar Naomi segera siuman” ucap Victoria bijak dan berusaha menenangkan Nichkhun.

“Yah, aku tahu dan aku selalu berdo’a agar gadis kecil ini cepat-cepat membuka matanya lagi, aku merindukan omelannya jika aku teledor menaruh benda ini di mana saja” jawab Nichkhun pilu, mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan memandangi benda kecil yang tergantung di sana, Phone Strap yang pernah di berikan Naomi untuknya.

“Aku harap rasa rindu yang kau rasakan itu, rasa rindu karena Naomi adalah adikmu, Khunnie-ah. Karena aku ingat, kau pernah mencintainya” batin Victoria.

Hyung, bagaimana keadaan…” seseorang tiba-tiba masuk dan menyapa Nichkhun.

“Kau…?” kejut Victoria melihat siapa orang yang datang.

“Kyuhyunnie” Nichkhun menoleh dan menghampiri Kyuhyun.”Sayang kau sudah mengenal Kyuhyun?” tanya Nichkhun pada Victoria.

“Sayang?” Kyuhyun terkejut mendengar Nichkhun memanggil Victoria dengan panggilan Sayang.

“Ah..aku lupa, Kyu aku dan Vic….”

“Khunnie-ah, bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan padamu” potong Victoria cepat.

“Bicara apa? Bicaralah di sini”

Anhio…kita bicara di luar saja” jawab Victoria melangkah pergi tanpa menghiraukan lagi kehadiran Kyuhyun di sana.

“Kyu, aku keluar dulu sebentar. Aku titip Naomi padamu, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku” ucap Nichkhun menyentuh pundak Kyuhyun.

Ne, hyung….”

Nichkhun ikut keluar dari kamar, Victoria sudah berdiri di luar menunggunya.

“Kita mau bicara di mana?”

“Kita ke Coffee Shop dekat sini saja”

“Baiklah, kau mau bicara apa? Kelihatannya hal yang serius?” tanya Nichkhun memulai pembicaraan saat mereka sudah sampai di Coffee Shop dekat Rumah Sakit di mana Naomi di rawat.

“Ini tentang Kyuhyun”

“Kyuhyun? Wae?” Nichkhun menautkan alisnya bingung.

“Kau benar, aku memang sudah mengenalnya, ah bukan, bahkan aku sangat mengenalnya”

“Maksudmu?”

“Dia adalah bagian dari masa laluku”

“Maksudmu kau dan dia pernah…”

Ne, aku pernah menjalin hubungan dengannya, tapi itu sudah sangat lama, tepatnya sembilan tahun yang lalu. Maaf kalau aku baru memberitahumu, karena aku tidak tahu kalau hubungan kalian sepertinya sangat dekat. Aku mengatakan ini bukan ingin membahas tentang masa laluku, tapi aku hanya ingin kau tahu saja, aku tidak ingin nantinya kau salah paham. Aku harap kau bisa mengerti”

Gomawo, karena kau sudah mau mengatakan ini padaku. Tapi kau tenang saja, kau tidak mengatakannya padaku pun, aku tidak akan salah paham, aku percaya padamu, Vic” Nichkhun menggenggam tangan Victoria yang terasa dingin.

“Jadi, kau tidak marah, kan? Bagiku, Kyuhyun benar-benar hanya masa lalu, jadi kau tidak perlu khawatir tentang apapun”

“Haha…maksudmu kau takut aku cemburu, huh?” goda Nichkhun mendekati Victoria.

“Memangnya kau tidak akan cemburu kalau aku dekat dengannya??”

“Anhio, untuk apa aku takut. Bukankah barusan kau bilang dia hanya masa lalumu? Maka, akulah yang akan menajdi masa depanmu, bukan begitu? Jadi, kenapa aku harus cemburu??” Nichkhun mencubit pelan pipi Victoria.

“Auw..appo…” ringis Victoria manja.

Appo..aigo, semakin hari gadisku ini semakin manis saja. Kemari, aku ingin memelukmu” Nichkhun siap memeluk Victoria, namun gadis itu dengan cepat menghindar.

“Ya…ini tempat umum, bagaimana kalau ada media yang menangkap kita?” bisik Victoria.

Waeyo? Bukankah mereka sudah tahu tentang hubungan kita? Kau lupa dengan konferensi pers yang kita lakukan seminggu lalu? Kita mengumumkan bahwa saat ini kita sedang menjalin hubungan?”

“Aku tahu, tapi bukan dengan cara seperti ini kita mengumbar kemesraan kita di depan umum. Bagaimana pun juga kita ini seorang entertainer, kita tetap harus menjaga perasaan para fans kita, kau tahu?”

“Ah…ini yang paling aku benci jika menjadi seorang artis, tidak bisa menikmati privasi-ku, huft” keluh Nichkhun mengerucutkan bibirnya.

“Kalau begitu cepat nikahi aku, jadi kita tidak perlu khawatir lagi dengan para media yang akan memberitakan tentang hubungan kita dan tidak membuat penggemar kita kecewa”

“Haha..kau ini, tapi aku yakin para penggemarmu akan patah hati jika aku cepat-cepat menikah”

“Jadi kau tidak mau menikah denganku, huh?” mata Victoria membulat, wajahnya ia tekuk dan bibirnya di majukan ke depan.

Anhio,,bukan itu maksudku tapi…Ah, chakkaman, ponselku bergetar”

Ne, Kyu waegurae?” setelah mengambil ponsel di sakunya, Nichkhun langsung menjawab telefon yang ternyata dari Kyuhyun.

“Hyung, Naomi…Naomi sudah siuman” terdengar suara Kyuhyun begitu senang di seberang sana.

“Benarkah? Baiklah, aku segera ke sana, gomawo Kyu” Nichkhun terkejut sekaligus senang mendapat kabar itu dari Kyuhyun.

“Khunnie-ah, waeyo?

“Vic, Naomi sudah siuman. Barusan Kyuhyun yang telefon”

“Benarkah?” wajah Victoria nampak berbinar ikut senang.

“Eum, ayo kita kembali ke Rumah Sakit”

Ne..”

Nichkhun dan Victoria akhirnya sampai di kamar Naomi di rawat. Saat mereka sampai, hanya ada Kyuhyun dan Naomi yang saling terdiam dalam hening.

“Naomi, akhirnya kau sudah sadar?” tanya Nichkhun senang dan langsung memeluk adiknya itu.

Oppa…”

“Eum,,,ini oppa, syukurlah akhirnya kau sadar juga. Kau tahu, oppa sangat ketakutan melihatmu tidak sadarkan diri sampai tiga hari” Nichkhun melepaskan pelukannya.

“Tiga hari? Jadi, aku tidak sadarkan diri selama tiga hari?”

“Eum…sama seperti saat dulu kau kecelakaan, kau juga tidak sadarkan diri sampai tiga hari. Makannya oppa sangat mencemaskanmu. Kau tidak apa-apa, kan? Apa yang sakit? Katakan pada oppa” Nichkhun mengamati Naomi dengan penuh kekhawatiran.

Tepat di belakang Nichkhun dan Naomi, Victoria hanya bisa berdiri mematung menyaksikan perhatian Nichkhun yang begitu khawatir terhadap Naomi. Ia jelas tahu, perhatian Nichkhun terhadap Naomi merupakan hal wajar karena Naomi adalah adiknya. Tapi Victoria juga sangat tahu, Naomi hanyalah adik angkat kekasihnya dan bahkan dia pernah tahu kalau Nichkhun pernah mencintai Naomi sebagai seorang wanita dan bukan sebagai seorang adik. Jadi, terkadang itu membuat Victoria masih di bayangi oleh rasa takut, takut apakah rasa cinta Nichkhun terhadap Naomi benar-benar sudah tergantikan oleh dirinya? Atau justru masih tetap bersarang di tempatnya?

Oppa, aku tidak apa-apa. Sudahlah kau jangan terlalu khawatir seperti itu.” jawab Naomi, suaranya masih terdengar lemah. “Eonni-ah, kau juga datang? Kemarilah, kenapa kau hanya berdiri di sana?” ucap Naomi yang akhirnya menyadari kehadiran Victoria di sana.

“Naomi, syukurlah kau sudah sadar. Aku sedih melihatmu terbaring seperti ini” Victoria menghampiri Naomi dan berdiri di samping Nichkhun.

Eonni, aku sangat merindukanmu”

“Aku juga, senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi” Victoria memeluk Naomi pelan, takut kalau ia bisa menyakiti Naomi.

“Eum…”

“Kyu, apa yang di katakan Dokter tentang Naomi?”

“Kondisinya sudah membaik,tapi Dokter bilang dia harus banyak istirahat dan tidak boleh lelah. Hyung, maaf seharusnya waktu itu aku tidak membawanya ke taman hiburan dan akhirnya membuat dia lelah, maaf” Kyuhyun menunduk menyesal.

Anhio, kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Lagipula, kau lihat sendiri sekarang Naomi sudah tidak apa-apa” Nichkhun meremas pundak Kyuhyun pelan.

Oppa, apa kau ingat, sejak kapan aku menyukai hujan?” tanya Naomi tiba-tiba.

Ne? Maksudmu?”

“Hari itu, saat aku pergi bersama Kyuhyun, saat turun hujan, aku merasa begitu nyaman dan sepertinya aku mulai menyukai hujan. Apakah sebelumnya juga aku sangat menyukai hujan?”

Anhi, setahu oppa kau tidak menyukai hujan. Bahkan, kau pernah bilang kau membenci hujan. Kau ingat, saat kecil kau, oppa, eomma dan appa akan pergi Champing, tapi saat kita akan pergi tiba-tiba turun hujan sehingga kita tidak jadi pergi. Saat itu kau sangat marah, dan kau menggerutu kesal “Aku benci hujan, aku tidak suka hujan, gara-gara hujan aku jadi tidak bisa pergi Champing” , apa kau ingat itu?”

“Ah…ne, aku ingat sekarang. Kau benar, dari kecil aku tidak menyukai hujan. Tapi aneh, kenapa sekarang justru aku menyukai hujan? Oppa, sebenarnya hari itu tiba-tiba ada memori yang menghampiri ingatanku. Aku melihat diriku sendirian di tengah hujan. Aku seperti sedang menunggu seseorang, dan kepalaku tiba-tiba sakit saat mencoba untuk mengingatnya. Setelah itu, aku tidak ingat lagi apa yang terjadi”

“Kau pingsan Naomi dan Kyuhyun yang membawamu ke sini”

“Kyuhyun-ssi…” Naomi tiba-tiba memanggil Kyuhyun yang masih terdiam.

Ne….”

“Jangan khawatir, aku tidak menyalahkanmu karena sudah mengajakku ke teman hiburan, justru aku lupa mengucapkan terima kasih padamu. Terima kasih, karena sudah membawaku ke sana dan jujur hari itu aku sangat terhibur oleh sosok Maeri” Naomi menyunggingkan sebuah senyuman dan itu membuat Kyuhyun benar-benar merasa lega bisa melihat gadis itu tersenyum lagi.

“Maeri? Siapa Maeri?” tanya Nichkhun tidak mengerti.

Namun Naomi dan Kyuhyun hanya saling pandang dan tersenyum, menggantungkan pertanyaan Nichkhun.

“Rahasia…” jawab Naomi dan Kyuhyun serempak.

***

“Nao, kau yakin kau akan kuat? Bukankah kata Dokter kau tidak boleh lelah? Bagaimana kalau di Pulau Jeju nanti kau sakit lagi?” tanya Nichkhun cemas, membantu adiknya untuk Packing.

Oppa, jangan khawatir. Aku benar-benar tidak akan apa-apa. Lagipula, orang-orang merayakan Hari Natal bersama, tapi aku harus terkurung sendirian di rumah? Shireoyo….”

“Tapi….”

“Ssstttt…jangan bicara lagi, kau bantu aku saja menutup koper ini. Aku mau ke kamar Kiko dulu untuk pamit” ucap Naomi selesai dengan Packing-nya dan keluar dari kamarnya menuju kamar Kiko, kucingnya.

“Ehm…Kyuhyunnie”

Hyung, aku sudah berada di depan rumahmu, apa kalian sudah siap?” tanya Kyuhyun di seberang sana”

Ne..kami sudah siap, tunggu sebentar lagi nanti kami akan turun”

Ne…ppalliwa..”

Tidak lama kemudian Nichkhun dan Naomi menghampiri mobil Kyuhyun yang sudah terparkir di depan rumah mereka. Rencananya, mereka akan merayakan Hari Natal bersama di Pulau Jeju selama dua hari, Nichkhun, Victoria, Kyuhyun dan Naomi.

Hyung, sini biar ku bantu” ucap Kyuhyun menawarkan bantuan saat melihat Nichkhun membawa koper kecil milik Naomi.

Gomawo, Kyu”

Oppa, ayo cepat kita jemput Victoria eonni, dia pasti sudah menunggu kita” perintah Naomi pada Nichkhun.

“Eum…kajja…” jawab Nichkhun menghampiri mobilnya.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya mereka berempat sampai ke tempat tujuan mereka. Sesampainya di sana mereka langsung menuju ke pantai, karena saat itu hari sudah mulai petang, sangat di sayangkan jika mereka harus melewatkan moment Sunset yang jarang bisa mereka lihat.
“Woooww…lihat, mataharinya sudah mulai turun” teriak Naomi sambil berlari ke tepi pantai.
“Nao, jangan pergi jauh-jauh, ingat kau jangan terlalu lelah” ucap Nichkhun sedikit berteriak.
“Ne oppa, arasseo
Hyung, aku mau menyusul dia dulu” ucap Kyuhyun pada Nichkhun dan berlalu dari hadapannya dan Victoria yang berdiri di samping Nichkhun
Ne..”
“Ayo biar ku temani” ucap Kyuhyun menggenggam tangan Naomi saat langkahnya sudah sejajar dengan gadis yang sedang menyusuri tepi pantai itu.
Naomi terkejut, ia melihat ke arah lengannya yang sudah menyatu dengan lengan Kyuhyun, tapi Naomi tidak menghindar atau menolak, ia membalas genggaman tangan Kyuhyun membiarkan kedua lengan itu saling bertaut.
“Kapan kau terakhir melihat matahari terbenam?” tanya Kyuhyun memandu tubuh Naomi untuk duduk di tepi pantai.
“Eum…sepertinya sudah sangat lama sekali, aku tidak ingat persis kapan. Kalau kau?” Naomi menoleh menatap Kyuhyun.
“Kalau aku, sembilan tahun yang lalu saat aku berusaha untuk melupakan seseorang” jawab Kyuhyun tenang.
“Seseorang?” Naomi mengangkat sebelah alisnya. “Apakah seseorang itu Victoria eonni?” tanya Naomi hati-hati.
“Eum….” jawab Kyuhyun dengan sebuah anggukan dan senyuman tipis di bibirnya.
“Kyuhyun-ssi
Ne...?”
“Sebenarnya aku pernah mendengar tentangmu dari Victoria eonni, saat itu aku belum mengenalmu. Vic eonni pernah menceritakan tentang masa lalunya dan sekarang ku pikir itu pasti tentang kau, dan saat acara ulang tahunku, maaf karena aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Vic eonni” sesal Naomi, suaranya di buat sangat pelan.
“Kau mendengarnya?” kejut Kyuhyun menatap Naaomi.
“Maaf, tapi aku benar-benar tidak sengaja. Saat itu aku…”
“Sudahlah, tidak apa-apa. Aku tidak marah kalau kau memang mendengarnya, tapi aku hanya takut kau akan salah paham saja”
“Salah paham? Salah paham kenapa?”
Anhio, gwaenchanayo. Oh ya, udaranya semakin dingin, sebaiknya kita cepat ke penginapan nanti kau kedinginan”
“Eum…Baiklah”
“Aku sudah lama sekali tidak merasakan hal ini. Menikmati liburan di pantai dan melihat matahari terbenam. Semenjak memulai karirku, aku benar-benar tidak bisa menikmati waktu-waktu senggangku dengan liburan seperti ini. Beruntung, hari ini aku bisa menikmatinya, apalagi aku sudah memiliki seseorang sekarang” ucap Nichkhun seraya memeluk Victoria yang menyenderkan kepalanya pada dada bidang Nichkhun.
“Eum, nado. Aku juga baru kali ini bisa menikmati suasana seperti ini. Jujur aku sangat menyukai pantai, tapi waktu untuk pergi ke pantai dan menikmati waktu luang seperti ini sudah sangat sulit. Dan aku juga beruntung akhirnya bisa menikmatinya bersama si Pabo di sampingku ini” Victoria menengadahkan kepalanya menatap Nichkhun.
Pabo?? Hah,,,aku benci kalau ada orang yang menyebutku bodoh, tapi jika orang itu adalah kau, baiklah akan aku maafkan. Kalau begitu aku adalah si Pabo milik Victoria” ucap Nichkhun mencubit hidung Victoria.
“Auw….appo” Victoria meringis dan memegangi hidungnya yang merah.
“Hehe…mian” Nichkhun kembali mengeratkan pelukannya. “Oh ya kau lihat mereka” ucap Nichkhun menunjuk ke arah Kyuhyun dan Naomi yang berjarak dua ratus meter di depan mereka.
“Eum, wae?”
“Seumur hidupku, mungkin ini pertama kalinya aku melihat Naomi bersama seseorang. Aku sangat berharap, Kyuhyun bisa segera mengembalikan ingatan Naomi tentangnya. Karena aku yakin, Naomi sangat mencintai Kyuhyun”
“Bagaimana kau bisa seyakin itu?”

“Naluriku yang mengatakannya, karena aku mengenalnya bukan satu atau dua bulan, tapi belasan tahun”
“Yah, aku harap juga begitu. Kyuhyun bisa menjadi pria terbaik untuk Naomi. Aku percaya Kyuhyun orang yang baik, karena walau bagaimana pun aku juga pernah menjalin hubungan dengannya dan aku tahu bagaimana dia”

“Ahh…sepertinya ada yang sedang bernostalgia di sini” goda Nichkhun pada Victoria.

“Ya…aku hanya sedang berpendapat seperti apa Kyuhyun bukan sedang bernostalgia” bentak Victoria cemberut.

“Hahaha…iya maaf aku hanya bercanda”

***

Merry Christmas..” ucap Nichkhun, Victoria, Naomi dan Kyuhyun serempak sambil bersulang di depan api unggun yang mereka buat sendiri.”Ah….ini pertama kalinya aku merayakan hari natal bersama seperti ini” ucap Kyuhyun meneguk Sampagne-nya.

“Eum….Kyu aku juga dan aku harap hari natal berikutnya kita masih bisa merayakannya seperti ini. Ah…tapi aku yakin, natal tahun depan kita tidak akan berempat lagi tapi berenam” ucap Nichkhun semangat.

“Berenam? Maksudmu dengan siapa lagi?” tanya Victoria tidak mengerti.

“Iya berenam, bersama anak-anak kita sayang. Anak kita dan anak Naomi dan Kyuhyun, hehehe…”

“Uhuk..uhuk…Yaaa..kau ini, sudah membicarakan hal seperti itu” Victoria memukul punggung Nichkhun.

“Memangnya kenapa? Aku benar, kan? Siapa tahu, tahun depan kita benar-benar sudah memiliki anak, ia kan Kyu?”

Oppa….” teriak Naomi melemparkan kacang ke arah Nichkhun.

“Hahaha..baiklah, baiklah aku tidak akan mengucapkannya lagi” Nichkhun mengambil kacang yang di lempar Naomi dan memakannya.

“Haciiiim…”

“Nao, sebaiknya kita di dalam saja. Kau sudah mulai bersin” ucap Kyuhyun cemas.

Anhio, aku mau tetap di sini. Kau tidak perlu khawatir.”

“Kalau begitu aku ambilkan kau selimut yang lebih tebal, kau tunggu di sini” Kyuhyun bangkit dan pergi ke penginapan.

Tidak lama kemudian Kyuhyun kembali dengan membawa selimut dari kamarnya yang lumayan tebal. Kyuhyun melingkarkannya pada tubuh Naomi.

Gomawo” Naomi tersenyum.

Sungguh dalam hatinya saat itu, merasa sangat nyaman Kyuhyun memperlakukannya dengan sangat baik. Itu adalah pertama kalinya dia di berikan perhatian oleh seorang pria selain dari Ayahnya dan juga Nichkhun.

“Sepertinya aku sudah tidak perlu khawatir lagi terhadap Naomi, karena sekarang ada kau yang akan selalu menjaganya, Kyu” ucap Nichkhun tiba-tiba yang sedari tadi memperhatikan Kyuhyun dan Naomi.

“Ini sudah menjadi tugasku Hyung, menjaga orang yang aku cintai”

“Uhuk..uhuk..” Naomi tiba-tiba terbatuk karena tersedak mendengar ucapan Kyuhyun.

“Nao, gwaenchana? Apakah ada yang salah dengan ucapanku barusan?” tanya Kyuhyun panik.

Anhio…Maaf, barusan aku hanya terkejut saja”

“Maaf kalau kau tidak suka dengan ucapanku barusan” sesal Kyuhyun.

Anhio…sungguh, aku bukan tidak suka, tapi…”

“Baiklah aku mengerti”

“Aku sudah lapar, bagaimana kalau kita mulai saja Barbeque-nya?” ucap Victoria tiba-tiba mencoba untuk mencairkan suasana.

“Ah,,kau benar sayang, ayo kita mulai saja aku juga sudah lapar” sambung Nichkhun semangat.

Meskipun hanya merayakan Natal dengan meminum Sampagne di depan api unggun dan Barbeque di tepi pantai, tapi itu sudah sangat cukup membuat mereka senang. Dengan kesibukan-kesibukan yang mereka rasakan selama ini, sebuah liburan singkat seperti itu sudah cukup membuat mereka menghilangkan kepenatan yang mereka rasakan.

“Sayang, aku mau ke toilet dulu yah” ucap Victoria pada Nichkhun yang sedang membolak-balikkan daging di atas alat panggang.

“Mau ku temani?” tawar Nichkhun.

Anhi, tidak usah aku sendiri saja”

“Baiklah, hati-hati”

“Eum…”

“Kyuhyun-ssi, apakah aku bisa meminta tolong padamu?”

“Tentu saja, kau mau minta tolong apa?”

“Tolong bawakan Masker untukku di kamarku, kunci kamarnya ada di Victoria eonni

Ne?”

Waeyo?”

“Ah..anhio, memang kau tidak keberatan kalau aku masuk ke kamarmu?”

“Kalau begitu kau minta tolong saja pada Victoria eonni untuk mengambilkannya di kamar. Itu, Victoria eonni sepertinya akan pergi ke toilet di penginapan” tunjuk Naomi pada Victoria yang sudah menjauh.

“Begitu? Eum….baiklah, akan aku ambilkan. Kau tunggu di sini” ucap Kyuhyun sedikit berfikir namun akhirnya ia menuruti ucapan Naomi.

“Eum…gomawo

“Kau sengaja untuk membuat mereka bertemu, kan?” ucap Nichkhun tiba-tiba pada Naomi setelah Kyuhyun pergi dari sana.

“Bagaimana Oppa bisa tahu?”

“Kau ini, kau lupa kalau aku ini oppa-mu, huh?”

“Ah….iya kau benar. Eum,,oppa, aku memang sengaja. Aku hanya ingin memberikan mereka kesempatan untuk berbicara, setidaknya mereka bisa berteman baik lagi dan tidak canggung seperti selama ini”

“Yah,,kau benar, sebenarnya oppa juga memiliki pemikiran yang sama denganmu. Oppa ingin mereka bisa menjadi teman, karena walau bagaimana pun ke depannya mereka pasti akan sering bertemu karena kita, jadi oppa berharap mereka tidak canggung lagi”

Ne…semoga di sana mereka benar-benar bisa berbicara berdua” ucap Naomi melihat ke arah penginapan.

“Kau? Sedang apa kau di sini?” tanya Victoria terkejut melihat Kyuhyun berada di depan Toilet.

“Aku sedang menunggumu”

“Menungguku? Wae? Ke mana Naomi?” tanya Victoria melihat sekelilingnya mencari sosok Naomi.

“Dia tidak ada di sini, tadi dia yang menyuruhku untuk meminta tolong padamu”

“Meminta tolong padaku? Meminta tolong apa?” jawab Victoria agak dingin.

“Naomi menyuruhku untuk mengambilkan Maskernya di kamarnya”

“Masker?”

“Eum…”

“Baiklah, kau tunggu saja di sini biar aku yang ke kamar mengambilkannya” jawab Victoria singkat dan berlalu dari Kyuhyun.

Igo…” Victoria memberikan Masker yang di minta Naomi pada Kyuhyun setelah beberapa menit kemudian dia kembali dari kamarnya.

“Aku duluan, Nichkhun pasti sudah menungguku”

“Vic tunggu…” Kyuhyun menahan lengan Victoria yang akan pergi dari hadapannya.

Victoria menatap dingin tangan Kyuhyun yang memegang tangannya.

“Maaf…” ucap Kyuhyun sembari melepaskan genggamannya.

“Aku harap mulai sekarang kita bisa menjadi teman, lupakan apa yang pernah terjadi di antara kita di masa lalu. Sekarang aku sudah melupakan semuanya dan aku tahu kau sudah menjadi milik Nichkhun Hyung, begitu pun aku sudah mencintai Naomi. Jadi, mulai sekarang bisakah kita memperbaiki hubungan kita dengan menjadi seorang teman?”

Victoria tidak langsung menjawab ucapan Kyuhyun, ia menatap Kyuhyun lekat seolah ada sesuatu yang sedang ia pikirkan.

“Baiklah, aku setuju. Sebenarnya aku juga ingin mengatakan ini padamu dari kemarin-kemarin, tapi aku belum memiliki kesempatan untuk mengucapkannya. Yah, mungkin jauh lebih baik kalau kita melupakan masa lalu kita karena sekarang kita sudah memiliki kehidupan masing-masing. Kalau begitu mulai sekarang kita resmi menjadi seorang teman” ucap Victoria semangat dan menunjukkan kelingkingnya pada Kyuhyun.

“Teman..” jawab Kyuhyun seraya menautkan kelingkingnya dengan kelingking Victoria dan mereka pun tersenyum lega.

“Maaf, kami lama tadi kami bicara dulu sebentar” ucap Victoria jujur menghampiri Nichkhun dan Naomi.

“Tidak apa-apa” jawab Nichkhun tenang.

“Oh ya Nao, ini Masker-mu” Kyuhyun memberikan Maskernya pada Naomi.

“Ah..gomawo” Naomi menerima Maskernya.

“Kenapa tidak di pakai?” tanya Kyuhyun bingung karena Naomi tidak memakai Maskernya melainkan memasukkannya ke dalam saku mantelnya.

“Tidak apa-apa, nanti saja ku pakainya, hehe..” jawab Naomi tersenyum tipis.

“Ah..makanannya sudah siaaaap” ucap Nichkhun semangat.

“Eum….wangi sekali, aahh..aku jadi tidak sabar ingin menyantapnya” ucap Victoria antusias menyiumi bau asap dari daging yang mengepul.

“Ayo kita mulai makannya”

***

“Eonni-ah, apa kau sudah tidur?” tanya Naomi pada Victoria yang tidur di seberang kasurnya.

“Belum kenapa, Nao?” jawab Victoria membalikkan tubuhnya untuk menatap Naomi.

Anhio, aku hanya tidak bisa tidur saja”

Wae? Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?”

“Entahlah, tapi aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku sekarang” jawab Naomi pelan.

“Sesuatu yang mengganjal? Apa itu?” tanya Victoria penasaran lalu merubah posisinya menjadi duduk.

Eonni, saat kau pertama kali menyukai Nichkhun oppa, apa yang kau rasakan?” tanya Naomi bangun dari tidurnya.

“Maskudmu?”

“Eum….ah, bagaimana aku mengatakannya yah” Naomi menggaruk kepalanya yang tidak-gatal-sama-sekali.

Wae? Apakah hal ini berkaitan dengan Kyuhyun?” tebak Victoria tersenyum.

Dan Naomi hanya menjawabnya dengan anggukan malu.

“Memang apa yang kau rasakan padanya sekarang?” Victoria bangkit dan duduk di samping Naomi.

“Entahlah, aku juga tidak tahu. Jujur, mungkin ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini. Setiap kali aku di dekatnya, aku merasa sangat nyaman. Apalagi ketika dia memberikanku perhatian, lain ketika oppa memperhatikanku, aku hanya menganggapnya sebagai bentuk perhatian seorang kakak pada adiknya. Tapi, jika Kyuhyun yang memberikan perhatian padaku, sepertinya aku merasakan hal yang lain menghampiri diriku. Dan saat dia membawaku ke taman hiburan, aku sangat bahagia. Aku sebenarnya takut dengan ketinggian, tapi saat bersamanya aku seperti tidak takut lagi karena aku merasa ada dia yang akan menjagaku. Dan…tadi saat dia mengatakan, sudah menjadi tugasnya untuk menjaga wanita yang dia cintai, aku benar-benar terkejut. Sungguh, aku tidak menyangka dia akan mengatakan hal itu di depan eonni dan oppa” ucap Naomi panjang lebar dan pipinya mulai merona.

“Hahaha…itu artinya calon adik iparku ini sedang jatuh cinta” ucap Victoria memeluk Naomi erat dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.

“Jatuh cinta? Benarkah? Apakah yang seperti ini yang di sebut dengan cinta?”

Geureumyeon, kau sedang jatuh cinta padanya, Nao. Dan aku fikir wajar saja kalau kau mencintainya, Kyuhyun pria yang baik. Percayalah, ketika dia berani mengatakan kalau dia mencintaimu di depan orang-orang, itu artinya dia serius dengan ucapannya” Victoria menyentuh kedua pipi Naomi dan menatap kedua matanya.

“Benarkah?”

“Eum…sebelum kau mengenalnya, bukankah aku yang mengenalnya lebih dulu? Jadi, kau percaya saja padaku, aku yakin Kyuhyun akan menjadi pria yang baik untukmu”

“Yah, aku harap juga bgitu” ucap Naomi penuh harap. “Oh ya eonni, ada yang ingin aku katakan padamu” suara Naomi sedikit takut.

“Apa?”

“Aku mau jujur, kalau….sebenarnya saat tadi aku meminta tolong pada Kyuhyun untuk mengambilkan Masker di kamar, aku sengaja melakukannya”

NE…??” pekik Victoria terkejut.

“Kau jangan salah paham dulu, aku tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin memberikanmu kesempatan untuk bisa berbicara berdua dengannya. Karena aku sangat berharap kalian bisa menjalin hubungan yang baik sebagai seorang teman. Kau…tidak marah, kan?”

Victoria menghela nafas pendek sebelum menjawab pertanyaan Naomi.

Anhio, aku tidak marah. Justru aku sangat berterima kasih padamu, karena usahamu itu berhasil”

“Berhasil? Jadi, maksud eonni tadi kalian….”

“Eum..tadi Kyuhyun yang mengatakannya duluan, dia meminta padaku untuk bisa menjadi temannya. Dan akhirnya tadi kami sepakat, kalau mulai sekarang kami akan menjalin hubungan yang baik dan melupakan masa lalu kami”

“Benarkah?”

“Eum…kau senang, huh?”

“Eum..aku sangat sangat senang. Setidaknya itu bisa membuatku tenang, karena walau bagaimana pun juga kalian pernah memiliki cerita di masa lalu kalian. Aku hanya tidak ingin, aku dan oppa membuat hubungan kalian menjadi tidak baik”
Anhio, kau jangan berbicara seperti itu. Aku tidak pernah mempunyai pikiran seperti itu. Aku malah berterima kasih pada kalian, kalian sangat mengerti keadaan kami. Aku benar-benar beruntung bisa mengenal kau dan juga oppa-mu yang tampan itu”

Aigo….akhirnya kau mengakui juga kalau oppa-ku itu sangat tampan, hihi…”

Anhio, sebenarnya dari awal aku sudah mengakuinya kalau oppa-mu itu tampan setengah mati, hanya saja aku tidak ingin mengatakannya, hehe…”

“Errrr….eonni, ternyata gengsimu tinggi juga yah, hehehe…” Naomi terkekeh. “Oh ya, eonni bagaimana, apakah oppa sudah pernah..eum…itu….” ucap Naomi menautkan jari-jarinya yang di buat kerucut.

“Itu apa??” tanya Victoria tidak mengerti”

Aigo…kau pasti pura-pura tidak mengerti?” goda Naomi mencolek pinggang Victoria.

“Anhio, aku bukan pura-pura tidak mengerti tapi aku benar-benar tidak mengerti ucapanmu, itu apa?” Victoria memeragakan kembali apa yang di lakukan Naomi.

“Kisseu” bisik Naomi ke telinga Victoria.

“Yaaaa…” jerit Victoria.

“Ssstttt…eonni kau jangan berteriak seperti itu, bisa-bisa kau membangunkan semua pengunjung penginapan ini” ucap Naomi menempelakn ujung telunjuknya di bibirnya.

“Habis pertanyaanmu itu benar-benar membuatku terkejut. Kau ini, berani-beraninya menggodaku dengan pertanyaan bodoh itu, huh? Kemari kau, akan aku hukum kau” ucap Victoria menggelitiki tubuh Naomi tanpa ampun.

“Ampun eonni, aku hanya bercanda, hihihi…eonni hentikan aku geli. Baiklah, aku tidak akan mengatakannya lagi, aku mohon hentikan” Naomi meronta kegelian.

Anhi, ini hukuman untuk anak nakal sepertimu, hahaha…” Victoria melanjutkan aksinya menggelitiki Naomi.

***

“Kau sudah tidur?”

“Belum, waeyo?”

“Kalau begitu, bisa kau membuka jendela kamarmu sekarang?”

“Jendela kamar? Memangnya ada apa?”

“Lakukan saja, nanti kau akan tahu”

Bersamaan dengan balasan pesan singkat dari Kyuhyun, Naomi pun menghampiri jendela kamarnya dan membukanya. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Kyuhyun sudah berdiri di depan halaman rumahnya.

“KAU?” teriak Naomi pada Kyuhyun.

Namun Kyuhyun dengan cepat menempelkan ujung telunjuknya pada bibirnya, memberikan isyarat pada Naomi untuk mengecilkan suaranya. Dan Naomi langsung membekam mulutnya sendiri, menyadari kalau baru saja ia mengeluarkan suara yang bisa saja membangunkan penghuni rumahnya yang lain di tengah malam itu.

“Sedang apa kau di sana?” akhirnya Naomi menanyakan hal itu pada Kyuhyun lewat ponselnya dengan menelfon Kyuhyun.

“Tidak ada apa-apa, aku hanya merindukanmu” jawab Kyuhyun lembut, matanya menatap lurus Naomi yang berdiri di depan jendela kamarnya di lantai dua.

“Gombal” jawab Naomi singkat dan pipinya terasa panas karena malu.

Untunglah Kyuhyun berada di bawah sana, kalau tidak mungkin Naomi akan semakin merasa malu kalau Kyuhyun melihat pipinya yang pasti sekarang ini mirip dengan udang rebus.

“Sungguh, aku tidak bohong”

“Aku baru selesai menonton aksi panggungmu di Gayo Daejun”

“Benarkah? Terima kasih”

“Kau sengaja ke sini untuk menemuiku?”

“Memang kau pikir aku ke sini untuk menemui siapa? Menemui bibi Hye Sun?”

“Hihihi….” Naomi terkekeh, merasa bodoh dengan pertanyaannya sendiri.

“Kau tidak lelah? Bukankah kau baru selesai tampil, kenapa malah ke sini?”

“Bukankah aku sudah bilang, aku ke sini karena aku merindukanmu”

“Errrr….kau ini. Baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Biarkan aku memandangmu dari sini, aku hanya ingin melihat wajahmu, bagiku itu sudah cukup mengobati kerinduanku”

Pabo…memang sampai kapan kau akan berdiri di sana?”

“Naomi…”

“Eum…wae?”

“Aku ingin sedikit bercerita padamu”

“Baiklah, cerita apa?”

“Satu tahun lalu, ada gadis yang merindukanku di malam tahun baru. Dia menangis karena merindukanku dan dia tidak bisa menemuiku. Dia hanya bisa melihatku dari acara televisi, dia terluka, dia terluka karena dia selalu menungguku selama satu tahun lebih. Dan bodohnya aku sudah membuatnya terluka seperti itu. Aku juga menyesal membuatnya menungguku, oleh karena itu malam ini aku ingin menebus kesalahanku pada gadis itu. Aku juga ingin meminta maaf padanya sudah menjadi pria bodoh yang membuat seorang gadis yang di cintainya terluka. Dan gadis itu adalah kau, Naomi maafkan aku. Maaf karena aku sudah membuatmu terluka, tapi aku janji mulai sekarang aku tidak akan membuatmu terluka lagi, aku tidak akan membuatmu menunggu lagi dan aku juga tidak akan membuatmu menangis lagi. Mianhae, cheongmal mianhae. Naomi, saranghae” suara Kyuhyun semakin melemah, ia tidak kuasa menahan luka di hatinya. Kyuhyun menangis, menyadari kalau ternyata dia sudah membuat gadis yang di cintainya selama ini terluka karena menunggunya. Dan Kyuhyun tidak ingin menjadi pria bodoh yang akan melepaskan Naomi untuk kedua kalinya, kali ini Kyuhyun akan benar-benar mempertahankan Naomi, meskipun ingatan Naomi tentang dirinya belum kembali, tapi Kyuhyun tetap ingin berusaha membuat Naomi mencintainya dengan keadaan dirinya yang sekarang.

Terdengar isakan tangis di ponsel Kyuhyun, bukan hanya Kyuhyun yang menangis tapi juga Naomi. Naomi tidak bisa lagi menahan perasaannya, yang ingin ia lakukan saat itu adalah, berlari menghampiri Kyuhyun. Dan tanpa pikir panjang lagi, Naomi langsung keluar dari kamarnya, mengambil kunci pintu gerbang rumahnya. Dan menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri di depan rumahnya dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.

“Bodoh, bukankah itu isi dari Diary-ku?” ucap Naomi sambil menangis tersedu dan menatap Kyuhyun.

“Yah, ini memang isi dari Diary-mu. Sebenarnya aku sudah membacanya saat kau memberikannya padaku, tapi aku selalu pura-pura belum membacanya, maaf”

Naomi tidak menjawab, tapi ia langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Di tengah udara malam yang semakin dingin, mereka saling menghangatkan dengan sebuah pelukan.

“Tidak apa-apa, aku suka caramu berbohong seperti ini karena pada akhirnya kau berhasil membuatku terharu”

“Benarkah? Aku kira kau akan marah padaku karena aku sudah membohongimu”

Anhio, kali ini aku menyukainya” Naomi semakin mengeratkan pelukannya, ia sadar tubuh mungilnya yang tidak memakai pakaian tebal itu sudah mulai kedinginan, namun ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya pada Kyuhyun.”Kyuhyun-ssi, boleh aku mengatakan sesuatu?” tanya Naomi melepaskan pelukannya.

“Tentu, katakan saja”

“Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu lagi” bisik Naomi tepat di telinga Kyuhyun sebelah kanannya.

“Benarkah?” kejut Kyuhyun membulatkan matanya.

“Eum…” Naomi mengangguk dan tersipu.

Gomawogomawo Naomi, inilah yang aku tunggu selama ini, mendengar kata-kata itu dari mulutmu” ucap Kyuhyun bahagia dan menarik tubuh Naomi kembali ke dalam pelukannya.

“Maaf, karena aku sudah membuatmu menunggu untuk aku mengatakan ini, Kyuhyun-ssi

Anhio, kau tidak perlu meminta maaf, kau tidak salah. Oh ya, apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?” tanya Kyuhyun menatap Naomi lekat dan melepaskan pelukannya.

Mwo?”

“Bisakah mulai sekarang, kau tidak memanggilku dengan Kyuhyun-ssi lagi?”

“Euh? Lalu aku harus memanggilmu apa?”

Oppa…panggil aku op…pa” pinta Kyuhyun sedikit menggoda.

NE??? Shireoyo….” Naomi menggeleng dan pipinya kembali memerah karena menahan malu.

“Ayo cepat bilang, op…pa. Aku mohon, aku hanya meminta itu saja darimu” rengek Kyuhyun.

“Baiklah, baiklah” jawab Naomi setuju. “Op….” ucap naomi ragu-ragu.

“Bukan Op, tapi op…pa…oppa

Op…pa” jawab Naomi pelan.

Mwo? Ah,,aku barusan tidak dengar, ayo katakan sekali lagi dengan lebih keras?”

Saranghaeyo oppa….” jawab Naomi mencium singkat pipi Kyuhyun dan berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Kyuhyun di sana.

Tubuh Kyuhyun seolah membeku, bukan karena udara dingin yang semakin menyusup ke dalam tulangnya, tapi karena ia sangat terkejut dengan tindakan Naomi barusan. Itu pertama kalinya ada seseorang yang mencium pipinya dan itu adalah orang yang sangat di cintainya, Naomi. Dan Naomi juga mengatakan ia mencintai Kyuhyun?

Malam itu benar-benar menjadi malam yang indah bagi Kyuhyun dan Naomi, karena itulah awal mereka untuk memulai cerita baru tentang perjalanan cinta mereka yang baru.

~ End of Part 5 ~

Huaaaaaaaaaaa…sebelumnya author mau membungkuk dulu berkali-kali karena keterlambatan dari di postnya part 5 ini..Beneran deh, author sekarang” lagi sering banget kena WB ( Writer Block ), jadi bikin part 5 ini agak molor waktu postnya…Author bener” pasrah deh, kalian yang masih mau baca ff ini author bilang MAKASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIHHHH YANG SEBESAR-BESARNYA…tapi buat kalian yang udah terlanjur bosen dan males buat baca, author Cuma bilang MAAAAAAAF YANG SEBESAR-BESARNYAAAAA…-____-

Semoga di part ini kalian tetep suka sama ceritanya, maaf kalau masih ada typo atau kata” yang kurang pas atau apalah itu….Oh ya Cuma mau ngasih tau, kayanya IRY ini baka udahan di part 6 deh..TT__TT coz brhubung authornya sering kena WB, jadi takut kalo ff ini d bkin pnjang lagi, malah ga ke selesein…jadi auhtor bakal bkin ff ni ampe part 6 az,,,huhu….jangan bosen baca ff nya author yah, beneran deh, makin banyak reader yang suka, bikin author makin semangat, dan mudah” an itu bsia ngilangin pemyakit WB nya author….

Oh ya, semoga kalian juga puas yang sama prt 5 ini, sampe ketemu di part endingnya dan jangan lupa RCL nya,,,,gomawo…..^^

=============


Find me on

Facebook 1 || Facebook 2 || Tumblr || Twitter || WordPress

3 thoughts on “I Remember You ( Fall in Love With You Again ) – Chapter 5

Your coMmenT is so pReciOus...^0^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s